30 Agustus 2019

Pengendalian hama penyakit Cabe, akan lebih irit dan murah

Mitra mitra yang berhasil di Lapangan yang pola nya standar kpo KL, terus kami pantau dan kami kaji bersama. Seperti bp. Harahap yang sudah lama menjadi mitra kpo KL agak berbeda sedikit dari bahan bahan tambahan kimianya.

(Seluruh Gambar hasil Penerapan setelah petikan ke 5).

Kalau selama ini standar kpo KL menyarankan untuk menggunakan produk tambahan kimianya yang sudah ternama dan produk produk Lama, bisa saja untuk kedepannya padanan kimia yang biasa kami sandingkan adalah merk merk yang belum “punya nama” dan yang harganya murah meriah.

Adapun selama ini kami gunakan merk merk tertentu yang sudah lama dikenal petani, dengan hasil yang diperoleh bp. Harahap dari Tapsel ini, bisa saja menjadi bahan pertimbangan kami untuk mencoba jenis jenis insektisida, Akarisida dan fungisida yang “murah meriah” sebagai pendamping metode kpo KL.

Kami dalam setiap menerapkn suatu metode / tehnis, memang sangat berhati hati agar hasilnya tidak mengecewakan kami dan mitra. Prinsip murah dan dosis yang rendah masih kami pertahankan sebagai ciri khas metode penerapan.

(Kalau yang tanpa mulsa, Varietas Lokal Tapsel) dengan perawatan seadanya. Bahkan akarisida dan insektisidanya dipakai yang sangat murah, contohnya al. : Abamektin yang digunakan hanya yang seharga 300 rb per 1 liternya atau yg setara dengan 30 rb per 100 ml nya. Selain itu kita gunakan juga obat Mite, yang harganya 80 rb per 500 ml nya.

Demikian juga untuk pengendalian ulatnya mitra kami masih tetap mempertahankan B. a. Prevonofos saja yang menurut sebagian besar petani “kawakan” sudah. Tidak mempan lagi . Hal yang rupanya menjadi “booster” dari Obat obat “generik” menjadi insektisida yang daya kerjanya kuat adalah, efek dari Pesnator dan Protektannya.

Khusus untuk pengendalian ulat, Dosis kimia yang digunakan tetap dalam Dosis yang rendah yaitu sekitar 0.5 mili Per Liter tetapi insek kimianya hanya 1 macam saja berbahan aktif Prevonofos saja .Itupun dengan catatan menaikkan dosis Pesnatornya.

Demikianlah hasil evaluasi bersama yang kami lakukan bersama bp. Harahap yg tetap dalam track / jalur KPO KL, tetapi variasi variasinya yang apabila nanti berhasil di terapkan dalam skala yang lebih luas, hal ini tentunya akan makin mengurangi penggunaan pestisida kimia ini. Semoga mitra berhasil pula mengadopsi polanya, karena jelas akan mengurangi biaya produksi tetapi jumlah produktivitas tetap kami prioritaskan.