Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 143 »

Tanam Melon di Lahan Bekas

Inovasi inovasi terbaru di bidang budidaya pertanian terus dilakukan oleh klinik pertanian organik kembang langit termasuk juga di dalam hal teknik pemupukan. Dari pengalaman petani melon selama ini biasanya jarang sekali petani melon yang menggunakan B dengan nya dimana sebelumnya ditanami melon juga.

 Tetapi dalam hal ini kami bersama Mitra dari Desa baluk Magetan Jawa Timur Bapak Azis mencoba untuk menggunakan metode terbaru dari klinik pertanian organik kembang langit.

Tanaman melon varietas Pertiwi ditanam pada tanggal 20 Oktober 2018 dan musim sebelumnya pun sudah ditanami melon yang hasilnya rata-rata sekitar 2 kiloan per butirnya. Hampir semuanya masuk grade A.

 Dan kali ini pun di lobang tanam bekas melon musim lalu Bapak Azis menanam lagi melon tetapi diberi perlakuan khusus cara klinik pertanian organik. Perlakuannya yaitu berupa pemberian Mikvator sebanyak kurang lebih 5 gram atau satu sendok teh saja.

 Tentunya dalam hal ini Mitra kami ini telah mematahkan mitos yang menganggap bekas lahan melon tidak baik atau “ditabukan” untuk langsung ditanami tanaman melon lagi.

Tetapi anggapan tersebut perlahan-lahan kami coba untuk mengubah dan hasilnya hingga saat ini terlihat, justru pertumbuhan tanaman melon lebih sehat dan pembentukan buah lebih seragam dari musim sebelumnya.

Hal ini tentu saja akan memangkas banyak sekali biaya produksi terutama dalam hal pengolahan lahan. Semoga saja perjalanan tanaman melon Mitra kami ini yang pada saat ini memasuki usia 35 HST.

Link terkait tentang tanaman ini videonya ada pada YouTube dan bisa dilihat pada halaman ini di kolom video kami.

(Suara dalam video ini diisi sendiri oleh Mitra Bp. Aziz dari Baluk Magetan)

https://youtu.be/5T1OfDgbiU8

dan Lanjutannya di

https://youtu.be/GZiKcn_-kmc

Tanaman sempat Stagnan, saat ini “naik” kembali

Merawat cabe memang gampang-gampang susah terlalu tinggi inget gasnya teraman menjadi cepat pertumbuhannya tetapi rawan dengan penyakit atau hama tetapi apabila kurang tegasnya maka tanaman biasanya tumbuh kerdil dan kurang buahnya.

Dengan pola yang kami kembangkan ini kami berusaha untuk mencoba memahami dan membaca seberapa tinggi efek dari pemberian pupuk dan pestisida sebelumnya terhadap pertumbuhan tanaman. Ibaratnya apabila terlalu cepat ngegasnya bisa kebablasan Tetapi kalau kurang ngegasnya biasanya tanaman agak mandek

Dalam pola yang kami kembangkan ini kami berupaya untuk memahami keinginan tanaman dan tanah melalui aplikasi yang akan kita berikan. Karena kalau terlalu banyak ataupun terlalu sedikit efek pada tanamannya yaitu pertumbuhan yang kurang optimal

Adapun dalam kasus tanaman Mitra kami Bapak Yedi dari Bengkulu ini sempat memberikan perlakuan yang sebenarnya agak di luar jalur atau ” out of Track” sehingga menyebabkan tanaman untuk beberapa saat sempat terhenti pertumbuhannya atau stagnan.

Kami secara tanggap berupaya secara Intens berkomunikasi dengan Bapak Yedi agar tanamannya segera bisa membaik dengan cara memberikan perlakuan yang terukur Agar tanaman tidak “stagnan” kembali dan hasilnya kami syukuri karena tanaman pada saat ini tanggal 26 November 2018 kondisinya kembali membaik. Dalam hal ini yang kami berikan dalam jumlah yang ditinggikan yaitu protektan Frestan Pesnator dan Mikvator, plus Pupuk Nitrogen kimia.

 

Metode nya , Untuk Tidak di Campur Baurkan

 Setiap petani dalam konsep membudidayakan tanaman nya mestinya memiliki konsep metode sendiri-sendiri dalam menjalankan Teknik Pertanian nya. Hal ini tidak bisa dibantah dan kami memakluminya. Tetapi dalam hal ini Apabila ingin memasuki suatu konsep atau metode sudah Semestinya diterapkan secara utuh dan tidak terpisah satu sama lainnya.

Seperti halnya Mitra kami yang baru dari Tangerang provinsi Banten ini beliau menerapkan secara utuh metode nya dan tidak dicampur baurkan. Tanaman yang dipindah tanamkan pada tanggal 4 Agustus 2018 saat ini sudah petik sebanyak 23 kali.

Dan secara hasilnya sudah mencapai kurang lebih 0,6 kg per batang nya sementara itu buah sudah memasuki periode kedua. Tanaman tumbuh subur dan sehat setelah mengikuti pola metode bercocok tanam ala klinik pertanian organik Kembang Langit.

Hasil demikian untuk seorang Mitra baru dan termasuk petani pemula kami anggap sudah berhasil karena sudah mencapai rata-rata dari hasil tonase yang biasa didapatkan oleh petani petani cabe pada umumnya.

Tanaman yang sudah mencapai 3 bulan setengah ini saat ini Kondisinya masih sehat dan segar bugar dan terus produktif.

Hasil yang biasa agak berbeda atau terjadi pembiasan metode apabila terjadinya perubahan metode di tengah jalan hal ini biasa terjadi apabila petani mengalami problem atau permasalahan pada tanamannya.

Padahal dalam metode Kami sering memaparkan untuk tidak panik dan Tetap tenang dalam mengambil keputusan dalam kondisi yang ekstrem bagaimanapun juga. Kami rasakan dan kami akui memang dalam hal ini ada beberapa petani yang kurang sabar dalam menerapkan konsep atau metode pertanian secara klinik pertanian organik sehingga hasil yang didapatkan nya kurang memuaskan.

Kami bersyukur karena tanaman Pak Saifudin lah dari Tangerang Banten ini berhasil baik pada tanaman cabe keriting nya dan juga cabe rawit nya. Kami berharap semoga beliau tetap konsisten dalam menerapkan metode dari klinik pertanian organik Kembang Langit ini.