Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 157 »

Jeruk yang awalnya sakit, kini pulih dan sehat

Ibarat suatu kendaraan yang  model baru, memiliki Fitur fitur  baru, dan kapacitas CC nya sudah diatas 2000, kemudian  seseorang mempelajari fitur tombol tombol   yang  memang berbeda dengan sebelumnya dan sukses, dilain pihak ada lainnya yang tidak mempelajari dan hanya  menyamakan  saja cara penggunaan kendaraan lama  (yang tanpa tombol tombol automatis tersebut) kemudian gagal.

Orang yang Gagal tersebut, boleh saja menyalahkan kendaraan jenis baru tersebut  dengan mengatakan versi  modelnya sulit, ribet dan tidak baik sementara yang mau mempelajari fitur fitur barunya kemudian sukses mengendarainya  mengatakan kendaraannya sangat mudah di kendarai bahkan oleh anak kecil sekalipun.

Baik… hal diatas kami hanya menganalogikan berbagai tipe orang  dalam menyikapi tehnologi baru yang sebelumnya sangat berbeda dan di buat sebenarnya untuk memudahkan . Baik kita buktikan lagi kemudahan kemudahan dengan mengunakan ‘kendaraan” cara KPO KL ini.

Pada halaman artikel kali ini kita coba menyimak perkembangan tanaman yang di  percayakan ‘Driver’ nya oleh seorang anak kecil,  yaa…. seorang anak SMA kelas dua dari  Kab. AGAM Sumatera Barat. Pada artikel sebelumnya sudah kami tampilkan kondisi perkebunan jeruk dan kakao  milik dari   orang tua dari Adek Dian ini. Dalam hal ini Adek Dian hanya  memanage /mengarahkan dalam hal penerapan dari ‘ Fitur fitur dan tombol tombolnya.

Kondisinya saat ini tidak akan kami lebih lebihkan tapi apa adanya saja. Tanaman tumbuh subur sehat semantara awalnya  seperti yang terlihat dalam artikel sebelumnya. saat ini selain tunas tunasnya berkembang pesat, tanamannya pun sudah mulai berbuah dengan sangat lebatnya.

Inilah kondisi sebagian tanaman ( dari total 330 han batang ) saat ini ( gambar diatas ini) kondisinya sudah  tumbuh berseri… Bandingkan dengan kondisi sebelum perlakuan ( gambar bawah ) dan dilakukan pengamamatan pada lokasi ‘titik” yang sama.

Kondisi awalnya sangat memprihatinkan,….. Bahkan menurut hemat kami  kondisi untuk tanaman 4 tahun seperti ini sangat jauh dari harapan, tetapi untungnya Adik Dian secara aktif mau menerapkan POLA KPO KL secara konsisten dari step satu ke step berikutnya tidak ada yang ditambahi atau dikurangi.

Nah beginilah sebagian tanaman kondisinya saat ini, buah sudah mulai lebat dan ini tidak ada rekayasa sama sekali. Intinya memang penerapan secara konsisten tidak ada yang keluar jalur untuk langkah langkah awal hingga  langkah langkah berikutnya. Adanya penambahan ‘bahan tertentu”, hanya akan membuat sulitnya mendeteksi reaksi yang terjadi apa lagi kalau petaninya, tidak berterus terang dalam hal penambahan  dari bahan  apa yang ditambahkannya.

Ada sedikit catatan yaitu apabila pola KPO KL ini  pola penerapannya disamakan dengan tradisi kebiasaan sebelumnya maka kalau hasilnya tidak sesuai dengan harapan jangan menyalahkan kami. Nah dalam contoh kali ini kembali kami mencoba memberikan teladan dari hasil penerapan seorang anak/putri kelas 2 SMA saja yang diberi kepercayaan dalam menerapkan pola sesuai standar, sudah mulai terlihat tanda tanda keberhasilannya. Semoga berlanjut… menuju kesuksesan  selanjutnya.

MENGENDALIKAN HAMA DAN PENYAKIT JERUK DAN COCAO (1)

Kali ini kami akan memberi support pada mitra mitra yang lainnya agar lebih termotivasi bahwa sebenarnya cara atau pola yang  KPO-KL  susun benar benar mudah bahkan apabila diterapkan oleh anak kecil sekalipun.  Seorang anak remaja putri yang telaten yang baru  duduk di bangku SMA kelas dua, tetapi diberi tanggung jawab tehnis oleh orang tuanya untuk komunikasi tehnis dengan KPO-KL, dalam merawat  tanaman jeruk dan cocao nya yang hingga usia 4 tahun tapi malas untuk berbuah dan juga akibat terserang berbagai hama dan penyakit sehingga tanaman makin enggan berbuah.

Mitra muda kita kali ini dari  Kab. Agam. Sumatera Barat tepatnya dari Desa Sipisang Kec. Palupuh, jumlah tanaman sekitar 330 batang lebih. Hampir sebagian besar tanamannya bermasalah, pertumbuhan yang lambat, tunas mandeg, daun banyak terkena Downy Mildew, sengatan Lalat buah, batang  ‘panuan’, buah berkerut tidak mulus dll nya.

