Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 ... 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 ... 133 »

Mengatasi Keriting daun Cabe ( TERBUKTI!!!!)

 Mengatasi masalah keriting daun sekaligus Virus kuning memang memerlukan ketekunan dan langkah yang tapat.  Untunglah pada saat ini, perihal mengatasi keriting daun an virus kuning tersebut bukan lagi hal yang perlu di khawatirkan secara berlebihan, karena kami melalui riset yang panjang oleh tim yang berpengalaman selama belasan tahun telah menemukan formulasi yang dapat  diandalkan dalam mengatasi masalah tersebut. 
( Berikut ini hasil penerapan kami secara langsung  berupa penerapan di lahan langsung )

Kondisi tanaman awal perlakuan,pengamatan dilakukan oktober  2011.
Kondisi tanaman cukup ‘merana’ sudah terkena serangan keriting daun dan gejala virus kuning/gemini.(Gambar hasil , sama sekali, bukan rekayasa .)

DSC04185
Kondisi tunas-tunas tanaman yang difoto dari dekat,kondisinya tampak memprihatinkan,terkena keriting daun dan Virus kuning/Gemini.
DSC04277
Demikian juga dengan tanaman ini,mengalami hal yang sama,bahkan menurut pemilik tanaman, sdr. Ade Aat,tingkat serangannya kurang lebih dari 50 persen -an. ( BISA TERLIHAT KONDISI SUDAH MENGKERUT, tidak  beraturan).
DSC04293
DSC04352
DSC04367

Dalam mengendalikan masalah diatas,kami dari KPO-KL  KEMBANG LANGIT,mencoba memberikan solusi pengendaliannya:

 Aplikasi PROTEK-tan dan PESNATOR,yang bersifat menolak hama dan antifeeden . Pada saat serangan berat,kami sarankan interval dan dosis PESTISIDA ORGANIK  ala KPO-KL ini,ditingkatkan. Dalam hal ini,kita tidak perlu khawatir akan reaksi yang terlalu keras,seperti halnya pestisida kimia. Cukup dengan dosis 12 mili -24 mili per 17 liter air/1 tagki, tanaman kembali pulih  dan petani terhindar dari kerugian yang nyata. Selain itu dalam aplikasinya kami sarankan Protektan dan Pesnator ini di kombinasikan dengan insektisida kimia berbahan aktif imida, abamektin, Fipronil, Prefonovos secara bergantian. 

Terbukti tertuntaskan tanpa  teori teori yang rumit dan bukan eksperiment lagi. Hasil Penerapan kami lakukan terus secara berkesinambungan hingga saat ini. 

Silahkan dilihat hasil hasil lainnya dari berbagai daerah.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT CABE, SECARA ALAMI DAN KIMIA

Mungkin anda pernah menyimak tulisan kami yang berjudul,PERBANDINGAN TEHNIK PENGENDALIAN SECARA KIMIA VS ALAMI, yang kami terbitkan pada bulan agustus dan september 2011 lalu. Pada postingan tersebut,gambar hasil aplikasi yang kami tampilkan adalah cabe milik Bp. Ojay Singaparna,Tasikmalaya (pengendalian menggunakan tehnik alami) sedangkan yang mengunakan tehnik kimia ,kami tampilkan dari salah satu perusahaan pestisida kimia yang sedang mengadakan DEMPLOT (demoplot) UNTUK SUATU ACARA TEMU TANI. (NAMA PERUSAHAAN DAN LOKASI DEMPLOT,maaf tidak kami ungkapkan).

A.1.Tanaman ini menggunakan varietas Persada,usia tanaman sekitar 2 bulanan,penanaman bulan juni 2011.
A.2. Kondisi tanaman ini awalnya agak terserang hama trips,setelah pengendalian dengan tehnik KEMBANG LANGIT,secara berangsur,tanaman menunjukkan kearah pemulihan.
A.3.Dalam musim kering (pada bulan Agustus 2011) ditempat aplikasi sedang kesulitan air,bahkan untuk penyiraman dan penyemprotan, AIR HARUS MEMBELI. Tampak tanah disekitar pertanaman, terlihat kering . Tehnik “meng ADEM kan” tanah,ternyata efektif,untuk mengurangi tekanan teriknya panas dan kurangnya air.

