Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 157 »

Hari Raya Iedul Fitri, Hari Raya bagi Petani

Hari raya biasanya menjadi target waktu bagi petani untuk mendapatkan “ancer ancer” dimana harapan harga yang mahal bisa didapatkan. Memang dalam beberapa tahun kebelakang ini harga harga sayuran khususnya cabai, agak kurang bersahabat bagi petani.

Pada tahun ini 2019, (1440 H) petani tersenyum  “sumringah” karena harga sayuran khususnya cabe, mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan. Seperti halnya mitra kami Bp. Roni dari Tabalong Kalsel yang merupakan binaan KPO KL  pusat dan juga dari Cabang Kalsel ( Bp. Aswandi ), mendapatkan harga penjualan yang sangat menggembirakan.

Tanaman cabe varietas Phanter yang ditanam pada tanggal 17-2 2019 ini sudah panen berkali kali, pada gambar diatas pada saat petikan ke 9, hasilnya sudah diatas  estimasi. Bagaimana tidak pada saat  menjelang hari raya  ini harga di Kalsel khususnya, Tabalong – Barabai, dikisaran 40-50 ribu per kg nya.

Mitra yang sudah berulang kali menerapkan pola KPO KL ini, dengan varietas yang berbeda beda pun hasilnya tidak lah mengecewakan, walaupun kali ini varietas ini perawatannya sedikit agak rewel dibandingkan varietas sebelumnya.

(Kondisi tanaman  sekitar seminggu menjelang hari raya .) Memang pada saat hari raya ini, sudah selayaknya petani daerah mendapatkan harga yang memuaskan karena pada saat tersebut angkutan antar pulau yang menggunakan pesawat/ kapal laut sudah tidak diperkenankan mengangkut /tranportasi barang barang. Apalagi pada saat ini, biaya cargo pesawat barang  biaya angkutnya sudah tidak  “layak’ lagi, harga tranportasi melambung tinggi.

Hal demikian suatu keuntungan  tersendiri bagi petani daerah dan memang seharusnya pada saat hari raya ini petani petani diberbagai daerah  disentra pertanian pun selayaknya mendapatkan harga yang sesuai dan menggembirakan.

Terpaan harga murah sejak tahun lalu, nyaris saja menjatuhkan mental petani, bagaimana tidak beberapa musim tanam  ini harga cabe, ” jatuh sejatuhnya” . Dan….pada hari raya ini, mitra mitra kami yang tetap semangat dan yang melakukan perhitungan waktu tanam yang tepat, mendapatkan harga yang sangat layak di hari raya lebaran ini.

Sudah selayaknya petani mendapatkan THR , Tunjangan Hari Raya pada hari besar umat Islam ini, karena petani tidak ada yang memberi  upah /gajihan apalagi THR atau Gajih ke 13.

Aplikasi ke Aplikasi,pada Tanaman Jeruk dan Kakao Kakao

Perkembangan Tanaman Jeruk dan Kakao mitra muda kami dari Agam dari waktu ke waktu menunjukkan progress yang menggembirakan. Bagaiamana tidak, tanaman yang awalnya sakit berat saat ini makin menunjukkan tingkat pertumbuhan yang pesat serta berbuah lebat , diluar dugaan.

Memang menjadi keheranan juga bagi kami, kenapa petani muda yang baru mengenal pertanian, atau mungkin juga belum pernah melakukan pencangkulan ladangnya sendiri, tetapi hasilnya bisa membuat kami tercengang.

Bisa dimaklumi memang karena metode yang kami kembangkan ini, sebenarnya bisa dikatakan sangat mudah dan tinggal menerapakn langkah per  langkah  sesuai tutorialnya.

Hal inu juga bentuk layanan purna jual dari produk kami yang tidak  hanya sekedar melepas produk terapi kami melakukan pendampingan sebagai rasa tanggungn jawab kami dalam merealis produk produk kami ini.

Hal ini menjawab pula beberapa pertanyaan seperti, kpo KL, pelit ilmu dan melakukan pembodohan petani. Dengan hasil ini Kami tak perlu berdebat menjawabnya, karena perdebatan tidak ada ujungnya apabila tidak ada hasil nyata yang diperlihatkan.

