Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 141 »

MUSIM HUJAN TELAH TIBA. APLIKASI ‘SEMPROTAN’ TANPA PEREKAT LAGI

    Menjelang petikan ke 5, mitra kami dari Hutaimbaru-Sipirok – Tapanuli Selatan, tanamannya terlihat  segar saja.

pak Harahap

Dibeberapa daerah termasuk di Sipirok ini, curah  hujan intensitasnya sudah mulai makin meningkat.

FB_IMG_1507934216780

Tanaman cabe var. Red Kriss nya menjelang petikan ke lima  aman dari penyakit antraknose dan virus kuning.

Hasil sampai saat ini, petikan pertama hingga ke 5 adalah sbb : ( 18.5 kg, 19.5, 46 , 47, 120.5 kg  jadi totalnya dari 1200-1300 batang adalah 251,5 kg.  Harga  panen dikisaran 25.000 ribu sd 38.000 ribu per kg  nya ).

FB_IMG_1507934145484

Tanaman yang kami terapkan dengan cara KPO-KL ini, dalam setiap aplikasinya sudah tanpa menggunakan sedikit pun PEREKAT /PENEMBUS lagi.

Dengan harga yang cukup tinggi disekitaran Tapsel ini, kami bersyukur karena biaya produksi musim tanam ini, sudah terlampaui.

FB_IMG_1507934154810

Tetapi walaupun tanpa perekat lagi, tanaman cabe yang  diaplikasikan dengan cara KPO-KL, tampak sehat dan menunjukkan terhindar dari antraknose dan Lalat buah.

FB_IMG_1507934162619

Selain itu, dengan metode  yang kami kembangkan ini, memang  sudah ada secara alami , didalam kandungan  /komposisi produk PENDUKUNG KPO-KL,sehingga tidak perlu lagi dilakukan penambahan PEREKAT secara khusus.

FB_IMG_1507934172506

Buah tetap mengkilat dan sehat segar walau tanpa perekat lagi dan selain itu kita juga bisa menghemat penggunaan perekat lagi.

FB_IMG_1507934180557.Seluruh gambar ini kami dapatkan dari kiriman petani mitra kami Bp. Harahap  yang merasa puas dengan penerapan cara KPO-KL ini. Beliau ini sudah sekitar 7 kali menerapkan cara KPO-KL, dan hingga saat ini terus secara kontinyu merasakan , manfaat dari metode kami.

BERTANAM CABE , JANGAN TERLALU SPEKULASI !!!

Saat ini kami akan melanjutkan pemantauan  perkembangan tanaman mitra kami yang diambil gambarnya  hari sabtu,  7 Oktober 2017.

IMG-20171007-WA0043

Tanaman yang kami dampingi pengelolaanya sejak awal ini bahkan sejak  dari pengolahan tanahnya saat ini sudah berbuah lebat sekali, bahka sampai ke tunas tunas ujungnya.

IMG-20171007-WA0116

Tanaman sarat dengan buah, bahkan buahnya sampai, doyong terdorong buah yang banyak. Dalam Prakteknya mitra kami ini Bp. Sopian, menerapkan pola KPO_KL yang kami paparkan dan juga dari mitra mitra kami lainnya yang sudah terlebih dahulu menerapkannya.

IMG-20171005-WA0262

Buah agak tersembunyi akibat gambar yang agak gelap. Ciri sebagai patokan adanya Tower Listrik, menjadi patokan kami sejak awal pengamatan.

IMG-20171009-WA0132

Walaupun  semenjak awal tanam, terkena kondisi yang panas terik, saat ini tanaman sudah mulai lebih segar setelah terkena hujan beberapa kali. Buah hingga saat ini terhindar dari lalat buah dan antraknose. Selain itu jelas sekali tampak buah tanaman yang lebat.

