17 Desember 2012

PELATIHAN GELOMBANG V,DIPENUHI GENERASI MUDA…MENGGEMBIRAKAN !!!

 Pada pelatihan kliniktaniorganik,Gelombang V kali ini ,patut kami syukuri,karena  kuota peserta latihan yang hanya dibatasi 10 peserta,di hadiri 100% petani generasi muda.

Gambar 1. Peserta sedang menyimak paparan tehnik pertanian organik ala klinik pertanian organik ,KEMBANG LANGIT

Gambar 2. Peserta kali ini dihadiri olah peserta dari Kec. LeuwiGoong,Kec. Banyuresmi,Kec. Tarogong Kidul,Garut , dari Singaparna ,Tasikmalaya, dari Cianjur dan peserta dari Bojonegoro, Jatim.

Gambar 3.Bp. Rusli Gunawan sedang memberikan paparan tentang pentingnya kembali ke konsep pertanian berbasis organik.

Gambar 4. Sdr. Muzammil dari Bojonegoro (berkaos putih),datang jauh-jauh dari Bojonegoro,Jatim untuk mengenal lebih jauh tehnik pertanian organik ala kembang langit.

Gambar 5. Peserta -peserta petani muda  (Sdr. Aceng  Firman dari  Garut dan Sdr. Jamaludin  dari  Tasikmalaya ) yang merupakan GENERASI PENERUS BANGSA.

Tidak berlebihan kalau kami menyebut petani pemula adalah ,GENERASI PENERUS BANGSA, hancurnya pertanian maka hancur pula sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.  Meminjam istilahnya Bapak pendiri bangsa, Bung Karno yang mengatakan : ” Siapa yang menguasai Pangan,maka dialah yang menguasai dunia”.

Gambar 6. Dengan bersemangatnya, tunas harapan bangsa,maka kami makin optimis suatu waktu pertanian kita dapat bangkit kembali.  Harapan terbentuknya negara yang GEMAH RIPAH LOH JINAWI,bisa tercapai.

Gambar  7. Peserta dari Cianjur ( Loji Gekbrong),Sdr. Suparman dan kang Erus Kuswandi.

Betapa tidak,saat ini pada umumnya generasi muda minat untuk bertani,sangat rendah… Mereka pada umumnya lebih tertarik untuk menggeluti “dunia lain” selain dunia pertanian.  Pengamatan “anak muda” yang melihat dan mengamati orang tuanya yang seringnya mengalami kerugian dalam bertani dan juga pengaruh ajakan dari sekitarnya yang cenderung mengajak untuk berusaha selain usaha tani,juga mendorong untuk meninggalkan dunia pertanian.

Gambar 8. Peserta dari Bojonegoro,yang juga merupakan seorang Pengajar/ Guru.

Harapannya generasi muda, tidak lagi terprovokasi yang mengatakan menjadi petani itu,bidang usaha yang merugikan dan MEMBUAT KULIT HITAM dan HANYA MENAMBAH TEBAL…(bukan DOMPET) tapi DAKI saja.
Kita buktikan SAUDARA ku…