27 April 2021

perlu wawasan dan kegigihan untuk menjadi petani sukses

Dinamika menjadi petani memang menarik untuk dikaji, fluktuasi harga, meningkatnya sarana dan prasarana pupuk ,pestisida dan bahan pendukung lainnya juga sangat menentukan akan minat seseorang menjadi petani. Lebih dari itu fenomena makin menyusutnya minat warga desa untuk menjadi petani menjadi tantangan atau bisa dibilang lampu merah untuk kesinambungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sudah menjadi rahasia umum saat ini, banyak petani bahkan lulusan dari sekolah/fakultas pertanian yang minatnya bekerja untuk mendapatkan penghasilan yang tetap dan enggan berpanas panasan. Ruangan ber AC , bekerja di Super Market lebih di senangi dari pada bermain dengan lumpur dan tidak bergengsi.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama filenya adalah WhatsApp-Image-2021-04-26-at-17.43.04-1-1-668x1024.jpeg

Oleh karenanya seleksi alam terjadi baik petani sepuh yang sudah mendekati “pensiun” ataupun datangnya petani petani muda yang datang silih berganti. Faktor menganggap mudah bertani salah satu faktor terbesar kegagalan dalam bertani selain itu anggapan tanah yang tersedia adalah tanah subur bisa jadi membuat petani baru termanjakan. Sebaliknya petani yang gesit dan tinggi motivasinya untuk mempelajari tehnis budidaya cara KPO ini tidak sedikit yang berhasil dalam usaha tani ini.( Seperti halnya yang kami ungkapkan pada artikel yang lalu ).

Dalam kenyataannya tidak lah sesederhana demikian pola bertani yang turun temurun dari orang tuanya menjadi sisi yang sulit di tembus dalam melakukan modernisasi tahapan bertani. Dalam artikel kali ini kami mencoba untuk melakukan pendampingan dan pembinaan berjenjang dengan seorang petani muda dari perbatasan Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara.

Pemuda yang kami coba untuk lakukan pendampingan ini merupakan petani yang bisa dikatakan baru memulai kegiatan bertaninya. Kegiatan bertani cabai baru 3 kali dilakukan, pada musim tanam pertama mencoba dengan cara setempat dan hasilnya, gagal. Kemudian musim tanam ke dua mencoba dengan cara KPO, sudah mendapatkan keuntungan dan kali ini merupakan kali ketiga bertani cabai dan yang ke 2 kalinya bertanam cara KPO KL.

Kami selalu bermohon agar mitra petani yang kami dampingi ini bisa berhasil dengan cara KPO KL ini, dan menjadi petani cerdas dalam menganalisa baik analisa kondisi tanaman, fluktuasi harga, analisa usaha taninya dan bebagai aspek pertanian lainnya. Semoga sukses mitra baru KPO dari Tapanuli ini mengikuti senior senior lainnya dari bumi Tapanuli yang lebih dahulu berhasil dengan pola KPO ini.

Catatan, semua gambar pada artikel ini merupakan hasil penerapan mitra pada musim tanam ini. Periode awal tahun 2021 dan masih berjalan hingga saat ini.