IMG-20171007-WA0079

Bertanam cabe , bukanlah dengan biayana kecil, tetapi diperlukan biaya yang besar.  Kisaran yang diperlukan perbatangnya dikisaran Rp.5000-Rp.7000 . Jadi kalau petani mau tanam 5000 batang minimal biaya yang diperlukan dari awal hingga masa petik bahkan hingga akhir tanam adalah dikisaran Rp.30 jutaan.

IMG-20171007-WA0070

Untuk yang ke sekian kalinya, kami bersyukur karena tanaman Bp. Sopian yang dari awal kami pantau saat ini sudah beberapa kali dilakukan pemetikan.

Dalam menerapkan metode ini, kami memang berkomitmen agar hasil dari mitra kami tersebut, mendapatkan hasil yang sebaik mungkin. Dalam hal prakteknya kami tidak mau berspekulasi dengan memberikan saran yang diluar wawasan dan standar budidaya cara KPO-KL.

IMG-20171006-WA0135

( Selain cabe keriting mitra kami ini menanam cabe rawit juga, adapun hasilnya hingga saat ini, tanaman sudah mulai matang sebagian dan petik walaupun belum terlalu banyak.)

Kami tidak melakukan pemberian bahan yang walaupun kandungannya secara “hitungan” bisa masuk dalam kandungan yang dibutuhkan oleh tanaman, tetapi kalau belum pernah kami terapkan sebelumnya, kami tidak ‘berani’ memberikan saran pada petani mitra kami tersebut.

IMG-20171013-WA0042

Dibagian sisi kebun yang lain tanaman yang ditanam secara berjenjang ini pun sudah mulai menampakkan bunganya.

( Pemberian bahan bahan yang belum pernah dicoba sebelumnya, tetapi hanya didasari oleh kandungan yang sama dengan bahan pupuk/pestisida standar, hal ini sama saja memberikan saran tetapi petani sebagai bahan eksperimennya.)

IMG-20171010-WA0200

( Semoga saja tanaman cabe mitra kami ini, bisa kebagian harga yang baik , seperti halnya “bulan bulan basah” tahun tahun sebelumnya.)

Menurut hemat kami pemberian satu saja unsur/kandungan yang tidak “tepat” akibatnya bisa fatal bagi tanaman, bisa bisa tanaman hancur berantakan, dan tidak memperoleh keuntungan bahkan untuk kembali modal sekalipun.

Dalam berbudi daya kami tidak mau berspekulasi dengan tehnik yang tidak pernah kami gunakan /terapkan sebelumnya.

Semoga sukses mitra baru kami dari  Bekasi, Bp. Sopian.

TIGA TAHUN BERSAMA KPO-KL , dalam BUDIDAYA CABAI

Dari hari ke hari waktu kewaktu, mitra kami makin bertambah, makin menyebar dengan sendirinya, padahal kami tidak membayar team marketing di suatu daerah/wialayah. Seperti halnya mitra kami dari Sipirok Tapanuli Selatan- Sumatera Utara ini. Mitra kami yang satu ini, bernama Bapak Harahap, beliau  ini sudah selama kurang lebih tiga tahun bersama sama dengan KPO_KL.

FB_IMG_1507535519629

Semua gambar yang ada pada tulisan kami kali ini, adalah hasil kiriman gambar dari mitra kami dari daerah tersebut. Kondisi tanaman pada saat menjelang petikan ke -3, semoga bertahan hingga lebih lama lagi.  Apalagi saat ini harga jual cabe di wilayah tersebut sudah mencapai Rp.35.000 per kg  nya.

FB_IMG_1506832093868

Varietas yang ditanam oleh mitra kami ini adalah jenis CMK hybrida merk Red Criss. Tanaman saat ini memiliki daya tahan yang kokoh terhadap serangan penyakit cendawan Antraknose/patek. Selain itu buah cabe terlihat mengkilat dan berwarna lebih cerah, pertanda buah yang sehat dan bugar.

