Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 129 »

Tanaman tinggi versus tanaman pendek

Ada hal yang agak menggelitik sehingga kami Menulis artikel seperti judul diatas tersebut. Secara alamiah kita pada umumnya sangat senang apabila memiliki tanaman yang jumlah percabangannya banyak sehingga dari percabangan tersebut kita harapkan bermunculan tangkai bunga pentil dan buah. Adapun harapan kita dengan makin meninggi nya percabangan Tunas tersebut diharapkan produktivitas pun semakin meningkat.

Kami mencoba membahasnya dari dua hasil yang berbeda antara tanaman mitra yang memiliki pertumbuhan dengan tunas yang banyak dibandingkan dengan tanaman Mitra lainnya yang tidak terlalu tinggi tetapi jarak antar ruas pun menjadi lebuh pendek. Tanaman yang pertama kami ambil contohnya dari tanaman Mitra saudara Tatang dari pesisir selatan Sumatera Barat. Sebagai pembanding nya kami ambil dari tanamannya saudara Adi dari daerah Kec. 2×11 Kayu Tanam, Kab.Padang Pariaman, masih di Sumatera Barat juga.

Tanaman ini jumlahnya 2000 lubang dengan jumlah tanaman 2 batang perlubangnya.

Tanaman pun sudah menghasilkan sekitar 1.8 ton dengan kondisi ruas atas masih cenderung bercabang dan berbuah. Walaupun buah agak sedikit memendek karena pola rem cara kpo KL sedang diterapkan.

Dengan jumlah petikan ke 18 hingga hari ini tanggal 24April 2018 ini, tanaman tampaknya masih mau “mengulur” dan memberi harapan berupa tunas tunas baru.

Dengan penambahan tunas dan tanaman terus meninggi, tidak usah khawatir akan jumlah aplikasi semprotan yang bertambah akibat bertambahnya percabangan yang baru .

Memang perawatan menjadi lebih ekstra tetapi apabila hasil juga meningkat, “why not”? Coba anda bayangkan tanaman apabila pertumbuhannya pendek dan buahnya dipanen tetapi jumlah petikan yang tidak banyak.

Kita justru berharap dengan adanya tunas baru yang berkembang terus kita harapkan ada lagi bakal buah yang akan muncul pad Periode berikutnya. Dengan perlakuan yang tepat berupa pemberian pestisida dari KPO KL dan dari kimia minim yang tetap ramah lingkungan. Semoga makin meningkat jumlah petikannya. Pak Tatang.

 

CARA MENGENDALIKAN LALAT BUAH secara TUNTAS

Selain bertanam tomat Mas Angga dari Poncokusumo Malang ini juga merawat tanaman jeruk dari lahan yang dulunya disewa dan dikelola oleh petani lain. Jumlah tanaman sekitar 550 batang jenisnya jeruk siam madu.

Kami sengaja menampilkan screenshot percakapan antara kami kpkl dengan mas Angga perihal pertanaman jeruknya. Tanaman jeruk ini pasca habis masa sewanya mengalami kerusakan yang sangat parah bahkan sebagian petani di sana mengatakan mustahil dan sangat berat untuk merawat kembali tanaman jeruknya.

Sejarah intensif Kami mencoba menangani tanaman yang kondisinya sebagian besar seperti gambar di atas. Serangan lalat buah sangat mendominasi sehingga buah tanaman jeruk rontok dan gagal untuk dimatangkan.

.

Setelah perlakuan secara intensif dengan cara Carrefour selama kurang lebih 2 bulan tanaman jeruk Mas Angga saat ini sudah tidak lagi diganggu oleh hama lalat buah dan hama hama lainnya. Sebagaimana tertera dalam screenshot percakapan kami yang kami buat berdasarkan percakapan yang riil dan tidak ada unsur rekayasa.

Buah tanaman jeruk siam madu Mas Angga ini sangat lebat dan rata-rata Rasa buahnya pun lebih manis dari sebelumnya sebelum menggunakan metode KPO  kembang langit. Sebagaimana terlihat dalam gambar

 Pada pertengahan bulan April ini Mas Angga mengirimkan hasil penanganan lalat buah dengan cara memprioritaskan penggunaan insektisida Pesnator dari KPO KL.

