Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 148 »

Pemilihan Varietas tanaman yang Tepat

Sudah menjadi kebiasaan petani untuk memilih dan menentukan jenis bibit  sebelum tanam, memang wajar dilakukan. Pertimbangannya, salah pilih bibit maka resiko berbudidaya sudah terasa sejak awal. ( Lokasi penerapan Bp. Rizal Sumedang Jawa Barat, dengan bibit  dari Sumatera Barat yang tidak diketahui  jenis /varietasnya ). ( Tanggal 22 Januari 2019)

Untuk milihan varietas tanaman  ada  beberapa hal yang perlu diperhitungkan  antara lain adalah :
Jenis varietas berdasarkan  permintaan pasar  yang paling dominan, hal ini biasanya ditentukan oleh ukuran buah, tampilannya, grade rasa dan warna buah dll.

Memilih varietas yang diketahui Produktivitas tinggi sudah menjadi rumus baku bagi petani sebelum, menentukan  pilihannya. Hal ini biasanya di ketahui melalui pengamatan dan informasi dari sesama petani.

 Sering pula kita dengar istilah dari petani , bahwa varietas ini, tahan layu atau tidak tahan patek  sebagainya, hal ini di tentukan oleh daya Tahan varietas tersebut terhadap serangan organisme pengganggu tumbuhan

 Daya adaptasi dari suatu varietas juga menentukan produktivitasnya. Sebab apabila tidak   Cocok ditanam pada kondisi ekosistem setempat, yang terjadi adalah penurunan kuantitas dan kualitas produksi.

Tetapi dalam konsep dan praktek yang sudah kami jalani sampai saat ini, kami mencoba untuk keluar dari pakem yang berlaku, bahkan sering kami menggunakan suatu bibit yang belum ‘ternama’, mencoba adaptasikan varietas dari ekosistem dataran tinggi untuk ditanam di dataran rendah. Intinya, varietas apa saja silahkan di gunakan, sebab kami baik sangka saja , suatu varietas diluncurkan ke Masyarakat sudah melalui penelitian dan uji kesesuaian lokasi yang panjang. Kita tinggal tanam, menggunakan pola KPO_KL. Semoga berhasil mitra dengan Jenis Varietas apapun.

Layu Fusarium dan tehnik pengendaliannya

Banyak cara yang petani lakukan untuk menanggulangi penyakit layu khususnya layu yang disebabkan oleh cendawan atau jamur Fusarium. Ada yang menggunakan cara kimia Ada pula yang secara technics mechanic atau ada pula yang menggunakan cara melawan cendawan Fusarium dengan menggunakan cendawan antagonis.

 Hal yang lazim dilakukan oleh petani untuk mengendalikan layu fusarium ini antara lain adalah dengan memberikan perlakuan kimia seperti dengan pengecoran fungisida berbahan aktif tembaga dan lain-lainnya.

 .Ada pula yang menggunakan cara yang umum yaitu dengan Pengobatan dengan menggunakan Cendawan Seperti Cendawan antagonis Tricoderma.

Secara teknis mekanis, biasanya berupa, petani melakukan pemadatan tanah dengan cara menginjak-injak tanah di sekitar areal perakaran yang terdapat gejala-gejala kelayuan.

 Sedangkan cara  Klinik Pertanian Organik Kembang Langit lakukan agak berbeda yaitu dengan menggunakan tehnik tersendiri untuk  menekan pertumbuhan cendawan fusarium sebagai lawan atau antagonisnya.  Pengaplikasiannya terdapat pada CAS dan Freshtan , yang di kocorkan hanya dengan 5- 10 sendok /tutup per 200 liter airnya.

Hasilnya sebagaimana yang kita lihat pada perkembangan tanaman mitra kami Mas Syafak dari Samarinda, Kalimantan Timur ini. Tanaman yang ditanam pada daerah Marjinal daerah yang kurang Subur ,tanah Podsolik Merah Kuning, Di mana  tanahnya banyak kekurangan unsur Hara nya dan cenderung bersifat masam tetapi tampak bahwa pertumbuhan tanaman tetap sehat dan terhindar dari layu fusarium.

