Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 129 »

LAYU FUSARIUM

Pada pertengahan bulan Februari lalu telah kami ulas tanaman cabe dari Mitra kami ibu Retno di Bogor.( bisa dilihat pada artikel sebelumnya).

Hingga tanggal 24 Maret 2018 saat ini kebun Ibu Retno tersebut yang berada di Cilendek Bogor telah panen 4 kali. Hal ini kami anggap sebagai contoh kejadian yang tidak disangka. Tanaman yang dikelola secara standar teknis klinik pertanian organik kembang langit sedari awal menghasilkan buah yang lebat dan sehat.

Seperti biasa kami melakukan monitoring secara ketat terhadap tanaman Mitra Mitra kami,

Tetapi ada kalanya beberapa perlakuan Lost Control sehingga kami dan mitra tidak terjadi komunikasi yang intens.

Pemberian pupuk yang berlebih dan tidak tepat timingnya menyebabkan  beberapa tanaman sempat mengalami kelayuan. Untunglah dalam waktu cepat kami melakukan tindakan berupa pemberian bahan-bahan untuk menghambat pertumbuhan dan perkembangan spora cendawan penyebab layu tersebut.

Dalam hal ini yang kami lakukan adalah dengan memberikan perlakuan berupa pengecoran pupuk dengan komposisi sebagai berikut: Protektan dan pupuk CAS 5-7 tutup per drum 200 liter air, untuk menekan pertumbuhan cendawan Fusarium sp penyebab layu tsb.

Kami sangat senang dengan hasil yang diperoleh ini karena dengan pola yang sangat sederhana, tanaman terhindar dari  penyakit yang mematikan tersebut. Selain daripada itu tanaman bu Retno,  tumbuh subur dan berbuah lebat, Padahal ditanam dengan bibit “afkir” sekalipun.

BUSUK BUAH dan VIRUS KUNING CABE, TERTANGGULANGI.

Tanaman cabe keriting selalu menarik untuk dibahas karena tanaman ini memiliki nilai Jera yang biasanya lebih tinggi dari pada komoditas pertanian lainnya.

 Namun tingkat kesulitan yang lebih dibandingkan cara budidaya komoditas lainnya menyebabkan tidak sedikit juga petani yang mengalami kegagalan.

Pengamatan yang dilakukan oleh klinik pertanian organik kembang langit secara langsung pada tanggal 20 Mar 2019, ke lokasi pertanaman di desa Cigadog Garut menunjukkan bahwa tanaman yang awalnya terkena virus kuning saat ini menunjukkan perubahan yang sangat nyata. Tunas-tunas yang tampak kuning masih tetap mengeluarkan buah yang lebat dan panjang-panjang

Selain itu salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh petani cabai adalah penyakit busuk buah atau yang biasa disebut dengan penyakit antraknosa. Terlihat dalam gambar buah cabe yang terkena menjadi mengering dan tidak menular pada buah cabe di sekitarnya.

Padahal biasanya pengalaman petani petani senior di wilayah Garut dan sekitarnya Penyakit ini cepat sekali menular karena Kondisi buah masih diselimuti oleh spora aktif.

Tampak jelas Bapak Asep Cahyana saat ini bisa kembali sumringah setelah berhasil menanggulangi virus kuning  dan penyakit busuk buah  tersebut dengan cara  klinik pertanian organik kembang langit .

Dalam hal ini untuk menanggulangi penyakit antraknosa Kami menggunakan fungisida organik Pocanil yang kami lengkapi dengan fungisida kimia yang bekerja secara sistemik dan kontak. Fungisida kimia yang kami gunakan hanya pada kisaran 0,3 sampai dengan 0,5 mili atau gram  per liter airnya.

Pengalaman membuktikan Bapak Asep yang awalnya sudah sering menggunakan metode berbasic kimia, pada akhirnya kembali lagi pada metode KPO KL.  Sukses pak.  Semoga rezekinya makin bertambah.

