Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 126 »

MENGENDALIKAN CABE PATEK , PERLU KETENANGAN

Tanaman cabe memang menarik, fluktuasi harga yang tajam, terkadang rendah tetapi disaat lain harga tinggi ngak ke”tulungan”. Pada saat ini , di bulan Maret 2018 harga di berbagai daerah rata rata masih dikisaran 30-50 per kg nya, harga demikian tentunya sangat menggembirakan bagi petani cabe.

Tetapi dibalik harga yang tinggi tersebut, bagi kalangan rata rata petani merasakan “pahit getirnya” proses pemeliharaannya. Curah hujan yang relatif masih tinggi disebagian besar wilayah sentra sentra pertanaman cabe, menyebabkan tanaman lebih sulit untuk dirawat.

Kami tetap berharap mitra kami sebagaimana yang kami tampilkan gambarnya saat ini (yaitu sdr. Tatang), tetap “rileks” dan dapat merawat tanamannya dengan baik.

Tanaman mitra kami ini, saat ini menjelang petikan ke 3, dan kami bersyukur hingga saat ini, tanaman cabenya, terhindar dari penyakit tanaman cabe yang “mencetarkan” hati petani.

Kekhawatiran yang berlebih apalagi banyaknya masukan pendapat dari “kiri dan kanan ” yang sebenarnya makin membuat makin bimbang dalam menentukan langkah yang  pasti dan konsisten.

Visi yang kuat dan ketenangan disertai pengetahuan diperlukan dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman cabe ini, terlebih lagi biaya yang dikeluarkan untuk tanaman cabe ini tidaklah tergolong biaya rendah.

Oleh karenanya, kami sering memberikan motivasi agar mitra tersebut, tetap “panceg”kokoh dalam pendiriannya. Oleng apalagi ragu ragu dalam pengambilan langkah keputusan bisa berakibat fatal bagi tanaman.

Apalagi khususnya dalam pengendalian penyakit cabe patek/ antraknose,ini tidak boleh “meleng” sedikitpun. Salah ambil keputusan, bisa “tamat” perjalanannya.

Semoga saja tanaman cabe Pak Tatang ini, bisa selamat untuk seterusnya. Perjalanan masih panjang, harga pun di Pesisir Selatan Sumatera Barat , saat ini masih tinggi (kisaran 40-50 ribu per kg nya).

Aspek ” ketenangan” mental juga berperan dalam cara kita mengambil keputusan yang tepat, agar tanaman tetap aman dan sehat terhindar dari segala gangguan hama dan penyakit. Selamat berjuang mitra mitra KPO KL.

VIRUS KUNING , YANG MENJERAKAN

Sekitar dua tiga tahun silam, ada mitra kami yang sudah ” malang melintang”, dengan menggunakan metode kpo KL dalam pola pertaniannya. Namanya pak Guru Asep Cahyana, mungkin mitra mitra petani yang sering menyimak artikel artikel kami masih mengingatnya.

Namun rupanya pak Asep yang memang sudah senior di dunia pertanian, sempat tergoda lagi untuk kembali ke pola pertaniannya yang lama. Hingga pada saat ini beliau mengalami kepanikan dalam menghadapi pertanamannya yang terkontaminasi virus kuning dan keriting daun.

(Pak Asep Cahyana pada kunjungan ke  saung -KPO KL , setelah lama “hilang dari peredaran).

Beginilah kondisi tanaman cabe Keriting var Or 42, Bp Asep Cahyana yang diperlihatkan pada kami pada Tanggal 8 Pebruari 2018. Tunas tanaman “puret” kuning dan sulit berkembang, walaupun sudah diterapi dengan berbagai pestisida kimia plus Pupuk Organik racikan pribadinya.

(Pohon yang dilingkari merah, kami jadikan tanda titik pemantauan kami bersama. Pak Asep sepakat dengan kami untuk menyerahkan perawatannya dengan cara kpo KL , kembali.)

Pada tanggal 1 Maret 2018, setelah tersentuh dengan polesan cara kpo KL, rupanya tanaman cabenya saat ini menunjukkan perubahan yang “drastis”.

Aplikasi dari atas dan bawah dengan produk pendukung dari kpo KL, Yaitu Protektan, Pesnator Biopestis dan produk yang baru, Freshtan, secara cepat memperlihatkan hasil berupa pertumbuhan tunas dan bunga yang banyak.

(Pengambilan gambar pada tanggal 7 Maret 2018).

Harapan kembali muncul seiring munculnya kembali tunas tunas baru yang awalnya sudah “macethos”.

(Kondisi awal sebelum tersentuh perlakuan kpo KL pada tanggal 8 Peb 18). Mandeknya tunas , daun mengeras , menguning , rontok bunga dan tanaman yang kerdil, tampak jelas didepan mata. Biaya yang tidak sedikit, yang sudah dikeluarkan, membuat pikiran tak tenang dan resah.

Namun , setelah tanaman mengalami perubahan yang cepat dalam sebulan ini, membuat hati pak Asep Cahyana, kembali berbunga bunga dan senang riang tak terhingga.

Semoga kedepannya pak Guru Bahasa Inggeris di Cigadog Sucinaraja Garut ini, bisa lebih istiqomah dengan pola pertaniannya.

 

HAMA dan PENYAKIT , TERTANGGULANGI, PANEN di DEPAN MATA

Kemarin tanggal 3 Maret 2014, kami mendapat lagi berita yang menggembirakan dari mitra kami di Sumatera Barat.

Mitra kami di wilayah tersebut saling support dan bertukar pengalaman satu sama lainnya. Mitra dari Solok Selatan, bp. Alham menemui Mitra kami di Pesisir Selatan , Bp. Yulnasri dan Bp. Tatang Burhanudin.

Dalam kunjungan kali ini, Bp.Alham, sekaligus memantau petikan panen buah pertama pada pertanaman Bp Tatang .

Duplikasi cara kpo KL yang pernah pak Tatang dapatkan langsung dari Garut JawaBarat, saat ini mulai terlihat hasilnya.

Pada beberapa tahun silam, mungkin Bp.Tatang baru berangan angan semata, tapi saat ini, tanaman yang hampir sama dengan contoh yang pernah dilihatnya di Garut, sudah ada didepan Matanya.

Harga pada saat ini, di Pesisir Selatan pun masih stabil yaitu dikisaran 40 ribuan per kg nya. Tanaman yang sehat disertai dengan buah yang lebat merupakan ukuran keberhasilan dalam mengelola tanaman.

Selain tanaman yang tinggi juga menghasilkan buah yang lebat dan sehat. Pengelolaan tanaman agar terhindar dari hama dan penyakit secara intensif terus dilakukan ,termasuk berkomunikasi tiga arah.

Tidak sia sia hasil kunjungan ke Garut, tanaman sehat, Bantuan senilai ratusan juta dari Pemerintah setempat, merupakan hasil kerja keras  dan tentunya disertai Keberkahan dari Yang Maha KUASA.