Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 156 »

Tanam cabe Keriting, ber bonus cabe Rawit

Hingga saat ini, per tanggal 12 April 19 harga harga sayuran dan bahkan gabah masih saja, murah. Kami ikut berempati dengan keadaan ini. Betapa banyak kami dengar petani petani yang rugi besar pada saat ini. Memang tidak mudah menghadapi kondisi yang demikian.

Tapi kami terus melakukan koordinasi dengan mitra mita kami, semoga saja kian hari , usaha tani makin prospek. Memang tak perlu berkeluh kesah,yang penting tanamannya sehat dan tetap produktif. Seperti halnya tanaman mitra pk Rahmat, Pandeglang yang hingga saat ini masih terus bertahan dengan segala perjuangannya.

Tanaman pada saat pengamatan 10 April 19, mengalami kekeringan hampir dua mingguan, kondisi mulai agak ngedrop, tapi secara hitungan secara usaha taninya ,masih menguntungkan .

Kami berempati pada petani yang masih dengan semangat memelihara tanamannya ditengah ketidakmenentuan harga harga tetapi tetap saja merawat tanamannya, dengan berharap, Harapan demi harapan.

Namun rupanya, ikhtiar kita tidak akan disia siakan Sang Maha Pengatur, dengan ketelatenan memelihara tanaman cabe kritingnya mitra dari Banten ini tetap bisa menikmati keuntungan pada saat terpuruknya harga. Bahkan pada saat ini, dari menanam Cabe Kriting tersebut, mitra sedikit banyaknya sudah mendapatkan keuntungan dan bonus berupa Cabe rawit .

Tanaman cabe rawit ini yang ditanam menyusul dari CMK, segala biaya perawatannya didapatkan dari keuntungan tanaman CMK , jadi tanam CMK berbonus Cabe kriting tanpa harus mengeluarkan biaya dari alokasi dana lainnya.

Dan….kami semua berharap setelah habisnya masa tanam CMK,  segera dilanjutkan dengan perawatan rawit sambil berharap , kondisi perekonomian petani horti bisa segera membaik dan pulih. Sukses terus mitra Banten , Bapak RAHMAT ,Bersama kpo KL.

Mengendalikan Lalat Buah, Insektisida kimia,Minimalis (Jangan Over), (dalam Pola KPO )

Kondisi pertanaman mitra kami Bp. Agus di Warung Peuteuy, Banyuresmi Garut, kondisinya per 4 April 2019 masih segar dan berharap tanaman mau bertahan hingga produktif dalam waktu yang masih lama lagi . Sementara ini saat ini, kami ikut prihatin karena  banyak petani petani yang berada disekitaran kampung tsb yang sudah tidak sanggup lagi untuk  melanjutkan usaha taninya musim tanam ini karena, sudah tidak sesuai lagi antara biaya produksi dengan harga jualnya.

Kali ini kami mencoba membahas ulang perihal lalat buah  sambil, langsung praktek. Tanaman  masih segar hanya saja karena di sekitarnya sudah banyak tanaman cabe hijau besar ini yang tidak di rawat lagi,  maka serangan dari 4 arah mata angin perlu di antisipasi secara intensif.

Lalat mencari mangsa baru yang termasuk tahan dan memiliki  daya proteksi, ya tetapi serangan yang bertubi tubi apalagi dengan tehnis aplikasi yang sempat keluar dari  “track” pengandalian kpo, hama  menjadi lebih suka.

Oleh karena itu wajar apabila kami memprediksi  dalam beberapa saat kedepan suplay  cabe hijau besar dan cabe merah besar, akan  merangkak naik karena pasokan sudah makin berkurang, terutama yang menanam pada bulan Nov dan Des 18. Semangat untuk bertahan dan memelihara buah ke duanya dilakukan secara intensif.

Bisa kita bayangkan kalau harga cabe besar hijau 2000- 3000 rupiah per kg nya???  Hasil panen hanya cukup untuk ongkos bayar  pekerja petiknya saja.  Dengan kondisi tanaman yang  masih punya banyak potensi, terkadang mitra terlalu semangat dengan  mempertinggi dosis insektisida kimia terutama untuk mengendalikan lalat buahnya , hingga lebih dari 3-4 kali dosis anjuran. Tetapi ampaknya bukan lalat buahnya yang over game tetapi malahan, mitra nya yang keracunan.

Harga per tanggal  8 April 2019, sudah mulai menaik di kisaran 5-7 ribuan, di pasaran lokal, artinya menberikan daya juang tambahan untuk tidak mengulangi penggunaan  metode  diluar ‘tracknya’, karena kalau cara yang kami biasa lakukan adalah apabila  penggunaan insektisida untuk lalat, ulat dan hama lainnya, di tinggikan yang terjadi adalah , ‘tertutupnya’ reaksi dari insektisida organik Protektan dan Pesnator.

