Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 
« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 ... 129 »

PETANI dan BANTUAN PERALATAN PERTANIAN (1)

Pola pembinaan cara KPO-KL yang mengedepankan sistem pendampingan secara berkelanjutan dan dilakukan berupa komunikasi intensif makin membuahkan hasil. Pada kesempatan ini kami mengangkat berita dari daerah yaitu dari Pesisir Selatan Sumatera Barat.

Kami ingin melanjutkan “kisah’ perjalanan mitra kami sdr. Yulnasri ( Berkacamata , Belakang) dan sdr. Tatang Burhanudin (depan ) yang  pada tahun lalu mengunjungi langsung ke tempat KPO-KL, dimana kami melakukan percontohan yang pernah kami tulis hasilnya secara berseri di web kami ini.

Rupanya hasil  kunjungan ke Garut dan mengamati secara langsung hasil penerapan cara KPO-KL, memberikan motivasi yang kuat untuk diterapkan di daerahnya yakni di pesisir selatan.  Beberapa kali hasil penerapannya  sempat pula dikunjungi oleh salah seorang Guru Besar  Hama dan Penyakit dari Universitas Negeri di Sumatera Barat.  Walau sempat jatuh bangun, tetapi penanamannya kali ini , diketahui oleh bapak Bupati Pesisir Selatan  (H. Hendrajoni ,S.H.M.H ) dan Kepala Dinas Pertanian yang  secara khusus mengunjungi tanaman cabenya Bp.  Tatang dan pak Yulnasri  tsb.

Hasilnya, hmmm…. Sungguh diluar dugaan,  mitra kami ini dengan ilmu dan wawasan pertaniannnya yang selalu di’upgrade’ secara bersama sama baik dengan kpo-KL, maupun  komunikasi intensif  dengan mitra mitra KPO-KL lainnya, saat ini membuahkan hasil.

Prestasi pertaniannya, ‘tercium’ juga oleh petinggi petinggi didaerahnya.  Tanpa susah payah, dan mengajukan proposal proposal yang seolah (maaf  )  ‘mengemis- mengemis’,  tetapi bantuan berupa alat alat pertanian itu datang dan diberikan pada Mitra kami ini.

Bantuan  yang diberikan  pada Kelompok yang diketuai oleh Bp. Yulnasri ( Ketua ) dan Bp. Tatang (sekertaris) ini  tidak tanggung tanggung, diantaranya : Mesin Zonder, mesin Pipil jagung,  Mesin bajak,Mesin Cultivator, Mesin sabit Padi, Mesin semprot dan Mesin  Pompa air….

Prestasi membuahkan, Hasil….kepercayaan Pemerintah, benar benar diberikan kepada mitra kami ini. Semuanya tidak terduga sama sekali, mitra kami ini, hanya menerapkan pola pertanian yang berbasis organik, walaupun masih ada penggunaan pestisida kimia dosis rendah tetapi hasilnya secara signifikan, terlihat tanpa rekayasa sama sekali.

Mesin mesin ini,  tentunya sangat membantu pekerjaan, kelompok tani pak Yulnasri dan pak Tatang dalam aktivitas pertaniannya sehari hari.  Alat alat mesin berat yang harganya ratusan Juta ini, mungkin sulit untuk terbeli , jadi rasanya seperti mimpi saja mendapat ‘hadiah’  seperti ini.

Harapan kami dengan diterimanya alat alat ini, kualitas dan  produktivitas pertanian mitra kami ini makin meningkat dan tetap konsisten dengan pola KPO-KL nya .  Sukses Petani KPO-KL, Pesisir  Selatan Sumatera Barat.

Bersambung…

BENAHI POLANYA(3)

Seandainya Ibu Retno tidak membawa bibit sisa untuk ditanam di   Bogor, bisa saja beliau ‘menjudge’ bahwa produk KPO_KL, yang menyebabkan tanamannya berkembang tidak sesuai harapan. Untunglah, persepsi dan asumsi tersebut terpatahkan dengan perlakuan lainnya sebagai pembanding.

Hal yang menjadi catatan penting bagi mitra kami tersebut adalah, bahwa dengan bibit yang tidak layak tanam pun, ternyata dengan perlakuan yang  ala kadarnya, hanya menggunakan produk KPO-KL, dan belum menggunakan pestisida kimia ternyata, pertumbuhannya  diluar perkiraan bahkan cenderung cepat sekali .

Tanaman yang ditanam pada tanggal 15 Desember 2017 ini, oleh mitra kami ini, dipantau secara ‘ketat’, pemberian nutrisi cara metode KPO-KL, diberikan sesuai ‘tracknya’, walaupun dalam beberapa hal penggunaan kimia tidak terlalu di fokuskan baik pupuk maupun pestisidanya.

