Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 ... 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 ... 145 »

KONDISI TANAMAN “FIT” DALAM KONDISI KURANG AIR

PEMANTAUAN PADA KONDISI SIANG HARI PADA SAAT TERIK MATAHARI

1. (semua gambar dibawah ini diamati pada tanggal 15 agustus 12,dimana saat ini dilokasi aplikasi tehnik pertanian berbasis organik kembang langit,sedang kemarau)

2.Kami patut bersyukur,serangan keriting daun dan virus kuning,dapat ditanggulangi,dengan tehnik pola pertanian organik ala kembang langit.

3. Buah tumbuh dengan lebatnya…

4.(Daun tampak menguning,karena pengambilan gambar dilakukan pada saat terik matahari).

5.

6.Proses pengecoran sedang dilakukan oleh Bp. Tata Supita,dengan bahan berbasis bahan organik.

7.(Buah tomat pun,mulai membesar)

8.

9.Ternyata dengan konsep berbasis pertanian organik,tanaman dapat bertahan dalam kondisi minim air.

PERBANDINGAN DENGAN TEHNIK KIMIA MURNI

Dibandingkan dengan petani yang sudah sangat berpengalaman,sejujurnya kami,lebih suka bekerjasama dengan petani pemula ,termasuk dalam hal ini kami sedang memantau hasil tehnik aplikasi kembang langit pada seorang Prajurit Aktif yang berdinas di KORAMIL,Kadungora Kab. Garut,(Bp. D. Supardi).

1.Dalam kesempatan ini,kami ingin membandingkan hasil aplikasi cabe P. Didi (sebelah atas,dengan hasil aplikasi yang menggunakan tehnik kimia,sebelah bawah).

2.Lahan  aplikasi milik Bp. Didi

3. Tehnik aplikasi yang digunakan adalah insektisida organik Protektan dan Pesnator,dengan penambahan sedikit insektisida kimia.

4.( Sebelah atas menggunakan tehnik kembang langit,sedangkan bawah,menggunakan tehnik kimia murni,silahkan dibandingkan,hasilnya)

5.Bp. Didi dengan produk penunjang konsep pertanian berbasis pertanian organik,ala kembang langit,tanaman terhindar dari keriting daun dan virus kuning

6.(Usia tanaman lebih “tua” yang menggunakan tehnik kimia murni,kiri/bawah,tetapi tampak bahwa perkembangan tanaman yang menngunakan konsep pertanian berbasis pertanian organik,perkembangan/petumbuhannya lebih baik,kanan/atas)

7. (Inilah sisi lain hasil aplikasi yang menggunkan tehnik kimia murni,lokasi disamping lokasi Bp. Didi)

8. Bergeser sedikit , Yang ini juga masih dalam lokasi tehnik kimia murni….

9.Lokasi dengan menggunakan tehnologi pertanian organik kembang langit,usia tanaman sekitar 3 bulanan,varietas Inko.

KEBUTUHAN PUPUK DAN PESTISIDA KIMIA

Kami kembali mengibaratkan tanaman sebagai tubuh manusia,hal ini perlu karena tanaman juga sama seperti kita perlu makan dan obat-obatan,bahkan cenderung dalam konsep pertanian “modern” seperti saat ini,faktor obat-obat tanaman ini kebutuhannya melebihi kebutuhan obat manusia.

(Pengamatan Hasil aplikasi tehnik pertanian organik ala kembang langit di Leuwisari, Tasikmalaya, Jawa Barat,pengambilan gambar tanggal 3 Agustus 12)

1. (Petak percontohan SL-PHT,lokasi ini merupakan pengamatan lanjutan kami,sebagaimana yang kami tampilkan di tulisan yang lalu).

Keperluan “Obat” untuk tanaman ini,begitu luar biasa  dan dari segi bisnis merupakan bisnis yang sangat menggiurkan,kenapa tidak?  Apabila dibandingkan dengan obat untuk manusia “obat” untuk tanaman ternyata dari segi pemasaran jauh lebih berani dalam berspekulasi,karena memang keuntungannya besar.   sebagai contoh,beranikah toko obat/apotek meminjamkan obatnya untuk pasiennya dengan tempo pengembalian 3-4 bulan? Tetapi di bisnis “obat” untuk tanaman,toko/kios berani meminjamkan “obatnya” untuk petani selama satu musim tanam,bahkan ditempat kami hal ini,sudah sangat lumrah / terbiasa.

