Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 143 »

Jeruk Sehat dan Lebat

10 bulan sudah mitra kami Mas Angga dari Poncokusumo Malang,  menerapkan pola klinik pertanian organik pada tanaman jeruk Siem nya. Hingga saat ini pertumbuhan tanamannya sudah sangat sehat bahkan sejak menggunakan pola ini Mas Angga sudah panen sebanyak 5 kali.

Seperti yang pernah kami paparkan artikelnya Beberapa bulan yang lalu kondisi awal tanaman Mas Angga seperti gambar di atas. Buah tanaman rontok,  daun daun keriting dan terlebih lagi serangan lalat buah yang sangat masif.

Secara drastis perubahan sangat terlihat nyata setelah secara rutin Mas Angga menyemprotkan protektan pesnator Freshtan dan sedikit pocanil untuk menghindari kerontokan buah dan juga dari serangan lalat buah.

Hingga saat ini serangan lalat buah sudah bisa dikendalikan padahal kondisi awal tanaman banyak komentar dari sesama petani yang mengatakan bahwa tanamannya pada saat itu sudah tidak bisa diharapkan kembali.

Hingga pada akhirnya Mas Angga dan orang tuanya mengenal pola klinik pertanian organik ini untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman nya. Dan kami bersyukur karena saat ini beberapa teman dan kerabat dari Mas Angga yang sudah beralih pula menggunakan pola klinik pertanian organik kembang langit.

Buah yang lebat bisa dibilang sangat lebat karena di beberapa sudut tangkai tanaman patah karena tidak kuat menahan beban buah yang banyak.

Metode gas rem dan kopling juga kami terapkan seperti halnya kami menerapkannya pada tanaman cabai. Dengan sangat antusias mitra mudah kami ini menerapkan langkah demi langkah dalam teknik aplikasinya. Bahkan saking semangatnya dalam memberikan tekanan gas beberapa buah jeruk mengalami pecah buah.

Jadi salah besar persepsi bahwa pola klinik pertanian organik hanya cocok untuk tanaman hortikultura dan padi saja.

 Namun tetap acuan kami dalam menerapkan pola gas rem dan kopling adalah tanaman cabe. Yang membedakannya adalah pada dosis yang digunakan biasanya lebih tinggi namun intervalnya yang kita berikan lebih renggang. Semoga sukses petani jeruk dan hortikultura Malang dan sekitarnya.

POLA BERTANI,” GAS REM KOPLING”

Metode penanaman sebenarnya bisa dibuat semakin mudah yaitu dengan cara menganalogikan bahwa bertani itu seperti sedang membawa atau menaiki kendaraan semakin terbiasa semakin lancar dan tidak kaku atau ragu-ragu lagi.

 Konsep ini sudah lama kami terapkan dan hasilnya sangat di luar dugaan bahkan seorang sosok ibu ibu pun bisa melakukannya secara lancar dan terkontrol. Bahkan dalam kondisi sedang kekurangan air pun tanaman yang dipindah tanam tanggal 3 Maret 2018 saat ini masih bertahan  produktif.

Sistem penerapan penggunaan gas  dilakukan dalam kondisi tanaman aman tidak terkena serangan hama dan penyakit.  dalam kondisi demikian biasanya yang kami lakukan adalah dengan pemberian Protektan Biopestis dan Pesnator yang disemprotkan dengan dosis 1 mili per liter air.

Sedangkan dari bawah melalui pengecoran yang kami biasa lakukan adalah dengan pemberian Mikvator yang bergantian dengan Pormik, Selain itu untuk memberi tekanan gas tipis Biasanya kami sertakan dengan pemberian Protektan dan Biopestis.

Dalam kondisi tanaman terserang sakit langkah yang kami lakukan adalah dengan cara pengereman yaitu berupa pemberian pupuk Pocanil yang diberikan melalui kocoran ataupun melalui semprotan.

Sedangkan dalam fase transisi antara ngegas dan pengereman yang kami lakukan adalah dengan over kopling yaitu dengan pemberian pupuk  Freshtan dan pupuk  CAS, hal ini biasanya dilakukan dalam kondisi tanaman tidak mau atau tidak perlu diberi tekanan gas tetapi di sisi lain tanaman belum perlu di rem.

Dengan cara demikian menjadikan bertani bisa terasa lebih mudah apalagi apabila dilakukan secara berulang-ulang sehingga petani nya semakin lancar mengemudi berikutnya hanya perlu mengetahui dan memperlancar Kapan waktu yang tepat untuk menekan gas menekan kopling dan kapan kita menginjak rem. Sosok seorang wanita -Ibu  Ibu pun bisa dan sudah lancar mengemudi dengan kendaraan  KPO KL ini. Keuntungan yang diperoleh hingga saat oleh Ibu Nurhayati ini,  sudah lima kali lipat dari modal yang dikeluarkan. ‘The Power of emak emak”……

Bertani kini ,Jadi Lebih Murah

 Biaya produksi dalam suatu usaha tani merupakan hal yang prinsip untuk mencapai keuntungan yang kita harapkan dalam kegiatan tersebut. Namun terkadang ada beberapa hal yang sebenarnya kegiatan tersebut bisa ditiadakan atau diminimalisir.

 Pada artikel ini Kami mencoba kembali membahas perkembangan tanaman Mitra kami Mas Ichsan dari Sleman Yogyakarta. Tanaman Mitra kami ini hingga saat ini sudah panen sekitar 900 kg dari jumlah tanaman kurang lebih 3000 batang.

Modal usaha yang dikeluarkan sudah jauh terlampaui di beberapa petikan yang lalu. Saat ini Mitra kami yang bekerja di pertanian hanya separuh waktu tinggal menikmati keuntungan demi keuntungan yang dicapai dari hasil pertanaman cabe rawit paritas Shyponnya.

 Hal yang mendasar untuk mengurangi biaya produksi dengan pola klinik pertanian organik kami ini adalah meniadakan pengolahan lahan untuk musim kedua dan seterusnya.  jadi selesai dari satu musim tanam bisa langsung dilanjutkan ke penanaman musim berikutnya.

 Cara ini sangat dihindari oleh petani petani dengan menggunakan teknik konvensional. Produktivitas  dari musim ke musim, dengan cara kami ini bukannya makin menurun tetapi justru semakin meningkat.

Hal ini bisa kita lihat dari tumbuh dan berkembangnya pertanaman Mitra kami dari Sleman Jogjakarta ini yang walaupun sudah memasuki musim ke-4 tanpa olah lahan kondisinya semakin subur saja.

 Perkembangan tunas mengiringi banyaknya buah yang dipanen dari minggu ke minggu.  selain daripada itu biaya operasional untuk pembelian pestisida dan pupuk kimia semakin dikurangi.

Budidaya itu perlu pembuktian, dan tidak hanya sekedar  teori yang berjejer panjang. Biaya irit, harga cabe makin pedas dan keuntungan berlipat.