Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 152 »

Walau Harga Murah, tetap Semangat

Dari awal  Pebruari sampai hampir   akhir bulan Pebruari, harga dunia percabaian masih saja, dibawah harapan petani. Banjirnya cabai dari daerah daerah yang kelompok taninya mendapatkan bantuan (berupa, Benih- Pupuk dan Pestisida) mengalir deras tak terhingga , demikian juga aliran arus produk ” dari luar yang tak tertahankan. ( Informasi valid ).

walaupun demikian kami dan mitra tidak kecil hati untuk terus semangat dalam mengelola tanaman, berapa pun harga yang sedang berlaku. Tanaman bisa tumbuh sehat segar, mudah mudahan bisa mencapai produktifitas yang tinggi dan terpenting lagi proses  belajarnya dan tranfer tehnologinya, bisa didapatkan.

Tingkat kepuasan bisa tercapai dengan kondisi tanaman yang sehat, sambil terus mempelajari sistem metode budidayanya, sambil terus melakukan tehnik agar tanaman berbuah lebat sambil  berharap terjadinya perubahan harga yang signifikan.

Apapun yang terjadi dengan harga yang masih saja rendah, petani mitra terus berusaha agar, tanamannya tumbuh sehat , lokasi yang dekat dengan pantai, 7 mdpl saja, bukan juga penghalang untuk terus berusaha agar tanamannya tumbuh subur dan lebat.

Pertumbuhan sedemikian saja sudah, kami syukuri dan tak mungkin kami,cabut / rombak, yang penting ikhtiarnya, perihal hasil harga dan rezeki sudah ada yang mengatur Nya.

Sering melihat dan mengamati postingan postingan dari web atau juga medsos lainnya, memacu semangat mitra pak Rahmat dari Pandeglang ini untuk bisa memahami dalam menjalankan metodenya, dan saat ini hasilnya sudah tampak didepan mata. Tanaman sudah seperti senior senior di KPO-KL, dan bukan suatu…mimpi lagi….

Dengan hasil yang demikian , sudah sangat mengembirakan hati kami bersama dan tak mungkin lah sebagai tanda syukur telah berhasil melangkah 80-90 persen, kemudian tanaman di cabut/diganti. Terus semangat mitra Pandeglang/ Banten, semoga ada perubahan membaik dalam produksi maupun harga. AAmiiin…  Aamiinn …Aamiinnn .

Bertani dengan Hati…..

Sering kami tekankan pada mitra mitra kami, bahwa bertani itu tidak ada istilah Master, Jago tani dll, karena bertani adalah bentuk kepasrahan kita pada yang Maha Pengatur setelah kita, optimalkan di ikhtiarnya usaha taninya. Sekali tinggi hati kesombongan datang, maka perlu waspada, disitulah cikal bakal kejatuhan.

Dalam hal ini pun kami yang dipercayaan oleh mitra mitra unt menjadi “petunjuk jalan”, hanya bisa mengarahkan karena semua keputusan akhir tetap, mitra petani yang “pegang kendali kemudi”.

Seperti halnya mitra kami dari Pandeglang yang lokasinya hanya sekitar 7 m mdpl, dari Bibir pantai, sangat dekat dengan pantai Utara Banten, Pandeglang, yang mempercayakan tehnik budidayanya pada KPO-KL . Kami mencoba mengurut langkah demi langkah dengan kerendahan hati sambil terus berupaya turunnya pertolongan dan perlindungan atas tanaman mitra kami ini.

Step by step kami paparkan pada mitra pak Rahmat, dengan  ketulusan dan tanpa berharap imbalan atau apapun atas biaya “konsultasi”. Keberhasilan mitra merupakan harapan kami semua, dan kami berharap mitra pun kelak melakukan hal yang sama, ketulusan untuk berbagi.

Apalagi dalam kebersamaan “melaju”dengan mitra yang terkadang mitra baru saja  bertani, sebagai “navigator”, kami dituntut untuk bersabar dan memaparkan langkah per langkah secara gamblang dan telaten.

Kehati hatian dan tetap menjaga kerendahan hati agar tidak jumawa selama dalam proses , karena setiap saat, bisa saja  tanaman terkena musibah/ gangguan  hama /penyakit secara tiba tiba.

Tanda tanda keberhasilan sudah mulai tampak, tetap jaga konsistensi hati, tetap rendah hati, karena bertani merupakan bentuk ikhtiar saja, hasil akhir Yang Maha Kuasa yang menentukannya.

.

Perjalanan dari 20 Nov 18 hingga , 15 Peb 19, tanaman sudah memasuki usia 3 bulan, dan sepertinya tanaman sudah subur , tinggal menunggu pemetikan dan harga yang mendukung. Semoga berhasil pak Rahmat, waluapun harga saat ini sedang ‘terjun bebas’ yang penting tanamannya bisa sehat dan berbuah lebat terlebih dahulu, sudah merupakan kepuasan hati, secara khusus.

Bertanam Sayuran di Lahan Bekas Tambang Batubara

Bertanam di lahan bekas Batubara memang memiliki kekhasan sendiri, berbeda dg bertanam di lahan yang kondisi subur. Kadar “radiasi”dari Logam logam berat, mesti dipertimbangkan  betul.

(Link terkait)

https://youtu.be/JyfNrD0Cp1A

Unsur unsur Logam berat tersebut bisa jadi menghambat masuk dan terserapnya unsur unsur lain yang semestinya di serap oleh tanaman.

Usia tanaman per 19 Pebruari 2019 sudah memasuki bulan ke 4, dan kondisi di Samarinda pada saat ini pun sudah beberapa hari, tidak Turun Hujan, kondisi lahan agak Kering.

Untungnya penambahan beberapa mikroba (Protektan, Mikvator dan Freshtan) yang mas Syafak berikan juga pemberian unsur unsur mikro sebagai penetralisir( Pemberian Pupuk Pormik dan ‘Pupuk CAS ‘dari KPO ), reaksi kimia logam logam berat juga kami berikan agar, unsur hara esensial lainnya dapat “dicerna”dengan mudah oleh tanaman.

Pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, terlihat  sehat dan panen secara rutin dilakukan . Perihal harga untungnya di Samarinda Kaltim ini, tidak lah se”ngedrop” didaerah lainnya seperti di pulau Jawa dan Sumatera. Rawit masih bisa dijual eceran dengan Harga, dikisaran 15 rb sd 20 ribuan. Total hasil analisa usaha tani, cabe rawit ini yang kami terima informasi langsung dari Mitra, sudah jauh diatas BEP (Break event Point), artinya modal sudah tertutupi bahkan sudah menguntungkan.

Kami berharap , hal ini bisa menjadi inspirasi bagi petani petani lainnya, yang tekstur dan kondisi lahannya menyerupai lahan mitra kami di Samarinda ini. Kita optimis, lahan lahan yang biasanya terbengkalai  bekas galian tambang batubara pun ,bisa kita tanami dan menjadikannya sebagai lahan produktif sebagai mana lahan lahan ditempat lainnya.