Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 129 »

PENGENDALIAN PATEK ( BUSUK BUAH/ANTRAKNOSA) dan ROTASI FUNGISIDA

Kembali kami ingin mengulas perkembangan tanaman cabe Var Lado mitra kami ,Bp. Tatang  dari Pesisir Selatan Sumatera Barat. Hingga tanggal 17 Maret 2018 ini, mitra kami tersebut sudah petik sebanyak 4 kali.

Kondisi tanamannya hingga saat ini, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, apalagi saat ini harga cabe keriting di wilayah Pesisir Selatan ini, masih sangat tinggi, yaitu dikisaran 40-50 ribu per kg nya.

Perpaduan kombinasi perawatan antara mengusahakan tunas yang terus menaik, sambil membawa bunga , dan Buah, disertai dengan pemantauan agar tanaman tetap sehat dan terhindar dari Patek/ Busuk buah.

Setidaknya tanaman mitra kami ini yang kami pantau sejak pengolahan lahan, hingga saat ini menunjukkan perform yang sehat dan terhindar dari Busuk buah tersebut.

Kami berharap tanaman mitra kami yang di tanaman di daerah “super panas”, diwilayah Pesisir pantai Selatan, Sumatera, dapat selamat dari antraknosa hingga akhir musim tanam ini.

Khususnya dalam perawatan antisipasi serangan antraknose yang biasa meluluhlantakkan pertanaman cabe ini, kami menggunakan “Mikroba Antagonis”yang ada didalam POCAniL.

Selain dengan mengandalkan Mikroba antagonis dari Collethotricum sp ini kami juga biasa menambahkan Fungisida kimia tetap dengan dosis yang “tidak wajar”, dosis sangat rendah dan jauh dibawah anjuran.

Metode kami  lainnya, dalam mengendalikan penyakit busuk buah ini adalah dengan selalu melakukan ROTASI fungisida,  yang dimaksudkan agar tidak terjadi resistensi kekebalan penyakit terhadap perlakuan yang kita lakukan.

(Semoga berhasil, saudara kami,Bp.Tatang di Pesisir Selatan, SUMBAR)

MENGENDALIKAN CABE PATEK , PERLU KETENANGAN

Tanaman cabe memang menarik, fluktuasi harga yang tajam, terkadang rendah tetapi disaat lain harga tinggi ngak ke”tulungan”. Pada saat ini , di bulan Maret 2018 harga di berbagai daerah rata rata masih dikisaran 30-50 per kg nya, harga demikian tentunya sangat menggembirakan bagi petani cabe.

Tetapi dibalik harga yang tinggi tersebut, bagi kalangan rata rata petani merasakan “pahit getirnya” proses pemeliharaannya. Curah hujan yang relatif masih tinggi disebagian besar wilayah sentra sentra pertanaman cabe, menyebabkan tanaman lebih sulit untuk dirawat.

Kami tetap berharap mitra kami sebagaimana yang kami tampilkan gambarnya saat ini (yaitu sdr. Tatang), tetap “rileks” dan dapat merawat tanamannya dengan baik.

Tanaman mitra kami ini, saat ini menjelang petikan ke 3, dan kami bersyukur hingga saat ini, tanaman cabenya, terhindar dari penyakit tanaman cabe yang “mencetarkan” hati petani.

Kekhawatiran yang berlebih apalagi banyaknya masukan pendapat dari “kiri dan kanan ” yang sebenarnya makin membuat makin bimbang dalam menentukan langkah yang  pasti dan konsisten.

Visi yang kuat dan ketenangan disertai pengetahuan diperlukan dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman cabe ini, terlebih lagi biaya yang dikeluarkan untuk tanaman cabe ini tidaklah tergolong biaya rendah.

Oleh karenanya, kami sering memberikan motivasi agar mitra tersebut, tetap “panceg”kokoh dalam pendiriannya. Oleng apalagi ragu ragu dalam pengambilan langkah keputusan bisa berakibat fatal bagi tanaman.

Apalagi khususnya dalam pengendalian penyakit cabe patek/ antraknose,ini tidak boleh “meleng” sedikitpun. Salah ambil keputusan, bisa “tamat” perjalanannya.

Semoga saja tanaman cabe Pak Tatang ini, bisa selamat untuk seterusnya. Perjalanan masih panjang, harga pun di Pesisir Selatan Sumatera Barat , saat ini masih tinggi (kisaran 40-50 ribu per kg nya).

Aspek ” ketenangan” mental juga berperan dalam cara kita mengambil keputusan yang tepat, agar tanaman tetap aman dan sehat terhindar dari segala gangguan hama dan penyakit. Selamat berjuang mitra mitra KPO KL.

VIRUS KUNING , YANG MENJERAKAN

Sekitar dua tiga tahun silam, ada mitra kami yang sudah ” malang melintang”, dengan menggunakan metode kpo KL dalam pola pertaniannya. Namanya pak Guru Asep Cahyana, mungkin mitra mitra petani yang sering menyimak artikel artikel kami masih mengingatnya.

Namun rupanya pak Asep yang memang sudah senior di dunia pertanian, sempat tergoda lagi untuk kembali ke pola pertaniannya yang lama. Hingga pada saat ini beliau mengalami kepanikan dalam menghadapi pertanamannya yang terkontaminasi virus kuning dan keriting daun.

(Pak Asep Cahyana pada kunjungan ke  saung -KPO KL , setelah lama “hilang dari peredaran).

Beginilah kondisi tanaman cabe Keriting var Or 42, Bp Asep Cahyana yang diperlihatkan pada kami pada Tanggal 8 Pebruari 2018. Tunas tanaman “puret” kuning dan sulit berkembang, walaupun sudah diterapi dengan berbagai pestisida kimia plus Pupuk Organik racikan pribadinya.

(Pohon yang dilingkari merah, kami jadikan tanda titik pemantauan kami bersama. Pak Asep sepakat dengan kami untuk menyerahkan perawatannya dengan cara kpo KL , kembali.)

Pada tanggal 1 Maret 2018, setelah tersentuh dengan polesan cara kpo KL, rupanya tanaman cabenya saat ini menunjukkan perubahan yang “drastis”.

Aplikasi dari atas dan bawah dengan produk pendukung dari kpo KL, Yaitu Protektan, Pesnator Biopestis dan produk yang baru, Freshtan, secara cepat memperlihatkan hasil berupa pertumbuhan tunas dan bunga yang banyak.

(Pengambilan gambar pada tanggal 7 Maret 2018).

Harapan kembali muncul seiring munculnya kembali tunas tunas baru yang awalnya sudah “macethos”.

(Kondisi awal sebelum tersentuh perlakuan kpo KL pada tanggal 8 Peb 18). Mandeknya tunas , daun mengeras , menguning , rontok bunga dan tanaman yang kerdil, tampak jelas didepan mata. Biaya yang tidak sedikit, yang sudah dikeluarkan, membuat pikiran tak tenang dan resah.

Namun , setelah tanaman mengalami perubahan yang cepat dalam sebulan ini, membuat hati pak Asep Cahyana, kembali berbunga bunga dan senang riang tak terhingga.

Semoga kedepannya pak Guru Bahasa Inggeris di Cigadog Sucinaraja Garut ini, bisa lebih istiqomah dengan pola pertaniannya.