Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 ... 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 ... 153 »

Pengendalian penyakit CABE PATEK

Selain pada cabe kriting kami melakukan juga PENERAPAN pada tanaman cabe rawit,pada prinsipnya sebenarnya sama saja untuk mencegah dan mengatasi cabe patek  yaitu  dengan mengupayakan kondisi agar buah cabe tidak  sesuai sebagai media tumbuh dari cendawan penyebab patek itu sendiri. Sebagaimana kita ketahui cendawan Colletotricum sp, merupakan mikroba penyebab busuk buah tersebut.
Beberapa jenis cendawan patogen merupakan penyebab berbagai penyakit pada tanaman cabai . Resistensi fungisida menyebabkan para ahli pertanian mulai beralih pada penggunaan mikroorganisme antagonis sebagai agensia alternatif pengendali berbagai jenis patogen tanaman tersebut . Jenis mikroorganisme tersebut diantaranya ialah bakteri rizosfir nonpatogenik. Berbagai jenis rizobakteri telah banyak digunakan untuk mengendalikan penyakit tanaman termasuk untuk tanaman cabe ini. Dari isolasi  jenis rizobakteri tersebut, ternyata memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan koloni cendawan patogen Colletotrichum capsici . 
Tehnik-tehniknya sudah kami kemukakan pada tulisan yang lalu. Berikut ini kami sertakan hasil uji terap kami di lapangan,ini sekaligus menunjukkkan bahwa kami TIDAK SEDANG BERTEORI ,TETAPI KITA  SEDANG  PRAKTEK…. 
Kami berikan Link berkaitan perihal patek/antraknose  ( Klik disini):

Foto diatas adalah perbandingan antara tehnik konvensional (kiri jalan) dengan tehnik yang kami kembangkan (kanan jalan),usia tanaman, sudah sangat ‘sepuh’ yaitu, 8 bulanan. Usia tanaman yang sudah ‘tua’ ini pun menunjukkan bahwa tanaman sudah bisa lulus dan  terhindar dari berbagai penyakit diantaranya, patek/antraknose.

      Bila diperhatikan dalam lokasi yang sama,5 bulan kemudian,tanaman sebelah kiri jalan,selanjutnya kami sebut LOKASI X, sudah tinggal “tulang belulang”,padahal usianya lebih muda dibanding yang sebelah kanan jalan (cara kpo-KL) ,selanjutnya kami sebut LOKASI Y.  Kondisi tanaman di lokasi Y sampai saat ini masih segar bugar,dengan hanya sedikit sekali yang terserang patek.    Berikutnya, dibawah ini, kita perhatikan lagi photo LOKASI Y    .
Photo lokasi Y,dilihat dari depan,pada saat usia 8 bulan
Photo lokasi Y,dari sudut pengambilan yang sama. ( Batang utama terlihat sudah sangat tua)
Usia tanaman 13 bulan,serangan patek, dapat dikendalikan.

                    Photo diatas LOKASI Y,dari samping,pada saat usia tanaman 8 bulan            

                     Photo LOKASI Y,juga dari samping,cuma bedanya sekarang di pagar dan pohon besar di sebelah kanan sudah ditebang,usia tanaman 13 bulan.                                                          

                    LOKASI X, yang menggunakan cara konvensional,sudah tidak produktif lagi  ,  (bulan maret 2011)  

Dokumentasi lainnya pada lokasi Y,dari berbagai sudut  , tampak Batang tanaman makin tua tetapi tunas tanaman makin segar dan masih berbuah. Logika sederhana,kalau tanaman, terserang patek, maka pertanaman berusia pendek dan pemeliharaan tidak dilanjutkan.

Usia yang panjang hingga sampai 13 bulan dan masih produktif mencirikan bahwa tanaman masih dipelihara dan menghasilkan karena terhindar dari serangan busuk buah antraknose/patek.

Pengendalian patek/busuk buah  yang disebabkan oleh cendawan Collethotricum sp, dapat ditekan  pertumbuhannya oleh mikroba yang ada didalam produk pendukung kami yaitu, POCAniL .

