Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Pimpinan KPO-KL Bpk. Rusli Gunawan SW, SH. (kiri) Bersama Bupati Garut Bpk. H. Rudi Gunawan, SH, MH dan Camat Leles Dra. Hj Rusmanah M.Si More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Pare/Paria More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Tomat di-Bandung More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 418 »

JANGAN SALAH PILIH DALAM TEHNIK PENGENDALIAN LALAT BUAH JERUK

Hama lalat buah menyerang tanaman jeruk di Tanah Karo atau yang lebih populer dengan sebutan jeruk berastagi dan jeruk medan sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir ini.

Tak sedikit petani jeruk di tanah Karo yang kemudian menyerah dan akhirnya menelantarkan tanaman jeruknya. Mereka sudah kehabisan tehnik dalam mengendalikan  hama yang mereka namakan  “citcit”  tersebut.

(Pada kesempatan ini,kami sedang mengaplikasikan tehnik KPO-KL pada Tanaman Jeruk di desa Nagabosar, kec. Silimakuta, kab. Simalungun, dalam hal pengendalian hama-penyakit, khusus nya LALAT BUAH.)11

( Dalam  gambar  yang kami tampilkan pada artikel kali ini, adalah tanaman jeruk Mitra kami sdr. Sembiring, yang luasnya sekitar satu hektar.)

Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari meningkatkan dosis penyemprotan pestisidanya  maupun  memberikan bahan aktif dari suatu pestisida yang  lebih kuat dari sebelumnya.

10

( Sebelum menggunakan,tehnik aplikasi ini, 50 % buah jeruk, berjatuhan terserang hama lalat penusuk buah.)

Tehnik aplikasi yang lainnya dalam mengendalikan lalat buah adalah dengan memasang  jaring di sekeliling kebun untuk mencegah masuknya citcit/lalat buah tersebut. Khusus pemasangan jaring ini, biayanya sangat tinggi. Estimasinya untuk satu hektar kebun jeruk dibutuhkan biaya sekitar Rp 20-40 juta yang antara lain dialokasikan untuk biaya jaring, bambu, maupun pekerja lepas.13Dinas Pertanian setempat pun sebenarnya  juga sudah mensosialisasikan gerakan massal penggunaan perekat (lem),tapi tehnik ini pun ternyata tidak begitu efektif,bahkan justru mengundang makin banyaknya hama lalat yang menyerang. Saking putus asanya, tak sedikit petani yang menyemprot jeruk dengan menggunakan cairan kapur barus atau kamfer, minyak angin, bahkan menggunakan obat nyamuk  Baygon.

Tetapi….Tak satupun upaya  tehnik tersebut efektif membasmi hama penusuk buah jeruk tersebut.14

( Buah diperkirakan sekitar tiga bulanan lagi,panen raya, aplikasi sudah 3 kali dilakukan dengan menggunakan tehnik pengendalian ala KPO-KL.)

Serangan hama ini justru semakin mengganas,  lalat buah tetap menyerang buah yang sudah matang. Serangga betina memasukkan telur ke dalam buah dan beberapa hari kemudian buah mulai berguguran. Sementara dari dalam buah yang jatuh akan muncul puluhan lalat baru.

15Serangan lalat buah ini rata-rata menjatuhkan 50-70% buah yang sudah matang di pohon. Tak jarang petani gagal panen sama sekali. Yang lebih memprihatinkan  lagi, sisa jeruk yang selamat dari serangan hama, harganya jatuh.

16Serangan hama tersebut benar-benar mematikan ekonomi warga setempat. Selain banyak petani mulai menelantarkan tanaman jeruknya, serapan tenaga kerja yang dulunya sangat tinggi untuk perawatan, panen, hingga pengepakan kini sudah jauh berkurang. Tak sedikit pengusaha yang dulunya membeli jeruk langsung dari petani, gulung tikar.

17Dampak paling signifikan adalah mulai menurunnya daya beli masyarakat. Ini diakibatkan tingginya biaya produksi dan tuntutan biaya pendidikan anak-anak petani. Perlu diingat, jeruk yang mulai dikembangkan di era 90-an di Tanah Karo, telah mengantarkan ribuan anak-anak muda Karo mengenyam pendidikan S1 maupun S2 hingga ke Pulau Jawa.18Beberapa tehnik dalam pengendalian hama lalat buah tersebut ternyata memberikan efek yang tidak kecil,contohnya saja efek dari pestisida yang terlalu berlebihan menyebabkan tanaman menjadi ‘hangus terbakar”.  Efek dari penggunaan lem, justru mengundang lalat lainnya untuk menghampiri, sedangkan efek dari penggunaan jaring, adalah, lalat yang sudah ada didalam semakin betah dan berkembang biak didalam jaring tersebut.

Pada artikel artikel terdahulu,KPO-KL, telah menampilkan hasil aplikasi dengan menggunakan tehnik PENOLAKAN HAMA, sehingga hama tidak suka hinggap dan menusuk buah jeruk. Tingkat keberhasilan dengan tehnik repellen ini yang kami telah  diterapkan di desa Munthe, Tanah Karo, tingkat keberhasilannya diatas 90 %.

Sama halnya dalam acara ‘PILEG’ yang baru kemarin (9 April 2014), kita laksanakan bersama  semoga kita tidak salah “tusuk”, karena kalau salah “mencoblos”,bisa bisa…nanti kita yang “tertusuk”, seperti lalat buah yang menusuk jeruk berastagi ini.

Jadi jangan salah pilih dalam tehnik pengendalian lalat buah ini.