17 Januari 2012

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABE

¬†Tidak mudah memang,memelihara tanaman dalam kondisi perubahan cuaca seperti saat ini. Pertanaman cabe disekitar lokasi aplikasi kami,hampir tidak kami temukan yang kondisi tanamannya “layak”. Sebagian besar kondisinya terkena keriting daun dan layu. Hal ini kami kemukakan bukan dengan alasan yang dibuat-buat,tetapi inilah kenyataannya.Mungkin anda juga sebagai praktisi maupun pengamat pertanian,bisa menjadikan INDIKATOR,HARGA CABE pada saat ini,yang sudah lebih dari Rp.20.000,-(untuk wilayah di Jawa Barat,di luar pulau jawa harga nya bisa lebih dari nominal tersebut).
Aplikasi kami selanjutnya dilakukan di kp.Cipondok Cigasti, Leles Garut
A.1. Pada tanggal 11 Agustus 2011 dilakukan,pindah tanam. Komoditas yang ditanam adalah Cabe Keriting dan Brokoli.
A.2. Satu minggu kemudian,kami kembali memantau kondisi tanaman.
B.1. Tanggal 13 September 2011,dari pantauan, kami puas dengan hasil yang didapat. Pertumbuhan tanaman Brokoli dan Cabe,tumbuh dengan subur. Dalam aplikasi ini kami bekerja sama dengan 2 orang remaja (Sdr. Mus dan adiknya Sdr. Aat,petani junior,berusia masih sangat belia,sekitar 20 tahunan). Terkadang kami memang memprioritaskan bekerja sama dengan petani-petani “pemula”,karena mereka pada umumnya lebih terbuka terhadap INOVASI -INOVASI dibidang pertanian,berlainan dengan petani “SENIOR” yang lebih susah untuk menerima TEHNOLOGI ini. Petani petani senior pada umumnya sudah terkungkung oleh “ajaran-ajaran tehnologi kimia”,walaupun sekarang mereka sudah merasakan efek dari “TEKHNOLOGI INSTANS “tersebut.

B.2..

C.1.Pengambilan gambar selanjutnya kami lakukan pada tanggal 20 Sep 2011,tanaman berusia 40 harian (penanaman 11 Ags 11, Sesuai gambar A.1). Seperti hal nya juga manusia apabila sehat,masak harus mengkonsumsi obat terus.

C.2.Daun Brokoli yang segar kebiru-biruan.
Memang dalam budidaya dengan dasar POLA PERTANIAN ORGANIK ini, kami belum bisa sepenuhnya meninggalkan BAHAN KIMIA,baik itu PUPUK KIMIA ataupun PESTISIDA KIMIA. Tetapi dengan pola ini,kami berupaya menekan penggunaannya,agar bisa SEMINAMAL MUNGKIN.


D.1. Kondisi tanaman cabe sempat merana,hal ini terjadi karena,waktu panen dari tanaman Brokoli,yang dilakukan tidak sekaligus,tetapi dilakukan secara bertahap. Hal demikian menyebabkan perlakuan Pengecoran menjadi agak terhalang,karena biasanya perlakuan pengecoran dilakukan setelah tanaman brokolinya, seluruhnya telah dipanen.

D.2. Hasil pengamatan kami,tanggal 15 Okt 2011,setelah tanaman BROKOLI di panen.Memang ada sedikit “gangguan” pada tanaman budidaya lainnya yaitu CABE,tampak tanaman Cabe,daunnya kurang lebar,maklum sebelumnya “tersedot” oleh Brokoli,dan kemarau yang terik beberapa bulan sebelumnya.

E.1. Selanjutnya kami mencoba untuk memacu pertumbuhan cabe,yang sempat terganggu.
Namun demikian kami tetap mengantisipasi,terjadinya serangan hama dan penyakit.
Terutama dalam musim “peralihan” demikian kami waspadai betul agar terhindar dari PATEK dan LAYU FUSARIUM.

F.1.Selanjutnya kondisi tanaman,pada tanggal 5 Nov 2011,sudah berbuah dan daun mulai tampak pulih secara bertahap. Tunas-tunas baru sudah mulai tumbuh dan berkembang .
Sungguh hal yang menyenangkan teman ,dengan hasil yang telah dicapai hingga saat ini (apalagi tentunya oleh pemiliknya,tampak dalam Foto, sdr Aat,petani belia,yang umurnya bahkan kurang dari 20 tahun).

F.2. Setelah tanaman berusia sekitar 3 bulan,kondisinya mulai membaik,setelah sebelumnya sempat “rebutan” makanan dengan Brokoli (hasil tanaman awal brokoli,sangat memuaskan)

G.1. Inilah kondisi tanaman,setelah panen/petik pertama
G.2. Tampak tunas-tunas baru bermunculan,bunga dan buah juga tampak lebat

G.3. Inilah sosok petani pemula tersebut, sdr Aat,memegang PROTEK-tan dan kanan Sdr Mus yang memegang PESNATOR. Dua sosok anak muda yang mau berinovasi,ala klinikpertanianorganik  РKEMBANG LANGIT.