Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 148 »

Tanah “Merah Kuning “Pun ternyata masih Bisa Produktif

 Tanah yang berwarna merah  -Kuning atau yang  dalam dunia pertanian disebut podsolik merah kuning,  memang tergolong tanah yang tidak subur, tanah demikian lebih condong digunakan sebagai karya seni bisanya dibuat patung atau biasa pula dibuat sebagai bahan bangunan misalnya untuk pembuatan genteng keramik dan batu bata. ( Kami berusaha membenahinya tanpa teori yang berjelimet ria).

Tanah podsolik merah kuning umumnya memiliki karakteristik yang mengandung tekstur tanah berlempung agak berpasir memiliki unsur logam berat misalnya aluminium dan zat besi yang tinggi.sehingga biasa juga memiliki pH yang rendah. Tetapi di lain pihak tanah podsolik merah kuning ini memiliki kejenuhan unsur basa seperti Mg,K dan,  Ca yang rendah   sehigga biasanya tidak cocok untuk ditanami jenis tanaman semusim.

 Selain itu daya simpan  air yang sangat rendah sehingga  mudah mengalami kekeringan, kandungan bahan organik yang rendah dan biasanya hanya terdapat pada permukaan tanah saja menjadikan kita lebih fokus dalam perlakuan penambahan bahan organiknya beserta penambahan mikroorganismenya..

Karakter lain yang dimiliki  jenis tanah ini adalah memiliki KTK atau  kapasitas tukar kation yang juga rendah, memiliki karbon C- organik yang rendah ,serta  P-dan K-tersedia juga rendah. hal ini semua menyebabkan kami harus secara cepat mengolah dan meningkatkan kandungan kandungan yang rendah tersebut  menjadi tersedia secara cepat.

Dan melalui teknik yang kami kembangkan tsb terlihat bahwa tanah podsolik merah kuning yang memiliki sifat dan karakter  serba “minus” tersebut bisa kita penuhi kekurangannya, sehingga saat ini  lahan tsb yang kami ditanami cabe rawit dan cabe keriting kondisinya segar bugar tidak seperti ditanami pada lahan minus.

Lahan marjinal yang dianggap serba kekurangan ternyata Bisa kita Optimal kan dengan beberapa perlakuan pengacoran tersebut di atas.

 Kami berharap mas Syafak  yang mengelola tanah di Samarinda Kalimantan Timur ini semakin semangat dan terus berusaha agar tanamannya selain tumbuh subur juga berbunga dan berbuah secara lebat.

 Dan kami berharap langkah yang dilakukan oleh Mitra petani muda kami dari Kalimantan Timur ini, bisa memberikan suatu motivasi dan inspirasi bagi petani petani lain di manapun berada. Selain itu  dilahan yang serba minus demikian pun, tanaman masih bisa produktif apalagi tanah tanah yang, surplus ‘nutrisi’ dan memiliki karakter karakter ‘positif’, tentunya diharapkan bisa berproduksi  lebih baik lagi.

Konsistensi dan Disiplin, Kunci keberhasilan Berbudidaya Tanaman

 Dalam bertani sebenarnya kita bisa melakukan suatu perumusan, sehingga Langkah Demi Langkah dalam setiap aplikasi bisa kita lakukan secara terinci dan terencana. Jadi setiap aplikasi baik itu pemupukan maupun aplikasi semprotan pestisida nya tidak dilakukan secara “ngawur”,ikut ikutan dan asal asalan saja.

Sebagai misal apabila kita akan melakukan suatu aplikasi maka Sudah Selayaknya kita harus mempertimbangkan dosis dan jenis aplikasi sebelumnya. Hal ini dikarenakan aplikasi yang berikutnya jangan sampai mengalami overdosis karena kelebihan suatu unsur atau jenis pestisida yang berakumulasi dari aplikasi sebelumnya.

 Hal ini penting karena terjadinya penumpukan suatu jenis unsur baik pupuk dan pestisida akan menyebabkan terjadinya suatu masalah baik pada tanah dan juga pada tanamannya.

. Keterukuran dari jenis dan dosis yang diberikan harus dicermati Waktu demi waktu aplikasi ke aplikasi berikutnya. Pengamatan yang terarah cermat perlu dilakukan pada areal menyeluruh di lokasi pertanaman tersebut dan tidak dilakukan pengamatan secara ‘spot-spot’ sehingga pengambilan keputusan bisa lebih akurat.

Oleh karenanya seperti yang dilakukan oleh Mitra kami dari Sumatera Barat ini selama sekitar Kurang lebih 3 tahunan bermitra dengan pola klinik pertanian organik kembang langit hasil yang didapatkannya  di setiap penanaman  keuntungan dan keuntungan yang beliau peroleh.

