17 September 2012

PELATIHAN BERBASIS PERTANIAN ORGANIK ALA KEMBANG LANGIT,GELOMBANG I

Tehnik budidaya yang tidak ber “pola baku” tapi bisa di”rumuskan”,mungkin  hal ini yang agak membedakan konsep pertanian organik ala kembang langit ini.

1.Sdr. Dadang Purwa Gelar S.P.,sedang memperagakan cara-cara  sederhana yang aplikatif dan  bisa diterapkan oleh petani,dalam konsep pertanian organik secara umum.

2.(Dihadiri peserta dari Cikarang Bekasi Jabar, Banjarnegara Jateng dan Probolinggo ,Jatim).

Menurut metode kami,pemupukan tidak bisa dipola sejak awal sebelum tanam,sama halnya dengan “mengemudi kendaraan” ,tidak cukup diberikan informasi kepada pengemudi pemula,sbb: “Nanti di kilo meter sekian ada tanjakan,injak “gas” sampai  kecepatan 60 km/jam,bagaimana apabila pada saat itu ada orang nyebrang atau ada kendaraan lain yang sedang berpapasan dengan kendaraan kita? Kira-kira apa jadinya? Oleh karena itu pula yang kami terapkan tidak menggunakan pola baku S.O.P,sistem pemberian GAS NITROGEN,dirancang sejak awal. Lebih parahnya lagi,dengan sistem S.O.P ini,petani tidak diberi tahu,apabila jalan menurun…REM …NYA APA?

3.Rombongan Bp. Yuswal dan keluarganya dari Cikarang- Jabar ( yang aslinya orang Aceh), sedang asyik…menyimak paparan materi yang diberikan ” DRIVE TRAINER “.  Kami menyebut pelatihan kami dengan ‘LATIHAN MENGEMUDI’,sebab untuk membawa kendaraan itu,tidak cukup dengan mengatakan teori ,menyetir kendaraan itu sbb: kalau jalan menurun,injak rem,kalau jalan menanjak injak gas,kalau mau pindah “gigi” over kopling,kalau jalan belok, “banting” stir kekiri atau kekanan.

4. Teori mengemudi tersebut mudah dikatakan,tapi kalau sudah dijalan raya,sangat sulit bagi pengemudi pemula.  Istilah yang kami gunakan diatas hampir sama dengan praktek dalam dunia pertanian. Ada saatnya “nge Gas” ada saatnya “ngerem”,ada saatnya pindah kopling…Bisa dibayangkan untuk pemula apabila jalan menurun “Gas” ditancap sekencang-kencangnya”,akibatnya bisa diduga….

5. Walaupun Acara berlanjut sampai tengah malam…,namun karena acara berlangsung santai diselingi senda gurau,rasa kantuk pun…hilang

6.Dalam pelatihan ini,kami memberikan metode dasar “tehnik-tehnik mengemudi”,selanjutnya untuk memperlancar dalam prakteknya bisa dilakukan di daerah-masing-masing.

7. Sebagai “CO PILOT/ CO DRIVER” kami siap mendampingi saudara-saudara untuk memperlancar cara mengemudinya.   Dengan tehnologi “canggih” seperti saat ini,kami siap mendampingi perkembangan tanaman saudara-saudara,dengan catatan : KAMI DIKIRIMI GAMBAR,sebab dengan gambar ini,nantinya kami bisa mengambil keputusan,apakah  tanaman di “GAS” atau di “REM” atau cukup “PINDAH KOPLING “saja.

8.Kami memaklumi,terkadang petani sudah mempunyai tehnik sendiri-sendiri,bahkan kalau ada 100 petani,kita minta pendapatnya bagaimana caranya mengatasi “tanaman yang kerdil?” pasti jawaban dan tehniknya akan berbeda satu sama lain.

9. Oleh karena itu dalam pelatihan  ini salah satunya kami ingin merobah pola berpikir petani diantaranya  , ( meminjam istilah saudara kami dari Probolinggo), ditempat beliau kalau ‘MEMBERI PUPUK SEDIKIT” disebutnya PETANI YANG TIDAK PUNYA UANG”.  Padahal sudah nyata akibatnya,tanaman diberi banyak pupuk kimia TERUTAMA  PUPUK KIMIA YANG MENGANDUNG BANYAK GAS NITROGEN,akibatnya tanaman bukannya sehat tapi malahan …SAKIT, STROKE DAN  “KEMBALI KETANAH”.

10.Secara garis besarnya,metode pelatihan yang kami berikan adalah,MENGUBAH POLA PIKIR TERLEBIH DAHULU,kemudian setelah itu baru memberikan   tehnik-tehnik pertanian berbasis organik ,tentunya ALA KEMBANG LANGIT.

11.Sedang break..dulu…

Harapan kami,setelah mengikuti pelatihan singkat di KEMBANG LANGIT ini,makin banyak petani yang bisa menjadi  PEMBALAP-PEMBALAP, FORMULA I.

KAMI BERHARAP ,ILMU “MENGEMUDI” INI DAPAT TERSEBAR…..SEBARKAN ILMU,SEBAB TIDAK AKAN BERKURANG ILMU YANG  DIMANFAATKAN…

SEMOGA SUKSES SAUDARA-SAUDARA KU….