Memang dalam penerapannya, kami masih menggunakan fungisida kimia yang sistemik dan kontak ( bisa berbagai macam merk) tetapi dosisnya  yang dianjurkan sangat rendah ( 0,3 gram per liternya) dan aplikasinya digabungkan dengan POCAniL dengan dosis sama 0.3-0.5 gram per liter airnya.

Mikroba versus mikroba itulah yang kami kedepankan dalam mengendalikan busuk buah ini , jenis mikroba yang kami gunakan sangat  toleransi dengan pestisida kimia.
Masa panen yang lama dan produksi yang tinggi tentunya , hal demikianlah yang kita harapkan bersama.
 Tidak ada rekayasa dalam tampilan gambar ini, semua apa adanya .  Dan dalam web kami ini, kami mengedepankan praktek langsung agar petani mampu merawat dan memelihara tanamannya pada saat ada kendala dilapangan termasuk , antraknose ini.
(Bukan sekedar  teori …..)
Bisa di simak hasil lainnya perihal cabe patek/antraknosa ini, pada Artikel lain nya dihalaman lainnya, seputar patek/antraknosa di web kami ini.

Mengatasi Keriting daun dan Virus Kuning ( BUKAN SEKEDAR TEORI)

 Mengatasi masalah keriting daun sekaligus Virus kuning memang memerlukan ketekunan dan langkah yang tapat.  Untunglah pada saat ini, perihal mengatasi keriting daun an virus kuning tersebut bukan lagi hal yang perlu di khawatirkan secara berlebihan, karena kami melalui riset yang panjang oleh tim yang berpengalaman selama belasan tahun telah menemukan formulasi yang dapat  diandalkan dalam mengatasi masalah tersebut. 
( Berikut ini hasil penerapan kami secara langsung  berupa penerapan di lahan langsung )

Kondisi tanaman awal perlakuan,pengamatan dilakukan ,
Kondisi tanaman cukup ‘merana’ sudah terkena serangan keriting daun dan gejala virus kuning/gemini.(Gambar hasil , sama sekali, bukan rekayasa .)

(Kami sertakan juga link terkait perihal  keriting daun dan virus kuning  yang sudah kami peroleh 🙂

https://youtu.be/RDI4AKfYmxI

DSC04185
Kondisi tunas-tunas tanaman yang difoto dari dekat,kondisinya tampak memprihatinkan,terkena keriting daun dan Virus kuning/Gemini, tanggal 13 Okt.
DSC04277
Demikian juga dengan tanaman ini,mengalami hal yang sama,,tingkat serangannya kurang lebih dari 50 persen -an. ( BISA TERLIHAT KONDISI SUDAH MENGKERUT, tidak  beraturan, tanggal 20 Okt ).
DSC04293
DSC04352
DSC04367

Dalam mengendalikan masalah diatas,kami dari KPO-KL  KEMBANG LANGIT,mencoba memberikan solusi pengendaliannya:

 Aplikasi PROTEK-tan dan PESNATOR,yang bersifat menolak hama dan antifeeden . Pada saat serangan berat,kami sarankan interval dan dosis PESTISIDA ORGANIK  ala KPO-KL ini,ditingkatkan. Dalam hal ini,kita tidak perlu khawatir akan reaksi yang terlalu keras,seperti halnya pestisida kimia. Cukup dengan dosis 12 mili -24 mili per 17 liter air/1 tangki, (1-1.5 mili per liter air) tanaman kembali pulih  dan petani terhindar dari kerugian yang nyata. Selain itu dalam aplikasinya kami sarankan Protektan dan Pesnator ini di kombinasikan dengan insektisida kimia berbahan aktif imida, abamektin, Fipronil, Prefonovos secara bergantian ( dosis nya pun rendah 0.3 mili per liter air ). 

