Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 126 »

LAYU TANAMAN (1)

Selain diakibatkan oleh cendawan Fusarium sp atau bakteri Pseodomonas sp , layu bisa juga diakibatkan oleh membusuknya akar karena faktor  fisiologis seperti akibat kebanjiran atau terlalu ternaungi sehingga sinar tidak bisa masuk atau bisa pula akibat justru kekurangan unsur hara.

Pada kesempatan ini kami memberikan ilustrasi dari wilayah Birieun Aceh. Mitra kami kali ini yang kami bahas adalah sdr. Hanafi Samer yang kami dampingi sejak akhir bulan agustus 2017 kami bersinergi dengan mitra senior kpo-KL dari  Aceh Pidie.

Tanaman  cabe yang di tanam adalah varietas TM 999 penanaman dilakukan pada tanggal 17 September 2017, kondisi tanaman sehat walafiat hingga dua bulan pertama.

Bahkan pada saat usia tanaman dua bulan lebih seminggu kondisinya pun sehat sehat saja, bahkan sudah memperlihatkan ‘tanda tanda ‘lebatnya buah. Dalam posisi demikian kami melakukan pola, masih dalam posisi ‘berlari kencang’…

Bencana tak dapat ditolak, hujan deras hampir setiap hari sehingga pada tanggal 2 Desember 2017, terjadi “tsunami’ kecil pada areal pertanaman mitra kami pak  Hanafi ini . Tanaman mitra kami terendam dalam beberapa jam, bahkan semalaman ,kurang lebih 8 jam terendam air secara terus menerus.

Beginilah kondisi tanaman cabe pak hanafi pada saat terendam air….Memprihatinkan…

 

Tanaman terendam sekitar 3 kali dari akibat meluapnya sungai di dekat areal pertanaman mitra kami ini. Informasi yang kami dapatkan dua hari kemudian, sungguh diluar dugaan, pertolongan dari yang Maha Kuasa, sangat  kami syukuri…Ternyata tanaman terhindar dari kelayuan total. Sementara informasi yang kami dapatkan, tanaman petani lain disekitarnya, nyaris habis…akibat busuknya perakaran dan kemudian layu.

Betapa bersyukurnya kami karena tanaman mitra kami ini terselamatkan, memang walaupun ada yang layu tapi persentasenya masih taraf wajar. Dari catatan yang ada , sanda ecara ikhtiar yang kami lakukan adalah , dua minggu sebelum kejadian musibah banjir tersebut, kami melakukan metode “kopling’ dengan memberikan pengecoran Pupuk Cas dan Protektan, untuk menghindari kelayuan yang pada saat itu terdapat tanda tandanya.

Benar benar suatu anugrah bagi kami dan mitra, karena dengan meminimkan penggunaan pupuk Kimia sambil memberikan mikroba mikroba yang terkandung dalam Protektan dan Cas, secara ‘lahiriah’ tanaman menjadi lebih tahan genangan air secara masif dalam beberapa hari tersebut.

Kesimpulan  yang bisa kami ambil dalam kejadian ini adalah, dengan aplikasi Protektan dan pupuk CAS ,terbentuk suatu ketahanan khusus tanaman terhadap kondisi yang lembab akibat kebanjiran tersebut.

LAYU FUSARIUM

Kami kembali mencoba mengulas, gambar kiriman dari mitra kami dari Tapanuli Selatan, yang hingga saat ini tanamannya sudah mencapai  7 Bulan.

Tanaman ini yang ditanam pada tanggal 20 Juni 2017, sebagai mana yang kami sampaikan secara berseri dari waktu kewaktu. Mitra kami ini dengan senang hati, memberikan testimoni hasil penerapannya hingga tanamannya bertahan hingga  saat ini, sudah berproduksi  dikisaran 1.3-1.4 kg per batangnya.

Tanaman dan buahnya diusia ‘senja’tersebut masih produktif dan bisa dikatakan terjagfa dari serangan layu akar, akibat cendawan Fusarium Sp yang ‘menyeramkan ‘tersebut. (Hingga saat ini, mitra kami melaporkan sudah 28 kali petikan.)