Diperlukan dalam pola yang kami kembangkan yaitu, dosis yang diperlukan cukup rendah saja 1/4 sd  1/3 dari dosis anjuran atau sesekali tolensi bisa dinaikkan sedikit lagi dari dosis tsb, tetapi justru tidak dianjurkan untuk menggunakan jauh diatas dosis yang dianjurkan 3-4 dari dosis anjuran.

Dan saat ini dengan pengalaman mitra yang sempat sakit karena over dosis obat kimia, bahkan harus istirahat  dalam 1-2 hari, mulai menyadari dampak dari keluar dari ‘track ‘ yang biasa kami lakukan. semoga saja kedepannya tanaman makin sehat buah  tengah  dan buah atas terbentuk , dan mampu meraih hasil sesuai harapan. Mohon doa nya mitra mitra KPO KL dimana pun berada. Aa miin  aamiin aamiin. Doa kami  juga untuk petani lainnya. Semoga lekas bangkit dari keterpurukan  di sekitar 4 bulan terakhir ini.

Tetap bisa Untung di Harga, Rendah

Dilema harga murah masih menghantui petani petani sampai saat ini, harga dikisaran 10 ribuan masih menjadi tragedi tersendiri bagi petani petani horti, khususnya cabe. Sangat disayangkan memang petani yang sudah bersusah payah setiap hari kerja banting tulang, pergi pagi pulang sore , bahkan ada yang sampai menginap di kebun/Gunung, membeli obat obatan yang harganya mahal tetapi pada saat penjualan harga murah bahkan ada yang sampai cabe nya tidak laku di pasar induk Tanggerang atau  ke Cibitung/Bekasi dan akhirnya dibawa pulang  kembali, membusuk di buang dan hanya  menjadi sampah.

Memang sampai dengan  akhir bulan Maret  ini, harga cabe masih seperti stagnan di harga yang murah meriah, merana… memprihatinkan… Cerita diatas bukan rekaan tapi benar benar terjadi  beberapa kasus di salah satu wilayah sentra cabe Jawa Barat, di Kab. Garut.

Usia tanaman mitra pak Alham  pada saat ini kurang lebih 6 bulanan, dan rencannya mau di rombak dan  tanam ulang,walaupun sebenarnya tanaman masih produktif. Hal ini dilakukan untuk penanaman ulang untuk mentargetkan panen bulan Iedul adha, lebaran haji tahun ini.

Adapun secara hitungan ekonomis, mitra kami dari Bukit Tinggi ini, hasil ratarata kali ini memang dibawah satu kg per batangnya, tetapi karena  di Sumatera barat ini, sudah lazim agak sedikit tinggi dibanding wilayah lainnya dan ditunjang juga oleh biaya perawatan yang tidak mahal dengan cara KPO_KL ini, beliau masih mengantongi keuntungan yang cukup lumayan . Penghasilan 30 juta  dimusim ini, sangat disyukuri  disaat  rata rata harga murah  untuk  saat ini.

Dalam metode KPO-KL ini memang selalu menghubungkan antara penanggulangan hama dan penyakit tanaman berbiaya rendah, mencoba meningkatkan produksi seoptimal mungkin, dengan terus menekan variabel variabel biaya produksi secara keseluruhannya. Hal ini tidak kami pisahkan satu sama lainnya.

Prinsip kami memang secepat mungkin mengembalikan modal usaha  dalam beberapa petikan, dan kami sangat berterima kasih pada mitra mitra yang punya komitmen sama dalam menerapkan metode ini. Kami berharap petani jangan sampai rugi dalam setiap usaha taninya, berapa pun harga yang sedang berlaku dipasaran.

Demikian pula halnya mitra dari  Samarinda Kalimantan Timur , Mas Syafak, yang berdasarkan keterangan langsung dari beliau, hasil pertananam rawitnya yang beberapa kali kami posting di web kami ini, juga mendapatkan keuntungan dan tidak sampai rugi disaat harga sedang, anjlok seperti saat ini.

Performa tanaman mitra kami pak Ilham ini sebenrnya masih sangat baik dan potensial hanya saja pertimbangan , bisnis tani, akhirnya tanaman di akhiri masa penanamannya dan dilanjutkan untuk memulai periode baru kembali . Prinsip kami dalam mengelola tanaman adalah, sehatkan tanaman agar biaya perawatan dapat ditekan, sambil berusaha terus agar  produktivitas tanaman dapat di tingkatkan, harga dipasaran yang murah meriah pun, kami bersama mitra mengusahakan agar tidak sampai, MINUS.