2.(Pametikan sudah 2 kali panen, menjelang petikan ke 3,KEBUTUHAN dan PENGGUNAAN pupuk dan pestisida kimia kami ,atur agar tidak terlalu banyak)

Bahkan antara kios obat pertanian ,untuk mengikat “pasiennya” (petani) memberikan hadiah-hadiah yang menggiurkan untuk pelanggannya untuk setiap pembelian obat dari tokonya,hal ini belum pernah /jarang kita dengar dari Toko obat/Apotek yang menjual obat untuk manusia.

3.( Dalam satu tangkai,buah ada yang “keluar” 2-3 buah”,kami juga menggunakan “obat” kimia untuk tanaman ini,tetapi,tidak dalam dosis yang tinggi).

Dalam bisnis “obat” untuk tanaman (Pupuk dan pestisida),perusahaan obat/formulator,sudah sangat terbiasa dengan istilah ‘PROGRAM’,ini artinya antara kios ‘obat’ dan FORMULATOR,terikat PROGRAM KERJASAMA,dalam ‘MENCAPAI TARGET PENJUALAN dalam kuota tertentu.Apabila PROGRAM nya tercapai, maka kios mendapat imbalan dari PERUSAHAAN OBAT berupa, kulkas,televisi,mesin cuci,sepeda motor,bahkan kendaraan roda empat.

4. (Petikan ke dua hasilnya sekitar 6 kwintalan,dari jumlah tanaman kurang dari 3800 pohon.)

5. (Kondisi tanaman ….,ok,dengan sedikit obat kimia).

Kekeliruan mendasar yang juga dilakukan oleh petani adalah,terkadang belum melalkukan penanaman,baru  saja persiapan  tanam, berbagai jenis ‘obat-obatnnya’ sudah disiapkan,minimal uangnya sudah disiapkan untuk pembelian obat untuk tanamannya yang baru mau ditanam.   Jadi ibaratnya,bayinya belum lahir,obat-obatnya sudah disiapkan.  Hal yang tidak terjadi pada manusia tetapi terjadi pada pengobatan tanaman.  Bahkan sebagian petani-petani “kaliber’ di daerah kami,persiapan obat-obatan sudah menumpuk digudangnya pada saat akan melakukan penanaman.  Kalau seperti ini, sama saja dengan memberikan suatu KEPASTIAN bahwa tanamannya sudah PASTI AKAN SAKIT.  Apakah anda juga melakukan hal seperti ini?

6.(Keriting daun dan virus  kuning,dapat diatasi,daunnya pun lebar-lebar).

Dengan tehnik pertanian berbabasis pertanian organik, yang kami kembangkan,kami tidak “BERCITA-CITA” tanaman yang akan dan sedang dibudidayakan,terkena sakit.  Oleh karena itu kami berupaya keras,agar pola makan (pupuk) dijaga betul demikian pula pola pengobatannya,hanya kami pakai dimana sangat dibutuhkan.  Pola hidup sehat ini,kami persiapkan betul dengan mengkonsumsi makanan sehat yang bersumber dari bahan alami .

7.(Permasalahan utama pada tanaman ini adalah faktor kesulitan air ,semenjak penanaman belum pernah di siram secara khusus, pengairan hanya melalui pengecoran pemupukan  saja.)

Kebutuhan dan pemberian pupuk kimia dan pestisida kimia,jelas memberikan dampak yang tidak bisa dianggap sepele,sudah banyak korban berjatuhan,akibat tanaman  “mengkonsumsi”  bahan-bahan(pupuk dan pestisida) kimia ini,atau mungkin juga anda pernah merasakan menjadi korban dari pemberian pupuk dan pestisida kimia dan sekaligus KORBAN dari  “PROGRAM”,KIOS/TOKO OBAT?.

Kami memang bukan anti pupuk dan pestisida kimia,kami biasa  MEMBUTUHKAN dan menggunakannya tapi dalam takaran yang rendah.