Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 129 »

Perbandingan Produktivitas, antara tanaman yang tinggi dan yang pendek

Perkembangan tanaman Bapak Tatang hingga saat ini masih terus berproduksi dan tunas-tunas masih berkembang dan masih menghasilkan buah buah yang banyak.

 Tanaman ini hingga saat ini hasil petikannya sudah mencapai rata-rata 1,3 kg per lobang tanam.

Kondisi tanaman masih segar dan bertahan dan kami berharap tanaman ini terus berproduksi dalam masa ketik yang panjang.

Sementara itu penerapan yang dilakukan oleh Mitra kami saudara Adi hasilnya hingga saat ini sudah mencapai 0,6 kg per batang.

Kondisi tanaman memang masih segar bugar tetapi karena jumlah ruas percabangan agak kurang dibanding dengan tanaman yang tinggi seperti halnya tanaman Bapak Tatang. Namun walaupun demikian dengan jumlah petikan ke 14 ini, hasil sudah bagus, dan masih berpotensi untuk berproduksi selanjutnya.

Hingga saat ini bisa kita simpulkan bahwa tanaman yang memiliki ruas percabangan yang banyak jelas memberikan kontribusi buah yang banyak pola.

Bisa kita simpulkan dari Hasil tersebut di atas bahwa tanaman yang kurang tinggi jelas potensi hasilnya masih di bawah potensi hasil tanaman yang memiliki percabangan yang banyak dan tinggi.

Pada tanaman yang memiliki pertumbuhan yang tinggi potensi untuk berbuah lebih banyak masih terus ,ada. Hal ini sekaligus mematahkan image bahwa tidak perlu tanaman terlalu tinggi yang penting buahnya lebat ,kalau prinsip kami justru mengharapkan tanaman yang tinggi dan berbuah lebat itu menghasilkan produksi yang berlipat ganda.

Silahkan anda mencobanya sendiri kemudian lakukan perbandingan antara dua Vigor tanaman tersebut.

TEHNIK AGAR TANAMAN CABE RAWIT, MASA PANENNYA LAMA

Tanaman cabe rawit Mitra kami pak Nov dari Sulawesi Utara hingga bulan Mei 2018 Ini sudah memasuki bulan ke 9 dan tanaman rawitnya masih bertahan dan masih produktif.

Bahkan tanamannya hingga saat ini informasi yang kami terima dari pak Nov ,sudah mencapai 0,6 kg per batangnya.

Hasilnya sudah mencapai 1110 kg dari jumlah 1700 batang yang tersisa.Hasil ini sudah sangat jauh diatas rata rata dari penghasilan petani setempat.

Memang dari 3 jenis varietas yang ditanam yaitu Lokal, Mahameru dan Nirmala, yang paling cocok dan memiliki daya tahan terhadap serangan penyakit adalah varietas lokal..

Dengan harga yang sempat mengalami harga tinggi di awal tahun, dikisaran 30-40ribu per kg nya, jelas usaha budidaya rawit ini sangat menjanjikan akan keuntungan. Tinggal kita cara memanage pengelolaan tanaman dari cara budidaya dan pengendalian hama dan penyakitnya.

Jelas , agar tanaman yang kita kelola berumur panjang dan lama masa panennya, kita harus bisa mengupayakan agar tanaman tetap sehat dan terhindar dari serangan hama dan penyakit (seperti, Hama Ulat , Lalat buah, Patek, layu dan keriting daun.)

Salah satu , tehnis utama nya yaitu, memberikan makanan yang sehat , Mikroba pengurai yang sesuai dan mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang tinggi.

Khususnya penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang tinggi, dampaknya menyebabkan jaringan tanaman menjadi, cepat tua.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman cabe di musim “transisi”

Perubahan musim dari musim penghujan ke musim panas memang memerlukan perlakuan ekstra, karena jelas pada saat musim penghujan Biasanya kita memperkuat penggunaan fungisida sementara memasuki musim panas penggunaan insektisida lebih diprioritaskan.

Inilah kondisi tanaman Bapak Asep yang hingga saat ini tanggal 8 Mei 2018 setelah panen sebanyak 11 kali. Tanaman terlihat seperti kekurangan air karena memang lokasi yang cukup jauh dari sumber air.

Tetapi walaupun tanaman kekurangan air, kami terus berupaya Agar tanaman tetap segar dan bugar. Selain itu produktivitas tetap diupayakan agar stabil dan tidak terjadi penurunan produksi secara drastis.

Memang perubahan kondisi cuaca dari musim penghujan ke musim panas hal yang paling menonjol adalah penurunan timbangan berat buah karena kadar air pada buah yang berkurang.

Ini merupakan data petikan yang diperoleh Bapak Asep hingga petikan kesepuluh. Hasil yang diperoleh sampai dengan petikan ke-10 dengan jumlah tanaman sekitar 4200 batang adalah 2005 kg. Informasi yang kami dapatkan petikan ke 11 pada tanggal 10 Mei 2018 sebanyak 150 kg jadi total hingga saat ini hasil yang diperoleh adalah 2155 kg.

Dengan harga yang cukup bagus di awal awal masa panen yaitu di Kisaran Rp30.000 per kilogramnya Bapak Asep ini sudah bisa menutup seluruh biaya permodalan pada pemetikan ketiga atau keempat kali nya. Perihal hama dan penyakit masalah kutu kebul ,hama thrips, tungau, lalat buah, layu fusarium ,antraknose atau patek dapat tertanggulangi. Adapun yang dianggap agak berat di musim tanam ini adalah masalah virus kuning, sebelum menggunakan metode klinik pertanian organik kembang langit.

Tetapi Untunglah masalah tersebut pada akhirnya bisa tertanggulangi dan tanaman hingga saat ini masih produktif.