FB_IMG_1507535530543

Cukup banyak mitra kami diwilayah tersebut, walaupun kami tidak mendistribusikan produk pendukung kami ke kios pertanian, juga kami tidak menerapkan sistem MLM, multi lavel marketing, juga tidak menerapkan sistem pemasaran secara konvensional yaitu, mangangkat team pemasaran disuatu daerah untuk memasarkan produk pendukung kami.

FB_IMG_1506832118775

Tehnik yang kami lakukan adalah dengan metode ” dari mulut ke mulut saja”, dari sesama yang sudah menggunakan produk dan metode KPO_KL, kemudian menyebar -menyebar dan menyebar. Metode pendekatan awal yang kami lakukan adalah dengan tehnik pendampingan tanpa berbayar. Petani yang sudah menggunakan otomatis kami dampingi dan diharapkan petaninya aktif untuk berkoordinasi untuk melaporkan perkembagan tanamannya dari waktu ke waktu.

FB_IMG_1507332212252

Perihal biaya yang dikeluarkan dengan menggunakan produk KPo-KL ini, sebenarnya sangat bisa di ujicobakan dan dibandingkan dengan konsep/metode lainnya. Caranya adalah sebagai berikut, misalnya kita akan tanam 3000 batang cukup yang menggunakan metode kami dikisaran 500-1000 batang saja, atau kalau misalnya mau tanam 10.000 batang, metode kami cukup 1/3  nya saja.

FB_IMG_1507516055085

Dari jumlah yang 1/3 tersebut, kita kelola secara “murni” metode KPO-KL, tidak dicampur baurkan dengan metode lainnya, sedangkan yang 2/3 nya silahkan dengan cara apa saja/kombinasinya silahkan tetapi tidak menggunakan metode dan produk pendukung dari KPO_KL. Hasilnya nanti kita evaluasi bersama sama.

FB_IMG_1507469386826

( Seluruh gambar yang ada ini bukan hasil editan lho, semuanya ,hasil penerapan dan kiriman dari mitra kami di daerah Sipirok).

Hasil evauasinya adalah, 1. Dalam hal biaya, mana yang lebih tinggi biaya yang dikeuarkan dengan metode KAMI ATAU CARA LAINNYA?

2. Dalam hal segi hasil, produktivitas , mana yang lebih tinggi hasilnya metode kami atau cara lainnya. ( sebagai informasi yang kami dapatkan dari petani mitra kami ini, hasil musim yang lalu per batangnya sudah mencapai 1.5 kg per batangnya.)

FB_IMG_1507516055085

Yang ke 3. dalam hal kualitas hasil produksinya, mana yang lebih berkualitas? Biasanya hasil produksi buah dari pola KPo-KL, buahnya lebih tahan di pengangkutan, dipenyimpanan dan pasar lebih menyukai karena melihat dari tampilannya yang lebih merah menyala, mengkilat, lebih padat dan lebih berbobot.

FB_IMG_1507332220337

Data diatas merupakan informasi dari petaninya sendiri bukan dari “sales obat”, karena memang kami tidak menerapkan pola demikian. Biarlah petani mitranya sendiri yang berkata demikian , biarlah petaninya sendiri yang merasakan kepuasan, dan menceritakannya pada petani lainnya.

FB_IMG_1507332184322

Seandainya tidak ada keuntungan yang didapat, buat apa petani mitra tersebut bertahan dalam waktu yang bukan sebentar? Tiga tahun bersama sama dengan KPO_KL, bukan waktu yang singkat, kan ? Buat apa susah susah mengupload hasil penerapannya untuk disebarluaskan pada kita semua? Logika sederhananya, beliau tentunya merasa senang dengan cara ini dan ingin berbagi informasi dengan kita semua.

Syukurlah kalau demikian pak Harahap. semoga makin menyebara metode kita ini dan makin banyak petani disekitarnya bahkan diseluruh Pelosok negeri yang tertular dengan cara yang Bapak lakukan saat ini.

MAJU TERUS MITRA KPO-KL, DIMANAPUN BERADA, RAIH TERUS KEBERUNTUNGAN !!!