Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 148 »

Merawat Tanaman Tua, menjadi Produktif

Jangan terlalu tergesa-gesa untuk mencabut tanaman yang sudah tua dan dianggap tidak produktif karena bisa saja tanaman tersebut apabila dikelola dengan tepat Sebenarnya masih sangat berpotensi untuk kembali produktif dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Seperti halnya tanaman rawit Mitra kami Mas Angga yang merupakan cabang baru kami untuk wilayah Malang raya dan sekitarnya yang mempunyai tanaman cabe rawit yang usianya sudah kurang lebih mencapai 1 tahun. Kondisi tanaman yang ditanam pada tanggal 11 November 2017 ini memang sudah sangat memprihatinkan karena Tunas dia pun terlihat sudah mandeq dan daun-daunnya pun sudah tampak keriting.

Bahkan metra kami pun sudah membiarkan tanaman tersebut selama tiga minggu tidak dilakukan perawatan kerana sudah dianggap sudah tidak produktif lagi tetapi Kami mencoba untuk memberikan motivasi kepada mitra kami untuk memelihara kembali tanaman tersebut Dengan asumsi pada bulan bulan 1 Bulan 2 Biasanya harga tanaman melonjak tinggi.

Dan benar saja setelah diaplikasikan pupuk dan pestisida klinik pertanian organik selama kurang lebih 2 minggu terlihat tunas-tunas baru bermunculan kembali dan memberikan harapan baru bagi mitra muda kami tersebut.

Satu setengah bulan setelah aplikasi tampak buah-buah baru bermunculan tunas-tunas baru pulih kembali bunga dan buah berkembang pesat. Mitra semakin semangat untuk merawat tanaman nya karena pada saat ini pun harga sudah di Kisaran 30  ribu sampai Rp50.000 per kg nya.

Kondisi tanaman per tanggal 4 Januari 2019 sudah sangat pesat perbedaan pertumbuhannya dan memberikan semangat baru bagi mitra Tani kami tersebut. Daun daun tanaman yang awalnya pertunasan nya sudah keriting tak beraturan saat ini perlahan tapi pasti pertunasan membuka dan buah terbentuk dengan sangat lebat nya.

Metode yang kamu terapkan dalam kondisi demikian adalah dengan memberikan “gasPelan” pada tanaman karena dalam kondisi tanaman tua perlu sangat hati-hati dalam memberikan makanan karena tanaman memiliki tingkat kerawanan terhadap penyakit antraknosa.

Adapun yang kami maksud dengan gas plant tersebut adalah dengan memberikan perlakuan pengecoran sebagai berikut Protektan Freshtan masing-masing 7 tutup Kemudian kami tambahkan Mikvator  setengah kilo dan  NPK   juga masing-masing setengah kilo per drum 200 liternya.

Bisa dilihat versi video nya

https://youtu.be/gvrhvUZuFy0

Tahun Baru, Inovasi Baru Terus dilakukan

Memasuki tahun baru 2019 kami dari klinik pertanian organik Kembang Langit terus melakukan inovasi inovasi di bidang pertanian baik dalam hal pengelolaan lahan, teknik  pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman nya.

Memasuki tahun baru ini kami mencoba menerapkan metode bercocok tanam cara klinik pertanian organik di tanah Marjinal. Tanah yang secara umum bisa dikatakan tanah yang miskin akan unsur hara tanahnya bertekstur liat dan pada umumnya petani enggan bercocok tanam pada lahan yang demikian.

Tanah yang di dalam ilmu tanah biasa disebut sebagai tanah podsolik merah kuning(PMK), tanah yang lebih dicocok digunakan untuk pembuatan batu bata Genting atau keramik.

Lokasi tantangan yang dilakukan pada saat ini berada di Samarinda Kalimantan Timur. Tanah yang notabene merupakan tanah bekas galian dari pertambangan batubara yang sebenarnya sangat tidak cocok untuk ditanami komoditas seperti tanaman cabai.