A.4. Sementara itu, dilokasi yang lain,suatu perusahaan KIMIA,sedang mengadakan PERCONTOHAN/DEMPLOT. Usia tanaman sekitar 2 bulanan juga. Ada perbedaan yang mencolok dari kedua perlakuan ini,selain PESTISIDA KIMIA dan ALAMI, pada lokasi tersebut,tampak air masih mengalir disekitar pertanaman (bisa diperhatikan dibawah jembatan bambu/sisi kanan gambar,air masih mengalir deras)

A.5. Pengambilan gambar pada tanggal 22 Agustus 2011,perlakuan yang diberikan berupa Insektisida kimia 8 macam dan 5 macam fungisida kimia. Hasilnya bisa anda yang mengomentarinya. SARAN KAMI,BAGI ANDA YANG TELAH MENGGUNAKAN PRODUK-PRODUK KAMI,KAMI MENGHARAP BETUL,DIADAKAN SEMACAM STUDI BANDING, antara dua perlakuan ini. Perlakuannya Berupa, dalam suatu lokasi hendaknya di ‘SEKAT’ menjadi dua bagian. Pertama lokasi yang menggunakan tehnik kimia, lokasi yang kedua menggunakan tehnik alami. Persentasi luasnya lokasi yang disekat,anda sendiri yang menentukan apakah 50% : 50%, 75 % : 25 %, atau bahkan tehnik kami hanya 10% saja,sedangkan tehnik kimia yang 90 % nya,silahkan.

B.1. Pada tanggal 4 Sep kami mengamati kembali pertanaman milik pak Ojay ini,hasilnya seperti diatas ini. Perlakuan yang rutin baik secara pengecoran maupun penyemprotan,dilakukan terus.
Dalam kondisi tanaman seperti ini,Kami mewaspadai pertama adalah masalah Trips dan Tungau.
B.2. Tanaman yang sudah berbuah lebat,kami mewaspadai terjadinya serangan LALAT BUAH.
Tehnik yang kami gunakan adalah dengan penyemprotan PESNATOR.
C.1. Pengamatan tanggal 21 Sep 2011. Konsep pengendalian hama yang kami kembangkan,yaitu tidak memisahkan antara satu jenis hama dengan hama yang lain atau bahkan antara satu hama terhadap serangan penyakit lain. 
C.2. 

C.3. Pada tanggal,7 September 2011,pengendalian yang menggunakan tehnik kimia secara murni,hasilnya demikian. Kenapa hal ini terjadi?

C.4. Sementara dilokasi uji aplikasi kami kekurangan air,ditempat ini, air begitu melimpah. Lokasi sama persis dengan lokasi pengambilan Awal ,A.4.

C.5.Buah berlubang-lubang,terkena LALAT BUAH.

C.6. Pada tanggal 26 Sep 2011,tanaman demplot telah dicabut,sedangkan tanaman yang menggunakan tehnik dasar alami,hasilnya seperti dibawah ini.

