Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 157 »

Memacu pertumbuhan buah Jeruk

.

Kami mencoba membuka arsip lalu perihal perkembangan tanaman mitra kami dari Malang Jatim, tanaman Jeruknya Mas Angga dan Orang tua mas Angga , H. Sunarko. Kondisi tanaman pada saat itu rontok berat dan buah tidak “Nempel” .

Pelatihan Pertanian Pada Kelompok Tani Padi di Cilamaya Karawang Bekerja Sama Dengan Pertamina Gas

Hasil penen Beberapa tahun belakangan ini di salah satu sentra pertanian padi di Karawang tepatnya di Cilamaya,hasilnya sangat menurun bahkan dibeberapa tempat tanaman Padi gagal panen sama sekali.

Hal ini sangat memprihatinkan dan Menggugah Pihak Pertamina Gas, atas kepeduliannya terhadap kondisi tersebut. Dalam hal ini mengundang kami KLINIK PERTANIAN ORGANIK KEMBANG LANGIT, sebagai Konsultan tehnik untuk membantu Petani agar hasilnya ada perbaikan dalam Produktivitas sekaligus menekan Biaya Produksinya.

Perwakilan Ketua dan Wakil Kelompok kelompok tani yang ada di Wilayah Cilamaya, di undang untuk membahas dan memberikan solusi dalam hal ini. Seperti halnya salah satu Kelompok Tani H. Sakum yang tidak berhasil panen untuk Musim tanam kali ini.

Berbagai hal bisa menjadi penyebab gagal panennya beberapa petani di wilayah ini , Faktor Air, Masalah Hama dan Penyakit padi, faktor kondisi Iklim Mikro dan juga akibat pemberian pupuk dan pestisida kimia konvensional yang berdampak sedemikian.

Memang sangat memprihatinkan kondisi saat ini demikian informasi yang kami dapatkan dari Ketua Kelompok Kelompok Tani, Bp Aep yang bersama meninjau kondisi langsung ke lahan.

Diskusi evaluasi hasil yang selama ini dilakukan pula di Lapangan selain di lakukan didalam Ruangan berupa teori teori praktis cara KPO KL. Hasil yang “Zonk” kali ini di musim tanam kali ini yang masih menggunakan cara kimia murni, memang sudah seharusnya di kurangi secara berangsur.

Target kami dalam hal ini yaitu Meningkatkan produktivitas dari Hasil sebelumnya dan menghindari kejadian seperti tanaman Bapk H. Sakum yang sangat memprihatinkan kami semua. Selain itu dengan Metode KPO KL ini, kami juga mengharapkan adanya pengurangan biaya produksi metode KIMIA yang saat ini memang sangat Tinggi.

Di Akhir acara kami KPO KL memberikan  Sertifikat pertanian berbasis Organik yang diberikan pada perwakilan Ketua Kelompok Bp. Aep, yang diberikan labgsung oleh Pimpinan,Bp. Rusli Gunawan.

Sertifikat ini kami berikan sebagai tanda Lulus dari Teori dan untuk berikutnya, dilanjutkan dengan praktek penerapan untuk Musim tanam berikutnya. Semoga sukses untuk Semuanya….

Bibit dari Pasar pun, Tetap Ok!!!

Kurang lebih tujuh tahun sudah , kami membangun kebersamaan dengan mitra kami dari Kalimantan Selatan ini, Bapak Guru Aswandi . Berbagai macam hasil hasil yang menurut kami sensasional , seperti tanaman,buncis   terong dan lain lainnya yang lebat dan tinggi. Penggunaan lahan bekas hingga lebih dari 9 kali musim tanam tanpa menggeser posisi bedengannya. Demikian juga hasil.hasilnya yang banyak kami muat artikelnya di web kami ini.

Saat ini mitra makin kreatif saja dengan memanfaatkan sisa sisa bibit belanjaan dari pasar, ya Bibit yang sudah tidak jelas dari turunan F1 mana atau lokal dari mana. Istilahnya hanya asal ambil saja. Selain itu uniknya lagi bedengan yang dipakainya pun, bedengan bekas penanaman cabe dan kembang kol misum sebelumnya.

Bedengan tanpa dirubah sama sekali, kedalam lubang tanam hanya di masukkan Mikvator 5-10 gram sudah cukup tanpa perlu pemberian pupuk kandang atau pupuk dasar apapun juga.

Kita akan coba terus mencoba mengamati hasil dari perkembangan tanaman bibit “abal abal “ini. Kami mencoba terus melakukan pengkajian pengkajian agar  variabel biaya pertanian makin rendah.

Tetapi kalau kita melihat posisi menumpuknya buah (maaf sengaja kami tidak merubah posisi Gambar ) makin terlihat buahnya  lebat, bukan sekedar lebaynya. Kami ingin terus memberikan pemahaman  pada mitra mitra bahwa dengan bibit apapun dengan menerapkan metode kpo KL ini (secara tepat) hasilnya pun bisa kita rasakan manfaatnya.

 

Bertani adalah ilmu praktek bukan ilmy sekedar teori, jadi salah besar komentar beberapa waktu lalu yang mengatakan metode ini tidak mencerdaskan petani. Hal ini kembali kami bantah dengan hasil hasil bukti nyata dilapangan. Kami memang agak malas melayani pihak pihak yang banyak berkomentar (Lebay, istilah anak sekarang) tanpa lebih dahulu menyelami metode tersebut hingga tuntas. Semoga kembali menjadi salah satu solusi  pertanian kita. Aamiin….