17 Januari 2012

MENGENDALIKAN LAYU FUSARIUM PADA TOMAT,CABE dan KENTANG

Penyakit layu pada tanaman yang paling sering terjadi adalah akibat serangan jamur atau akibat bakteri. Hanya pada umumnya petani kita suka salah kaprah dalam menganalisa dan pemberian langkah pengendaliannya. Menurut hasil pengamatan kami dilapangan yang paling sering terjadi adalah akibat serangan  cendawan Fusarium sp.

Menurut pengamatan kami,justru kesalahan terbesar dalam praktek budidaya petani kita adalah,pemberian obat bukan pada sasarannya. Kami ungkap diatas sebagai tindakan pengendalian yang salah kaprah,karena penyakit layu akibat jamur,tetapi diberi “obat” untuk layu bakteri.
Banyaknya kasus LAYU tanaman yang terjadi,menggugah kita untuk,secara aktif melakukan uji coba pada berbagai tanaman hortikultura,seperti pada Tomat,Cabe dan Kentang.
1
A.1. Gambar diatas ini kami ambil,pada saat uji terap kami di daerah Cibuluh, Cikajang, Garut.
Dalam hal ini,uji terap yang kami lakukan adalah diantaranya uji terap perihal pengendalian Layu.
Tampak tanaman tomat ditumpangsarikan dengan Petcay,sebagai patokan kami ambil berupa,pohon besar yang terpisah sendiri.
2
A.2.Selanjutnya, tanaman kami pantau lagi . Hasilnya seperti nampak pada gambar diatas.
3
A.3. Pada saat tanaman sudah berbuah,terlihat buah bagian atas,tampak besarnya hampir sama dengan buah bagian bawah (bisa dilihat pada foto dibawah ini). Lokasi tidak berpindah,pengambilan gambar masih tetap dalam sudut yang sama.
4
A.3. Pada saat yang bersamaan kami mengambil gambar dibagian bawah,tanaman.  Pada uji terap ini kami,secara khusus melakukan penelitian untuk mengendalikan penyakit Layu.
Berikutnya,uji terap kami lakukan pada tanaman kentang dan cabe,untuk mengendalikan Layu Fusarium
6
B.1. Uji terap ini kami lakukan di Kec. Pasirwangi, Darajat ,Kab Garut- Jawa Barat
Tanaman kentang Var. Granola usia sekitar 70 harian, daun tampak hijau kebiruan (ciri tanaman sehat)
7
B.2. Pengamatan selanjutnya kami lakukan lagi ,pada saat tanaman beberapa hari menjelang panen (usia lebih dari 90 hari),tampak ditengah-tengah lokasi penanaman kentang ada “saung”/gubug jaga,yang baru dibuat,khusus mengantisipasi hilangnya kentang dari tangan- tangan usil.
Walaupun tanaman sudah siap panen,namun kondisi tanaman tampak sehat,dan yang terpenting terhindar dari KELAYUAN. Pemberian PROTEK-tan dan PUPUK CAS,ternyata efektif untuk mengendalikan penyakit tersebut.
Selanjutnya kami uji terapkan pada tanaman cabe keriting
8
C.1. Tanaman ini sudah berulang-ulang dipanen,dan yang kami syukuri adalah tanaman terhindar dari LAYU FUSARIUM,langkah-langkah pengendalian telah kami kemukakan diatas.
9
C.2. Dalam uji terap ini,sengaja kami tidak melakukan pemangkasan cabang-cabang tanaman,tetapi cabang-cabang sengaja kami pelihara. Anggapan sementara ini,adalah apabila tanaman tidak dibuang cabangnya,maka buah pada tunas- tunas ujung dan pada cabang ,tidak akan besar.
Dalam uji terap ini ternyata,hasilnya bisa anda lihat sendiri,buah pada cabang paling bawah sekalipun,tampak tumbuh subur,berbuah lebat dan ukuran buah tetap normal.
10
D.1.Tampak pada gambar,buah pada cabang paling bawah sekalipun,jumlahnya banyak,setiap tangkai kisaran 7-9 buah. Jadi sayang kan kalau dibuang (di wiwil/jawa,disirung/sunda). Penekanan kami dalam hal ini adalah untuk mendapatkan hasil yang optimal adalah mengatur pola pupuk/makan.

BISA DI LIHAT JUGA ARTIKEL YANG BERKAITAN DENGAN LAYU FUSARIUM INI, DI HALAMAN LAINNYA.