 Tanaman yang per tanggal 22 Januari 2019 saat ini berusia 75 hari. walaupun tanah cenderung masam yang Biasanya berkorelasi dengan berkembangbiak nya cendawan penyebab layu fusarium tetapi dengan metode yang kami kembangkan ini tanaman secara keseluruhan bisa dikatakan Aman dari layu fusarium.Walaupun ada yang layu tetapi masih dalam taraf wajar karena jumlahnya sangat minim istilah kami (hanya 1-2 batang  saja).

 Sarankan pada saat menggunakan CAS dan Freshtan untuk tidak mengaplikasikannya dengan Bakterisida, jenis apapun. selain itu silahkan sedangkan Penggunaan Fungisida atau insektisida secara bersamaan  dengan CAS dan Freshtan tidak apa apa.

Semoga saja tanaman mitra kami ini , mas Syafak terus bertahan dan sehat terhindar dari berbagai hama dan penyakit sampai musim tanam berakhir. Pengelolaan tanaman menjadi lebih simpel, sehat terhindar dari penyakit layu fusarium dan subur buahnya terlihat lebat.  (Silahkna di simak link terkait dibawah ini.)

https://youtu.be/8DbfmqjemBc

 

 

Bertani dengan Keyakinan

Ada hal yang menarik dan menjadi catatan kami dengan mitra kami dari Sumatera Barat ini. Beliau yang notabene bukan berprofesi sebagai petani murni tapi setelah berkecimpung dan mendalami teknik bertani berbasis organik cara klinik pertanian organik ini hampir di setiap pertanaman nya beliau tidak mengalami kegagalan, dan semoga ini terjadi untuk masa-masa berikutnya.

Melanjutkan pengamatan kami pada tanaman pk Alham di daerah Bukittinggi, hingga saat ini Ini sudah memasuki masa petik pertama dan kondisinya pun terlihat segar bugar.

. Dalam bertani menurut hemat kami memang tidak berlaku istilah ” jago Tani” atau Master Tani Yang ada hanyalah bagaimana tidak bisa membaca dan memberikan apa yang dibutuhkan tanaman pada saat tertentu.

 Oleh karenanya tidak mengherankan bagi kami walaupun seseorang itu sudah sangat berpengalaman dalam bertani suatu waktu mungkin saja mengalami musibah” kecelakaan”.  hal ini terjadi di baik karena kecerobohan baik karena faktor teknis ataupun oleh faktor psikologis.

 Dalam hal ini dengan metode yang kami kembangkan kami pun tidak merasa lebih bisa dari petani tapi mencoba untuk sama-sama mempelajari apa yang dibutuhkan oleh tanaman pada saat Waktunya pemupukan/Pengobatan.

Keyakinan terhadap suatu metode diperlukan tetapi juga tidak diharapkan terjadinya “over confidence”. Namun ketidak yakinan  suatu metode juga justru jadi boomerang bagi petani, karena penerapan bisa kandas ditengah jalan.

Hal demikian bukannya sedikit, kami rasakan  cukup banyak petani yang karena kurang yakinnya , hingga pada suatu  waktu “problem mendera”, maka yang terjadi keraguan muncul dan pada akhirnya metode awal ditinggalkan dan  metode jadi kacau balau.

Padahal kalau petaninya mau bersabar sedikit dan lebih intens melakukan komunikasi, kita bisa sama sama untuk meningkatkan ” grade”, Pengobatan atau pemupukan yang sifatnya lebih” kuat “dari sebelumnya. Memang pada tradisi kami adalah menerapkan bahan bahan yang bersifat “soft”lunak terlebih dahulu baru naik “grade”secara bertahap. Karena faktor kekurang yakinan dan terkungkung oleh kebiasaan sebelumnya, terkadang petani nya tidak sabar dan  langsung lompat ke tingkatan yang “hard” tanpa kompromi.