Pertama berkenalan dengan KPO KL, adek  Dian ini menginformasikan kondisi tanaman Jeruk dan Cocao Orang tuanya yang hanya daun nya saja yang banyak tetapi  buahnya nyaris tidak  terbentuk. Perkenalan dengan KPO KL semoga membawa keberkahan itu lah yang kami harapkan tidak memandang umur/ usia, ras atau agama, semua kami perlakukan sama.

Komunikasi jarak jauh dengan  de Dian yang diberi mandat orang tuanya untuk mempelajari metode KPO KL, ternyata tidak sia sia , (nanti pada tulisan bagian berikutnya kami akan tampilkan pula).

Beginilah rata rata kondisi tanaman Coklat dari mitra kecil kami ini . Kami angkat jempol bagi anak  yang kebanyakan seusianya  berkutat dengan dunia Maya , Medsos  tetapi ternyata  adek kecil ini dengan sungguh sungguh mempelajari dan menerapkan pola KPO KL secara seksama.

Seperti halnya pada umumnya petani Jeruk masalah yang mengenai pertanaman mitra muda kami ini adalah Lalat buah. Jeruk tak bisa besar sedikit menguning tetapi bukan untuk dipanen tapi langsung rontok. Secara bertahap kita tangani sambil menangani masalah pertanamannnya yang kompleks ini.

Komunikasi dua arah yang intens  terus kami lakukan, hasil  penerapan kami analisa dan secara aktif adik  putri ini terus juga menerapkan saran aplikasi dari KPO KL secara murni dan utuh, tidak ada penggantian produk saran baik dari KPO KL nya maupun yang berasal dari prouk kimia  nya.

Sebagian sudut kebun yang dikirim di awal perkenalan mitra dengan KPO , kelak  kita akan lihat juga hasil hasil penerapan yang diperoleh setelah beberapa aplikasi sejak akhir Desember 2018 hingga bulan Mei 2019 ini.

Penyakit yang disebabkan oleh embun tepung/Downy mildey termasuk yang kami secara sama sama bahas secara  intensif. Sebagaimana yang kita ketahui apabila tanaman sudah terkena embun Jelaga seperti ini maka proses fotosintesis akan terganggu dan akibatnya pertumbuhan baik generatif dan vegetatif nya pun akan terganggu. Pada bagian berikutnya akan kita utarakan hasil hasil dan juga proses langkah pemulihannya. Semoga berhasil adik Dian  dengan karya nya ini.

Yang muda yang berkarya…..

Efek Proses Pendampingan Semakin Meluas

Kami bangga karena mitra binaan kami sdr.Bp. Guru Aswandi, yang sudah bertahun tahun menjalin kemitraan bersama KPO KL kian waktu makin  berhasil. Masalah lahan bekas berkali kali ditanami sudah tidak menjadi masalah lagi dengan cara KPO KL ini.

Demikian juga saat ini dengan Bibit yang berasal dari  Bibit Pasar sekalipun hasilnya dengan pengelolaan KPO KL, hasilnya sama saja dengan Bibit Hybrida yang dibeli dari Toko Pertanian.

Hasilnya secara ekonomis jelas menguntungkan, biaya bibit tak perlu lagi mengeluarkan biaya khusus,Lahan  bekas yang sebelumnya sudah digunakan disambung lagi dengan bertanam cabe tidak juga jadi masalah khusus. Oleh Karena nya, wajar saja kalau setiap budidaya komoditas apa pun, hasilnya tidak mengecewakan.

Hal yang kami  menjadi bangga adalah ilmu yang didapatkannya hasil dari  “sekolah jarak jauh” Garut, Jabar – Barabai  – Kalsel tidak beliau “pe dewe”, tidak di simpan sendiri tetapi diseber luaskan lagi pada petani petani lainnya.

Termasuk salah satunya, berbagi pada petani Lain dari Tabalong Kalsel yang jaraknya lumayan Cukup jauh pula. Saat ini mitra kami Bp. Roni yang juga merupakan binaan bersama kami hasil pertanamannya makin meningkat dari waktu kewaktu.

Setelah berhasil di musim lalu dengan cabe besar Columbusnya saat ini beliau Bp. Roni menanam varietas yang lainnya bahkan ditumpang sarikan dengan Bawang Merah. Hasil keduanya sudah mulai tampak,  Cabe Merahnya sudah mulai memerah dan bawang merahnya pun sudah berumbi besar. Bahkan yang kami ikut bangga saat ini mitra bersiap siap berbudi daya tanaman Bawang Merah dengan ukuran  yang lumayan  luasnya.

Ada satu komitmen tidak tertulis diantara  mitra untuk saling berbagi ilmu berbagi pengalaman berdasarkan jalur track yang sudah kami lalui  dari masing masing mitra.

Kesuburan tanaman , kelebatan buah cara menghindari penyakit dari Antraknosa ,busuk buah, Lalat buah, Layu Fusarium, Keriting daun, Virus kuning terus kami kaji bersama dan makin mengokohkan metode yang kami terapkan .

 Setelah sukses pada tanaman CMB pada musim lalu kami berharap mitra Bp. Roni sukses juga pada tanaman Bawang Merah. Prinsip kami di Kpo KL, tidak ada Master tidak ada petani Jago, yang adalah kewaspadaan dan Pengamatan yang tepat untuk dijadikan bahan pertimbangan sebelum aplikasi ke aplikasi berikutnya.