Terbukti tertuntaskan tanpa  teori teori yang rumit dan bukan eksperiment lagi. Hasil Penerapan kami lakukan terus secara berkesinambungan hingga saat ini.  Adapun pengamatan lanjutan  dari titik penerapan ini, selanjutnya tidak dilakukan karena tanaman sudah di ‘tebas’ pengepul / diborong pedagang besar dengan cara membeli seluruh hasil tanaman. Sistem perawatannya pun tentunya beralih ke pola pengepul tsb dan tanpa sentuhan kpo lagi. 

Silahkan dilihat hasil hasil lainnya  di halaman lain di web kami ini, dari berbagai daerah.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT CABE, SECARA ALAMI DAN KIMIA

Mungkin anda pernah menyimak tulisan kami yang berjudul,PERBANDINGAN TEHNIK PENGENDALIAN SECARA KIMIA VS ALAMI, yang kami terbitkan pada bulan agustus dan september 2011 lalu. Pada postingan tersebut,gambar hasil aplikasi yang kami tampilkan adalah cabe milik Bp. Ojay Singaparna,Tasikmalaya (pengendalian menggunakan tehnik alami) sedangkan yang mengunakan tehnik kimia ,kami tampilkan dari salah satu perusahaan pestisida kimia yang sedang mengadakan DEMPLOT (demoplot) UNTUK SUATU ACARA TEMU TANI. (NAMA PERUSAHAAN DAN LOKASI DEMPLOT,maaf tidak kami ungkapkan).

A.1.Tanaman ini menggunakan varietas Persada,usia tanaman sekitar 2 bulanan,penanaman bulan juni 2011.
A.2. Kondisi tanaman ini awalnya agak terserang hama trips,setelah pengendalian dengan tehnik KEMBANG LANGIT,secara berangsur,tanaman menunjukkan kearah pemulihan.
A.3.Dalam musim kering (pada bulan Agustus 2011) ditempat aplikasi sedang kesulitan air,bahkan untuk penyiraman dan penyemprotan, AIR HARUS MEMBELI. Tampak tanah disekitar pertanaman, terlihat kering . Tehnik “meng ADEM kan” tanah,ternyata efektif,untuk mengurangi tekanan teriknya panas dan kurangnya air.

A.4. Sementara itu, dilokasi yang lain,suatu perusahaan KIMIA,sedang mengadakan PERCONTOHAN/DEMPLOT. Usia tanaman sekitar 2 bulanan juga. Ada perbedaan yang mencolok dari kedua perlakuan ini,selain PESTISIDA KIMIA dan ALAMI, pada lokasi tersebut,tampak air masih mengalir disekitar pertanaman (bisa diperhatikan dibawah jembatan bambu/sisi kanan gambar,air masih mengalir deras)

A.5. Pengambilan gambar pada tanggal 22 Agustus 2011,perlakuan yang diberikan berupa Insektisida kimia 8 macam dan 5 macam fungisida kimia. Hasilnya bisa anda yang mengomentarinya. SARAN KAMI,BAGI ANDA YANG TELAH MENGGUNAKAN PRODUK-PRODUK KAMI,KAMI MENGHARAP BETUL,DIADAKAN SEMACAM STUDI BANDING, antara dua perlakuan ini. Perlakuannya Berupa, dalam suatu lokasi hendaknya di ‘SEKAT’ menjadi dua bagian. Pertama lokasi yang menggunakan tehnik kimia, lokasi yang kedua menggunakan tehnik alami. Persentasi luasnya lokasi yang disekat,anda sendiri yang menentukan apakah 50% : 50%, 75 % : 25 %, atau bahkan tehnik kami hanya 10% saja,sedangkan tehnik kimia yang 90 % nya,silahkan.

