Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 141 »

KEMAMPUAN dan KEAHLIAN PETANI itu yang UTAMA

Melanjutkan ide kpo KL dalam mengembangkan pertanian nasional .

IMG-20170410-WA0189

Secara intensif saat ini, kpo KL terus melakukan pembinaan terhadap petani di pelosok negeri, secara “man to man”., selain itu proses berlanjut dengan cara “ketok tular”.

IMG-20170410-WA0199

Dari pola man to man tersebut, menjadi contoh bagi petani disekitarnya, pola ini ternyata efektif. Dari satu orang yang berhasil ternyata menarik petani lainnya untuk mencontoh. Bisa dibayangkan terbentuk 1 juta petani yang berhasil dalam mengelola pertaniannya, kemudian dari petani sukses tersebut men”duplikasikan” metode keberhasilannya pada petani lainnya.

IMG-20170410-WA0201

Dan sistem ketok tular tersebut ternyata kami rasakan berhasil, satu orang yang sukses menjadi daya tarik bagi petani lainnya dan menjadi buah bibir di kampungnya.

Terbayang kan seandainya, yang berhasil dalam suatu desa ada 100 orang awal yang berhasil , hal ini  akan mengubah pola pertanian secara cepat.

IMG-20170410-WA0191

Hal ini di buktikan oleh mitra kita dari Sicincin dari Sumatera Barat, sdr. Adiwarman yang berhasil mengupayakan tanaman jagung manis var.Bonanza rata kisaran 90 persen, menjadi bertongkol dua.

IMG-20170409-WA0062

Berikutnya, kita “loncat”ke Lumajang Jatim, disana ada anak muda lainnya yang saat ini menjadi perhatian petani lain, karena hasil pertanian tanaman kacang panjangnga, tidak lumrah dan menjadi perhatian petani lain.

kc. pjg

Petani muda yang sudah memiliki kemampuan dan keahlian mengelola pertanian. Menjadi contoh petani petani lainnya.

IMG-20170409-WA0046

Tanaman kacang panjang mas Faridz Abdullah , saat ini satu tangkainya berbuah rata rata , berisi empat buah.

Akan terbayangkan kalau dalam satu desa ada 1000 petani yang sudah mumpuni dalam mengelola pertanian dan menjadi viral di “spot” tersebut dan melebar meluas dari kampung ke desa, ke Kecamatan , ke Kabupaten.

IMG-20170409-WA0052

Buah atas yang rata rata berbuah empat per tangkai , jelas menjadi  buah bibir dan menjadi metode standar bagi petani lainnya.

Kemampuan skill dan keahlian masing masing individu petani apabila terakumulasi bisa menjadi himpunan petani petani yang memiliki kehandalan dan kemahiran dalam pertanian.

Suatu sistem akan terbentuk dengan sendirinya. Pembangunan infrastruktur akan terbentuk dengan sendirinya . Banyak dan melimpahnya suatu komoditas tertentu disuatu daerah, ibarat “gula”  secara otomatis akan menarik perhatian “semut” untuk menghampiri.

Ramainya transaksi diwilayah tersebut, segera berdampak pula terhadap terbentuknya suasana “ramai”, yang akan memancing juga investor dan lembaga keuangan berkembang secara pesat.

MEMBANGUN PERTANIAN NASIONAL , DIMULAI DARI DIRI SENDIRI

Banyak konsep tentang membangun pertanian nasional .

Diantaranya, adalah

1.Membangun sistem permodalan untuk petani,  pemberian bantuan berupa permodalan yang mudah untuk sektor pertanian.

PhotoGrid_1491344237891

(Gambar 1. Pengamatan lanjutan kami di desa Mekar sari, Cikajang pada hari senin tanggal 3 April 2017)

Tetapi menurut kami, walaupun permodalan berupa bantuan  keuangan berupa kredit lunak pada petani belum menjamin terciptanya pembangunan pertanian yang kokoh.

Kenyataannya , tidak sedikit pemilik modal yang tanam berhektar hektar komoditas tertentu yang padat modal, luluh lantak akibat pengelolaan budidaya yang belum tepat.