D.1. Tanggal 14 desember 2011,tanaman masih segar bugar,bahkan panen masih terus berlangsung. Hingga saat ini. Usia tanaman sudah kurang lebih dari 7 bulan. Bisa Anda perhatikan tinggi tanaman ini,yang melebihi tinggi dari pemiliknya. Ada hal penting lagi sebenarnya yang bisa menjadi acuan anda untuk membandingkan,bahwa dengan usia yang relatif panjang ,ini berarti,masa-masa sulit dalam hal pengendalian HAMA DAN PENYAKIT, terlewati .
D.2.Ada tehnik dasar pengendalian kami yang agak berbeda dengan tehnik pengendalian secara kimia. Tehnik yang kami maksud adalah,dalam sistem ini,pengendalian penyakit dan hama tanaman,tidak TERLEPAS DARI POLA PUPUK.
D.3.
D.4.Jenis maupun dosis pupuk kami berikan sesuai dengan kondisi terakhir tanaman,demikian juga interval/jarak waktu perlakuan juga kami sesuaikan dengan tingkat kesehatan tanaman. Apabila tanaman sehat dan pertumbuhan pesat,pemberian perlakuan kami renggangkan,demikian pula sebaliknya. Kondisi tanaman ini,telah berulang-ulang panen,bahkan saat ini,telah memasuki fase /tahap II,dengan kata lain buah yang dipetik adalah buah yang berasal dari tunas-tunas baru dan mengasilkan kembang dan buah yang baru pula.
Pada fase/tahap II ini,bapak Ojay telah petik 5 kali.
D.5. Ada hal menarik lagi,dalam berbudidaya tanaman cabe,terutama perihal hama dan penyakitnya. Menurut hasil aplikasi kami dilapangan,ternyata serangan dari satu jenis hama tertentu bisa merembet dampaknya baik secara langsung maupun tidak langsung kepada hama lainnya. 

E.1. Pak Ojay (duduk dekat jendela,berkaos putih,bercelana hitam) ,pemilik cabe yang kami tampilkan fotonya sejak awal,hadir pada acara Evaluasi tehnik pengendalian hama dan penyakit ALA KEMBANG LANGIT,di kp. Citerewes,Leuwisari,Singaparna, Tasikmalaya. 

E.2.Acara ini diadakan pada tanggal 16 Desember 2011, di PESANTREN DARUL FALAH,CITEREWES,pimpinan Ajengan Karom. Kegiatan ini berlangsung,tepat dua hari,setelah pengambilan gambar tanaman cabe,
D.1. s.d D.5. Antusias anggota kelompok tani setempat,cukup tinggi. Hal ini tentunya,disebabkan oleh hasil yang telah dicapai oleh beberapa petani yang telah berhasil menerapkan tehnik pengendalian HAMA DAN PENYAKIT ALA KEMBANG LANGIT,diantaranya Bp. Ojay tersebut.

HORMON PERTUMBUHAN TANAMAN

Pada kesempatan ini,kami tampilkan gambar hasil aplikasi produk kami pada tanaman kacang panjang.
P.Hakim singaparna,Tasikmalaya sedang menunjukkan kepada kami,tanaman kacang panjang milik Bp. Aj. Deden yang menggunakan tehnik-tehnik KEMBANG LANGIT
Tanaman ini sudah petik sebanyak 6 kali
Pak Ojay juga mengantar kami,kelokasi dan mengomentari tanaman kacang ini. Bisa diperhatikan buah kacang yang masih panjang-panjang dan lebat,walaupun sudah panen 6 kali.
Tanaman ini,tidak lagi menggunakan hormon pertumbuhan secara khusus. Kami hanya menyemprotkan PROTEK-tan,yang sudah mengandung hormon/zat pengatur tumbuh alami.
Pada bagian atasnya kami ambil gambarnya,dan tampak bunga-bunga juga lebat.
Gambar kami ambil dari samping. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman kondisinya sehat.
Musim hujan….
Dan hal lebih penting lagi,dalam aplikasi ini,kami hanya memerlukan sedikit insektisida kimia,terutama untuk mengendalikan HAMA KUTU DAUN/ APHIDS.
Sedangkan untuk hama Penggorok daun/ Liriomyza sp, kutu kebul,ulat ,trips dan tungau,yang kami gunakan adalah insektisida alami PROTEK-tan dan PESNATOR.
Buah lebat hasil meningkat,biaya produksi berkurang…
Ternyata dengan tehnik dasar ,sistem pertanian SECARA ORGANIK.
Bisa dijadikan solusi,untuk meningkatkan produktifitas, selain itu pertanian yang ramah lingkungan juga bisa kita dapatkan,karena kita tidak memerlukan lagi HORMON PERTUMBUHAN,PUPUK DAUN,PUPUK BUNGA yang berasal dari kimia.