Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 ... 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 ... 146 »

PERTANIAN ORGANIK DAN KIMIA

Gambar 1.(Kiri  menerapkan sistem /tehnik pertanian berbasis  kimia,sedangkan kanan… menggunakan tehnik  pertanian  organik).

Kami mencoba “menyiarkan” secara langsung,perbandingan tehnik alami/organik  dengan secara kimia. Lokasi di Desa Laksana Kec . Ibun, Kamojang, Kab.  Bandung,Jawa Barat. Pengambilan Gambar dilakukan di lokasi tanaman Bp. Tata Supita,pada tanggal 26 Mei 2012.

Kiri, (pakai ajir bambu) kimia,kanan (belum pakai ajir) organik,usia selisih 1 bulan,penanaman tehnik kimia lebih dahulu.

Tampak  Dalam gambar, tanaman yang menggunakan tehnik kimia,tanaman ditanam secara tunggal,hanya tanaman cabe keriting saja,sedangkan kanan , menggunakan tehnik pertanian organik,ada tiga jenis komoditas sekaligus,tumpang sari antara, CABE KERITING,TOMAT DAN SAWI PUTIH/PETCAY.

Menggunakan sistem pertanian/pestisida organik.

Hal paling mendasar yang membedakan tehnik pertanian organik dengan tehnik kimia adalah adanya mikroba/mikroorganisma berupa BAKTERI YANG MENGUNTUNGKAN. Dalam Tehnik pertanian organik,mikroba tersebut di pelihara bahkan disuplay secara terus menerus sedangkan dalam tehnik pertanian kimia justru di “matikan”/di non aktifkan.

Lokasi uji terap yang menggunakan,Sistem pertanian alami/organik.

Secara alamiah,banyak bakteri yang hidup disekitar perakaran tanaman yang membantu dan memberi banyak keuntungan  dalam proses biologi dan proses fisiologis tanaman.  Bakteri yang menguntungkan tersebut bahkan bisa memacu pertumbuhan akar,mempercepat proses pengomposan ,bahkan membantu memproduksi HORMON TANAMAN dan juga sebagai antagonis / lawan dari perkembangan hama dan penyakit tanaman (memproduksi racun bagi patogen tanaman).

Lahan ini telah mengaplikasikan tehnik kliniktaniorganik,yaitu sebanyak ,2 kali penyemprotan,1 kali pengecoran,menggunakan tehnik pertanian organik. Pertumbuhan awal yang bagus…

Tehnik alami/organik…pertumbuhan tampak seragam dan subur…kemelimpahan mikroorganisme yang menguntungkan kami perhatikan betul dalam tehnik pertanian versi kembanglangit ini.  Selain dari bawah,melalui pengecoran kami juga sangat memperhatikan aplikasi dari atas,yaitu dengan penyemprotan pestisida organik,PROTEK-tan, PESNATOR dan POCAniL.  Tehnik memadukan perlakuan dari bawah (PUPUK) dan dari atas (PESTIDIANYA) ini,sekaligus membuka wawasan kita tentang pertanian organik yang selama ini hanya berorientasi sekedar pupuk nya yang organik tetapi juga perlu diperluas pemahamannya pada PESTISIDANYA YANG ORGANIK .

Pengendalian hama dan penyakit secara kimia.

Justru yang disayangkan adalah pemberian pupuk dan pestisida kimia yang berlebihan akan menjadikan hambatan pertumbuhan populasi dari bakteri yang menguntungkan tersebut.

Gambar diatas menunjukkan,Tehnik yang menggunakan cara kimia, pestisida  dan pupuk yang digunakan ,hampir 100 % kimia.  Pada saat ini kami belum banyak berkomentar,karena proses pemantauan masih berlangsung.

Sedangkan ini masih dalam satu lokasi milik Bp. Tata Supita,mengguanakan Cara  alami.

Kita tunggu saja hasil selanjutnya…

KERITING DAUN CABE

Gambar 1.  BULAN DESEMBER  2011 (Penanaman dilakukan ,MINGGU PERTAMA / AWAL BULAN DESEMBER)

Masalah keriting daun,saat ini menjadi  problem yang utama dalam budidaya tanaman cabe dan tomat,namun ternyata dengan berbasis pertanian organik kendala tersebut, dapat ditanggulangi.  Hal ini kami tunjukkan dengan hasil yang  nyata dilapangan.  Berikut ini kami tampilkan kembali hasil aplikasi yang telah kami lakukan dari bulan ke bulan dan hingga saat ini,telah memasuki bulan ke enam.  Walaupun telah memasuki bulan ke enam,tanaman menunjukkan produktifitas yang  masih memuaskan.