Saran  minim pestisida kimia dan juga minim pupuk kimia,  secara tidak langsung diterapkan karena faktor, keterbatasan sarana dan hanya memanfaatkan produk kpo-Kl yang dibawa dari kebun Utama.

Pola pengolahan tanah yang tepat, baik berupa ketinggian bedengan, dosis pupuk kandang dan pupuk kimianya serta proses persiapan lahannya, dilakukan secara cermat sesuai pola KPO-KL, berefek pada pertumbuhan  tanaman yang secara berangsur tampak perubahannya.

Mendekati usia tanaman dua bulan, tanaman terlihat sehat walaupun hanya dengan mengandalkan cara KPO_KL saja, tanpa prioritas bahan bahan kimia berlebih .

Dengan adanya ‘contoh kasus ‘ ini, menyelematkan kami dari ‘tuduhan ‘yang ‘tidak tidak’ perihal kpo-KL, sekaligus menatralisir  mitra mitra lainnya yang apriori sedari awal tentang kpo-KL.

Pengolahan lahan yang ‘tidak asal asalan’, perlakuan pemupukan kimia dan pestisida kimia yang tinggi, interval aplikasi yang terlalu renggang,  dan tehnik penerapan yang tidak tepat merupakan asumsi asumsi yang bisa dievaluasi , penyebab tidak berhasilnya suatu usaha tani .

Tanaman terlihat sangat sehat walaupun hanya dengan sekedar pola KPO_KL secara sederhana. Pola merupakan, rangkaian ‘sket’ yang terstruktur berupa tahapan tahapan tetapi sifatnya tidaklah ‘permanen’ dan bisa berubah pada waktu kewaktu yang dipengaruhi oleh kondisi tanaman dan kondisi lingkungannya.

Jadi Pola KPO-KL ini, sifatnya ‘ fleksibel’, tergantung kondisi dan tidak  BAKU. Hal demikian yang biasanya , diabaikan  terutama oleh mitra mitra yang baru mengenal cara bertani berbasis organik kpo -KL ini.

 

 

BENAHI POLANYA (2)

Dalam sistem pertanian cara KPO_KL ini, yang kami tekankan adalah pada Pola nya bukan hanya penggunaan produknya tetapi tidak mengindahkan pola aplikasi satu ke aplikasi berikutnya. Sedangkan pola nya sendiri sangat variatif dari aplikasi ke aplikasi. Pola yang diprogram dari awal tidak berlaku pada pola KPO-KL ini. Seperti yang terjadi pada tanaman mitra kami Ibu Retno dari Bogor- Jawa Barat ini.

 Contoh yang ‘real’ yang menunjukkan bahwa tidak cukup hanya penggunaan suatu produk saja sebab adakalanya, dengan penggunaan produk yang sama tapi berbeda POLA nya, hasilnya bisa sangat berbeda.

Lokasi Ibu Retno ini ada dua lokasi yang pertama di kebun Gadog, Puncak  Bogor dan satu lagi ada di Cilendek. ( Screen shoot diatas, tanaman yang ada di kebun Gadog menunjukkan hasil yang  kurang memuaskan. Ada apa?)

Bahkan tanaman tampak kerdil dan perakaran kurang berkembang secara pesat, padahal sudah menggunakan produk kpo KL plus pestisida kimia yang cukup.

Untung…nya saja, Ibu Retno ini membawa sebagian sisa bibit   yang  ditanam di Gadog ini,  ke Cilendek Bogor.  Dari gambar diatas, Hasilnya ternyata sangat berbeda antara yang ditanam di Gadog dengan yang di Cilendek, padahal sama sama menggunakan Produk dari KPO-KL. Hmmm perlu evaluasi nih...

Dari Scren Shoot diatas, terlihat dengan bibit yang lebih tua, bahkan bibit yang hanya sekedar sisa sisa  ternyata hasilnya jauh lebih baik dibandingkan dengan lokasi Utama di Gadog.

Bahkan dengan sangat cermat mitra kami ini mendokumentasikan perkembangan tanamannya dari waktu ke waktu. Kesimpulan sementara dengan penggunaan produk yang sama tetapi hasil yang berbeda tentunya ada ‘sesuatu’ terutama dalam hal ,Pola nya atau cara menerapkannya.

 

Bahkan pertumbuhannya, melebihi tanaman  yang ditanam satu bulan, lebih dulu . Bahkan yang di Cilendek ini bibitnya bukan dari bibit yang segar segar.

Ada hal lain yang  menarik  untuk dianalisa, kenapa bibit yang sudah ‘afkir’ bahkan dipelihara sekedarnya saja, bahkan minim pestisida dan baru menggunakan Protekan -Biopestis dan Pesnator masing masing  satu tutup saja , hasilnya jauh lebih baik dari yang dikebun yang dikelola secara intensif ?

Bersambung….