Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 141 »

PERTANIAN BERBASIS ORGANIK (KPO KL), PESTISIDA DOSIS RENDAH SAJA

Ada hal yang membuat kami miris dalam pemantauan kami sehari hari di lapangan, yaitu penggunaan pestisida kimia dosis tinggi dalam mengendalikan hama dan penyakit.

IMG-20170309-WA0020

Tetapi tidak demikian halnya dengan cara kpo KL terapkan ,kami dalam setiap aplikasi insektisida kimia hanya menggunakan dosis yang sangat rendah yaitu dikisaran 3-5 mili per tangki 15-20 liter air.

IMG-20170309-WA0025

Demikian juga dalam hal penggunaan fungisida kimia hanya dikisaran 5-10 gram saja per tangkinya. Kalau perihal hasil yang diperoleh, tanaman yang menjawabnya.

Tanaman mitra kami sdr. Khoer dari desa Mekar Sari Cikajang ini, saat pengamatan dilakukan yaitu 5 bulan kurang 5 hari. Kondisinya, kami lihat sendiri terhindar dari ulat hama thrips tungau , busuk buah, layu fusarium dan bercak daun.

IMG-20170309-WA0022

Gambar yang kami lampirkan pada artikel kali ini merupakan sambungan artikel sebelumnya,yang mana gambar latar belakangnya, ada bangunan Sekolah SMP Mekar Sari.

Dosis anjuran insektisida dalam kemasan ,biasa tertulis 2 gram/2 mili per liter air, jadi kalau 1 tangki 15 liter saja, yang mesti dicampurkan adalah 30 gram per Tangkinya, kisaran 3 sendok makan….wah wah wahh

IMG-20170309-WA0021

Demikian juga fungisidanya, sedemikian tinggi dosis yang digunakannya. Bahkan disebagian tempat,atau mungkin juga ditempat saudara, sudah ada yang menggunakan 1 liter pestisida per tangki 15-20 liter, jangan dikira ngak ada lho….ini real koq, benar benar ada.

IMG-20170309-WA0020

Efek tanaman yang terkena racun pestisida tersebut menjadi berefek  toksik pada tanaman. Toksik / Racun . Ya jelas saja, pemberian racun menjadikan tanaman teracuni.

Silahkan saja , yang masih gemar meracuni tanamannya, karena pola pertanian adalah pilihan, kalau kami memilih cara kami sendiri, yaitu menggunakan pola pertanian yang meminimalisir penggunaan pestisida kimia.

Dengan pola KPO KL ini ternyata penggunaan pestisida dosis rendah ternyata tetap efektif dan hama tidak menjadi resistent.

Suatu pembodohan yang mengatakan kalau penggunaan insektisida dosis rendah dibawah anjuran, justru menjadikan hama menjadi kebal. Yang terjadi saat ini adalah sebalikanya , kenapa dosis tinggi saja hama menjadi kebal???Dan ketergantungan ini akan terus terjadi selama pestisida kimia menjadi senjata andalan petani dalam pengendalian hama dan penyakitnya.

Tanaman kami , aman aman saja tuh!!! Syukur pada yang Maha Kuasa, yang telah memberikan kesehatan pada tanaman kami yang diberi makanan berguna bukan diberi minuman berupa “racun”.

RAHASIA SUKSES PETANI PEMULA

Maaf mitra semuanya, karena kesibukan kami melayani “pasien” dari mitra yang tanamannya sakit, akibatnya postingan agak terlambat.

PhotoGrid_1488239641094

Kali ini kami melaporkan, kondisi tanaman mitra junior kami , sdr.Khoer dari desa Mekarsari, Cikajang Garut. Kondisi tanaman yang ditanam pada tanggal 10 Oktober 2017, saat ini sudah panen beberapa kali.

PhotoGrid_1488239688262

Seluruh gambar yang dilampirkan pada artikel kali ini diambil pada hari Sabtu tanggal 25 Pebruari 2017, usia pada saat pengamatan 4.5  bulan. Untuk dataran agak tinggi , usia petik menjadi agak lama dan panjang dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di DPL yang lebih rendah.

PhotoGrid_1488239679549

Walaupun pemula sdr.Khoer ini, tanamanya aman dan terhindar dari serangan Antraknosa, Patek , busuk buah.  Selain itu tanaman juga terhindar dari Penyakit Layu Fusarium , Lalat buah dan keriting ,Virus kuning.

PhotoGrid_1488239667415

Kalau menganalisa hasil yang dicapai oleh mitra pemula KPO KL ini, kami sangat bersyukur dan bangga karena walaupun baru dua kali tanam cabe, hasilnya bahkan jauh lebih baik dibandingkan dengan hasil yang diperoleh petani petani senior di kampungnya.

