Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 ... 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 ... 469 »

BEBERAPA JENIS HAMA DAN PENYAKIT PADA BAWANG MERAH

 Ada beberapa kendala masalah hama dan penyakit yang biasa dihadapi petani bawang  merah, diantaranya

IMG_20140410_101005

Gambar 1.( Walaupun dilakukan di lahan bekas yang langsung diolah tidak masalah yang penting pola pemberian pupuk kandang yang tela dilakukan proses PEMERAMAN ala KPO -KL terlebih dahulu.  Proses pengolahan lahan demikian bisa juga dimaksudkan agar selain pupuknya matang juga dimaksudkan agar hama hama didalam tanah bisa “pergi”.)

1.  Hama Ulat tanah . Ulat/uret ini berwarna coklat-hitam. Pada bagian pucuk /titik tumbuhnya dan tangkai kelihatan rebah karena dipotong pangkalnya. Kumpulan ulat uret ini “muncul”  pada senja/malam hari. Pengendalian yang biasa kami lakukan adalah dengan aplikasi BIOPESTIS.

IMG_20140521_154012

Gambar 2. ( Usia tanaman pada saat gambar diambil adalah 30 harian, saat saat rawan terjadinya serangan ulat grayak.  Pengendalian yang kami lakukan adalah dengan aplikasi PESNATOR plus minim insektisida kimia. sangat sedikit)

2.  Hama Ulat Bawang ( Spodoptera exigua atau S. litura), telur diletakkan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok, maksimal 80 butir. Telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas.

Kelompok telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan dimusnahkan. P Biasanya pada bawang lebih sering terserang ulat grayak jenis Spodoptera exigua dengan ciri terdapat garis hitam di perut /kalung hitam di leher.

Hama Ulat bawang, S. litura dan S. exigua Thrips, mulai menyerang tanaman pada umur 30 hari setelah tanam. Hal ini disebabkan karena kelembaban di sekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal. Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak.

IMG_20140521_153837

Gambar 3.( Pengambilan gambar pada tanggal 21 Mei 14, kondisi tanaman “aman” dari serangan hama dan penyakit.)

3. Penyakit Bercak Ungu atau Trotol
Disebabkan oleh jamur Alternaria porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Gejala serangan ditandai terdapatnya bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih-kelabu di daun dan di tepi daun kuning serta mongering ujung-ujungnya. Jika ada hujan rintik-rintik segera dilakukan penyiraman. Tehnik yang biasa kami lakukan adalah dengan pemberian POCANIL  plus fungisida kimia kontak dan sistemik dengan dosis rendah pula.)

IMG_20140521_153810

Gambar 4.( Tanpa melakukan pemasangan perangkap berupa lampu atau perangkap feromon pun, tanaman terlihat  terhindar dari serangan hama ualt “serdadu” grayak.)

4. Penyakit Antraknose atau Otomotis Bukan hanya pada tanmaan cabe yang biasa terkena antraknose pada tanaman bawang pun biasa terserang penyakit ini.
Disebabkan oleh jamur Colletotricum gloesporiodes. Gejala serangan adalah ditandai terbentuknya bercak putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan yang akan menyebabkan patahnya daun secara serentak (istilah Brebes: otomatis).

Langkah yang KPO-KL lakukan sama dengan tehnik untuk mengendalikan penyakit BERCAK UNGU .

IMG_20140521_154958

Gambar 5. ( Pada saat ini,  kondisi cuaca di lokasi pertanaman yaitu di Kadungora -Garut  ini, tidak menentu terkadang cuaca panas sangat terik tetapi tiba tiba datang hujan deras . Hal ini perlu diwaspadai karena , tentunya dituntut kondisi tanaman yang benar-benar memiliki daya tahan yang ekstra.)

Penyakit lain yang biasa menyerang tetapi dengan intensitas yang rendah adalah : 5. A.Penyakit oleh Virus
Gejalanya pertumbuhan kerdil, daun menguning, melengkung ke segala arah dan terkulai serta anakannya sedikit. Usahakan memakai bibit bebas virus dan pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan.

 Penanggulangan yang bisa dilakukan dalam kondisi demikian adalah dengan mengurangi bahkan menghentikan sementara waktu, pemberian pupuk kimia, yang kami lakukan adalah dengan memberikan pupuk peraman cair melalui fermentasi dengan menggunakan PROTEKTAN dan PUPUK CAS beserta PORMIK

IMG_20140521_154042

Gambar 6.( Lokasi diwilayah Kadungora ini, benar benar “asing” dengan tanaman bawang merah, tetapi mitra kami Sdr. Heri, melakukan terobosan baru dengan menerapkan METODE KPO-KL.)

5.B  .Busuk umbi oleh Bakteri atau jamur
– Umbi yang terserang jadi busuk dan berbau. Biasa menyerang setelah dipanen. Usahakan tempat yang kering.
– Busuk umbi/ leher batang oleh jamur yang bisa juga oleh cendawan fusarium (terjadi dilahan).

Inti pengendalian hama dan penyakit ini  adalah dengan mengoptimalkan penggunaan pestisida berbahan aktif organik sambil megurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia.

Kita tunggu bersama perkembangannya, semoga berhasil.