Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 141 »

PENANGGULANGAN HAMA WERENG BATANG COKLAT (WBC), PADA TANAMAN PADI

Hama wereng ini, beberapa waktu ini sedang menjadi tranding topik di dunia pertanian. Secara khusus kami KPO-KL, mencoba mengumpulkan data dari berbagai sumber, diantaranya dari pihak pemerintah dan juga dari akademisi, terutama dari  tim Peneliti IPB.

Selain itu sebagai mana biasa, kami selalu menyertakan hasil penerapan dari mitra kami didaerah untuk melengkapi, teori dan metode ala KPO-KL.  Kali ini hasil penerapan kami ambil dari mitra muda Sdr. Azizs Ibnu Thufail, dari Kec. Leuwimunding – Kab. Majalengka -Jabar. Seluruh gambar diambil , pada minggu pertama dibulan Juli 2017. Kondisi tanaman padi varietas Sertani 14 , diambil gambarnya beberapa hari  menjelang panen.

IMG-20170704-WA0161

Hama wereng batang cokelat telah mengancam produksi padi di berbagai negara di dunia sejak tahun 1970an. Dalam periode 2010-2013, ledakan hama wereng merusak lebih dari 3 juta ha padi di Thailand, dan 1,5 juta ha per tahun di China.
Tanpa pengendalian, hama yang berbahaya ini dapat menggagalkan panen padi. Pengendalian dengan insektisida terbukti merusak lingkungan dan memicu ledakan serangan. Penyebab berkembangnya hama wereng cokelat antara lain perubahan biotipe. Varietas unggul yang semula dinyatakan tahan hama wereng cokelat, beberapa musim kemudian berubah tingkat ketahanannya, penggunaan varietas unggul pun, belum menjadi solusi .

IMG-20170704-WA0162

Di Indonesia sendiri, berdasarkan informasi dari Peneliti dan  Dosen IPB, Bp. Hermanu Triwidodo,tingkat serangan  saat ini sudah mampu mengurangi produksi sebesar 2 juta ton . Hmmmm sangat luar biasa tingkat serangannya.

( Kami bersyukur tanaman mitra muda kami ini, tidak terkena imbas serangan  wereng coklat yang bernama latin Nilapurvata lugens. tsb. )

Sebenarnya senior senior kami di IPB, sudah memprediksi akan terjadinya fenomena serangan hama ini seperti yang terjadi pada tahun 2011-2012. Sebagaia mana yang dikemukakan oleh Bp. Hermanu Triwidodo,  hal tersebut dipacu oleh penggunaan pestisida kimia yang tidak terkontrol. ( Ada korelasi positif antara ledakan wereng dengan penggunaan pestisida). Masih kata guru besar IPB tersebut, semakin sering  di semprot, maka peluang terjadinya ‘PUSO” makin besar. nahhh…lho… Jadi harus bagaimana yaa ?

IMG-20170704-WA0166

(Tenaman padi mitra muda kami, “nyaris tak terkena serangan hama penggerek batang tersebut, sementara ada lokasi pertanaman masih disekitarnya yang luasannya sekitar 5 hektar terkena serangan hebat, bahkan sempat dilakukan penanaman berulang ) .

Masih menurut peneliti IPB tersebut,Penggunaan Pestisida dosis tinggi menyebabkan, melemahnya ketahanan Ekosistem sawah, karena matinya serangga musuh alami, kematian mikroba endofit, kerusakan keanekaragaman hayati mikroflora dan mesofauna dan rusaknya jaring makanan yang kompleks disawah.

IMG-20170704-WA0175

Menurut Dosen senior  Hama di Jurusan hama dan Penyakit  Faperta, IPB tersebut, Faktor lainnya adalah penggunaan pestisida yang berlebihan (dosis nya ). Sebabnya “marketing dan distribusi pestisida yang tidak terkontrol, “kekalahan pelayanan pemerintah dibidang pertanian dibanding  kios pertanian dan petani lupa akan pengendalian hama Terpadu (PHT).

IMG-20170704-WA0176

Faperta IPB merekomendasikan penegasan kembali pada Inpres,  No 3 tahun 1986 tentang penerapan PHT dan Pelarangan 57 Jenis insektisida dan pelarangan  terhadap pestisida penyebab Resurgensi wereng pada tanaman padi serta pengalokasian pendidikan petani dan pemberdayaan penggunaan sarana pengendalian RAMAH LINGKUNGAN.

IMG-20170704-WA0174

Kami klinik pertanian organik Kembang Langit, sebenarnya banyak melakukan langkah langkah “sesuai standar “rekomendasi tersebut. Diantaranya, untuk mengindari kritisnya tanah kami menerapkan penggunaan Pupuk Organik Mikro/PORMIK yang diperkaya dengan Mikroba endofit.

IMG-20170704-WA0163

Demikian pula dalam menerapkan Pola  dalam pengendalian hama WERENG PENGGEREK BATANG COKLAT ini, kami menggunakan pestisida yang benar benar alami, adapun penambahan pestisida kimia kami tekan penggunaannya, bahkan cukup dengan dosis dari 3-5 mili per 17 liter air .

