Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 126 »

MENGUKUR KADAR PUPUK, AGAR TANAMAN TETAP BUGAR

Pada Bulan Januari 2018, kami sempat menginformasikan keberhasilan mitra kami dari Tondano yaitu Bp.Novi yang sedang menanam rawit varietas Lokal dan juga Hibrida . Jumlah tanamannya sekitar 2000 batang dan hingga bulan Maret 2018 ini ternyata tanamannya masih berproduksi bahkan seperti muda kembali.

Pada saat itu pak Novi, sedang puncak puncaknya produksi dengan tampilan tanaman yang nyaman dipandang mata.

(Gambar bulan Januari 2018). Saat ini tanaman beliau sudah dipetik dikisaran 950 kg , dari tanaman yang bertahan sekitar 1700 batang lagi .

Sedari awal kami secara khusus , menyisakan dua baris kecil (gambar kiri diatas, patokan dari Pohon besar ke sebelah kiri/konvensional, dan dari Gubuk ke Kanan /kpo KL.) yang kami maksudkan sebagai pembanding perlakuan . Tanaman dua baris tsb, secara khusus dipisahkan perlakuannya diluar metode kpo KL. (hasilnya sebagaiamana terlihat digambar).

Hingga akhir pekan terahir bulan Maret ini,( tanaman mitra kami, pak Novi yang juga menjadi binaan Bp.Yance ini ), tanaman rawitnya masih saja bertahan dan bahkan seperti muda kembali. Di Usia 7 bulanan tanamannya masih produktif dan masih menghasilkan pundi pundi  kas Rumah tangga.

Dengan harga hingga saat ini masih dikisaran 40 ribuan, tentunya budidaya cabai cara kpo KL ini, terasa betul  kontribusinya. Usia yang bertahan lama, sekaligus menandakan pak Novi telah berhasil  lulus dalam mengendalikan hama dan penyakit seperti busuk buah , layu, Hama thrips , Ulat dan lain lainnya.

Mengukur kadar pupuk dan pestisida sedari awal merupakan salah satu , rahasianya. Memberikan pupuk dan pestisida , tidak dg cara yang berlebihan tapi cukup dengan alakadarnya saja. Batas ambang yang dijadikan patokan adalah tingkat kesehatan tanamannya.

Pada saat tanaman terkena suatu penyakit, bisa dijadikan bahan evaluasi bahwa makanan atau pupuk yang diberikan sudah melampaui, Tingkat batas kebutuhannya. ( ibarat sedang latihan berkendara, kadar gas rem dan koplingnya, akan terasa pada saat kita mengemudi secara langsung).

Kami berharap tanaman mitra Kami dari Tondano Sulawesi Utara ini, terus bertahan dan berusia lebih panjang lagi, sehingga masih bisa terus menghasilkan pendapatan dan kesejahteraan bagi petani dan keluarganya.  Semoga saja, karena Kalau melihat kondisinya, hingga tanggal 25 Maret 18 ini, tanaman mitra masih membentuk tunas baru dan produktif.

MELAWAN PATEK, agar USAHA TANI UNTUNG

  1. Busuk buah atau yang biasa dikenal dengan sebutan patek,  saat ini kembali ngetren di kalangan petani tidak sedikit petani yang gulung tikar usahanya karena tidak berhasil mengatasi penyakit yang disebabkan oleh cendawan ini.

 Namun tidak halnya terjadi pada Mitra kami Bapak Yance dari Sulawesi Utara ini. Dalam screenshot di atas tertera hingga saat ini usia tanaman rawit Bapak Yance sudah memasuki 7 bulan(tanam tanggal 16 Sep 2017)  hal ini menunjukkan bahwa tanaman yang beliau rawat dengan teknik klinik pertanian organik kembang langit berhasil dalam menanggulangi antraknose tersebut.

Memang tanaman beliau sempat juga terkena akibat dahsyatnya serangan patek tersebut. Secara umum beliau berhasil menanggulanginya sehingga tanaman cabe nya hingga saat ini sudah berusia 7 bulan dan masih produktif. Hasil yang diperoleh sudah mencapai 1,6 ton sungguh hasil yang sangat memuaskan di saat serangan busuk buah sedang terjadi di mana-mana.

Harga yang tinggi saat ini di wilayah Sulawesi Utara ada di Kisaran Rp40.000 sampai dengan Rp50.000 per kilogramnya. Biasanya ada hubungan yang erat antara tingginya harga jual petani dengan tingkat serangan busuk buah yang berat.

. Dari segi usaha tani hasil sedemikian 1,6 ton untuk 3000 batang dengan rataan harga di Kisaran Rp40.000 sampai Rp50.000 saja Pak Yance jelas sudah untung besar hal ini sangat berbeda dengan petani konvensional di daerahnya yang hanya bisa panen sampai 5 kali petik saja.

Masak petik yang panjang yang menjadikan potensi hasil makin meningkat jelas membuat usaha tani cabe rawit ini sangat menguntungkan dan hal ini ditunjang oleh kepiawaian dari Mitra Tani dalam mengendalikan Salah satunya yaitu penyakit busuk buah atau patek.

(Warna buah kuning emas, terus bermunculan disertai dengan bunga bunga yang masih semarak).

Demikianlah rupanya Mengapa Mitra kami dari Sulawesi Utara ini sudah untuk kedua kalinya bolak-balik dari Sulawesi Utara ke Garut. Kami berharap makin banyak petani yang mampu mengendalikan penyakit yang banyak menyebabkan petani rugi besar. Metode yang kami kembangkan dalam hal ini adalah dengan memberikan mikroba antagonis yang terkandung dalam produk pendukung kpo KL untuk melawan cendawan colletotrichum Sp.

LAYU FUSARIUM

Pada pertengahan bulan Februari lalu telah kami ulas tanaman cabe dari Mitra kami ibu Retno di Bogor.( bisa dilihat pada artikel sebelumnya).

Hingga tanggal 24 Maret 2018 saat ini kebun Ibu Retno tersebut yang berada di Cilendek Bogor telah panen 4 kali. Hal ini kami anggap sebagai contoh kejadian yang tidak disangka. Tanaman yang dikelola secara standar teknis klinik pertanian organik kembang langit sedari awal menghasilkan buah yang lebat dan sehat.

Seperti biasa kami melakukan monitoring secara ketat terhadap tanaman Mitra Mitra kami,

Tetapi ada kalanya beberapa perlakuan Lost Control sehingga kami dan mitra tidak terjadi komunikasi yang intens.

Pemberian pupuk yang berlebih dan tidak tepat timingnya menyebabkan  beberapa tanaman sempat mengalami kelayuan. Untunglah dalam waktu cepat kami melakukan tindakan berupa pemberian bahan-bahan untuk menghambat pertumbuhan dan perkembangan spora cendawan penyebab layu tersebut.

Dalam hal ini yang kami lakukan adalah dengan memberikan perlakuan berupa pengecoran pupuk dengan komposisi sebagai berikut: Protektan dan pupuk CAS 5-7 tutup per drum 200 liter air, untuk menekan pertumbuhan cendawan Fusarium sp penyebab layu tsb.

Kami sangat senang dengan hasil yang diperoleh ini karena dengan pola yang sangat sederhana, tanaman terhindar dari  penyakit yang mematikan tersebut. Selain daripada itu tanaman bu Retno,  tumbuh subur dan berbuah lebat, Padahal ditanam dengan bibit “afkir” sekalipun.