Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 ... 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 ... 157 »

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABE

 Tidak mudah memang,memelihara tanaman dalam kondisi perubahan cuaca seperti saat ini. Pertanaman cabe disekitar lokasi aplikasi kami,hampir tidak kami temukan yang kondisi tanamannya “layak”. Sebagian besar kondisinya terkena keriting daun dan layu. Hal ini kami kemukakan bukan dengan alasan yang dibuat-buat,tetapi inilah kenyataannya.Mungkin anda juga sebagai praktisi maupun pengamat pertanian,bisa menjadikan INDIKATOR,HARGA CABE pada saat ini,yang sudah lebih dari Rp.20.000,-(untuk wilayah di Jawa Barat,di luar pulau jawa harga nya bisa lebih dari nominal tersebut).
Aplikasi kami selanjutnya dilakukan di kp.Cipondok Cigasti, Leles Garut
A.1. Pada tanggal 11 Agustus 2011 dilakukan,pindah tanam. Komoditas yang ditanam adalah Cabe Keriting dan Brokoli.
A.2. Satu minggu kemudian,kami kembali memantau kondisi tanaman.
B.1. Tanggal 13 September 2011,dari pantauan, kami puas dengan hasil yang didapat. Pertumbuhan tanaman Brokoli dan Cabe,tumbuh dengan subur. Dalam aplikasi ini kami bekerja sama dengan 2 orang remaja (Sdr. Mus dan adiknya Sdr. Aat,petani junior,berusia masih sangat belia,sekitar 20 tahunan). Terkadang kami memang memprioritaskan bekerja sama dengan petani-petani “pemula”,karena mereka pada umumnya lebih terbuka terhadap INOVASI -INOVASI dibidang pertanian,berlainan dengan petani “SENIOR” yang lebih susah untuk menerima TEHNOLOGI ini. Petani petani senior pada umumnya sudah terkungkung oleh “ajaran-ajaran tehnologi kimia”,walaupun sekarang mereka sudah merasakan efek dari “TEKHNOLOGI INSTANS “tersebut.

B.2..

C.1.Pengambilan gambar selanjutnya kami lakukan pada tanggal 20 Sep 2011,tanaman berusia 40 harian (penanaman 11 Ags 11, Sesuai gambar A.1). Seperti hal nya juga manusia apabila sehat,masak harus mengkonsumsi obat terus.

C.2.Daun Brokoli yang segar kebiru-biruan.
Memang dalam budidaya dengan dasar POLA PERTANIAN ORGANIK ini, kami belum bisa sepenuhnya meninggalkan BAHAN KIMIA,baik itu PUPUK KIMIA ataupun PESTISIDA KIMIA. Tetapi dengan pola ini,kami berupaya menekan penggunaannya,agar bisa SEMINAMAL MUNGKIN.


D.1. Kondisi tanaman cabe sempat merana,hal ini terjadi karena,waktu panen dari tanaman Brokoli,yang dilakukan tidak sekaligus,tetapi dilakukan secara bertahap. Hal demikian menyebabkan perlakuan Pengecoran menjadi agak terhalang,karena biasanya perlakuan pengecoran dilakukan setelah tanaman brokolinya, seluruhnya telah dipanen.

D.2. Hasil pengamatan kami,tanggal 15 Okt 2011,setelah tanaman BROKOLI di panen.Memang ada sedikit “gangguan” pada tanaman budidaya lainnya yaitu CABE,tampak tanaman Cabe,daunnya kurang lebar,maklum sebelumnya “tersedot” oleh Brokoli,dan kemarau yang terik beberapa bulan sebelumnya.

E.1. Selanjutnya kami mencoba untuk memacu pertumbuhan cabe,yang sempat terganggu.
Namun demikian kami tetap mengantisipasi,terjadinya serangan hama dan penyakit.
Terutama dalam musim “peralihan” demikian kami waspadai betul agar terhindar dari PATEK dan LAYU FUSARIUM.

F.1.Selanjutnya kondisi tanaman,pada tanggal 5 Nov 2011,sudah berbuah dan daun mulai tampak pulih secara bertahap. Tunas-tunas baru sudah mulai tumbuh dan berkembang .
Sungguh hal yang menyenangkan teman ,dengan hasil yang telah dicapai hingga saat ini (apalagi tentunya oleh pemiliknya,tampak dalam Foto, sdr Aat,petani belia,yang umurnya bahkan kurang dari 20 tahun).

F.2. Setelah tanaman berusia sekitar 3 bulan,kondisinya mulai membaik,setelah sebelumnya sempat “rebutan” makanan dengan Brokoli (hasil tanaman awal brokoli,sangat memuaskan)

G.1. Inilah kondisi tanaman,setelah panen/petik pertama
G.2. Tampak tunas-tunas baru bermunculan,bunga dan buah juga tampak lebat

G.3. Inilah sosok petani pemula tersebut, sdr Aat,memegang PROTEK-tan dan kanan Sdr Mus yang memegang PESNATOR. Dua sosok anak muda yang mau berinovasi,ala klinikpertanianorganik  – KEMBANG LANGIT.

