Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 438 »

MENCEGAH PENYAKIT BULAI PADA JAGUNG

Salah satu penyakit utama pada tanaman jagung adalah penyakit bulai/kresek daun.

Ciri -ciri Tanaman jagung yang terserang penyakit bulai tidak hanya menurun produksinya tetapi bisa juga tidak panen.
Penyakit bulai (downy mildew) adalah penyakit dengan gejala serangan dari Oomycetes dari suku Sclerosporaceae khususnya marga Peronosclerospora. Perkembangan dari penyakit ini adalah melalui spora. Waktu keluarnya spora pada pagi hari, jam 04,00 sampai dengan 05,30. Gejala serangan penyakit ini secara umum adalah (1) Ada bercak berwarna klorotik memanjang searah tulang daun dengan batas yang jelas (2) Adanya tepung berwarna putih pada bercak tersebut (terlihat lebih jelas saat pagi hari) (3) Daun yang terkena bercak menjadi sempit dan kaku (4) Tanaman menjadi terhambat petumbuhannya bahkan bisa tak bertongkol (5) Tanaman muda yang terserang biasanya akan mati (umur tanaman dibawah 1 bulan) (6) Kadang-kadang terbentuk anakan yang banyak, daun menggulung dan terpuntir.
 IMG-20140807-WA000Gambar 1. ( Kondisi tanaman dari mitra kami , Bp. Aswandi dan Bp. Yadi, di Barabai- Kalsel.)
Penggunaan dari “Atas”, untk menghindari penyakit bulai ini adalah dengan aplikasi POCAniL dan fungisida kimia Antracol saja, itupun dengan dengan dosis yang rendah , sekitar 1 sendok teh per tangkinya.

IMG-20140806-WA000

Gambar 2.  ( Kondisi tanaman jagung manis, yang subur dan tinggi, bedengan ini merupakan bedengan bekas dari tanaman cabe sebelumnya.)

Adapun cara yang kami gunakan untuk menghindari penyakit bulai ini adalah sangat praktis, yaitu dengan mengggurangi penggunaan pupuk kimia dosis tinggi, sambil menerapkan metode pengecoran dengan menggunakan PROTEK-tan, PORMIK, CAS DAN BIOPESTIS.

Metode KPO-KL ini memang sepertinya mengunakan banyak jenis pupuk organik, tetapi dengan fungsinya masing masing, selain dampak ke tanaman saat ini yang sebagaimana terlihat dalam gambar juga berdampak untuk musim tanam berikutnya.

Pupuk kimia yang digunakan hingga tanaman seperti terlihat pada gambar bisa dibilang sangat minim, sekitar kurang lebih hanya 10 kg saja padahal menurut kebiasaan setempat pupuk kimia yang digunakan bisa berkisar 100 kg (2 ZAK).

 Sedangkan penggunaan lahan bekas jagung ini, setelah aplikasi pupuk organik ala KPO-KL, pada umumnya tidak dilakukan olah lahan sebagaimana biasanya tetapi langsung bisa digunakan untuk tanaman jenis lainnya kembali.