4 September 2019

Pengendalian hama penyakit tanaman secara, terpadu.

Kami sebagai mitra petani khususnya mitra dari petani yang juga merupakan seorang dokter di Kuantan Sengginggi, Riau, Kami angkat jempol disaat sulitnya bertani di musim kering ini mitra kami yang bisa dibilang pemula dapat melaluinya dengan sangat sangat santai. Hal ini juga merupakan suatu “sindiran halus” bagi petani yang tidak berhasil panen di musim kemarau tahun ini. Seorang dokter saja bisa, lha mestinya mitra petani murni , lebih bisa lagi.

Per tanggal 31 Agustus dokter Alfredo sudah panen ke 23 kali petikan, memang produktifitas agak menurun karena memang sudah waktunya peralihan ke fase kedua/ Pembuahan ke dua. Wajar kalau pengamatan pk. Dokter jika buahnya saat ini agak kecil kecil dan produktivitas secara umum menurun. Di balik itu ada hal yang menarik yaitu daun daun baru bermunculan, ini pertanda tanaman masih fit dan siap memasuki buah generasi kedua.

Ibarat main sepak bola Hasil ” setengah babak” sudah dilalui dengan kemenangan dan waktu “istirahat” perlu pemberian suplemen agar pada “babak kedua” bisa tampil dalam kondisi fit pula, walaupun tentunya ‘energi’ sudah terkuras di babak pertama sehingga ketahanan di babak kedua agak menurun.

Kemenangan yang di maksud adalah kemenagan berhasil menanggulangi serangan ” lawan”, antara lain : 1.Busuk 2.pangkal batang, 3. hama tanah, 4.hama 5.thrips, 6. tungau, 7.kutu kebul, 8. keriting daun, 9.virus kuning, 10. Bercak daun, 11.antraknosa,12 Layu fusarium, 13.Ulat buah, dan14. lalat buah. Dan terlebih lagi 15. semangat untuk menyiapkan agar tubuh tidak kekurangan cairan/air untuk menghindari “dehidrasi ” dimusim kering ini.

Hmmm banyak juga yaa hal hal yang sudah dilewati dengan “mulus” dengan. Kerja gigih dan kerja cerdas dari mitra kami ini. Lengah dalam mengantisipasi satu jenis saja, masalah diatas maka hasilnya akan berbeda, bisa bisa malah ke “bobolan gool lawan.

Gangguan gangguan tersebut mesti dilewati step by step, langkah per langkah sesuai perkembangan usia tanaman. Dan dalam metode yang kpo KL kembangkan ini sudah dilakukan secara satu kesatuan langkah, terencana dan jelas arahnya. Tidak asal melangkah, satu dua kali melangkah yang di lakukan keliru maka akan berdampak pada langkah langkah berikutnya.

Selain itu perubahan kondisi harus kita “baca”, perpaduan antara satu pestisida dengan Pestisida lainnya (kimia dan organik) perihal kompatibelnya, kecepatan melangkah serba diperhitungan oleh karena itu perlu dilakukan pengambilan keputusan yang cepat, ibarat sedang berkendara Perubahan Gas, rem koplingnya dilakukan secara sigap dan dalam hitungan “detik” . Sukses terus mita petani dimana pun.