Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 141 »

INOVASI PERTANIAN, ala KPO-KL, TERUS BERLANJUT

Pertanian kita yang kian hari kian terpuruk , memang banyak faktor penyebabnya dan salah satunya adalah akibat  rendahnya produksi, sehingga supplay produksi sangat minim.

Seperti saat ini, harga cabai rawit masih dikisaran diatas Rp.110.000 per kg nya, apa ngak salah nihh? harga nya hampir setara dengan daging sapi.  selidik punya selidik dari informasi jaringan mitra kami dari seluruh Indonesia, ahl ini diakibatkan oleh , kerusakan tanaman karena busuk buah/antraknose.

PhotoGrid_1486389796631

( Semoga tanaman mitra kami yang berada di Cikajang, tepatnya di desa Mekar sari, Cimanuk- Garut ini, kondisinya aman dan sehat hingga akhir musim tanam).

Penyakit busuk buah/antraknose ini, sudah sering kami bahas dalam artikel artikel sebelumnya. Pada kesempatan ini, kami akan mencoba membahas perihal inovasi , pembaharuan metode dibidang pertanian.

PhotoGrid_1486389807475

( Tanaman mitra kami , pada saat pengambilan gambar 4 bulan kurang seminggu, 3 Pebruari 2017, kondisinya, aman dan ‘sejahtera’ ).

Pembaharuan yang kami lakukan dalam hal ini adalah, dan kami langsung sosialisasikan dengan cara ,penaman SATU BARIS  DITENGAH. Selain itu, yang kami lakukan disini adalah pola, AJIR MINIMALIS.  penggunaan ajir seminimal mungkin, yaitu hanya dibagian tepi, dan selebihnya dipasang  per 3 meter satu batang ajir.  Sebagai penyanggahnya kami, pasang dengan tali samping saja.

PhotoGrid_1486389787063

( Sdr. D .Iskandar, yang sengaja datang dari  Kadudampit, Sukabumi, untuk studibanding dengan pola demikian, dengan posisi yang ditanam satu barispun, paritannya sudah terasa sempit, dengan buah yang sangat lebat) .

Selain itu pola yang kami terapkan yaitu , JARAK TANAM nya hanya sekitar 20-25 cm saja, jarak tanam yang sebenarnya sangat riskan untuk penanaman di bulan bulan basah seperti saat ini.

PhotoGrid_1486389817484

( Kondisi tanaman dilihat dari bawah, dengan tidak membuang tunas lateral, kami syukuri, karena ranting tanaman juga ,masih memberikan buah yang banyak pula.)

Hal lain yang diterapkan oleh mitra  kami , adalah SATU LOBANG DIISI  3-4  bahkan ada yang 5 batang per lobang tanam.  Suplay makanan yang cukup dan sesuai kandungannya, perlu diperhatikan benar agar tanaman tidak kekurangan ‘gizi’.

PhotoGrid_1486389765260

( Kami sangat bersyukur karena tanaman sdr. Khoer yang ditanam dengan pola demikian walaupun ber’himpitan’, tetapi terhindar dari busuk buah /antraknose dan layu.)

Penguatan jaringan tanaman dengan pemberian POCAniL, dan Cas sangat membantu tanaman dalam usaha , ketahanan tanaman agar terhindar dari Antraknose.

PhotoGrid_1486543726373

Sementara itu dengan pola pemberian PROTEKTAN, BIOPESTIS, membantu  tanaman agar tunasnya terus menaik dan meninggi tetapi terhindar dari hama thrips, keriting daun dan virus kuning. Sementara itu , ulat pun sepertinya enggan datang dengan pola penerapan PESNATOR.

Semoga saja pola baru ini, bisa meningkatkan produktivitas tanaman, tetapi ada satu catatan yang perlu diperhatikan pola ini, yaitu sinar matahari, agak kurang mengenai daun tanaman.

Semoga saja, sukses sdr. Khoer  bersama pola  kolaborasi  KPO-KL ini….. Amiiin

CABANG BARU UNTUK WILAYAH SEMARANG, JATENG

 Pada tanggal 30 Januari 2017 , kami mendapat cabang baru untuk wilayah Jawa Tengah, kali ini, mitra baru kami datang dari desa  Baru an, Kel Giling, Kec Pabelan , Kab. Semarang- Jawa Tengah .

PhotoGrid_1485911565615

Kami bersyukur karena armada kami bertambah kembali untuk wilayah Jawa Tengah,khususnya untuk wilayah Semarang, Salatiga dan Kopeng.

PhotoGrid_1485911575893

Sdr. H. Sholihin, datang langsung  ke kantor Pusat kami dari Semarang ke Garut-Jabar.