Bahkan pada beberapa ruas, masih ada pada percabangan tanaman yang mengasilkan 3-4 buah pada tangkainya, padahal saat ini, buah sudah memasuki tahapan “pembungaan kedua” . Konsep kami dalam pengendalian penyakit layu fusarium ini adalah dengan menggunakan pengocoran Mikroba yang ada pada Pupuk CAS dan Protektan.

Bisa kami katakan bahwa tanaman mitra kami ini termasuk yang ‘lulus ujian’ dalam menghadapi serangan penyakit yang langsung mematikan tersebut. Informasi yang kami dapatkan dari sentra cabai Sumatera Utara, diwilayah Batubara, saat ini,  penyakit ini menjadi kendala utama pada pertanaman cabe keriting ini. Bagaimana tidak informasi yang kami dapatkan, ribuan petani tanaman cabenya banyak yang dipetik hijau karena terserang ‘layu sebelum berkembang’.

Saat ini harga cabai di Sumatera Utara, masih bisa dibilang tinggi, hal ini diakibatkan salah satunya serangan dari penyakit cendawan Fusarium ini.  Intinya walaupun tanaman mitra kami ini, ada serangan cendawan juga, tetapi masih dalam tahapan yang wajar, hal ini terlihat dari masih  produktifnya tanaman dan masih menghasilkan pundi pundi perbendaharaan ‘kas rumah tangga’.

Kami berharap mitra kami ini Bp. Harahap ini , bisa terus bertahan dan  masih memberikan kontribusi untuk penanaman tanaman cabe Selanjutnya yang jumlahnya diperbanyak.

Semoga makin sukses mitra mitra KPO-KL di Sipirok dan juga mitra mitra lainnya dimanapun berada.

PEMBENTUKAN CABANG (2)

Beberapa bulan sebelum kedatangan pertama , pak Yantje ini sudah melakukan pola tanam cara kpo KL dan hingga saat ini beliau, sudah berulang ulang melakukan pola cara tanam kami .

Sehingga pada pertengahan bulan Januari 2017 ini beliau datang dari Tomohon Sulawesi Utara untuk menjadi Cabang . Beliau mantaf untuk berbagi ke sesama petani di Tomohon dan sekitarnya apalagi tidak sedikit yang saat ini,petani disekitaran pak Yantje yang mulai mengikuti cara pak Yantje ini.

Pada saat kunjungan ke Garut, kami mengajak pak Yantje dan pak Pendi untuk melihat langsung percontohan kami pada tanaman Tomat dan Cabe Rawit yang penanamannya tanpa menggunakan pupuk dasar sama sekali, baik pupuk kandang maupun pupuk kimia.

Selain itu kami juga sengaja memperlihatkan hasil penanaman cara kami pada tanaman timun yang sudah dipetik 4 kali .

Pada kesempatan tersebut Bapak Yantje dan teman, melihat langsung bagaiamana sebuah varietas timun yang sudah umum ditanam petani, tetapi dengan cara kpo KL, hasilnya kami syukuri, tanaman tumbuh lebat dan berbuah sampai ujungnya.

Varietas yang ditanam mitra kami sdr. Ilyas ini adalah var. Bella yang sudah lama “ditinggalkan” petani disekitaran kami karena dianggap produktivitasnya rendah,tetapi ditangan petani muda sdr. Ilyas , tanaman tersebut tumbuh lebat dan menguntungkan. Informasi yang kami dan pak Yantje dapatkan bahkan tanaman tersebut sudah tertutup biaya produksinya pada saat petikan ke 3.

Pak Yantje mengamati secara langsung,bagaiamana varietas timun yang biasanya bunga bagian atas rontok, justru terlihat mulai terbentuk menjadi buah. Apalagi ditunjang harga pada saat kunjungan ini dikisaran 3000-4000 rupiah per kg nya.

.Pada saat kunjungan langsung ke Lapangan ini, tampak sekali pak Yantje dan pak Pendi sangat puas, dan semakin yakin untuk menjadi Cabang kami di Sulawesi Utara, khususnya di Kab. Tomohon dan sekitarnya.

Semoga hasil kunjungan langsung ini makin memotivasi dan menjadi pengalaman tersendiri bagi beliau dalam pengembangan pola pertanian berbasis organik cara kpo KL di Sulawesi Utara nantinya. Semoga sukses pak Yantje, demikian juga mitra binaanya semoga makin maju dan berkembang juga.