Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 137 »

KIAT AGAR TANAMAN SUBUR DAN SEHAT

Mendapatkan hasil tanaman subur dan sehat, merupakan harapan setiap petani , dan berbagai upaya ditempuh tanaman untuk mendapatkan kondisi tersebut, baik secara perlakuan kimia maupun yang mengunakan organik. Namun adakalanya tanaman tampak terlihat ‘seperti’ subur tetapi sesungguhnya tidak sehat.

Ikhtiar untuk mendapatkan kondisi ideal tersebut kami sedang upayakan bersama mitra muda kami di daerah Cilawu-Garut yang kali ini menanam  tomat, 3000 an batang. Pola kpo-KL diterapkan sejak awal pengolahan lahan . Pindah tanam dilakukan pada tanggal 1 Juni 2018.

Untuk mendapatkan kondisi tanaman sehat tersebut kami berikan dorongan Nutrisi  yang kami diupayakan sesuai dengan “harapan’ dari tanaman tersebut.  Nutrisi kami berikan dengan dosis rendah dulu, dan jenis yang mudah diserap oleh jaringan tanaman.

Pemberian pupuk /nutrisi dosis tinggi pada saat tanaman muda dan juga pemberian pestisida tinggi kami sangat jaga dan hindari, apabila tanaman belum siap “menerimanya”. Jadi prinsipnya bukan banyaknya tapi, makanan yang terserap dan bisa berubah menjadi suplay nutrisi bagian tanaman tersebut.

Tanaman kecil  ibarat, juga seperti  bayi, pada saat kondisi awal tanam hendaknya tidak diberi , sumber dan jenis makanan  yang “berat berat”, tetapi perlu yang jenisnya gampang di cerna dan langsung terserap. Pemberian pupuk kimia tinggi sebagai pupuk dasar dan juga pada saat pupuk awal/susulan hanya akan menjadi beban bagi pertumbuhan tanaman. Bukan sehat yang didapat tapi tanaman justru menjadi mudah sakit.

Tapi sayangnya terkadang kita terkecoh dengan kondisi tanaman yang  “sehat sasaat”, tanaman terlihat seperti nya subur tapi jaringannya rapuh dan sedikit  perubahan cuaca saja sudah mudah sakit.

Pemberian makanan/pupuk yang sifatnya alami ternyata membuat tanaman menjadi lebih mudah menyerap unsur hara yang diberikan dan juga pertumbuhan tanaman bisa lebih cepat. Memalui riset yang panjang KPO_KL, hampir 20 tahun kami melakukan penelitian penelitian langsung untuk menguji daya efikasi suatu pestisida  berbasis mikroba dan juga sumber makanan makanan yang mudah di’cerna’ oleh tanaman.

Pemanfaatan mikrobiologi sangat membantu dalam membantu laju dan berkembangnya tanaman dan juga  tingkat kesehatan tanaman yang lebih baik. Penghematan pupuk dan pestisida kimia dapat dilakukan dengan memanfaatkan proses  tumbuh dan berkembangnya mikroba yang kita gunakan.  Berharap tanaman semakin sehat sambil diiringi kesuburan dan tanpa perlu lagi penggunaan pestisida dan pupuk kimia berlebih. Terlebih lagi kita tanpa perlu ribet lagi, mencoba menggunakannya, karena sifatnya yang siap di ‘santap’ oleh tanah dan tanaman.

MITRA PEMULA , SUKSES!!!

Mungkin kita masih ingat pada bulan Mei dan Agustus 2017 kami kedatangan Mitra bp. Yantje dari Minahasa Utara Sulawesi Utara.Pada saat kedatangan pertama dan kedua tersebut beliau belum paham betul perihal seluk beluk dunia pertanian, maklumlah beliau latar belakangnya bukan dari dunia pertanian.

Latar belakang yang bukan di dunia pertanian tidak mengurangi minat dan semangat beliau dalam mempelajari pertanian khususnya yang berpola kpo KL.

Musim tanam satu ke musim tanam berikutnya setelah mendapat bekal bertani cara kpo KL, saat ini pak Yantje makin memahami cara kerja dan mekanismenya. Keuntungan demi keuntungan diperoleh beliau dari konsistensi dalam menerapkan pola kpo KL ini.

Hingga hasil yang diperoleh di awal tahun 2018 lalu keuntungan besar diperoleh dari penjualan hasil cabe dengan jumlah hanya 6000 batang saja.

Sistem perawatan pengendalian hama penyakit cabe  sudah beliau kuasai melalui transfer tehnologi yang telah kami berikan. Hingga pada akhirnya hasil keuntungan penjualan cabe tersebut, beliau berhasil membeli lahan cengkeh yang terbengkalai di Minahasa Tenggara dengan luasan 1-2 hektaran.

Populasi tanaman cengkeh yang terbengkalai sekitar 80 batang, itu pun awalnya nyaris meranggas akibat terkena ulat / hama penggorok batang.

  • Saat ini pak Yantje yang butuh waktu sekitar tahun saja, beliau sudah mampu memahami pola dan cara kerja dari sistem pertanian yang ramah lingkungan ini. Semoga kedepan makin banyak terbentuk petani petani yang dengan ketekunan, bisa mencetak “pak Yantje pak Yantje” lainnya dan mengembangkan pertanian secara progresif.

PERLUNYA,MEROTASI PESTISIDA

Perkembangan tanaman Mitra KPO KL dari Nias Selatan terus kami Pantau dari waktu ke waktu. Bahkan sampai saat ini tanaman cabe varietas lado Bapak Daci ini sudah panen hingga 20 kali petikan.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh mitra kami,bahwa tanamannya makin bertambah umur semakin banyak buahnya. Dan sepertinya,tunas dan buah tahap kedua sudah berlomba lomba untuk saling mencari posisi.

Hingga tanggal 20 Juli 18,ini setidaknya tidak terjadi resistensi hama dan penyakit yang dicirikan oleh sehatnya tunas, bunga buah tanaman secara keseluruhan..

Dengan pola Perbasik organik cara KPO KL,  ini kami sangat menjaga agar tidak terjadi resistensi, penggunaan insektisida,berbagai macam bisa kita rekomendasikan agar terjadi rotasi secara bergiliran.

Bahan utama penggendali hama dan penyakit kami tetap mengandalkan pestisida organik berupa Protektan, Pesnator  dan Pocanil sedangkan untuk kimia juga kami gunakan seperti bahan aktif Abamektin Imidacloprid, diafentiuron, Metil tiopanat, Mencozeb, klorotalonil dan sebagainya agar terhindar dari kekebalan hama dan penyakit tanamannya.

Sangat bahaya apabila kita hanya mengandalkan satu atau dua jenis pestisida saja dimana nantinya dikhawatirkan terjadinya, reaurjensi hama , ledakan hama dimasa mendatang.