Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 ... 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 ... 138 »

KEGIATAN KLINIK TANI ORGANIK, KEMBANG LANGIT PADA GARUT FESTIVAL

Dalam upaya   lebih memasyarakatkan  tehnik tehnik pertanian  berbasis organik,kami dari klinik tani organik secara aktif  terus melakukan kegiatan transfer tehnologi kami,baik berupa penyuluhan yang secara rutin kami lakukan pada kelompok-kelompok tani,mengadakan uji aplikasi berupa demoplot baik yang kami lakukan di Garut maupun diwilayah lain di seluruh Indonesia.  Sedangkan Pada kesempatan ini kami tampilkan kegiatan sosialisasi kami ,yang dilakukan pada acara GARUT FESTIVAL,kegiatan ini berlangsung dari tanggal 11-15 April 2012.

Dalam rangka hari jadi KABUPATEN GARUT ke -199,pemerintah daerah memfasilitasi dan mengadakan Gebyar Garut Festival.  Kami dari kliniktaniorganik,turut serta secara aktif untuk lebih mensosialilsasikan tehnik pertanian secara organik pada masyarakat Garut pada khususnya.

Hadir dalam acara ini,BUPATI GARUT,K.H. ACENG FIKRI sedang berdialog perihal pertanian organik dengan Ir. Jauhar (KEMBANG LANGIT).

Rekan Wartawan dari media cetak,sedang mewancarai Bp. Rusli Gunawan

Hadir pula Rekan wartawan dari media Elektonik,sedang meliput dan mewancarai perihal visi dan misi kliniktaniorganik,kembanglangit,

Adik adik dari SMK PERTANIAN,secara antusias ingin mendalami konsep pertanian organik secara lebih luas

Mahasiswa/i,dari STKIP jurusan BIOLOGI,sedang bertukar ilmu dan pengalaman perihal mikrobiologi /bioaktivator yang menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pengembangan sistem pertanian organik.

Penyuluh-penyuluh lapang  pertanian juga memberikan tanggapan,pada sistem pertanian organik,ala Kembang Langit.

Salah seorang Pemilik kios pertanian, sdr. Sasse  juga berminat dan tertarik dengan pengembangan tehnik pertanian kami.

Bp. Rusli Gunawan yang juga sebagai Wakil Ketua HKTI Kab. Garut,sedang berdialog dengan pengunjung stand KEMBANG LANGIT.

Salah seorang petani sedang berkonsultasi tentang konsep pertanian yang menggunakan tehnik organik KEMBANG LANGIT.

HARAPAN KAMI DENGAN ADANYA ACARA INI,TEHNIK-TEHNIK PERTANIAN ORGANIK MAKIN MELUAS DIMASYARAKAT,DAN MAKIN TUMBUH PEMAHAMAN PETANI DAN MASYARAKAT AKAN PENTINGNYA TEHNOLOGI PERTANIAN BERBASIS ORGANIK.

PERTANIAN ORGANIK MERUPAKAN SUATU KEHARUSAN,BUKAN PILIHAN !!!

GARUT : PERTANIAN , JAKET , TAS DAN DOMPET KULIT

Kabupaten Garut yang terletak berdampingan dan berbatasan  disebelah timur dengan Ibukota Profinsi  Jawa barat, Bandung,  mempunyai potensi yang sangat besar dibidang pertanian antara lain sebagai penghasil beras pulen, Sarinah,penghasil  Jeruk Garut yang terkenal karena aromanya yang wangi. Selain itu pensuplay terbesar untuk sayuran/hortikultura ( dari Jawa Barat ) kepasar Induk  Jakarta dan sekitarnya.

Selain sektor pertanian, pariwisata , makanan khas antara lain Dodol garut yang sudah mendunia, kabupaten Garut juga memiliki kerajinan kulit berupa:  jaket kulit, tas kulit, sabuk dan dompet dari bahan kulit Domba Garut yang melegenda.

img-20161020-wa019

http://tokorestu.com

img-20161020-wa022

http://tokorestu.com.

img-20161020-wa021

http://tokorestu.com

img-20161020-wa020

http://tokorestu.com

BUDIDAYA CABE, TERNYATA SANGAT KOMPLEK

Memelihara komoditas cabe memang menggiurkan,apalagi  bila mendengar harga cabe sedang melambung tinggi,pasti membuat “ngiler” kalau sudah berhitung dengan keuntungan.  Namun kenyataannya dilapangan tidaklah semudah/sesimpel yang kita bayangkan,ternyata bercocok tanam cabe keriting/lombok,hama dan penyakitnya begitu kompleks.  Jadi kami sarankan untuk anda yang mempunyai modal dan ingin berinfestasi dibidang buah pedas ini,hendaknya sedikit banyak nya mempelajari seluk beluk perihal tehnik bercocok tanamnya dan mempelajari hama dan penyakit apa saja yang biasa menjadi faktor pembatas keberhasilan dalam berbudidaya tanaman ini.

Mahasiswa UNIVERSITAS PADJAJARAN,FAKULTAS PERTANIAN,PROGRAM STUDI AGRIBISNIS,angkatan 2008,Sdr. RILVANU LUQMAN sedang mencari data langsung ke lokasi kebun yang diantaranya aspek perbandingan antara pengelolaan budidaya tanaman  secara tehnik alami /organik dengan tehnik kimia .   Selama ini kami lebih sering menampilkan hasil -hasil dengan tehnik kami,nah…berikut ini kami tampilkan dari beberapa titik /lokasi yang menggunakan tehnik kimia…LOKASI DIBAWAH INI, DIAMBIL MASIH DIDAERAH LELES GARUT,KP. LEUWENG TIIS,MELENCING,LELES GARUT. Tehnik yang digunakan,hampir seluruhnya menggunakan CARA KIMIA (Foto 1 – Foto 11).

