Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 140 »

MENGENDALIKAN VIRUS KUNING / GEMINI

Saat ini petani cabe, banyak yang “sambat”/ mengeluh karena tanamannya di musim  seperti saat ini mengalami serangan keriting daun dan virus kuning. Tetapi tidak demikian  setidaknya sampai saat ini, mitra kami dari Dataran rendah Dumai telah berhasil panen cabe keriting var Lokal Bukit tinggi hingga berulang ulang.

Ada hal menarik yang menjadi bahan kajian kami bersama mitra dari Dumai Riau ini, yaitu membawa turun varietas dataran tinggi ke dataran rendah.

Mitra kami yang domisilinya di Solok Selatan ini, termasuk petani yang berani melawan arus dengan mengubah kebiasaan setempat. Cabe Bukit Tinggi SumBar, yang sejatinya memerlukan kondisi iklim yang sejuk dan dingin ini, malahan di tanam didaerah yang hanya 70 dpl.

Kondisi cuaca  di Dumai yang panas , berlawanan dengan kebiasaan karekteristik tanaman yang perlu kondisi yang sejuk dan dingin.

Tetapi untunglah tanaman yang dipetik hampir tiap hari , saat ini sudah menghasilkan buah di kisaran 3 tonan lebih dari Jumlah total tanaman sekitar 5800 san. (Tanggal tanam 11 Agustus 2017 hingga saat ini tanggal 10 Januari 18).

Hal yang menarik bagi kami adalah tanaman terhindar dari penyakit yang diakibatkan oleh virus yaitu penyakit Virus kuning/ virus Gemini yang biasa menyerang tanaman cabai.

Aplikasi Protektan Biopestis , kembali teruji efektivitasnya dalam mengatasi penyakit virus yang biasanya menyebabkan tunas  tanaman menjadi Puret dan tidak berkembang. Semoga hasil makin melimpah pak Alham/ Ilham. Kami berharap dengan harga di kisaran 35 ribu-45 ribu per kg nya, petani makin makmur penghidupannya. Aamiiin….

ANTRAKNOSE CABAI (2)

Kami kembali mencoba membahas, hasil dari perlakuan yang telah kami kelola bersama dengan mitra kami dari Tapanuli Selatan. Kami sengaja untuk memaparkan perkembangan dari daerah yang sama, karena mitra kami dari daerah tersebut saat ini, kami evaluasi sudah dapat mengendalikan penyakit yang biasanya meluluhlantakkan pertanaman cabe.

Kalau kita lihat gambar yang dikirim tertanggal 1 Januari 2018 diatas sekali lagi menunjukkan bahwa tanaman yang masih muda,karena terlihat dari kondisi batang yang sudah lumutan. (Usia tanaman hingga saat ini memasuki bulan ke 7).

Kondisi tanaman pada saat usia sekitar 6 bulanan , masih menunjukkan performa yang masih segar , yang mana tanaman hingga saat ini minggu pertama bulan Januari, sudah petik 1.2 kg per batangnya.

Adapun tehnik yang kami terapkan adalah dengan pengelolaan tanah dan tanaman seawal mungkin.Karena menurut paham kami, Antraknose itu sendiri terjadi akibat pengelolaan yang kurang tepat sejak awalnya.

Tarik ulur atau dalam bahasa istilah kami “Gas dan Rem” nya sudah harus terkontrol sejak awal penanaman. Pemberian perlakuan yang keliru pada suatu waktu, bisa berakibat fatal pada kondisi ketahanan tanaman.

Jadi penekanan dalam pengendalian Antraknose itu sendiri merupakan suatu proses Akumulasi dari perlakuan satu ke perlakuan berikutnya. Pemberian Pocanil (dari KPO-KL) plus penambahan fungisida kimia yang bersifat Sistemik dan Kontak dengan dosis cukup 0.3 mili/gram per liter air, selama ini cukup efektif dalam mengendalikan antraknose tersebut ( seperti terlihat dalam hasil penerapan kali ini).

Kita memerlukan agar tanaman tahan terhadap antraknose tetapi disatu sisi kita pun masih perlu perkembangan tunas yang terus meninggi agar bisa masuk dan bertahan untuk periode ke duanya.

Selain itu menekan populasi cendawan Colletotricum sp, perlu dilakukan dengan perlakuan Antagonis melalui penambahan Mikrobanya.

ANTRAKNOSA CABE (1)

Penyakit pada tanaman cabe/cabai satu ini benar benar menjadi kendala utama pada budidaya buah pedas ini, bagaiamana tidak saat ini di bulan bulan basah  seperti saat ini, kelangkaan cabe sudah sangat terasa dipasaran pada daerah tertentu. Faktor pembatasnya yang paling dominan adalah tanaman terkena antraknosa/buah busuk tersebut.

Hal yang sama , berjuang mengendalikan agar tanaman cabe terhindar dari busuk buah tersebut sedang dilakukan oleh mitra kami dari Tapanuli Selatan, Bapak Harahap.

Batang yang sudah berlumut dan ukuran batang yang besar ,menunjukkan hasil kerja keras dalam memperjuangkan agar tanaman bisa bertahan dari serangan hama dan penyakit, salah satunya, penyakit Antraknosa.

Sengaja kami menyertakan format gambar screnshot, yang didalamnya tertera tanggal pengiriman gambar, hal ini kami maksudkan bahwa hasil penerapan ini benar uptodate dan apa adanya.

Perjuangan mengendalikan penyakit antraknosa cabe ini , sudah kami ” programkan sejak tanaman masih kecil, dengan cara memberikan asupan yang sesuai berdasarkan usia tanamannya.

(Walapun tanaman memasuki bulan ke 7, pindah tanam tanggal 20 Juni 2017, namun tanaman secara keseluruhan diberi kekuatan / Imunitas dari penyakit busuk buah)

Perjuangan terus kami dan mitra kami terus lakukan agar tanaman dapat terus bertahan dari penyakit yang menyebabkan harga cabai saat ini melambung diharga harga yang membuat petani Cabe tersenyum.

 Perjuangan dalam hal ini, kami maksudkan bukan untuk berperang atau bertempur melawan penyakit yang kata sebagian petani cabe, tidak ada obatnya tersebut. Perjuangan dalam pengertian kami adalah, berjuang agar kondisi tanaman tahan terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh cendawan Colletotricum sp ini.

Perjuangan dalam mengandalikan penyakit ini pun , versi kpo KL bukanlah untuk mencapai gelar Master atau diatasnya master, tetapi semata adalah perjuangan agar tanaman sehat dan memberikan penghasilan yang berlebih pada taraf an keluarga.

Semoga yang di lakukan oleh mitra kami pak Harahap ini, bernilai Ibadah dalam menghidupi dan mensejehterakan keluarga pribadi dan keluarga di sekitar kita. Itu sudah Cukup!!!