14 November 2013

Pelatihan Pertanian Berbasis Organik Gelombang XIV Bag II

Animo   untuk  mengetahui dan memperdalam metode pertanian berbasis organik terus berlanjut, bahkan suatu kehormatan bagi klinik pertanian organik kembang langit, pada kesempatan ini, dikunjungi peserta dari kalangan Akademisi, yangb terdiri dari Master-Master dari Kalimantan Timur.

(Dokumentasi, kegiatan kami pada acara Pelatihan pertanian berbasis organik yang diadakan oleh Kembang Langit.)

1

Bp. Rusli Gunawan sedang memberikan paparannya pada acara yang diadakan pada tanggal 8-9 Nov 13, yang waktunya hampir bersamaan dengan hari PAHLAWAN.

2

Bp. Robert beserta rekan dari NTT, salut buat buat pak Robert yang peduli pada petani walaupun beliau bukan petani secara langsung, tetapi sangat perhatian terhadap kemajuan petani dan mengembangkan pertanian diwilayahnya.

4

Kang Usep, yang ini peserta lokal dari Banyuresmi- Garut.

5

Nah ini juga, petani lokal dari Cibatu- Garut.

6

Dari berbagai suku bangsa berkumpul di Garut, demi kemajuan pertanian di Bumi Pertiwi.

7

Ok… break dulu, kang Dicky dari Sukabumi juga bang Sadam dari Kerinci, bertopi hitam. Bang Sadam ini, baru saja lulus dari “kuliahan” jurusan Ekonomi di Bandung, tetapi berminat “banting stir” untuk menjadi petani saja, karena tertarik oleh saudara-saudaranya di Kampung nya yang telah menerapkan metode Kembang Langit  dengan hasil yang menakjubkan.  Informasi yang kami dapatkan saudaranya Bang Sadam ini telah berhasil mendapatkan kendaraan roda empat dengan CC diatas 2700, setelah mengembangkan motode Kembang Langit ini.

8

Suasana pelatihan hari pertama yang pesertanya dihadiri 27 orang dari berbagai daerah di Nusantara .

9

Grup dari Kupang- NTT,  8 peserta yang terdiri dari LSM yang peduli pertanian juga PPL- PPL dari berbagai kecamatan di NTT.

10

Ada pernyataan menarik  dari Pimpinan Klinik Pertanian Organik, Kembang Langit yang menjadi catatan kami, yaitu diantaranya :  “Untuk memajukan petani dan mengembangkan pertanian, bukan diukur dari latar belakang pendidikan dari Fakultas Pertanian tetapi didorong oleh minat dan kemauan disertai dengan ilmunya, sebab kalau mengamati saat ini justru banyak lulusan-lulusan dari  Fakultas Pertanian tetapi “nyangkulnya” di BCA,BRI atau di Bank Mandiri” .

.

Ibu dan Bapak Dosen dari Politehnik Samarinda, berfose sesaat sebelum pulang kampung ke Bumi Borneo.  Semoga Ilmu terapan dari “gunung”  ala Kembang Langit ini, kelak bisa diterpkan dan  bermanfaat untuk mahasiswanya. Amin…

Antusias dari saudara-saudara kami dari berbagai daerah untuk mendalami tehnik pertanian organik yang ramah lingkungan , makin memotivasi kami untuk lebih mengembangkan dan meningkatkan tehnologi berbasis organik ini.

Nah ini…dia …Bapak Bone dari Flores, “the next mentor” pertanian berbasis organik di Nusa Tenggara Timur.   Pembawaan beliau yang kocak menjadikan suasana pelatihan menjadi lebih rilek dan kekeluargaan .

Kami berharap pula, tehnologi pertanian berbasis organik ini, bisa menjadikan kita sebagai pejuang-pejuang untuk merebut kemerdekaan dari  “penjajahan” produk -produk pertanian kimia yang berasal dari bangsa asing.

Perlahan tapi pasti, kita telah melakukan langkah-langkah nyata dibidang pertanian, untuk membangkitkan kembali keterpurukan kita dibidang pensuplay bahan pangan ini.

Sukses saudara -saudara kami, Sukses kita bersama  !!!