MENGENDALIKAN LAYU FUSARIUM PADA TOMAT,CABE dan KENTANG

Penyakit layu pada tanaman yang paling sering terjadi adalah akibat serangan jamur atau akibat bakteri. Hanya pada umumnya petani kita suka salah kaprah dalam menganalisa dan pemberian langkah pengendaliannya. Menurut hasil pengamatan kami dilapangan yang paling sering terjadi adalah akibat serangan  cendawan Fusarium sp.

Menurut pengamatan kami,justru kesalahan terbesar dalam praktek budidaya petani kita adalah,pemberian obat bukan pada sasarannya. Kami ungkap diatas sebagai tindakan pengendalian yang salah kaprah,karena penyakit layu akibat jamur,tetapi diberi “obat” untuk layu bakteri.
Banyaknya kasus LAYU tanaman yang terjadi,menggugah kita untuk,secara aktif melakukan uji coba pada berbagai tanaman hortikultura,seperti pada Tomat,Cabe dan Kentang.
1
A.1. Gambar diatas ini kami ambil,pada saat uji terap kami di daerah Cibuluh, Cikajang, Garut.
Dalam hal ini,uji terap yang kami lakukan adalah diantaranya uji terap perihal pengendalian Layu.
Tampak tanaman tomat ditumpangsarikan dengan Petcay,sebagai patokan kami ambil berupa,pohon besar yang terpisah sendiri.
2
A.2.Selanjutnya, tanaman kami pantau lagi . Hasilnya seperti nampak pada gambar diatas.
3
A.3. Pada saat tanaman sudah berbuah,terlihat buah bagian atas,tampak besarnya hampir sama dengan buah bagian bawah (bisa dilihat pada foto dibawah ini). Lokasi tidak berpindah,pengambilan gambar masih tetap dalam sudut yang sama.
4
A.3. Pada saat yang bersamaan kami mengambil gambar dibagian bawah,tanaman.  Pada uji terap ini kami,secara khusus melakukan penelitian untuk mengendalikan penyakit Layu.
Berikutnya,uji terap kami lakukan pada tanaman kentang dan cabe,untuk mengendalikan Layu Fusarium
6
B.1. Uji terap ini kami lakukan di Kec. Pasirwangi, Darajat ,Kab Garut- Jawa Barat
Tanaman kentang Var. Granola usia sekitar 70 harian, daun tampak hijau kebiruan (ciri tanaman sehat)
7
B.2. Pengamatan selanjutnya kami lakukan lagi ,pada saat tanaman beberapa hari menjelang panen (usia lebih dari 90 hari),tampak ditengah-tengah lokasi penanaman kentang ada “saung”/gubug jaga,yang baru dibuat,khusus mengantisipasi hilangnya kentang dari tangan- tangan usil.
Walaupun tanaman sudah siap panen,namun kondisi tanaman tampak sehat,dan yang terpenting terhindar dari KELAYUAN. Pemberian PROTEK-tan dan PUPUK CAS,ternyata efektif untuk mengendalikan penyakit tersebut.
Selanjutnya kami uji terapkan pada tanaman cabe keriting
8
C.1. Tanaman ini sudah berulang-ulang dipanen,dan yang kami syukuri adalah tanaman terhindar dari LAYU FUSARIUM,langkah-langkah pengendalian telah kami kemukakan diatas.
9
C.2. Dalam uji terap ini,sengaja kami tidak melakukan pemangkasan cabang-cabang tanaman,tetapi cabang-cabang sengaja kami pelihara. Anggapan sementara ini,adalah apabila tanaman tidak dibuang cabangnya,maka buah pada tunas- tunas ujung dan pada cabang ,tidak akan besar.
Dalam uji terap ini ternyata,hasilnya bisa anda lihat sendiri,buah pada cabang paling bawah sekalipun,tampak tumbuh subur,berbuah lebat dan ukuran buah tetap normal.
10
D.1.Tampak pada gambar,buah pada cabang paling bawah sekalipun,jumlahnya banyak,setiap tangkai kisaran 7-9 buah. Jadi sayang kan kalau dibuang (di wiwil/jawa,disirung/sunda). Penekanan kami dalam hal ini adalah untuk mendapatkan hasil yang optimal adalah mengatur pola pupuk/makan.

BISA DI LIHAT JUGA ARTIKEL YANG BERKAITAN DENGAN LAYU FUSARIUM INI, DI HALAMAN LAINNYA.

…..