B.1. Pada tanggal 4 Sep kami mengamati kembali pertanaman milik pak Ojay ini,hasilnya seperti diatas ini. Perlakuan yang rutin baik secara pengecoran maupun penyemprotan,dilakukan terus.
Dalam kondisi tanaman seperti ini,Kami mewaspadai pertama adalah masalah Trips dan Tungau.
B.2. Tanaman yang sudah berbuah lebat,kami mewaspadai terjadinya serangan LALAT BUAH.
Tehnik yang kami gunakan adalah dengan penyemprotan PESNATOR.
C.1. Pengamatan tanggal 21 Sep 2011. Konsep pengendalian hama yang kami kembangkan,yaitu tidak memisahkan antara satu jenis hama dengan hama yang lain atau bahkan antara satu hama terhadap serangan penyakit lain. 
C.2. 

C.3. Pada tanggal,7 September 2011,pengendalian yang menggunakan tehnik kimia secara murni,hasilnya demikian. Kenapa hal ini terjadi?

C.4. Sementara dilokasi uji aplikasi kami kekurangan air,ditempat ini, air begitu melimpah. Lokasi sama persis dengan lokasi pengambilan Awal ,A.4.

C.5.Buah berlubang-lubang,terkena LALAT BUAH.

C.6. Pada tanggal 26 Sep 2011,tanaman demplot telah dicabut,sedangkan tanaman yang menggunakan tehnik dasar alami,hasilnya seperti dibawah ini.

D.1. Tanggal 14 desember 2011,tanaman masih segar bugar,bahkan panen masih terus berlangsung. Hingga saat ini. Usia tanaman sudah kurang lebih dari 7 bulan. Bisa Anda perhatikan tinggi tanaman ini,yang melebihi tinggi dari pemiliknya. Ada hal penting lagi sebenarnya yang bisa menjadi acuan anda untuk membandingkan,bahwa dengan usia yang relatif panjang ,ini berarti,masa-masa sulit dalam hal pengendalian HAMA DAN PENYAKIT, terlewati .
D.2.Ada tehnik dasar pengendalian kami yang agak berbeda dengan tehnik pengendalian secara kimia. Tehnik yang kami maksud adalah,dalam sistem ini,pengendalian penyakit dan hama tanaman,tidak TERLEPAS DARI POLA PUPUK.
D.3.
D.4.Jenis maupun dosis pupuk kami berikan sesuai dengan kondisi terakhir tanaman,demikian juga interval/jarak waktu perlakuan juga kami sesuaikan dengan tingkat kesehatan tanaman. Apabila tanaman sehat dan pertumbuhan pesat,pemberian perlakuan kami renggangkan,demikian pula sebaliknya. Kondisi tanaman ini,telah berulang-ulang panen,bahkan saat ini,telah memasuki fase /tahap II,dengan kata lain buah yang dipetik adalah buah yang berasal dari tunas-tunas baru dan mengasilkan kembang dan buah yang baru pula.
Pada fase/tahap II ini,bapak Ojay telah petik 5 kali.
D.5. Ada hal menarik lagi,dalam berbudidaya tanaman cabe,terutama perihal hama dan penyakitnya. Menurut hasil aplikasi kami dilapangan,ternyata serangan dari satu jenis hama tertentu bisa merembet dampaknya baik secara langsung maupun tidak langsung kepada hama lainnya. 

E.1. Pak Ojay (duduk dekat jendela,berkaos putih,bercelana hitam) ,pemilik cabe yang kami tampilkan fotonya sejak awal,hadir pada acara Evaluasi tehnik pengendalian hama dan penyakit ALA KEMBANG LANGIT,di kp. Citerewes,Leuwisari,Singaparna, Tasikmalaya. 

E.2.Acara ini diadakan pada tanggal 16 Desember 2011, di PESANTREN DARUL FALAH,CITEREWES,pimpinan Ajengan Karom. Kegiatan ini berlangsung,tepat dua hari,setelah pengambilan gambar tanaman cabe,
D.1. s.d D.5. Antusias anggota kelompok tani setempat,cukup tinggi. Hal ini tentunya,disebabkan oleh hasil yang telah dicapai oleh beberapa petani yang telah berhasil menerapkan tehnik pengendalian HAMA DAN PENYAKIT ALA KEMBANG LANGIT,diantaranya Bp. Ojay tersebut.