20 Februari 2020

Mengatasi Lalat buah, hindari Metyl Euganol di areal tanaman.

Lalat buah, merupakan salah satu hama yang cukup bandel,saking bandelnya hama ini di semprot dengan insektisida kelas kelas berat pun, masih saja beterbangan dan masih bebas mengganggu tanaman petani.

Mungkin sebagian petani sudah sangat jengkel dengan hama yang satu ini, berbagai insektisida dari yang berbahan aktif Prevonofos hingga bahan aktif Dhimethoat tetapi lalat tersebut masih saja mengganggu. Langkah organik mungkin juga sudah digunakan dengan cara menyemprotkan jeruk mipis, tetapi hasilnya belum memuaskan.

Sebelum masuk ke tehnis pengendalian yang kami biasa lakukan, ada baiknya kita mempelajari morfologi hama bandel ini. Hama lalat buah ini, mempunyai Ovipositor , ( alat khusus untuk bertelur pada serangga ) seperti tanduk dan keras , opivositor ini pula yang menusuk bagian kulit atau buah tanaman. Bisa kita bayangkan seekor serangga dewasa lalat buah sekali bertelur bisa menghasilkan 100 san butir telur. Ini baru dari satu serangga. Telur ini biasanya menetas dalam 2-3 hari saja dan membentuk jadi larva. Larva ini pun merusak buah dari dalam selama 14 harian… lama juga yaaa….hingga menjadi larva instar akhir /dewasa dan kemudian ‘ ,menjatuhkan diri’ ke tanah untuk menjadi Pupa selama semingguan. Dari hasil penelitian, menunujkkan bahwa dalam satu tahun dari satu lalat bisa menghasilkan 8-10 siklus generasi… Hmmm. Ini artinya juga dalam satu musim tanam cabe 6-8 bulan bisa menghasilkan siklus 4 sd 8 generasi. Berapa insektisida yang diperlukan untuk pengendaliannya?

Kerusakan yang disebabkan oleh lalat buah memang luar biasa, buah yang terserang dan didalamnya terdapat larva biasanya berubah warna menjadi kuning kemudian menghitam dan busuk biasanya diikuti oleh serangan penyakit busuk dan buah rontok.

Kami mencoba membahas perihal hama bandel ini disertai dengan hasil hasil penerapan yang telah kami lakukan, agar tidak mengalir seperti teori saja tanpa penjabaran.

Tanaman mitra ini diambil gambarnya pada pertengahan bulan Pebruari 2020. Kondisi tanaman sudah beberapa kali petik, dan petikan ke 4 yang lalu semua biaya operational sudah kembali. Kami berharap mitra tetap bisa mempertahankan kondisi tanamanya hingga saat akhir musim panen kelak. Lokasi mitra Bp. Wahyu di Kalimantan Selatan.

Perihal kondisi tanaman sendiri termasuk aman dari serangan Lalat buah dengan aplikasi PESNATOR dan PROTEKTAN sementara itu untuk mengantisipasi patek kami menggunakan POCANIL. Sebenarnya dalam mengantisipasi lalat buah ini kami pun menggunakan insektisida yang umum digunakan untuk lalat buah hanya saja dosis yang kami gunakan rendah, dikisaran 0.3-0.4 mili per liter airnya.

Hanya saja yang kami sangat tidak sepaham adalah menghindarkan tanaman dari pemasangan Metyl Euganol di dalam areal pertanaman karena hal ini justru makin menyebabkan lalat buah semakin mendekat ke areal pertanaman. Kalau berdasarkan pengalaman kami, menghindari pemasangan di areal pertanaman tetapi memasang perangkap METYL EUGANOL di luar areal pertanaman.