9 Oktober 2019

MENGENDALIKAN HAMA TIKUS ( PROSES)

Proses pengendalian hama tikus kami terus lakukan di lokasi kemitraan kami dengan PT.Pertamina Gas bersama kelompok tani di Cilamaya Wetan. Kondisi lanjutan pengamatan saat ini sudah memasuki usia 42 hari setalah tanam. Adapun varietas yang digunakan adalah salah satu varietas andalan di tempat penerapan kami ini.

Mitra kami bp. Ade Suratman ( berkaos merah biru) hingga saat ini merasa puas karena tanaman tergolong tanaman yang aman dari serangan tikus sementara itu disekitarnnya, lokasi lokasi yang berdampingan sudah terkena serangan hama pengerat tersebut.

Kalau mitra melihat dipaling belakang spot foto ini ada tiang galah yang tinggi, itu adalah tiang penyanggah dari kabel kabel berlistrik yang digunakan petani pada malam hari sebagai perangkap untuk tikus yang memasuki areal pertanaman padi petani. Memang sangat berisiko dan sudah banyak memakan korban jiwa, namun karena petani sudah dibuat pusing akhirnya langkah tersebut di lakukan juga.

Kita kembali ke lokasinya Bp. Ade yang saat ini anakannya sudah mencapai rata rata 50 anakan per rumpunnya tetapi kami bersyukur karena tanamannya tidak terkena serangan hama tikus walaupun tanaman petani lain bahkan tanaman padi Bp. Ade sendiri yang belum menggunakan pola KPO KL (tampak belakang dekat perumahan ) terkena juga serangan hama tikus.

Wabah tikus ini bisa membuat petani kalang kabut, bagaimana tidak kalau sudah menyerang, ratusan bahkan ribuan datang menyerang terutama dari bagian tengah ke arah luar dan celakanya sekali masuk dalam areal maka tikus akan beranak pinak di dalam areal pertanaman padi ini.

Kalau hama tikus sudah masuk ke areal tak ada lagi yang biasanya petani bisa lakukan selain pasrah, beberapa langkah konvensional biasa dilakukan petani antara lain, mengeringkan areal tanaman dalam beberapa saat, menyiramnya dengan larutan solar atau oli bekas yang di oplos dulu dengan insektisida tertentu, gropyokan dan mencari lobang lobang tikus di areal untuk memusnahkan tikus beserta keturunannya.

Kami coba zoom ketengah untuk mengamati kondisi tanaman yang biasanya paling rawan terkena yaitu di bagian tengah tengah, dan hasilnya seperti yang terlihat di gambar kondisi tanaman padi mitra, aman dari geretan hama bermoncong tersebut. Serangan hama tikus ini menjadi kendala utama dan bahkan beberapa profesor hama pun, ‘angkat tangan’ dalam hal untuk penngendalian hama yang satu ini.

Masih dilokasi yang sama, kami mencoba untuk menanggulangi hama tikus ini dengan memberikan perlakuan khusus yaitu dengan penyemprotan PROTEKTAN, PESNATOR DAN POCANIL masing masing @ 2 tutup /sendok makan per tangki 17 liter airnya. Langkah ini tampak biasa saja dalam pola kpo KL, tetapi ada sedikit catatan yaitu pemberiannya dilakukan seawal mungkin yaitu pada saat tanaman seminggu setelah pindah tanam. Walaupun masih proses tetapi hingga saat ini hasil menunjukkan hal yang memuaskan karena untuk tanaman yang seuisianya pun tidak sedikit yang sudah di geret oleh hama ini. Semoga hasilnya makin terasa khususnya dalam pengemdalian hama tikus yang menjengkelkan ini..