PhotoGrid_1485911565615

Kami berharap, mitra mitra yang berada disekitaran Semarang dan sekitarnya, saat ini, sudah tidak perlu lagi , dilayani dari kantor pusat tetapi saat ini, bisa kontak saja mitra kami di 081250001266.

PhotoGrid_1485911597901

Kami berharap dengan bertambahnya cabang, makin banyak kembang kembang yang tumbuh dan kami berharap kembang tersebut menjadi buah, seperti  semaraknya kembang kembang di langit.

Semoga Sukses, saudara kami.

SUDAH SAATNYA, PERUBAHAN MENDASAR PADA PERTANIAN, DI INDONESIA

Pertanian Indonesia benar-benar ada dalam kondisi kritis. Hal ini bisa dilihat dari ketidak mampuan bangsa kita dalam swasembada pangan. Beras,jagung,kedelai,sayur-sayuran dan buah-buahan bahkan singkong kita masih impor. Ada apa dengan pertanian kita?

PhotoGrid_1485519085086

(Gambar 1. Kami mencoba untuk andil dalam mengubah sistem pertanian bangsa kita yang sudah minded dengan cara cara bertanam yang menggunakan metode kimia. Dalam gambar 1,tampak mitra binaan kami Bpk Tatang Burhanudin dari Pesisir Selatan Sumatra Barat sedang mengunjungi kebun mitra kami lainnya Sdr.Khoer di desa Mekarsari Cikajang,Garut.)

PhotoGrid_1485519122379

(Gambar 2. Bpk Tatang Burhanudin datang berdua dengan Bpk Yulnasri juga dari Pesisir Slatan Sumatera Barat,untuk sengaja melihat perkembangan tanaman di Mekarsari Cikajang,Garut yang menggunakan metode berbasis organik cara KPO-KL)

Revolusi Hijau mentargetkan dan bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan yang cepat untuk mengimbangi pertambahan penduduk yang sangat cepat. Berbagai cara diambil untuk memacu pertumbuhan tanaman pangan agar bisa mensuplay kebutuhan pangan umat manusia. langkah yang diambil diantaranya adalah dengan mendesain benih benih unggul yang produksinya sangat tinggi tetapi membutukan pupuk kimia yang banyak pula.

PhotoGrid_1485519066314

(Gambar 3. Tanaman hybrida “Varitas Sebayu” yang dikunjungi,yang menggunakan pola pengurangan pupuk dan pestisida kimia. Pada saat ini berusia 3,5 bulan,buah sudah mulai memerah walaupun masih 1-2 buah.)

Di satu sisi,program revolusi hijau yang dicanangkan memag berhasil membentuk benih-benih hybrida yang produktivitasnya tinggi. Walaupun disisi lain produktivitas benih hybrida tinggi, akan tetapi benih tersebut mudah terserang hama & penyakit,sehingga membuat kebutuhan akan pestisida kimia meningkat pula.)

PhotoGrid_1485523667158

(Gambar 4. KPO dalam hal ini berupaya menkolaborasikan antara keberadaan benih hybrida yang produktivitasnya tinggi tetapi ‘Disetting’ dengan kebutuhan pupuk & pestisida kimia yang rendah saja. Hasilnya sangat kami syukuri karea pertumbuhan tanaman sesuai harapan.)

PhotoGrid_1485519008632

(Gambar 5. Revolusi hijau memang memberi harapan dalam jangka waktu tertentu,produksi meningkat sampai suatu titik puncak. Tetapi setelah itu,secara berangsur-angsur produktivitas pertanaman mulai berkurang dari waktu ke waktu. Hal tersebut sudah kita rasakan saat ini. pupuk kimia dan pestisida digunakan dalam skala overdosis tetapi pertumbuhan tanaman kerdil dan banyak masalah.)

PhotoGrid_1485519105464

(Gambar 6. Revolusi hijau cenderung mengabaikan fungsi mikroorganisme yang ada dalam tanah. Revolusi hijau juga pada umumnya “Melompati keberadaan mikroba-mikroba tersebut dengan cara membuat pupuk kimia yang ‘siap saji’ tanpa menggunakan bantuan mikroba.” Malahan sebenarnnya mikroba yang ada dalam tanah “dinonaktifkan”.)

PhotoGrid_1485519034439

(Gambar 7. Hal yang sebaliknya dengan metode yang kami terapkan ini justru mengprioritaskan aktifnya kembali mikroorganisme pengurai yang ada dalam tanah sambil tetap memprioritaskan tercapainya produksi yang tinggi.)

Jadi sudah sepatutnyalah kita membanngun pertanian Indonesia dengan tidak mengadopsi metode Revolusi Hijau secara mutlak. Sepertinnya program Revolusi Hijau untuk tanah Indonesia yang terkenal subur & makmur  perlu direvolusi ulang.