Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 126 »

PROSES PEMBENTUKAN , CABANG BARU (Bag. 1)

Proses untuk menjadi cabang di Klinik Pertanian Organik, Kembang Langit, sangat sederhana, yaitu bisa menjalankan metode ala “kendaraan” dan sukses berulang ulang, setelah merasakan betul hasilnya dan keuntungan yang berulang ulang, barulah secara automatis,mitra bergabung sebagai cabang daerah kpo KL.

.Gambar diatas kami ambil ulang pada saat Bapak Yantje yang secara khusus datang jauh jauh dari Menado Sulawesi Utara,untuk mengetahui secara detail perihal metode kpo KL yang selama ini pun telah dilakukan sebelum kunjungan tersebut. (Kunjungan dilakukan pada bulan Mei 2017).

.Hal menarik dari hasil kunsjungan beliau pada bulan, Mei 2017 tsb saat ini mulai banyak petani petani lainnya di sekitaran Pak Yantje yang mulai tertarik dengan cara kpo KL ini, diantaranya, Bp. Novi dari Tondano yang merupakan tetangga dari pak Yantje.

.Pada tulisan kali ini semua gambar rawit ,kami tampilkan hasil dari pengelolaan Bp. Nov dan pak Ronal , setelah mendapat arahan dari Bp. Yantje dan dari Kpo KL , Pusat.

.Sayang ada sedikit penyesalan dari Bp. Ronal dan Bp. Nov, yaitu : Karena tanaman yang dikelolanya, hanya Sedikit.

.Padahal kondisi tanaman yang dikelola ini, hasilnya sangat lebat dan bisa dikatakan terhindar dari penyakit antraknose.

.Harga pasaran dI Sulawesi Utara , saat ini dikisaran 40-50 ribu per kg nya. Mahalnya harga cabe rawit , memang dikarenakan, banyaknya tanaman cabe yang terkena patek dan layu di musim penghujan, di bulan Desember 17 hingga Januari 2018 ini.

.Beginilah pola kpo KL , berkembang, tak perlu “ngotot dan ngoyo” tak perlu berambisi dengan target penjualan, target kami adalah, berhasilnya petani. Kami yakin petani mau berbagi koq, mereka rela berbagi ilmu dan pengalaman, sehingga semuanya berjalan apa adanya, seperti air mengalir….

.Target kami adalah, petani harus untung, produksi setinggi tingginya dan tanaman  sehat, apalagi kalau ditunjang oleh harga yang tinggi.

KUTU KEBUL

Dua tahun lebih sudah, mitra muda kami dari Margawati ini mengikuti pola KPO-KL. Tentunya hal kepuasan sudah dirasakan oleh mitra kami tersebut.

( Bung Ilyas, Pada saat kunjungan ke kebun  mitra kami lainnya masih disekitaran Garut, didaerah Cilawu, dua tahun yang lalu.)

Setelah sukses pada musim tanam timun sebelumnya, saat ini mitra yang masih berputra satu ini, sekarang menanam timun kembali. Saat ini Varietas yang ditanam berbeda dengan yang lalu. Pada musim tanam yang lalu varietas yang digunakan adalah var. MODEL tetapi saat ini yang ditanam var. Bela.

Dari jumlah tanaman sekitaran 1750 lobang saja dengan jumlah bibit 5 bungkus ( satu lobang ditanam 2-3 bibit), tanaman saat ini sudah petik dua kali. Hasil petikan pertama 113 kg dan petikan kedua 340 kg.

Buah tanaman yang terlihat sesaat petikan kedua, apakah rekayasa ? Dengan pemilihan waktu tanam yang tepat dan pola tanam yang baik, mitra kami ini ternyata “ketagihan ‘dengan pola yang diterapkan dengan cara KPO-KL.

Harga timun saat ini di Pasar Garut dan Bandung , sangat baik bahkan lebih dari 4000 rupiah per kg nya di tingkat petani. Pada Musim tanam sebelumnya mitra kami ini meraih  keuntungan dengan penghasilan 3 kali lebih dari modal yang dikeluarkan.  Padahal Pada saat itu, tanaman masih produktif tetapi karena harga jatuh ketingkat 500 rupiah per kg nya, saat itu perawatan tidak dilanjutkan kembali.

Terlihat jelas tanaman sehat dan terhindar dari hama kutu kebul yang biasa menjadi musuh utama pada tanaman keluarga  Cucurbitae/ timun timunan.

Aplikasi Pesnator dan Protektan dengan dosis 1 mili per liter di kombinasikan dengan insektisida kimia sebanyak 0.3 mili per liter air, membuat hama kutu kebul , tak berminat lagi untuk mengisap sari makanan yang ada pada daun tanaman.

Ibarat ,Kendaraan yang nyaman bersama KPO-KL,  jok Empuk Audio visual stereo, dilengkapi wifi, Full Ac, Suspensi empuk , mesin 2700 CC….Berkendara serba mudah…

Dan …buktinya, mitra kami ini tak mau lepas dengan ‘kendaraan kami ini’…

Hama kutu kebul aman, ulat aman bercak daun kering dan terhindar dari hama dan penyakit lainnya. Semoga selamat bung Ilyas….Raih keuntungan lebih banyak lagi, semoga makin berkah rezekinya.

TUNAS DAUN KERITING dan KUNING

Kali ini kami mendapat tugas yang cukup berat yang mana saat ini  kami menangani tanaman petani senior yang kondisinya kuning dan keriting seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Demikianlah keadaan tanaman mitra baru kami dari Labuhan batu Sumatera Utara, yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Jumlah tanaman yang ditanam oleh mitra senior di pertanian ini yaitu sekitar 1 hektaran. (Kalau Junior,mana berani tanam seluasan itu).

Demikianlah kondisi tanaman pada saat pertama kali aplikasi dengan cara kpo KL. Tunas yang berkerut dan kuning (Pengamatan pada tanggal 24 Nov 2017).

Setelah beberapa kali aplikasi baik pengecoran maupun semprotan, kondisu tanaman yang awalnya, keriting dan kuning, kembali membaik.

Perlahan lahan kami coba “gas” pelan dengan  Kocoran Protektan dan Biopestis dengan dosis @60 mili per 200 liter air. Selain itu dari semprotan pun kami lakukan aplikasi 20-24  mili per 17 liter air.

Pada saat usia tanaman memasuki usia 55 hst , tanggal kondisi tanaman benar benar berubah tunas baru bermunculan dan buahnya pun tumbuh dengan lebat. Saking lebatnya, sempat ada satu sisi ranting patah (satu ranting cabang Y), setelah dihitung ternyata jumlahnya ada lebih dari 100 buah.

Keadaan tanaman pada saat umurnya dua bulanan, penerapan Protektan Biopestis dan Pormik memberikann harapan yang cerah bagi Bp Husni, yang juga meruoakan seorang alumni sarjana Pertanian.

Diakusi dan tukar pengalaman dalam aplikasi dan kerjasama yang sinergi dalam penerapan cara kpo KL, hasilnya terlihat juga. Tanaman yang awalnya sempat membuat Bp. Husni dari Labuhan Batu ini, khawatir, saat ini berubah menjadi senyum kegembiraan.Konsep KPO KL, membuat petani untung, terhindar dari Kerugian, semoga tercapai lagi.