Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

Petani Menjerit, di bawah ‘Titik Nadir”

Harga komoditas yang rendah dalam beberapa minggu terakhir ini menyebabkan banyaknya petani hortikultura yang merasakan dampaknya secara langsung.

Bahkan di beberapa tempat harga komoditas seperti cabai dan tomat sampai kepada Titik terendah yaitu sekitar Rp 1000 sampai Rp2.000 per kg nya. Hal ini Tentunya menyebabkan makin sulitnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan petani Indonesia.

Tetapi di lain pihak harga pupuk dan pestisida terutama yang berbahan impor harganya justru makin menaik seiring dengan makin melambung nya nilai rupiah terhadap dolar. Untungnya petani-petani Mitra dari kpkl yang menggunakan pupuk dan pestisida berbasis produk dalam negeri tidak begitu signifikan terasa dalam hal biaya perawatannya.

Harga yang sangat rendah untuk beberapa komoditas menyebabkan banyak petani konvensional yang saat ini sulit untuk melanjutkan budidaya untuk musim berikutnya. Tidak demikian halnya untuk petani petani Mitra k p o k l yang konsisten dengan polanya pada saat ini Mitra masih bisa mendongkrak produktivitas dan hal ini bisa mengimbangi rendahnya harga harga sayuran hortikultura di pasaran.

Dalam kondisi demikian jeritan petani memang tak terbendung lagi. Harga rendah bahkan Titik terendah saat ini terasa dimana-mana kita sebagai petani berupaya untuk tidak berkeluh kesah dan berjuang untuk bisa Bangkit dari keterpurukan ini. Hal yang bisa dilakukan oleh petani diantaranya dengan meningkatkan produktivitas setinggi-tingginya.Hal yang dilakukan oleh Mitra kami saudara Ilyas dari Cilawu adalah dengan mempertahankan tingkat produktivitas tanaman tomatnya. Seperti dalam artikel ini hingga petikan ke-7 dari total  2.200 batang tanaman masih bisa mencapai 1,2 ton lebih per perpetikannya.

Petani kpo KL berjuang , untuk bangkit dari titik terendah , tetap fokus pada peningkatan produktivitas dari pada berkeluh kesah…