29 Juli 2019

PENYAKIT EMBUN TEPUNG

Bercak embun tepung disebabkan oleh Cendawan Oidium sp, yang biasanya berwarna putih pada permukaan daun. Penyakit ini disebut juga sebagai Powdery Mildey, karena memang tampak seperti serpihan bedak diatas permukaan daun. Mungkin kita menyangka pada saat bulan Juli Akhir ini, dimana kondisi cuaca sedang panas panasnya akan relatif aman dari cendawan yang merugikan, tetapi dugaan kita tersebut bisa menjadi keliru besar, sebab cendawan ini bisa bertahan dan hidup ekstrim pada kondisi kelembaban yang rendah.

Tanaman Melon, termasuk salah satu tanaman yang menjadi inang dari cendawan ini, oleh karenanya kewaspadaan di musim kemarau ini perlu dilakukan.

( Pada kesempatan ini, mitra kami berhasil lulus dan termasuk yang dapat mengendalikan penyakit ini hingga panen, dengan hasil yang memuaskan. Seperti yang terlihat diatas ini, dalam waktu 53 hari , beliau melonnya sudah di borong pengepul dengan harga 50 juta , padahal biaya total produksinya hanya 11 juta saja).

(Tanaman melon mitra kami dari Sragen ini, ditanam pada akhir bulan Mei 2019)

Ada keunikan dari Spora ini yaitu , spora cendawan akan tumbuh dan mulai menyebarkan spora lagi justru ketika iklim sekitar sedang agak kering . Kelembaban awal diperlukan pada saat pembentukan spora, yang akan tumbuh dan membentuk hifa untuk menembus permukaan jaringan .

Cendawan ini hanya akan menginfeksi hingga bagian luar jaringan tanaman saja. Jadi Jika jenis cendawan lain akan berkembang biak ketika musim penghujan, maka Embun Tepung justru akan istirahat dan menunggu suhu hangat dan kering untuk bangun dan berkembnag untuk menyebarkan spora.

Kondisi tanaman menjelang satu bulan, tampak sehat. Aplikasi yang kami gunakan dalam hal ini adalah dengan memberikan, Pocanil, dan dua macam Fungisida kimia dosis 0.3 mili per liter airnya.

Pada usia sekitar satu bulanan, tanaman segar bugar, terhindar dari hama thrips dan tungau di musim kemarau ini. Aplikasi Protektan dan Pesnator, menjadi prioritas kami dan ditambhkan insektisida kimia juga dengan dosis rendah saja..

Pertunasan di saat usia 1.5 bulanan juga masih terjaga , antara menjaga kesuburan tunas dengan menjaga agar tanaman aman dari bercak / embun tepung , memang diperlukan pengambillangkahan yang terukur.

Belum dua bulan, net sudah utuh dan langsung di ‘borong oleh pengepul” kondisi walau baru pemula, pak Tri ini sudah berhasil lulus dari “godaan” embun tepung dan hama penyakit lainnya.

Memang disinilah rahasianya, kenapa di musim kemarau pun, penyakit melon ini masih saja menjadi kendala utama, hal ini pula yang menjadikan komoditas ini, hal menarik untuk di kaji dan dipelajari lebih mendalam. semoga mitra petani berhasil dalam mengendalikan penyakit yang unik ini.