PhotoGrid_1488239657417

Bahkan dari pengalaman kami mendampingi petani , baik yang senior maupun yang Junior, baru kali ini, kami mendapatkan hasil yang sedemikian baiknya. Kami berharap semoga dengan hasil yang diperoleh oleh sdr .Khoer yang dalam bahasa Indonesianya berarti, Baik ,menjadi patokan kami untuk melaju lebih cepat dan lebih tinggi lagi.

PhotoGrid_1488239649559

Penerapan yang FOKUS pada satu metode yang dilakukan oleh mitra pemula kami ini, rupanya menjadi catatan khusus bagi kami.

PhotoGrid_1488239641094

Hal ini berbeda kalau pola kami diterapkan oleh petani yang sudah berpengalaman, biasanya hasil yang diperoleh tidak sama dengan hasil yang dicapai oleh mitra pemula. Selidik punya selidik, ternyata pola penerapan yang dilakukan oleh mitra baru dan senior biasanya dilakukan diLUAR standar KPO KL.

PhotoGrid_1488239626838

Biasanya dosis pestisida kimia dan pupuk kimia nya ditinggikan demikian juga jenis pestisidanya di ubah dari saran anjuran.

Jadi mohon maaf kalau petani senior hasilnya belum sesuai harapan , karena pola KPO KL nya di Ubah ubah menjadi tak berpola lagi. Berbeda dengan petani pemula , yang biasanya disiplin menjalankan PoLa.

LIMA KALI TANAM CABE ,LIMA KALI GAGAL !!!

Sudah cukup lama kami tidak memantau perkembangan tanaman mitra kami dari  sebuah kepulauan di Aceh sana . Tepatnya dari kep. Seumelu. Jarak pulau ini cukup jauh, bahkan kalau ditempuh jarak waktunya sekitar satu hari satu malam dari Banda Aceh.

IMG-20170208-WA0079

Mitra kami ini pak   Guru Arwadin yang pernah kami tulis artikelnya di halaman web kami yang lalu. Dicerikan, pak Arwadin ini sebelum menggunakan metode KPO-KL ini, sudah lima kali tanam dan sudah lima kali pula gagal, dengan metode yang konvensional, secara kimia murni.

IMG-20170208-WA0100

Pada halaman artikel ini, seluruhnya diambil gambarnya oleh mitra kami dari kebunnya yang ditanami dengan cabe 3 varietas, yaitu Kiyo, Lado  dan TM. Jumlah tanaman kisaran 2500 batang dan ditanam pada tanggal 20 Oktober 2016.

IMG-20170208-WA0099

Seluruh gambar ini dikirimkan oleh mitra kami pada saat menjelang petikan ke 7, totalan kisaran yang telah dipetik mitra kami ini sudah mendekati 1000 kg. Petikan ke 5 dan ke -6, yang lalu berhasil panen 267 kg dan 245 kg.

IMG-20170208-WA0097

Menjelang petikan berikutnya masih terlihat buah masih banyak dan lebat, dan dengan harga minggu minggu lalu, dikisaran Rp.50.000 per kg, jelas biaya produksi sudah terlampaui.

IMG-20170208-WA0084

Kami ikut bangga dan senang karena mitra kami ini, yang sebelumnya sebelum mengenal metode bercocok tanam cara KPO-KL, mengalami kegagalan secara berturut turut, bahkan berdasarkan penuturan pak Guru di Madrasah tersebut, gagal sampai 5 kali.

IMG-20170208-WA0080

Kalau pada musim sebelumnya tanaman pak Arwadin gagal dalam mengendalikan patek/busuk buah, keriting daun/virus kuning dan layu, saat ini , penyakit penyakit tersebut, terhindarkan.

Semoga kelak di kepualuan Aceh yang nun jauh disana, beberapa musim tanam kedepan, sudah mampu berswasembada pangan diantaranya cabe beras dsb.  Perlu diketahui, selama ini, kepulaun Seumeulu ini, masih mendatangkan sebagian besar bahan pangan dari luar pulau.

pak arwadin

Semoga berhasil pak Guru, kita berbagi ilmu pada petani lain di pulau Seumeulu.  Bisa dibayangkan apabila faktor sumber daya manusianya sudah mumpuni, pulau ini bahkan bisa “ekspor’ ke Banda Aceh atau daerah lainnya.

Kami bermimpi dan berharap juga untuk pulau pulau lain di Indonesia, mampu ber swasembada pangan untuk pulaunya sendiri dan bisa mensuplay ke pulau lain, bahkan ke Negara Lain.

Semoga  segera cepat terwujud !!!

.