LOKASI 1.PARAH…

Penelitian Sdr . Rilvanu,langsung terjun kelapangan memantau kondisi pertanaman cabe.  Lokasi ini milik petani yang sudah berpengalaman,karena bukan satu dua kali menaman tanaman cabe.  Karena saking berpengalamannya,sehingga sulit untuk merubah kepada tehnik yang berbasis organik.

LOKASI 2.  RUSAK.

Terkadang apabila tanaman sudah terkena hama dan penyakit,pestisida yang digunakan dosisnya di tinggikan. Namun apa yang terjadi,ternyata “obat ” /pestisida saja tidak cukup dalam mengendalikan hama dan penyakitnya.  Kami sangat yakin,sebab berdasarkan pemantauan kami dilapangan,tanaman “RUSAK” seperti ini bukannya tidak di obati,bahkan sudah diberi obat berdasarkan rujukan dari “toko obat”,untuk keriting ini obatnya,untuk patek itu obatnya,namun yang terjadi dilapangan seperti yang anda lihat ini…

LOKASI 3. HANCUR.

Bukan berarti kami anti kimia hanya penggunaanya yang di pola dan kami menggunakannya tidak sebagai PUPUK DAN PESTISIDA UTAMA,kami menggunakannya  ALA KADARNYA.

LOKASI  4. AMBURADUL.

Merubah pola dari konsep pertanian kimia ke konsep PERTANIAN ORGANIK/ALAMI,memang tidak mudah,hal ini disebabkan ada nya anggapan bahwa dengan tehnik KIMIA adalah sudah segalanya,bahkan ada anggapan PESTISIDA YANG BERHARGA MAHAL,SUDAH PASTI AMPUHNYA…Ini tidak bisa dipungkiri, ini adalah realita pada masyarakat tani kita pada umumnya…

LOKASI 5. ???

Kami tidak sedang mengada-ada,kalau anda saat-saat ini datang ke Garut,Leles, lebih dari 90 % tanaman,kondisinya seperti ini (gambar -gambar diambil 3 April 2012). Tanaman di atas,tampaknya hijau tapi buahnya jarang-jarang…

LOKASI 6. SAMA SAJA RUSAKNYA.

Kekomplekan perihal budidaya,disebabkan diantaranya adalah, Faktor PESTISIDA ternyata tidak cukup ampuh Bahkan pengertian memberi pupuk banyak,hasilnya pun pasti banyak…ternyata tidak sepenuhnya tepat.  Dalam beberapa kasus kerusakan justru kerena kelebihan pupuk…baik Pupuk Kimia ataupun Pupuk Kandang.

LOKASI 7.  BERANTAKAN.

LOKASI 8. HABIS HABISIN MODAL SAJA.

Tanaman ini adalah milik,seorang petani binaan dari suatu Formulator kimia besar…,kalau sudah begini sungguh sangat memprihatinkan teman,entah apalagi yang harus dijual untuk musim tanam berikutnya…Sementara untuk musim ini saja,tunggakan PUPUK DAN PESTISIDA KIMIA PADA TENGKULAK MAU TIDAK MAU HARUS DIBAYAR…

LOKASI 8.B. LOKASI TERLALU MENGANDALKAN KIMIA

Adanya sistem kerjasama antara petani dan TENGKULAK/ISTILAH DIDAERAH KAMI ” BANDAR” (yang didanai/ diberi pinjaman berupa produk oleh suatu PERUSAHAAN KIMIA) yang dibayar  pada saat panen (YAR NEN- BAYAR PANEN),juga menjadi salah satu kendala,untuk MENGUBAH SISTEM PERTANIAN BERBASIS KIMIA KE TEHNIK PERTANIAN BERBASIS ORGANIK.  Petani yang nota bene,kekurangan modal,menjadi tidak BERDAYA dan tidak ada pilihan untuk dalam menentukan tehnik dalam berbudidayanya,sehingga  penggunaan PUPUK DAN PESTISIDANYA,adalah  hanya yang disediakan oleh BANDAR TERSEBUT dan  akhirnya HASIL PERTANIANNYA,seperti yang kami tampilkan pada gambar-gambar ini.

Cara pengendalian hama dan penyakit pun ternyata tidak bisa diambil sampel per kasus/atau pertanaman saja,tetapi perlu pemantauan per luasan secara keseluruhan ,hama atau penyakit apa yang paling DOMINAN,yang sedang menyerang pertanaman cabe tersebut.  Mungkin anda akan berfikir,pernyataan ini agak sedikit “njilemet”, ya… memang…agak rumit,karena memang tehnik ini hasil observasi kami sendiri,berdasarkan  pengalaman team R & D kami dilapangan.  Seperti halnya dalam pengobatan suatu penyakit pada MANUSIA, pemberian obat tertentu bila kurang pas, justru bisa menimbulkan suatu penyakit baru /penyakit lainnya.

LOKASI 11. KASIHAN BARU 3 KALI PETIK SUDAH DITINGGALKAN PEMILIKNYA…(Gambar diambil 4 April 2012)

Tanaman dibawah ini,merupakan tanaman hasil aplikasi kami yang kami pantau hingga saat ini,usia 4 bulan,sudah petik 7 kali…

Pengambilan Gambar 5 April 2012.  Silahkan anda bandingkan…Warna daun,lebatnya buah,dan tinggi tanaman… dengan gambar-gambar yang kami tampilkan diawal…

Buah bagian atas pun tetap lebat…