PhotoGrid_1491344531804

(Gambar 2. Pengamatan dilokasi penerapan pada tanaman yang dikelola secara organik ala KPO-KL, pada saat usia tanaman saat ini adalah 6 bulan kurang satu minggu.  Kondisi tanaman masih sehat segar bugar.)

2. Membangun infrastruktur untuk mendukung sektor pertanian disuatu wilayah.

Suatu wilayah yang petani dan pertaniannya maju dan berkembang, biasanya secara otomatis di daerah tersebut, tercipta keramaian transaksi, antara suplayer produk pertanian dan permintaan dari daerah lain yang mencari komoditas tersebut didaerah tersebut.

PhotoGrid_1491344395496

( Sementara tanaman yang lain seusianya sudah mulai ‘ berceceran’ sudah tidak bertahan akibat perubahan kondisi yang eksrtim tanaman mitra kami ini masih terus produktif.)

3. Pembentukan kelembagaan  petani yang biasanya dibangun dari pembentukan kelompok kelompok tani.

Pengamatan kami beberapa berkecimpung  dan melakukan riset khusus ternyata pembentukan kelompok tani, hanya dilakukan secara temporal saja pada saat, akan dicurahkankan bantuan berupa permodalan , setelah itu…kembali kelembagaan berupa kelompok kelompok tersebut, bubar mundur satu persatu dan tidak jelas evaluasi dan pertanggungjawabannya.

IMG-20170402-WA0089

Gambar 4 ( Lokasi di daerah Sicincin, Sumatera Barat, mitra muda binaan KPO-KL, mengirimkan  hasil penerapannya pada jagung manis var. Bonanza, yang dipelihara dengan tonggol dua) .

IMG-20170402-WA0084

Peningkatan produksi yang berlipat seperti halnya yang dilakukan oleh mitra kami dari Sumatera Barat ini, serta diikuti oleh petani petani lain disekitarnya dengan melihat keberhasilan petani pioner, biasanya ” memancing” , terbentuknya sistem pasar baru.

Hal dan kejadian seperti ini bukan halnya “aneh” sebenarnya.  Sebagai contoh misalnya yang terjadi di wilayah Sulawesi Selatan, tepatnya di daerah Malino.  Efek dampak dari beberapa petani pioner dari daerah  Jawa Barat yang hijrah mencari lokasi yang subur dan sesuai untuk penanaman sayuran dataran tinggi, mampu mengubah pola dan kebiasaan setempat.

Penulis masih ingat sekitar awal tahun 1990 -an, bagaimana seorang petani pelopor hortikultura yang hijrah dari Bandung selatan ke Malino Sulawesi Selatan, mendapat penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan pada saat itu HZ. Palaguna, sebagai petani pelopor.

Dan….pada akhir tahun 2016, penulis  datang langsung ke Malino dan melakukan survay khusus, ternyata kebiasaan setempat petani yang awalnya banyak menanam Markisa sebagai tanaman utama pada saat ini, sudah mulai tergeser dan mengubah pola tanamnya ke penanaman sayuran dataran tinggi.

IMG-20170403-WA0017

(Berikutnya kami mendapat hasil penerapan cara KPO-KL dari mitra kami  dari Lumajang, Mas Farid Abdullah, yang menanam tanaman kacang panjang yang  hingga saat ini tanamannya sudah petik dua kali.  Anak muda ini berhasil, mengelola tanamannya dengan baik dan sudah siap dikontrak oleh perusahaan yang membutuhkan tanaman kacang panjangnya).

IMG-20170403-WA0018

( Tanaman kacang panjang mas Farid yang dikirim tanggal 4 April 2017 , saat ini kondisinya sudah melampaui ajir yang disediakan oleh pengelola)

Dari rangkuman sederhana yang bisa kita ambil adalah, di dunia pertanian dalam hal membangun pertanian nasional, tidak usah muluk muluk kita bicara infrastruktur, kelembagaan, pendanaan karena hal ini menurut kami akan terbentuk dengan sendirinya apabila di wilayah tersebut ada petani petani yang bisa melakukan perubahan secara tehnik, dalam  mengubah apalagi melakukan pembaharuan secara besar besaran dibidang pertanian.

