Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 ... 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 ... 419 »

PETANI PEMULA PUN BISA BERTANI (2)

Pada kesempatan ini kami kembali menampilkan hasil aplikasi yang dilakukan oleh salah seorang petani pemula dari pantura JAWA BARAT, tepatnya dari Kab. Indramayu.

Secara khusus kami memprioritaskan pada komoditas tanaman padi karena tanaman makanan pokok bangsa ini, walaupun termasuk komoditas yang mudah cara budidayanya, namun sebagian besar petani lebih sering mengalami kegagalan daripada keberhasilannya.

Kami mencoba membandingkan hasil aplikasi Bp. Andi Supardi yang sebenarnya tergolong petani pemula . Bp. Andi ini yang beralamat di Blok Gendolong Desa Lajer Kec. Tukdana Kab Indramayu, Jawa Barat, baru dua kali bercocok tanam padi dan saat ini yang ketiga kalinya dan pertama kalinya menggunakan metode pertanian berbasis organik ala Kembang Langit.

Bapak Andi ini , berlatar belakang sebagai Guru Honoler di salah satu Sekolah Dasar di desanya, namun saat ini mencoba beralih profesi untuk menjadi seorang Petani.

Bapak Andi pernah mengikuti acara di Balai Pelatihan Pertanian Organik Kembang Langit pada bulan September 13,Gelombang XII.

Gambar 1. Bp. Andi Supardi no dua dari sebelah kanan (berkemeja Biru) pada saat mengikuti pelatihan di klinik pertanian organik, Kembang Langit. Disamping kanannya Bp. H. Haris yang tanaman cabenya sedang dalam pantauan kami hingga saat ini. Mereka ini, merupakan petani-petani pemula walaupun usia beliau sudah “senior”

1

1.A. Usia tanaman 13 hari. Ada dua pola pertanaman yang berbeda antara tanaman yang sebelah kiri menggunakan tehnik pertanain berbasis organik ala Kembang Langit, sedangkan sebelah kanan menggunakan tehnik konvensional , cara kimia murn

2

1.B.Usia tanaman 13 hari. Permasalahan yang sering dihadapi diwilayah Indramayu adalah penggerek batang padi dan penyakit kresek.

3

1.C. Usia tanaman 13 hari, tanaman yang menggunakan tehnik pertanian berbasis organik sebelah kiri dibandingkan dengan tehnik kimia sebalah kanan, dengan usia yang sama.

3

2.A.Usia tanaman satu bulanan

4

2.B.usia satu bulanan

5

2.C.Usia tanaman satu bulan, sedang dibandingkan dengan tanaman tetangga yang menggunakan tehnik kimia murni (sebelah kiri)

6

2.D.Usia tanaman satu bulanan, pengambilan gambar menghadap ke Utara

7

2.E.Usia yang sama dengan gambar 2. A- D, pengambilan gambar menghadap ke Selatan

8

3.A. Usia tanaman 68 Hari,pengambilan menghadap ke Utara. Hingga saat ini, aplikasi semprotan sudah dilakukan sebanyak 6 kali. Insektisida kimia yang digunakan hanya menggunakan 0.3 mili per liternya.

9

3.B.latar belakang ada pohon mangga, pengambilan menghadap ke Selatan

10

3.C.Pemupukan sudah dilakukan selama 3 kali, yaitu usia 10 hari, 25 hari dan 40 hari

11

3.D.Kondisi tanaman hingga saat ini terbebas dari kresek daun

12

3.E.Dosis Pupuk kimia yang digunakan sudah dikurangi sebanyak 30-40 persenan. Kondisi tanaman masih segar bugar, dengan bulir yang lebat dan daun bendera masih hijau. Kalau mengamati kondisi tanaman padi seperti ini, kami sangat optimis dalam mengatasi hama penggerek batang dan penyakit kresek daun.

13

3.F.Luas tanaman padi yang menerapkan tehnik ini seluas 1/2 “bahu” (3500 m2). dengan mengamati kondisi tanaman seperti ini, sepertinya besar harapan kami bersama…. semoga saja, hasilnya memuaskan…

Kita tunggu bersama hasil aplikasi dan hasil akhirnya…