Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 138 »

Dulu Keriting , sekarang tidak

Ada hal yang menarik sebagai bahan kajian yang bisa kita lakukan untuk tanamannya Pak Paimin di Kalimantan Selatan ini.

Tanaman yang dilakukan pindah tanamnya pada tanggal 3 Maret 2018 saat ini usianya mau mendekati 6 bulan dan kondisi tanamannya masih segar bugar. Biaya operasional sudah jauh terlampaui dengan hasil produksi yang didapat. Pertumbuhan tanaman hingga saat ini sangat sehat dan sudah panen beberapa kali dan juga tanaman terhindar dari keriting daun patek dan layu.

Hal menarik yang akan kita bahas yaitu musim tanam ini perawatan cabe Pak Paimin diserahkan kepada istrinya dan Pak Paimin sendiri bergerak di usaha lain selain bidang pertanian.

Catatan kami menunjukkan bahwa musim yang lalu sebelum dikelola oleh istri beliau tanamannya tidak sebagus saat ini padahal pola yang digunakan masih tetap sama. Musim sebelumnya sewaktu masih dikelola oleh Pak Paimin tanaman rawit periode tersebut mengalami keriting daun dan pertumbuhannya kurang memuaskan.

Rupanya menurut hemat kami cara menganalisa suatu masalah yang dihadapi akan berbeda dari satu petani dengan petani lainnya. Saran yang bisa kami berikan dalam hal ini adalah dalam menganalisa dan mengevaluasi suatu metode atau cara langkah bertani dibuat sesederhana mungkin dan tidak terlalu rumit. Terima kasih kami ucapkan kepada Pak Paimin yang walaupun pada musim sebelumnya belum berhasil tetapi beliau tidak berputus asa dan kemudian menyerahkan pengelolaannya pada istri beliau dan ternyata hasilnya saat ini sangat memuaskan.

TETAP BERTAHAN di HARGA MURAH

Harga berbagai macam cabe di akhir bulan Agustus ini hampir semuanya mengalami penurunan nilai jual.

Demikian juga harga cabe rawit di daerah Sleman Yogyakarta saat ini hanya dihargai Rp8.000 per kg nya. Harga yang rendah tersebut menyebabkan petani berupaya agar produktivitas tanaman tetap tinggi sambil mengupayakan agar biaya perawatan bisa ditekan serendah mungkin.

 Hingga saat ini hasil petikan yang diperoleh Mas Ihsan adalah 255 kg untuk jumlah tanaman sekitar 3000 batang. Jadi walaupun harga sedang mengalami penurunan yang drastis tetapi kita tetap mencoba agar tanaman bisa bertahan dan tetap produktif.

  • Dalam kondisi cuaca yang sangat panas dan minimnya air dan daya dukung harga yang kurang bersahabat, berpotensi untuk mengurangi produktivitas tanaman.

Dalam hal ini cara kami untuk menekan biaya produksi adalah dengan mengurangi dosis pupuk dan pestisida dan juga merenggangkan interval antara aplikasi  satu ke aplikasi lainnya.

Hal utama dan menjadi prinsip dalam kondisi demikian adalah dengan tetap mengupayakan agar kecukupan air tetap terjaga.

Dengan adanya mahluk renik/ mikroorganisme dalam Freshtan dan Micvator yang perlu suplay  air yang cukup   kami usahakan agar tetap tersedia, namun kompensasinya yaitu interval pemupukan dan aplikasi menjadi lebih renggang dan juga dosis bisa dengan dosis yang rendah saja.   Hal ini menyebabkan biaya produksi bisa tetap rendah tetapi kebugaran tanaman tetap terjaga.

Lalat Buah Cabe

Cukup lama kami tidak membahas perihal pengendalian lalat buah pada tanaman cabe besar. Secara khusus untuk beberapa waktu kedepan Kami mencoba untuk membahasnya bersama Mitra kami Bapak Tarsidin dari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Jawa Barat

Varietas yang ditanam oleh Mitra kami ini yaitu jenis gada MK. Pak Tarsidin  untuk saat ini baru menanam tiga kali musim tanam dan secara khusus beliau dipercaya sebagai ketua kelompok tani Harapan 1 di kecamatan Parigi tersebut.

Sebagai bahan pengamatan Pak tarsidin menanam dengan pola KPO KL sebanyak kurang lebih 2200 batang tanaman. Dan seluruh areal pertanaman tersebut menggunakan 1 pola yaitu pola dari klinik pertanian organik.

 Kami mencoba mengamati pertanaman beliau dari sejak awal pindah tanam. Pola di terapkan secara langkah-langkah dengan detail.

Langkah pertama yang kami lakukan adalah dengan mencoba mencoba mendorong secara perlahan agar tunas tanaman menaik dan meninggi sambil menghindarkan tanaman dari serangan hama thrips tungau dan kutu kebul .

Secara hati hati kami coba memberikan tekanan gas agar tanaman terus berkembang tetapi masih dalam taraf aman.

Sampai saat usia tanaman berusia dua bulanan, tanaman sehat setelah di dorong dengan Protektan Biopestis@0.5 mili per liter airnya plus dengan Pormik plus pupuk kimia totalnya  1.5 kg per 200 liter airnya.

Hingga tanaman berusia 60 hari terlihat pertumbuhan buah sangat lebat nah disaat seperti inilah kita mulai berhati-hati untuk menjaga agar tanaman tidak mudah kena serangan lalat buah dan patek atau antraknosa.

Pola yang diterapkan sangat sederhana yaitu dengan cara menyemprotkan Pesnator sebanyak 1 mili per liter airnya plus apabila diperlukan pada waktu yang tepat yaitu dengan menambahkan pocanil sebanyak 0,3 gram per liter air. Dalam menghindari serangan lalat buah cara Kami tetap konsisten yaitu dengan tidak menggunakan umpan perangkap atau lem perekat.