21 Januari 2017

MENGATASI VIRUS KUNING DAN KERITING DAUN

Salam  mitra mitra KPO-KL, dimana pun berada,  salam sejahtera, semoga hasil pertanian kita semua mendapatkan hasil yang melimpah dan memberikan kesejehteraan dan keberkahan bagi kita semua. Kami mencoba menjelaskan penanggulangan masalah virus kuning dan keriting daun , berdasarkan versi kami, cara kpo-KL.

Tanaman yang terkena ,Gejala serangan penyakit virus kuning dicirikan diantaranya sbb:
Daun cabai berubah dari warna hijau menjadi menguning. Warna kuning hampir mirip penyakit bulai pada jagung .
Biasanya kejadian di lapangan ,  menunjukkan bahwa pertanaman cabai merah yang  terserang, tidak menghasilkan buah sama sekali, tetapi dengan cara KPO-KL, kami ingin membuktikan bahwa persepsi tersebut, tidak sepenuhnya, benar.
Penyakit yang disebabkan oleh kelompok gemini virus tersebut, gejalanya  diawali dengan pucuk mengkerut cekung berwarna mosaik hijau pucat, pertumbuhan terhambat, daun mengkerut dan menebal disertai tonjolan berwarna hijau tua.
 Gejala awal bisa pula ditandai oleh bentuk daun muda/pucuk cekung dan mengkerut dengan warna mosaik ringan, gejala berlanjut dengan seluruh daun berwarna kuning cerah, bentuk daun berkerut dan cekung dengan ukuran lebih kecil, serta berlanjut dengan pertumbuhan yang terhambat. Pengendalian hama penular/vektornya sangat diperlukan agar penyakit tersebut tidak menular dan makin banyak.

keriting daun 2

Kembali kami mengangkat ‘perjalanan’ tanaman mitra kami yang dekat dengan kantor pusat KPO-KL, tepatnya di desa Mekarsari, Cikajang -Garut- Jabar.  Tanaman mitra kami ini diambil gambarnyan  pada tanggal 25 Oktober 2016 yang di foto kemudian di cetak (karena hp mitra kami ini, hilang.)

keriting daun

Tanaman mitra kami ini, dipindah tanam pada tanggal 10 Oktober 2016, dan pada usia sekitar 2 mingguan, sebagian tanamannya sudah terkena virus kuning secara serentak. ( Gambar gambar cetakan foto yang dibawa langsung oleh mitra sdr. Khoer, ke klinik kami untuk dianalisa.)  Tempat  penanaman di daerah yang sudah sering ditanami, kalau istilah kami tanah, “leuseuh” tanah yang sudah letih.

Beginilah salah satu contoh kondisi tanaman yang terjadi pada tanaman sdr. Khoer, pada saat awal di bawa ke klinik kami untuk di terapi , usia 2 minggu. ( Gambar atas).

keriting daun 3

Tanaman ini termasuk yang awalnya terkena virus kuning dan keriting daun, seperti yang dilaporkan pertama kali pada saat usia tanaman 2 mingguan, tetapi saat ini, tanaman yang terkena penyakit tersebut, masih berbuah dan pertumbuhannya ,  nyaris sama dengan tanaman yang sehat. Jadi dengan pola kpo KL ini, kami ingin memaparkan bahwa tanaman yang awalnya terkena virus kuning pun ternyata masih bisa ditanggulangi.

virus kuning yang pulih

Kondisi tanaman setelah 2,5 bulan diberi perlakuan dengan cara KPO-KL yaitu dengan semprotan Protek-tan , Biopestis, Pesnator dengan dosis dari 1 sd 2 tutup per tangkinya ditambah dengan  insek kimia 3-5 mili per tangki  17 liter air  . Pada gambar terlihat nyata, tanaman yang awalnya terkena virus dan keriting, saat ini walaupun tidak sempurna 100 persen, tetapi masih dan sudah menghasilkan buah.

IMG_20170112_105600

Kesenangan dan raut wajah kepuasan dari mitra muda kami ini, setelah terus menggunakan cara KPO-KL, secara intensif dan pendampingan  yang terus  menerus dilakukan  oleh tim tehnis KPO-KL.

( Pendampingan/konsultasi, tidak dipungut biaya sepeserpun)

keriting daun 5

Proses pemulihannya sedang terus berlangsung dan dalam hal ini, kita tidak perlu teori dan metode yang rumit dalam mengendalikan penyakit tersebut. Dan terpenting lagi metode kpo-KL bukan hanya sekedar teori tanpa bukti hasil .

Dengan metode yang KPO-KL  kembangkan  saat ini, tunas yang terkena virus kuning, rupanya dibiarkan saja dan dipelihara dengan sistem pengecoran Protektan Biopestis dan Pormik ditambah dengan pupuk kimia dengan dosis rendah, efeknya sudah terasa  secara spontan dan selain itu untung saja tanaman yang awalnya sakit,  tidak cepat cepat  dicabut.