Perubahan akan tercipta dengan sendirinya apabila ilmu dan pengalaman petani individu bisa dan mampu melakukan budidaya yang menguntungkan.  Kami yakin dengan satu orang atau beberapa orang yang bisa menjadi contoh keberhasilan dan kesuksesan disuatu daerah,akan  mampu mengubah kebiasaan ditempat tersebut.

Penawaran kemitraan kerjasama akan datang dengan sendirinya, modal akan mudah didapatkan dari pemilik modal tanpa perlu “mengemis” profosal ke Bank atau lembaga keuangan lainnya.

Akses jalan, akan “hidup”dengan sendirinya apabila di wilayah tersebut terjadi suplay dan demand yang kontinyu.  Infrastruktur akan terbangun dengan sendirinya.

Kemampuan keilmuan yang dimiliki petani, yang dimulai dari pribadi diri sendiri, akan banyak memberikan ,nuansa baru dalam dunia pertanian….Hal ini yang saat ini kita lakukan, kita bergerak dari pendalaman ilmu dan materi cara KPO-KL yang berbasis organik ini.

Kalau hasil seperti yang diraih oleh Sdr. Khoer Garut, Sdr. Adi Padang dan Sdr. Farid Lumajang, pemilik modal berminat tidak bekerja sama dengan mitra mitra muda tersebut untuk menjadikannya tehnisi atau bahkan Manager Kebun dalam penanaman komoditas hotikultura berhektar hektar?

Modal akan datang sendiri, pasar akan terbentuk sendiri pertanian akan berkembang dengan sendirinya yang diawali dari skill dan kemampuan petani petani muda yang mampu melakukan perubahan.

Hal ini yang kita lakukan saat ini terhadap mitra mitra KPO-KL di seluruh pelosok…Semoga berhasil teman.

.

.

PERTANIAN berbasis ORGANIK, Membuktikan !!!

PhotoGrid_1490142861988

Pengamatan lanjutan dari mekarsari Cikajang Garut. Pengamatan saat ini disaat tanaman berusia 5 bulan lebih.

PhotoGrid_1490142704565

Hasil teranyar yang kami lakukan pada tanggal 19 Maret 2017, disaat tanaman mitra kami  sdr.Khoer berusia 5 lebih 10 hari. Penanaman tanggal 10 Okt 2016 .

PhotoGrid_1490142735784

Di daerah Cikajang Garut yang terkenal sebagai sentra terbesar sayuran dataran tinggi di Jawa Barat, penggunaan pestisida dosis tinggi sudah menjadi tradisi yang sudah mengakar.

PhotoGrid_1490142781888

Sehingga penggunaan dosis pestisida dosis rendah dianggap hal yang mustahil.

Bahkan pada saat sdr.Khoer menjelaskan, bahwa hasil penerapannya ini menggunakan tehnik pengendalian secara Organik ,semakin saja, petani yang bertanya tidak percaya.

PhotoGrid_1490142997174

Logika mereka rupanya, dengan pestisida kimia dosis tinggi saja hama dan penyakit ngak mempan apalagi ini dengan pestisida organik. Hmmmm.

PhotoGrid_1490143012456 .Memang riset yang kami lakukan selama 17tahun menunjukkan kualitas pestisida organik, akan mengalami degradasi fungsi penurunan fungsi dalam beberapa saat selain itu, fungsi antar “bahan aktif” biasanya saling berbenturan sehingga tidak terjadi sinergisitas.

PhotoGrid_1490143077999

Hal hal diatas yang mungkin biasa dilakukan oleh petani dan hasilnya , ramuan herbal yang diberikan seolah menjadi “nihil” reaksinya.

PhotoGrid_1490143153523

Mengacu dari hal ini, kami dari Klinik Pertanian Organik, mencoba mengembangkan dengan tehnologi yang ada, agar fungsi dari pestisida organik tersebut tidak cepat “basi” sehingga terhindar fungsinya hanya sekedar pupuk daun.

Hal ini lah rupanya yang menjadikan, beberapa petani yang dulu sempat membuat “ramuan alami”, menjadi ngak yakin akan efek dari pestisida organik bisa sedemikian hasilnya.

Memang diperlukan stabilizer agar fungsi pestisida organik tidak “jatuh ” fungsi hanya sekedar sebagai pupuk daun.