1 April 2014

VARIETAS PADI APAPUN, TETAP …OK!!!

Ada satu anggapan dan persepsi petani yang sepertinya,mesti diluruskan diantaranya adalah apabila melihat suatu tanaman  seperti tanaman padi yang pertumbuhan dan bulirnya bagus berisi,maka yang ditanyakan terlebih dahulu adalah,BIBIT/VARIETAS NYA APA?

Menurut kami , memang faktor varietas merupakan  salah satu faktor penentu, tetapi faktor benih itu pun bukan segalanya…

IMG-20140326-WA0021.A. ( Seperti dalam artikel yang kami tampilkan pada kesempatan ini,kami memberikan contoh hasil aplikasi dari berbagai varietas yang kami gunakan.)IMG-20140326-WA0031.B. ( Seluruh gambar 1 (satu,A-D), ini yang digunakan, merupakan salah satu varietas Hybrida, jenis Intani 1.IMG-20140326-WA0051.C. ( Gambar ini dikirimkan oleh mitra kami dari Pidie dan Pidie Jaya, di Profinsi Aceh.)IMG-20140326-WA0061.D.( Tanaman ini diambil satu hari menjelang panen,usia tanaman  114 hari, di panen usia 115 hari.)

Berikutnya masih dari Pidie, tanaman yang dikelola oleh mitra kami  Bp. Maemuddin, dengan varietas yang berbeda yaitu  Varietas Pak Tiwi.

IMG-20140326-WA0122.A. Kita perhatikan varietas lokal Pak Tiwi ini, tampilannya hampir sama  dengan varietas yang kami tampilkan diatas.

IMG-20140326-WA008

2.B. Varietas lokal ini, pada saat pengambilan gambar berumur 109 hari, dipetik pada usia 110 hari.

IMG-20140326-WA013

2.C. Satu tangkai hampir terisi penuh ,sekitar 250 bulir.

IMG-20140326-WA014

2.D.  Dua varietas yang mitra kami tanam ini,menunjukkan hasil yang memuaskan, selain potensi hasilnya diatas rata-rata…

Varietas Intani 1 dan Pak Tiwi, yang di panen pada tanggal  28 Maret ini, mencapai 12 ton untuk Intani 1, sedangkan untuk varietas Pak Tiwi mencapai 10.5 ton  per ha nya,hasil ini merupakan hasil hitungan “real”, bukan hasil ubinan.

Berikutnya,kami menampilkan benih lain yaitu,Varietas B3

IMG-20140311-WA0033.A. Mitra kami di Pidie Jaya, Bp.Murdani,mengambil salah satu tangkai untuk di hitung jumlah bulirnya ternyata, hasilnya luar biasa, yaitu sekitar 400 bulir pertangkainya.IMG-20140314-WA0033.B. Persentase pengisian  bulirnya  sekitar lebih dari 90%IMG-20140314-WA0043.C. Hanya sayang… tangkai bulirnya,cukup alot untuk dipisahkan dengan bulirnya, sehingga bulir banyak yang terbuang.IMG-20140314-WA0073.D. Walaupun demikian hasil yang dicapai   sama dengan musim yang lalu, yaitu  10 ton per ha nya.  Hasil aplikasi dengan metode KPO-Kembang Langit,ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan Varietas apapun ternyata hasilnya bisa diatas 10 ton per ha nya.

Pada musim tanam yang lalu ,mitra kamidi Pidie  menanam  varietas adirasa,sebagaimana yang pernah kami tampilkan pada artikel yang lalu.

2o4.A. Hasilnya 11.5 ton per ha nya, bisa kita lihat dari “rangkaian ” bulirnya yang sangat padat berisi.

Sekali lagi kami ingin memaparkan bahwa walaupun varietas menentukan, ternyata ada yang lebih menentukan  adalah pada pengelolaannya yaitu pola penggaturan pupuk dan pestisidanya.  Istilah kami,kapan saat “ngegas dan kapan saatnya Ngerem” ala KPO-KL.

64.B. Berikutnya kami sertakan kembali gambar yang telah diaplikasikan pada padi di Pidie dengan  Varietas Ciherang. Hasilnya, juga diatas 10 Tonan.

Jadi Apapun bibitnya/varietas nya… perlakuannya adalah  dengan POLA  BERBASIS ORGANIK ala KPO-KL.