Adapun cara kerja dari insektisida kami ini memang unik yaitu menyebabkan serangga dewasa hama atau Imago cenderung tidak mau meletakkan telur pada buah jeruk. Efek dari keengganan lalat buah meletakkan telur pada jeruk yaitu berkurangnya secara drastis tingkat serangan larva lalat buah.

Teknik ini sangat berbeda 180° dibandingkan dengan teknik konvensional yaitu berupa pemasangan perangkap metil eugenol di sekitaran areal pertanaman. Bahkan metode ini sangat kami tentang dan tidak anjurkan untuk tanaman jeruk atau tanaman buah lainnya.

Selain itu kami juga tidak menganjurkan penggunaan jaring paranet yang dipasang di keliling pertanaman karena metode ini pun cenderung justru memperbanyak populasi yang berkembang biak di dalam Kelambu paranet /jaring. Simpel sekali cara kami ini yaitu dengan memberikan Pesnator 1-2 mili saja yang kami sarankan digabung dengan b.a. Dimethoat 0.3ml perliternya , dan Lalat buah pun , TUNTAS

CARA MUDAH MENGENDALIKAN BERCAK DAUN dan LAYU FUSARIUM

Selain busuk daun Phytopthora infestans,  penyakit bercak daun dan layu fusarium merupakan dua penyakit utama pada tanaman tomat. Tomat yang terkena bercak daun dari awal, biasanya sulit untuk membentuk buah yang ukurannya besar , apalagi pembentukan buah dibagian atas/ujung tanaman.

Untungnya, mitra kami mas Angga dari Poncokusumo Malang ini, berhasil mengatasinya hingga akhir masa panen  pada varietas Servo ini. Demikian juga untuk penyakit Layu yang diakibatkan oleh cendawan Fusarium solanacearum, dapat pula di kendalikan secara  berbasis organik KPO_KL.

Pola pemupukan dan penggunaan pestisida secara kolaborasi antara, Organik kpo-Kl dan kimia dosis rendah, telah berhasil diterapkan oleh mitra muda kami ini dengan tepat dan cermat. Dalam hal ini pola pendampingan yang kami lakukan adalah dengan cara berdiskusi dan mitra secara aktif memberikan gambaran perihal kondisi pertanamannya dari waktu ke waktu.

Keberhasilan mitra kami, hingga bisa mencapai rataan 3 kg up per batangnya, untuk  tingkatan pemula termasuk sudah sangat bagus, dan kami harapkan mitra tersebut kedepannya bisa melaksanakan pola ini lebih baik lagi. Dalam hal ini kami hanya sebagai pembuka jalan , untuk mengenal metode kpo-KL secara terperinci dan detail  yang dilakukan  sambil praktek.

Perlakuan demi perlakuan yang dijalani secara bersama sama, sambil kita mengenal pola KPO-KL secara terperinci, khusus dalam penerapan dalam menaggulangi bercak daun, yang kami prioritaskan adalah  dengan memberikan POCAniL secara intensif sejak usia 40 harian. Pemberian perlakuannya ditambahkan dengan fungisida kimia 0.3-0,5 gram per liter air yang dilakukan secara rotasi.

Sedangkan untuk mengendalikan Layu Fusarium yang kami andalkan adalah dengan pemberian , bahan Pendukung yaitu  CAS yang dikocorkan 5-7 sendok makan saja per drum 200 liter airnya. Hasil penerapan aplikasi ini ternyata efektif dalam menekan perkembangan penyakit layu Fusarium pada tanaman tomat servo nya mas Angga ini.

Investasi yang ditanamkan oleh mitra kami ini, sudah  terlewati karena selain produksi yang tinggi ditunjang oleh harga yang baik pula untuk wilayah Malang dan sekitarnya. Kami pun terus  memberikan ekstra pelayanan pasca menggunakan produk pendukung kami hingga mitra betul betul memahami metode dan cara kerjanya.

Dari hasil pencapaian hingga saat ini dikisaran 10 ton dari jumlah 3500 batang, dengan kondisi tanaman yang masih produktif, kami berharap mitra masih bisa panen untuk  menambah tonase dan pendapatannya. Kami berharap mitra kami memahami metode nya dan terpenting lagi , usaha taninya  tidak mengalami kerugian, malahan berharap keuntungan yang berlipat lipat.