Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 ... 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 ... 141 »

BERTANAM , tidak bisa DI COPAS,( “COPY PASTE”)…

Kami mencoba melanjutkan pemantauan pertanaman mitra kami disebuah pulau yang nun jauh di seberang sana di pulau Semeuleu salah satu kepulauan Nangro Aceh Darussalam.

(Gambar dikirim tanggal 21 Januari 2017)

IMG-20170121-WA0021

Saat ini mitra kami pak Guru Arwadin  sudah menjelang petikan ke 2. Kondisi tanamannya saat ini,  masih segar bugar.

IMG-20170121-WA0019

Pak Arwandin sebelumnya sudah 5 kali tanam cabe dengan cara menggunakan sepenuhnya obat obatan yang tersedia di toko pertanian dan hasilnya 5 kali pula , mengalami kegagalan total.

IMG-20170121-WA0023

Ada secercah harapan setelah musim tanam ini mitra baru kami ini,  beralih ke pola pertanian yang kami kembangkan ini. Pola dimana saat kita bertanam seperti kita masuk ke lahan baru seperti halnya kita masuk “medan area” /jalan yang asing sama sekali.

IMG-20170121-WA0018

Pada saat memasuki areal baru tersebut kita sebagai “pengemudi”..kita tidak tahu sama sekali,  kandungan unsur hara yang ada dalam tanah,  tidak tahu tingkat keasamannya,  tidak tahu mikroba apa yang terkandungnya yang menguntungkan atau yang merugikan. Bahkan secara umum kita tidak tahu tekstur tanahnya.

IMG-20170120-WA0054

(Gambar diatas diambil oleh pak Arwadin  Tanaman petani lain diluar KPO-KL, lokasi di kecamatan yang sama dg lokasi penanamannya.Kondisi tanaman 4 kali petikan yang sudah dipenuhi oleh penyakit patek) .

Kondisi alam dan tanah yang berbeda pada setiap wilayah , menjadikan kita harus siap siap untuk menghadapi,  “medan area” yang berbeda pula.

IMG-20170120-WA0049

Dari ketidaktahuan awal tersebut sudah selayaknyalah kita untuk “test drive” terlebih dahulu,   “meraba raba ” dulu,  jalan yang akan kita lewati.

Tidak akan sama pola yang akan kita terapkan dengan pola yang lampau karena wilayah /tingkat kesuburan tanah yang tentunya berbeda.

Jadi menurut kami pola pemupukan akan berbeda untuk setiap wilayah,  tidak bisa di Copy paste secara mutlaq.

Semoga sukses pak Arwadin,  mitra baru KPO KL.

PETANI PEMULA BERTANAM DI ‘TANAH YANG LETIH’

Kembali kami tertarik untuk mengangkat ‘kisah’ petani pemula yang bercocok tanam cabe . Kali ini kisahya datag dari Desa Mekar Sari, Cikajang- Garut – Jawa Barat. Namanya , sdr. Khoer.  Awalnya sebelum bertani sdr. Khoer ini, bekerja disalah satu perusahaan swasta nasional di Jakarta, tetapi saat ini rupanya lebih tertarik untuk bertani.

Kali ini penanaman dilakukan di sekitar pekarangan( tampak bangunan sekolah dibelakangnya), istilah kami di Garut adalah “tanah jami’ tanah yang sudah “letih” dan cenderung dihindari karena sudah sering ditanami dan dianggap sudah tidak subur dan tidak mendukung.  Dengan demikian biasanya petani sekitar, berusaha mencari tanah keatas gunung ,membuka lahan baru lagi.

pp1

Ceritanya dimulai pada saat tanamannya pada saat usia sekitar 2 mingguan setelah tanam, ( penanaman tanggal 10 Okober 2016 ) mulai terkena virus kuning dan gejala keriting daun, sontak saja karena Sdr. Khoer yang  tergolong petani pemula , langsung searching ke abah google, dan menemukan website nya  KPO-Kembang Langit ( yang nota bene masih sekabupaten dengannya).

pp4

 Pertama kali sdr.Khoer  mengunjungi klinik kami, pada tanggal 25 Oktober 2016, kemudian sebulan kemudian, kami mengunjungi langsung ke kebun untuk dilakukan pengamatan langsung tanggal (26 Nov 2016).

Penerapan secara “utuh” saran dari KPO _KL, ternyata saat itu sudah mulai terlihat.  Modifikasi modifikasi yang “tidak perlu”, Hal ini, biasanya kalau petani yang sudah berpengalaman, metode kami banyak di ‘plintir’ dengan menambahkan pupuk insektisida maupun fungisida yang di luar “standar ‘KPO-KL.

IMG_20161202_093739

Pemantauan berikutnya kami secara langsung “terjun” ke lapangan pada tanggal  2 Desember 2016,  mengamati perkembangan tanaman mitra yang ‘disiplin” tanpa memodifikasi  standar /metode. Perkembangan tanaman tampaknya makin sehat.

pp7

Jarak dari kantor KPO-KL di Leles ke Cikajang yang tidak begitu jauh ( sekitar 30-40 km ), memudahkan juga kami untuk melakukan pemantauan secara intensif. Pada tanggal 12 januari 2017, kami melakukan ‘blusukan’ untuk memantau langsung, efek dari hasil penerapan metode KPO-KL.  Hasilnya, hingga tanaman berusia 3 bulanan, sangat memuaskan kami.

