23 Desember 2013

TANAH TANDUS MENJADI SUBUR.

Pada kesempatan ini kami mencoba mengubah anggapan masyarakat petani, bahwa tanah yang tandus tidak bisa untuk ditanami.

1

Gambar 1.A. ( Kali ini kami, mencoba mengangkat “kisah ” dari  daerah Riau, tepatnya di desa Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Rokan Hilir.   Tampak tanahnya  berwarna”kuning terang”, yang kalau berdasarkan klasifikasi tanah yang dikatakan para ahli tanah, tentunya tidak layak untuk ditanami tanaman hortikultura apalagi tanaman Cabe.  Tanah yang menurut para ahli tanah ,tidak direkomendasikan  untuk ditanami, karena tanahnya kurang hitam.  Tanah “tidur” yang diupayakan untuk di “bangun”kan. Tanah berwarna “kuning emas” yang jauh dari ideal untuk ditanami cabe.)

2

Gambar 1.B.(Tanaman  cabe pada saat pindah tanam tanggal 5 November 2013. kami secara terus menerus, ber”komunikasi” dari gambar yang dikirimkan mitra muda kami dari, Pekanbaru, Riau ini.)

3.

Gambar 1. C. (  Pengambilan gambar pada saat tanaman berusia satu bulan. Gambar tanggal,5 Desember 2013.)

Dalam metode KPO-KL, hal ini kami perhatikan betul dengan penambahan materi mikroba yang kami ambil dari PROTEK-tan, BIOPESTIS ,PORMIK dan CAS.

4

Gambar 2.  ( Tampak dikiri kanan tanaman yang mulai tumbuh subur ini, warnanya  kuning bahkan cenderung “cerah”, tanah yang tentunya jauh dari dikatakan subur.  Bahkan menurut mitra kami yang mengelola tanah kuning ini,yaitu Sdr. Seem lahan ini sebelumnya belum pernah ditanami tanaman apapun apalagi cabe.Gambar  diambil pada tanggal, 5 Desember 2013)

Gambar 3. ( Ini dia sosok petani mitra kembang langit, muda usia baru 19 tahun, bahkan masih lajang.  Kisahnya …Sdr Seem ini, belum pernah bertani dan sebelumnya berpropesi sebagai pengajar dan bisnis alat-alat sulap. Gambar  diambil,10 Desember.

6

Gambar 4. Di lokasi ini yang tumbuh sebelumnya hanya  ilalang, apabila  kemarau  lokasi ini tanahnya merah , seperti lapangan bola.Disekitarnya ditanami tanaman sawit atau karet.  Disekitar lokasi ini bahkan ada  pusat stasiun minyak  minyak chevron 500 meter . Lokasi penanaman cabe terdekat hanya ada( paling dekat) sekitar  7 kilometer dari lokasi ini.Gambar 10 Desember).

7

Gambar 5.( Pindah tanam dilakukan pada tanggal 5 november 13. Hingga saat ini, akhir bulan Desember,informasi yang kami dapatkan  tidak kami temukan, sebatang pun tanaman yang terkena Layu fusarium. Gambar   diambil dan dikirim pada tanggal,10 Desember 2013)

Kami mencoba untuk berupaya menyuburkan TANAH TANDUS   yang selama ini  dianggap tidak layak untuk ditanami…

Tanah  kuning kemerahan  yang kata para ahli tanah  memiliki tingkat kesuburan yang rendah kami coba untuk  melakukan upaya agar bisa  dimanfaatkan dan produktif

8

Gambar 6. (Lokasi  yang berada di Kabupaten Rokan Hilir , Pekanbaru Riau ini, memang terlihat jauh dari warna ideal, “Hitam”  seperti halnya tanah- tanah subur di tanah Jawa, tapi…. tak mengapalah….Kita upayakan “suburkan tanah yang gersang ini”.Gambar  dikirimkan via email kembanglangit01@yahoo.co.id. pada tanggal,14 Desember 2013).

Kami mencoba menanam cabe dengan bahan  yang sebagian besar menggunakan bahan organik.  Penggunaan bahan “makanan” kimia yang bisa menjadikan tanah makin tandus,  kami tekan penggunaannya.

9

Gambar 7. ( Kondisi tanaman hingga saat ini, cukup subur  dan cepat pertumbuahnnya walaupun belum genap 50 hari.)

Kami berupaya keluar dari “PAKEM”  yang biasa dikatakan oleh  para ahli tanah yang antara lain mengatakan :

Penyebab perbedaan warna permukaan tanah umumnya dipengaruhi oleh perbedaan kandungan bahan organik. Makin tinggi kandungan bahan organik, warna tanah makin gelap. Sedangkan dilapisan bawah, dimana kandungan bahan organik umumnya rendah, warna tanah banyak dipengaruhi oleh bentuk dan banyaknya senyawa Fe ( unsur BESI/FERRUM)  dalam tanah, sehingga tanah akan berwarna “merah besi atau kekuningan”. (seperti contoh tanah tersebut diatas .)

10

Gambar 8. (Sdr. Seem ini, benar-benar pemula…bahkan untuk mewiwil saja saudara kami ini, belum paham bagaimana caranya, sehingga tanaman dibiarkan tanpa diwiwil sama sekali. Gambar  di koordinasikan pada tanggal ,20 Desember 2013)

11

Gambar 9.( Cabang tanaman dibiarkan “berserakan” dimana-mana, maklum pemula… Tapi walaupun demikian tanaman tampak sehat dan memiliki banyak bunga sebagai calon buah…. Pada beberapa bagian tanaman, Ajir penyanggah pun rupanya sudah mulai terlewati.)

12

Gambar 10. ( Pertumbuhan cukup seragam, di tanah yang merah-kuning cerah ini. Pengambilan gambar pada tanggal 21 Desember 13)

13

Gambar 11.( Semoga saja hingga  akhir panen tanaman cabe ini  yang ditanam didaerah  yang kurang subur, bisa berhasil .)

14

Gambar 12. ( Saudaraku…Semoga kita mendapat keridhoan YANG MAHA KUASA dan bisa mengubah “TANAH  KUNING EMAS ” yang kita kelola, benar – benar menjadi EMAS…  )

Kami mencoba “MEMBANGUNKAN TANAH yang TIDUR”  dan tidak sebaliknya, seperti yang terjadi saat ini :  Tanah yang subur dan berwarna menghitam, dirubah menjadi tanah yang hanya layak untuk dibuat “batu bata”.)


Di-tag pada: