2 Juli 2014

MENGANTISIPASI GAGAL PANEN PADA PADI-2

Langkah langkah yang kami ambil untuk menghindari terjadinya kegagalan panen seperti yang terjadi pada hamparan lokasi di Kadungora ini adalah sbb.

IMG-20140627-00982

Gambar 1. ( Diambil pada tanggal 27 Juni 14. Masih satu lokasi dengan pengambilan gambar pada artikel 1 yang lalu.  Tampak sepanjang rel kereta api keadaan tanaman padi, seperti yang tampak pada gambar, memprihatinkan.)

IMG-20140627-00954

Gambar 2. ( Sementara itu hasil aplikasi ala KPO-KL yang kami terapkan bersama mitra kami sdr. Eka, di lokasi yang sama , hasilnya bisa kita pantau  bersama, seperti  yang terlihat pada gambar. Lokasi ditandai GARIS MERAH,  ada sekitar 3 petakan dalam hamparan tersebut.  Dalam gambar terlihat penanaman  yang menggunakan pola “konvensional” bawah , berbeda hasilnya dengan yeng menggunakan pola/metode KPO_KL, atas yang ditandai dengan garis merah.)

.

IMG-20140627-00962

Gambar 3. (Kami, bergerak naik kearah barat, untuk mengamati secara lebih dekat, kondisi pertanaman yang menggunakan pola KPO-KL.  Lokasi pengambilan yang sama, hasilnya sangat berbeda dengan hasil hasil sebelumnya ( gambar -gambar pada artikel 1 yang lalu.)

IMG-20140627-00963

Gambar 4. ( Petakan gambar yang diarsir merupakan hasil aplikasi kami, KPO- KL, usia pada saat pengambilan gambar sekitar 80 hari lebih. Kalau dibandingkan dengan hasil yang diperoleh disekitar hamparan ini, kami sangat bersyukur karena tanaman padi yang menggunakan pola KPO-KL ini, bisa selamat dari ‘kegagalan ‘ panen secara massal.

IMG-20140627-00972

Gambar 5. ( Kondisi tanaman yang KPO-KL kelola bersama dengan mitra muda kami, sdr Eka, di desa Karangmulya-Kadungora.  Ada perbedaan yang signifikan dari hasil yang dicapai tersebut. )

Pembentukan bulir sudah mulai merata. Metode yang kami gunakan untuk mengantisipasi kegagalan panen sejak awal adalah sbb:

Menghindarkan tanaman dari serangan hama pengerek batang dan tikus dengan memberikan aplikasi  PROTEK-tan, PESNATOR, POCANIL dan BIOPESTIS, sedangkan dari “bawah” sebagai pupuk yang dicampurkan dengan pupuk kimia adalah PUPUK CAS.

IMG-20140627-00971

Gambar 6.( Kondisi tanaman, bisa dibilang relatif aman dan terhindar dari serangan hama dan penyakit yang berat. Pengambilan gambar diambil dari arah utara keselatan, masih dalam satu lokasi dengan gambar 3, 4 dan 5, diatas.)

Walaupun penggunaan metode KPO-KL, tidak dilakukan sejak awal, karena perlakukan baru diberikan setelah tanaman sekitar kurang lebih satu bulanan, sehingga ada metode yang tidak sempat diberikan yaitu pemberian PUPUK DASAR PORMIK yang biasanya diberikan pada saat  oleh lahan.  Namun walaupun pola belum lengkap, hasilnya menggembirakan kami bersama.

Selain itu, aplikasi semprotan yang biasanya dilakukan sebanyak 5 kali pada aplikasi kali  ini hanya diberikan 4 kali.  Upaya upaya yang kami lakukan ini, semoga bisa berhasil sebagai langkah untuk mengantisipasi kegagalan panen dalam areal yang luas seperti yang terjadi pada saat ini dilokasi ini atau mungkin juga diwilayah anda.