GAMBAR 2. PENGAMATAN BULAN JANUARI 2012. (Pengamatan dilakukan dari sudut pengambilan gambar yang tetap,bisa diperhatikan latar belakang  dari kebun/tanaman cabe ini,ada beberapa pohon besar yang kami jadikan sebagai patokan,bahwa lokasi pengamatan tidak berubah).

GAMBAR 3.  PENGAMATAN BULAN KE-3,BULAN FEBRUARI 12.

Berkurangnya cairan tanaman akibat isapan hama thrips dan tungau,telah dapat kami tanggulangi dengan mengaplikasikan PROTEK-tan dan PESNATOR plus perlakuan pengecoran.  Hasil aplikasinya sebagaimana yang terlihat pada gambar diatas,masalah keriting daun,tidak  lagi menjadi kendala utama.  Fungsi PROTEK-tan dan PESNATOR , selain mengisi cairan tanaman yang diisap sarinya oleh hama thrips,juga berfungsi sebagai PENOLAK/PENGUSIR hama thrips dan tungau tersebut.

GAMBAR 4. PENGAMATAN BULAN KE-4 ,BULAN MARET 12 (usia tanaman telah mencapai 4.5 bulan).

GAMBAR 5. PENGAMATAN BULAN KE 5,BULAN APRIL 12  (Usia tanaman telah 5.5 bulan)

GAMBAR 6.  PENGAMATAN BULAN KE 6 ,BULAN MEI 12.

Tehnik melubangi mulsa ini,walau sedikit agak merusak mulsa( apabila akan digunakan lagi untuk musim berikutnya),tetapi langkah ini betul – betul diperlukan apabila tanaman kita harapkan agar pertumbuhannya tetap PRIMA.

GAMBAR 7. PENGAMATAN BULAN KE 6,TANGGAL 19 MEI 12.(Dari titik pengambilan gambar yang sama dengan GAMBAR 1.)

Sedangkan lokasi yang ketersedian air nya melimpah,seperti lokasi sawah yang berpengairan irigasi tehnis, saran kami, pengaturan sistem pengairannya ,harus hati -hati.  Melimpahnya ketersediaan air terkadang justru menjadi BUMERANG,bahkan bisa memyebabkan KELAYUAN TOTAL.

GAMBAR 8. PENGAMATAN BULAN KE 6 ( usia tanaman 6.5 bulan).

GAMBAR 9. PENGAMATAN BULAN KE 6 ( TELAH DILAKUKAN PEMETIKAN sebanyak, 18 KALI). INFO TAMBAHAN,SAMPAI AKHIR MUSIM TANAM, TANAMAN INI PANEN,KURANG LEBIH , HINGGA 30 KALI PETIK.

Bahkan pada saat sesekali ada  turun hujan ,saran kami adalah dengan melakukan tehnik,seperti terlihat dalam gambar diatas…

RONTOK BUNGA

Masalah kerontokan bunga pada tanaman khususnya pada tanaman cabe bisa menjadi masalah besar,karena sebagaimana pun suburnya daun kalau bunga nya rontok,apalah yang mau dipanen/dipetik hasilnya.

Pada kesempatan ini kami tampilkan tanaman hasil aplikasi produk kami. Tampak tanaman, tidak mengalami rontok bunga yang berlebihan,bahkan tanaman yang sudah petik 12 kali,bunga nya berkembang terus hingga ketunas-tunas teratas,bahkan membentuk buah yang masih  “lurus-lurus”.

Salah seorang petani muda dari Lemah Sugih,Majalengka sedang berkunjung pada areal demplot  Kembang Langit.

Sudah petik 12 kali,bunga tidak rontok.

Berdasarkan pengalaman kami,faktor-faktor penyebab kerontokan bunga antara lain adalah :

1.

Buah ujung,masih lebat dan lurus -lurus.

2.

3.

(Mitra kami dari Ciamis,kang Dadang Purwa sedang mengamati tanaman hasil menggunakan tehnik kami)

4.

5.

6.  Isapan dari hama thrips dan tungau selain menyebabkan daun/tunas menjadi keriting, juga menyebabkan tangkai bunga rapuh dan rontok.

7. Serangan penyakit virus kuning. Efek dari penyakit ini, Selain tanaman menjadi kerdil,juga disertai kerontokan bunga dan buah.

Tanaman diatas ini, walaupun sudah 13 kali petik,namun tingkat kerontokan bunga dan buah sangat rendah.

Aplikasi PROTEK-tan PESNATOR DAN POCAniL,ternyata efektif dalam mencegah terjadinya kerontokan bunga dan buah.