 Hal ini penting karena dalam setiap budidaya yang kita lakukan,  keuntungan yang kita dapatkan harus menjadi acuan pertama sehingga petani akan lebih semangat dan mencintai dunia pertanian itu sendiri. Selain itu adanya POLA PERTANIAN yang mendasar menyebabkan Petani terhindar dari kerugian. ( Kalau kita yakin dengan suatu Pola lakukanlah ,pola apapun yang anda meyakininya , tetapi saran : Jangan lompat /pindah dari satu pola ke pola lainnya. apalagi mencampurbaurkan berbagai macam pola, maka diagnosa akan semakin, rumit.)

Konsistensi dalam menerapkan suatu pola pertanian diperlukan Karena tanpa adanya kekonsistenan dalam menerapkan suatu pola pertanian maka yang terjadi adalah berpadunya berbagai pola sehingga bila terjadi suatu problem akan sangat sulit menganalisa Apa penyebab dari terganggunya tanaman tersebut dikarenakan berpadunya berbagai macam pola tersebut.

Contoh pada artikel ini merupakan hasil nyata yang diperoleh oleh Mitra kami pak Alham Bukittinggi yang sudah berulang kali menerapkan pola Dari klinik pertanian organik secara disiplin. Hasilnya sangat menggembirakan karena hampir di setiap musim tanam beliau mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Jadi konsistensi dan penerapan pola cara disiplin disertai dengan keyakinan yang Teguh sangat diperlukan dan menjadi salah satu kunci suksesnya petani.

Mengendalikan Keriting daun dan Layu Fusarium , Sekaligus

Agak lama juga kami tidak memposting perkembangan tanaman mitra Kami dari Bukit Tinggi Bapak Ilham ini dan baru pada kesempatan ini kami kembali memantau perkembangan tanaman cabe lokal  Sumbar yang beliau tanam.

Informasi yang kami dapatkan saat ini Begitu sulitnya menanam varietas lokal Sumatera Barat khususnya paritas dari Payakumbuh yang tanamannya sangat mudah terserang keriting daun dan layu fusarium. Dua macam jenis gangguan tersebut sangat dominan pada saat ini.

Sebagaimana gambar yang kami terima pada saat ini tanggal 7 Januari 2019 di mana tanaman mengalami kerusakan yang fatal bahkan ada yang sampai 90% tingkat kerusakannya. Kenapa hal ini mudah terjadi pada pertanaman jenis cabe local?

Hal yang sebaliknya justru tanaman Mitra kami dengan varietas lokal tersebut kondisinya hingga saat ini bisa dikatakan sehat dan aman-aman saja Bahkan dalam satu sampai dua minggu terakhir ini tanamannya tidak dikunjungi  ke Kebun,karena satu dan lain hal, tetapi tanamannya tetap bertahan ….

Varietas lokal memang memerlukan pola penanaman yang agak berbeda dalam hal pemupukan nya dengan pola pada tanaman jenis hibrida. Tanaman lokal sangat sensitif sekali dari pemberian pupuk kimia yang berlebihan berdampak yaitu pada rapuhnya tanaman dari serangan penyakit layu fusarium.

Dan hasilnya sebagaimana yang kami muat hasil perkembangannya dalam halaman ini tanaman tetap berbuah lebat dan terhindar dari gangguan seperti layu fusarium dan keriting daun. Pola yang kami lakukan dalam hal ini sebenarnya sangat sederhana iaitu berupa pengaturan pemberian makanan rupa bahan organik yang ada pada Protektant Biopestis FreshTan , Cas dan Mikvator.

Produk tersebut secara pergantian saling melengkapi satu sama lain dan sekaligus untuk mengantisipasi penyakit keriting Daun dan juga layu fusarium. Tanaman yang pada saat penanamannya tidak menggunakan pupuk kandang sama sekali ini ternyata pertumbuhannya tetap subur dan tidak terlihat seperti kekurangan unsur hara.

Memang dalam mengantisipasi keriting daun tersebut kita mencoba suplai unsur hara yang diperlukan agar tanaman tidak sampai kekurangan unsur gizi yang diperlukan nya  , secara pelan-pelan dan juga  kami antisipasi betul sejak awal Agar tanaman tidak kelebihan makanan yang sebenarnya bisa menjadikan tanaman tersebut rawan terkena layu fusarium.

Jadi hal Yang penting dalam mengantisipasi keriting Daun dan layu fusarium ini dilakukan pemberian pola makanan yang terukur jangan sampai terjadi kekurangan yang bisa menyebabkan potensi keriting daun dan Tetapi jangan juga sampai berlebihan yang bisa menyebabkan terjadinya resiko layu fusarium.

Diperlukan memang semacam analisa yang cermat cara hati-hati sambil “meraba-raba” tingkat tekanan gas yang kita berikan pada pemupukan sebelumnya dan mengevaluasi kondisi tanaman sebelum memberikan pupuk susulan berikutnya. Jadi ibarat mengendara ,tetap feeling sangat berperan dalam mengatur dan memberikan tekanan Gas dan Rem Koplingnya.

Sukses  mitra KPO KL !!!