(Ukuran buahnya pun sudah seperti jeruk Medan / Brastagi). Dari hasil adik Kecil Siswa SMA ini, membuktikan bahwa, orang yang tidak paham bertani sekalipun bisa langsung berhasip , sukses??? Kami mau balik bertanya, apakah ini langkah pembodohan atau sebaliknya??? Yang ngak tahu apa apa jadi tahu ” apa apa”??? Apakah dalam proses ini kami tidak mentranferkan ilmu  ????

Hasil pada tanaman Kakao pun sudah tampak, awalnya tanaman setiap akan berbunga berbuah , selalu rontok tetapi saat ini tidak lagi malahan terlihat buahnya mulai lebat.

Hal yang utama dalam pola kami ini adalah, step langkah per langkahnya betul betul kita perhitungkan dan cermati secara detail, ada saja satu langkah( aplikasi) yang diluar anjuran maka akan sulit kami menganalisanya. Kejujuran dan saling kepercayaan memang diperlukan, dan rupanya anak anak yang “polos” lebih cepat tanggap dan memahaminya.

Dengan demikian, setiap langkah aplikasi tidak ada yang diluar anjuran dan tidak ada yang tidak terdeteksi , sehingga memudahkan kami bersama dalam menjalankan metode ini, hingga saat ini. Hasilnya pun sudah mulai terasa. Semoga sukses Adik Kecil….Engkau telah banyak memberi kami pelajaran perihal kerendahan hati dalam menerima suatu, Pengetahuan.

Tanaman Jeruk dan Kakao nya, Semakin pulih dari Sakitnya(3)

Perkembangan tanaman adik kecil mitra kpo KL,betul betul menampakan jati dirinya yang sejati. Tanaman yang awalnya sakit sakitan dan malas berbuah saat ini berbalik 180 derajat, tanaman berbuah bahkan sangat lebat.

Seperti terlihat dalam gambar dihalaman artikel kami saat ini. Tanaman tak mau lagi malas , saat ini bahkan bisa menjadi tanaman yang dibanggakan.

Salah satu kuncinya dalam menerapkan pola KPO KL adalah, kesabaran, tidak “grasa grusu”, tidak tergesa gesa sehingga akibat tidak sabar tsb biasanya petani memberikan dosis yang tinggi dan interval yang dirapatkan. Hal ini berlawanan dengan metode KPO KL.

Kita lihat buahnya sama sekali tidak ada rekayasa. Hanya saja yang biasa menyebabkan petani yang menggunakan metode KPO setengah hati adalah, merubah komposisi yang menjadi standar penerapan.

Selain Tanaman Jeruk,Mitra junior dari Agam Sumbar ini  menanam tanaman kakao yang juga mulai belajar berbuah setelah sekian lama tidak produktif. Perbedaan yang mendasar kenapa banyak petani pemula yang berhasil dg cara kpo KL ini, yaitu karena petani pemula, ada kesungguhan, keyakinan, tidak setengah hati dan tak terbersit untk menggunakan cara pola pola kimia sedikitpun

Kalau dalam metode kami, aplkikasi ke aplikasi / langkah berikutnya sangat kami perhatikan betul, karena adanya waktu jeda kekosongan informasi dari mitra pada masa masa awal penerapan, akan menyulitkan untuk menganalisa pada aplikasi berikutnya.

(Tanaman yang awalnya hanya meninggi saja saat ini pun mulai berbuah). Adanya koordinasi dan kerjasama diperlukan untuk terus memantau reaksi demi reaksi yang terjadi. (Hal ini bukan karena kami lah yangmengeluarkan produk pendukung dan paham spesifikasi dari masing masing fungsinya.)

Sekali lagi kami ingin menjelaskan bahwa adanya penambahan atau pengurangan unsur akan menyulitkan analisa kita bersama,jadi kalau ada yang berhasil pada  tanaman Jeruk, bisa jadi karena …memang produknya dipakai tetapi metodenya,( maaf) ” sakarepe dewe”( semaunya sendiri). Sedangkan sebenernya mudah sekali metode kpo KL ini,sampai sampai anak putri kecil SMA kelas 2 pun, sudah pandai Menafigasi memandu jalannya arah kendaraan dll nya.