KUTU KEBUL,HAMA Thrips dan TUNGAU, diantara penyebab Virus dan Keriting daun

Perkembangan tanaman mitra kami bapak Asep Cahyana secara perlahan tapi pasti, dari waktu ke waktu menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tanaman yang awalnya sudah nyaris saja membuat putus asa , saat ini kembali hijau berseri.

Kami ingin menunjukkan secara gamblang tanpa rekayasa sedikitpun, yaitu apabila tanaman dirawat secara baik dan benar, sambil mengikuti dan menuruti apa “maunya” tanaman,niscaya tanaman pun akan mengerti, kemauan kita sebagai penggarapnya.

Kami mencoba mengikuti perkembangan tanaman pak Guru Asep , yang penggarapannya, di “over kreditkan” ke kpo KL, dimana sebelumnya per tanggal 8 Pebruari, tanaman cabe beliau  di kelola secara konvensional.

Kondisi cuaca yang tak menentu di wilayah Sucinaraja, Garut Utara, menyebabkan tanaman tampak merana (Gambar teratas). Panas yang terik plus adanya  gangguan hama baik berupa Kutu kebul, Thrips dan Tungau turut mempercepat terjadinya keriting daun pada tanaman cabe var Or 42 beliau.

(Terjmhn : Agar terlihat jelas diambil gambarnya pada saat siang hari.)

Bisa diperhatikan dengan nge “zoom” lebih dekat perkembangan buah tanaman yang makin membaik setelah sebulan perawatan cara kpo KL.

 

Pada hari Sabtu pak Guru Bahasa Inggris di Cigadog ini, mengirimkan perkembangan pertumbuhan tanamannya yang sehat dan berbuah lebat. Walaupun tanamannya terlihat tidak terlalu tinggi tetapi yang terpenting adalah buahnya yang menjadi sangat lebat.(Pendapat petani Zaman now, memang agak aneh, katanya : Tak perlu tanaman tinggi yang penting buahnya banyak. Dalam hal ini KPO KL, tetap berprinsip, memperbanyak percabangan tunas yang sehat dan menghindari mandeknya tunas akibat serangan hama hama tersebut diatas, akan makin membuka peluang terbentuknya bunga  dan buah yang lebih banyak lagi).

Inilah produk produk pendukung yang digunakan mitra kami ini yang sempat membelot beberapa waktu dengan cara lain. Pada kesempatan aplikasi ini, kami juga ingin membuktikan melalui praktek yang ada, apakah benar pola KPO KL lebih mahal dibandingkan dengan cara konvensional? Sambil “berjalan” kita akan mencoba menganalisa pula, BEP (break even Point: Titik kembali modal) dengan cara berbasis organik kpo KL ini.

Pembentukan buah sudah semakin banyak, terpaan cuaca panas -hujan yang tak menentu makin ternetralisir, demikian juga, efek keriting dan daun menguning saat ini mulai berubah menjadi hijau segar bersemi kembali.(Pengamatan pada, tanggal 17 Maret 18).

(Terjmhn: Tuh, tanaman cabe petani lainnya, begini. /Red : Tananan dengan Cara konvensional yang ada disekitar perkebunan pak Asep).

Hakikatnya pertolongan dan petunjuk dari yang Maha Pengatur, tanaman pak Asep saat ini makin tampak proses pemulihannya, bahkan saat ini sudah mulai petik perdana.)

Metode yang kami terapkan yaitu dengan hanya memberikan  produk pendukung dari KPO KL @ 0.5- 1 mili an per liter airnya plus 0.3 ml/ gram produk pelengkap berbahan aktif kimia sebagai tambahan sekedarnya saja. Kami berharap pak Guru, bisa memperoleh keuntungan berlipat lipat dari jerih payah yang dilakukannya, termasuk diantaranya pengendalian hama hama penyebab mandegnya  dan menguningnya tunas.