. Seperti terlihat dalam gambar di atas bagaimana warna tanah merah dan kuning nya yang sangat tidak ideal untuk ditanami tetapi kami bersama Mitra kami dari Samarinda tersebut mencoba untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak lazim dilakukan oleh petani lainnya.

Varietas cabe Keriting  yang ditanam nyapun bisa dikatakan varitas “abal-abal” karena bibitnya diambil dari sisa masak di dapur sedangkan varitas Cabe rawit  menggunakan varietas Dewata. Lokasi penanaman tepatnya di Desa Besaung Kecamatan Sempaja Utara Samarinda Kaltim.

Tanaman dipindahtanamkan pada awal minggu pertama bulan November 2018. Tanaman dibuat 1 baris dan satu lobang berisi 2 3 bahkan ada yang 4 batang per lubang tanam nya Sangat rapat, apalagi tanah termasuk jenis tanah yang tidak subur.

Ini merupakan inovasi terbaru dari klinik kami yang dilakukan dan kami berharap suatu waktu apabila Teknik ini berhasil digunakan pada tanah podsolik merah kuning maka sebenarnya sangat banyak lokasi-lokasi yang selama ini tidak dimanfaatkan kerana memang dianggap tidak cukup subur untuk ditanami.

Kalau melihat pertumbuhan tanaman yang pada saat ini berusia 55 hari kami dan mitra sangat optimis dengan kondisi perkembangan tanaman yang sangat subur dan mudah-mudahan saja kedepannya pun pertumbuhan tanaman tetap terjaga dan terhindar dari serangan hama dan penyakit dan juga faktor kekurangan unsur hara.

Bisa juga dilihat, versi youtube nya. Monggo

https://youtu.be/_EWDanhFDnY

Kiat Membesarkan Buah secara Aman

Setelah pada pertengahan bulan Desember tahun 2018 Mitra kami dari Malang ini Mas Angga panen jeruk nya, saat ini per tanggal 30 Desember 2018 beliau panen kembali dengan jarak hanya 15 hari dari panen sebelumnya.

Ada hal yang menjadi catatan kami bersama yaitu adanya usaha untuk membesarkan ukuran buah jeruk supaya bisa lebih besar lagi dibandingkan dengan ukuran yang biasanya. Adapun cara yang dilakukan adalah dengan mempertinggi tekanan gas dalam segi pemupukannya yaitu dengan cara memberikan kadar gas nitrogen yang lebih tinggi.

. Hasilnya memang terlihat di mana ukuran buah menjadi lebih besar dan bisa masuk kualitas di grade A atau tergolong buah super.

Langkah ini memang Bukannya tidak beresiko tetapi segala sesuatunya memang dipertimbangkan atau diperhitungkan secara matang dari segi plus dan minus nya. Dengan usaha pemberian kadar gas yang tinggi, resiko nya yaitu selain ukuran buah memang menjadi lebih besar tetapi terjadi kerapuhan kulit buah sehingga buah menjadi lebih mudah busuk dan lebih rentan terserang oleh lalat buah.

 

Hal ini memang jelas apabila dihubungkan dengan teori yang sering kamu ungkapkan yaitu ” teori balon gas”. Semakin membesar semakin menggelembung ukuran kulit buah Maka semakin rentan dan mudah nya buah terkena serangan hama atau penyakit.

Oleh karena itu dalam pemberian kadar gas yang tinggi sebaiknya dipertimbangkan dan pemberiannya disarankan tidak pada saat buah menjelang panen karena hal ini jelas menjadikan buah jaringannya menjadi lebih tipis dan mudah terkena serangan lalat buah.

Disinilah letak atau peran dari ” perasaan ” seberapa kuat kita memberikan tekanan ataupun ,pertimbangan agar buah tetap kuat dan tidak mudah terkena oleh serangan hama dan penyakit tersebut. Hal lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi tingkat resiko pada saat kita mengupayakan pembesaran buah adalah dengan menguatkan insektisida melalui semprotan dari atas yaitu dengan cara meningkatkan dosis PESNATOR plus ditambah dengan pemberian dimetoat dan asefat yang dosisnya kita naikkan menjadi 0,4 mili per liter air.