IMG_20161226_173003

Ada hal yang kami petik dari petani pemula ini, walaupun tanamannya hingga saat ini belum panen, tetapi hasil  yang sudah tampak menggembirakan bahkan saat ini, membawa teman teman petani pemula  sekampungnya.

IMG_20161226_173018

Memang agak berbeda dengan petani yang ‘sudah banyak tahu’ pestisida dan pupuk kimia, petani pemula seperti sdr. Khoer ini, tidak banyak “neko neko” dalam menerapkan metode kami, semoga saja teman teman lainya yang saat ini di ‘bawa’ olehnya bisa menyusul, menerapkan metode KPO-KL.

Kami berharap pada suatu saat nanti, walaupun masih pemula, tapi kami berharap banyak , suatu saat nanti, bisa menggugah dan mengubah ,pola tanam konvensional kimia murni yang banyak di gunakan di sekitaran Cikajang, Cibuluh dan sekitarnya.  Sebagaimana banyak diketahui daerah Cikajang ini merupakan salah satu sentra pertanian  hortikultura, terbesar di Garut  bahkan di Jawa Barat.

IMG_20170112_110313

Petani di Cikajang ini, sulit sekali menerima inovasi baru, karena sudah ‘terkungkung’ oleh adat istiadat bertani secara kimia sejak jaman “baheula”. Kami berharap dengan metode ini suatu saat nanti, ingin membuktikan bahwa bertani dengan cara demikian, bisa lebih menguntungkan dan bisa dilakukan di ‘tanah jami’yang selama ini dihindari oleh petani  lainnya.

MENGATASI VIRUS KUNING DAN KERITING DAUN ( TANAMAN TERKENA PERLUKAH DICABUT? )

Salam pertanian organik, mitra mitra KPO-KL, dimana pun berada,  salam sejahtera, semoga hasil pertanian kita semua mendapatkan hasil yang melimpah dan memberikan kesejehteraan dan keberkahan.

keriting daun 2

Kembali kami mengangkat ‘perjalanan’ tanaman mitra kami yang dekat dengan kantor pusat KPO-KL, tepatnya di desa Mekarsari, Cikajang -Garut- Jabar.  Tanaman mitra kami ini diambil pada tanggal 25 Oktober 2016 yang di foto kemudian di cetak (karena hp mitra kami ini, hilang.)

keriting daun

Tanaman mitra kami ini, dipindah tanam pada tanggal 10 Oktober 2016, dan pada usia sekitar 2 mingguan, sebagian tanamannya sudah terkena virus kuning secara serentak. ( Gambar gambar cetakan foto yang dibawa langsung oleh mitra sdr. Khoer, ke klinik kami untuk dianalisa.)  Tempat tanam di daerah yang sudah sering ditanami, di samping pekarangan.

IMG_20161228_064745

Beginilah salah satu contoh kondisi tanaman yang terjadi pada tanaman sdr. Khoer, pada saat awal di bawa ke klinik kami untuk di terapi , usia 2 minggu.

keriting daun 3

Tanaman ini termasuk yang awalnya terkena virus kuning dan keriting daun, seperti yang dilaporkan pertama kali pada saat usia tanaman 2 mingguan, tetapi saat ini, tanaman yang terkena penyakit tersebut, masih berbuah dan tingginya nyaris sama dengan tanaman yang sehat.

virus kuning yang pulih

Kondisi tanaman setelah 2,5 bulan diberi perlakuan dengan cara KPO-KL yaitu dengan semprotan Protek-tan , Biopestis, Pesnator dengan dosis dari 1sd 2 tutup per tangkinya ditambah dengan abamektin 3-5 mili per tangki dan pupuk daun, efeknya, terlihat nyata, tanaman yang awalnya terkena virus dan keriting, saat ini walaupun tidak sempurna 100 persen, tetapi masih menghasilkan buah.

IMG_20170112_105600

Kesenangan dan raut wajah kepuasan dari mitra muda kami ini, setelah terus menggunakan cara KPO-KL, secara intensif dan pendampingan  yang terus dilakukan  dari tim tehnis KPO-KL.

keriting daun 5

Kami harapkan kondisi daun yang hijaunya “kelebihan ” ini, bisa mendorong pada tunas  pada bagian atas yang awalnya kuning dan sangat membutuhkan warna  hijau  untuk proses pemulihannya.

Dengan metode yang KPO-KL  kembangkan  saat ini, tunas yang terkena virus kuning, rupanya dibiarkan saja dan dipelihara dengan sistem pengecoran Protektan Biopestis dan Pormik ditambah dengan pupuk kimia dengan dosis rendah, efeknya sudah terasa dan untung saja tanaman yang awalnya sakit tidak  dicabut.