IMG-20170714-WA0035

Pendampingan dan pembinaan terhadap petani   kami lakukan  secara intenstanpa adanya alokasi dana khusus /anggaran sedikitpun dari pihak manapun.  Baik dari Pemerintah maupun lembaga lembaga lainnya.

Hasilnya ,jaringan  petani padi kami di seluruh pelosok, kami syukuri, mitra kami bisa dikatakan terhindar dari serangan HAMA  WERENG BATANG COKLAT tersebut.

Selamat kami ucapkan pada khususnya mitra muda kami dari Majalengka, yang tanamannya  dalam beberapa musim tanam ini, sudah mampu menghindarkan diri dari serangan hama tersebut, demikian juga mitra mitra petani padi KPO-KL yang mampu meningkatkan produksi pertaniannya, justru pada saat petani  padi lainnya terpuruk akibat serangan hama tersebut.

Tour de Java ( Kunjungan ke Mitra mitra di Daerah)


Masih Dalam Suasana, Hari raya, Iedul Fitri kami dari jajaran Direksi dan segenap karyawan Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, mengucapkan mohon maaf lahir dan Batin, Taqobballallahu minna wa minkum.

IMG-20170706-WA0008

Dalam kesempatan liburan hari raya ini,  penulis  berkesempatan melakukan perjalanan mengunjungi dan bertemu mitra mitra di daerah Jatim.

IMG-20170706-WA0009

Mitra yang sempat bertemu dan bersilaturahmi antara lain yaitu mas Riyanto dan mas Agus dari Geneng Ngawi.  Sebagai informasi mas Agus ini selain petani beliau juga aktif Sebagai anggota TNI AD yang Bertugas di Koramil Remen Ngawi.

IMG20170703154738

Mitra lainnya yang sempat bertemu adalah ,mas Heru dari Tallo  yang merupakan petani muda di daerah Ngawi.

IMG-20170706-WA0004

Dari Ngawi kami berkesempatan juga bertemu dengan mas Agus Kec. Geger Kab. Madiun didekat pabrik Gula Pagotan. Mitra muda kami ini sudah cukup lama, menjalin kemitraan dengan Kpo KL dan sudah merasakan betul ,hasil penerapan pola KPO KL pada tanaman budidayanya.

IMG-20170706-WA0002

Ada hal menarik yang kami lihat secara langsung ke lapangan, yaitu, kondisi tanah yang sangat “ekstrim”, bagaiamana tidak tanah yang sedang diolah oleh mas Agus Tallo Ngawi adalah tanah yang teksturnya sangat keras, seperti genteng saja….

IMG-20170706-WA0007

Tanah di daerah Ngawi ini, benar benar tantangan bagi Kpo KL dalam pengelolaannya. Tanah “genteng ” ini, dalam musim tanam ini, akan ditanami dengan cabe rawit.

IMG-20170706-WA0003

Oh yaa… Ada satu lagi mitra , mas Sagiyan Dari Kec. Perak Jombang, yang walaupun tidak lama, kami sempat bertemu dan berkomunikasi singkat perihal evaluasi tentang capaian yang telah diperoleh mitra muda kami tsb.

Walaupun pertemuan dengan mitra kami tersebut tidak terlalu lama tapi inti dalam pertemuan ini adalah terjalinnya  silaturahmi dan perhatian pendampingan dari bentuk kemitraan yang selama ini kami lakukan.

Semoga sukses mitra mitra kpo KL.

 

MITRA LAMA, KEMBALI LAGI…, BAHKAN SAAT INI MENJADI CABANG

 Diawal bulan Juni 2017 ini, kami mendapat berkah di Bulan Ramadhan  kali ini, betapa tidak, mitra kami yang lama “hilang”, tidak tentu rimbanya, saat ini telah kembali lagi ke komunitas KPO-KL.

eko

Mitra muda kami ini berasal dari Asahan/ Batubara Sumatera Utara. Cukup lama mas Eko ini, menghilang dari “orbit” KPO-KL, karena mencoba beberapa metode/cara lain, tapi kami bersyukur setelah cukup lama mengevaluasi dan perenungan yang sangat panjang, akhirnya mitra muda ini, kembali lagi ke  komunitas kpo-KL.

Proses pencarian “jati diri”, memang memerlukan waktu, kami serahkan hal tersebut kepada, petaninya sendiri.

Kami bersyukur karena akhirnya, proses tersebut kembali ‘berlabuh” pada pola KPO-KL.

Bagi mitra yang berada disekitaran Batubara/Asahan, Sumatera Utara, saat ini, untuk  pengadaan produk pendukung bisa kontak saja mas Eko di alamat sbb :

Desa Aras Pasar 2 dusun 6.Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara- Sumatera Utara.

Semoga dengan bergabungnya kembali, mas Eko, bisa makin  sukses !!!

Kami turut mensupport / mendukung.