17 November 2016

PETANI MUDA

Dalam bertani, selain perlu memiliki tehnik tehnik khusus dalam mengelola suatu permasalahan dan memecahkan masalah yang dihadapi juga diperlukan, mental yang kuat, Ketenangan jiwa dan penguasaan “medan”. Kenapa hal ini diperlukan?julpan1

Sebagai latar belakang dalam menjelaskan teori ini, kami kembali “mengangkat” perjalanan mitra petani muda kami Sdr. Julpan Pane, dari Pangurabaan, Kec.Sipirok Sumut.

julpan2

Seluruh gambar foto mitra kami ini dikirimkan pada tanggal 16 Nov 2016, disaat tanaman cabe Var Red Kriss nya berusia 59 hari.

julpan3

Ada fenomena menarik yang saat ini, terjadi di dunia pertanian, yakni: Anak muda, males, gengsi jadi petani. Kenapa? berbagai alasan, bisa menjadi jawabannya diantaranya yakni, katanya: “sektor pertanian kurang menjanjikan, kotor dan tidak menguntungkan, banyak ruginya dibandingkan untungnya”.

julpan-41

Benarkah demikian?

Ternyata hal ini tidak terjadi pada mitra kami, sde. Julpan Pane ini. Kami mempersilahkan bagi anda yang ingin konfirmasi, untuk kontak langsung dengan mitra muda kami yang sudah sekitar dua tahunan, bermitra dengan kami ini.

julpan-51

Istilah TANGGUH, jelas berkorelasi dengan mental, jiwa dan semangat yang dilandasi juga oleh Pengetahuan, Ilmu dan pengalaman dan setelah itu , setelah ikhtiar dilakukan, diiringi oleh doa pengharapan kepada YANG MAHA KUASA. julpan-61

Selama dua tahun bermitra dengan kami (KPO KL) , kami bersyukur karena, mitra muda ini, tidak pernah mengeluhkan, “panen kami gagal dan merugi”… yang ada bahkan, petani petani lain disekitar desa diKecamatan Sipirok, mulai banyak yang ” merapat”dan ingin mencari tahu, tentang pola pertanian yang diterapkannya.

bangga-jadi-petani

Wahai petani mitra, jadi petani itu menguntungkan koq, kalau kita memahami ” keinginan tanah dan tanaman”.

Kita yang mengelola tanaman, kita yang mengendalikannya. Istilah KPO KL, kita yang ” mengemudikannya”. Mau kita beri apa tanah dan tanaman , kita yang mengaturnya, hanya saja jangan sampai salah dalam pengelolaannya.

Dan untuk menjadi petani yang TANGGUH (mahir”mengemudi” ) diperlukan Metode (“Kendaraannya ” sebagai landasan bergerak), diperlukan  latihan latihan yang intensif, mental yang ngak mudah putus asa yang didasari oleh penguasaan  situasi “medan” / lingkungan disekitarnya.

Kemudian baru  kita pasrah dan menyerahkan segala urusan keberhasilan pertanian kita pada yang MAHA PENCIPTA.

Semoga makin sukses….mitra muda !!!