18 April 2020

Menanggulangi Lalat buah, perlu kesabaran

Cukup lama kami memantau perkembangan tanaman mitra muda dari Kab. Agam Sumatra Barat ini, bahkan sejak awal dimana tanamannya dalam kondisi yang tidak fresh dan berbagai rintangan seperti embun tepung , ulat dan lalat buah.

Kami bersyukur karena saat ini tanaman jeruk mitra muda belia ini saat ini sudah panen 4 musim. Adapun hasilnya buahnya besar besar dan terbebas dari hama lalat buah dan penyakit lainnya.

Apalagi kalau melihat banyaknya buah seperti ini, hmmm, rasanya ikut seneng juga kami yang mendampinginya , disini. Memang berliku dan perlu kesabaran dalam merawat jeruk ini, seperti yang dilakukan oleh mitra muda kami ini, tidak cepat putus asa dan perlu ketelatenan. ( Dalam gambar Bang. Arfan , saudaranya dik Dian, sedang dilahan juga).

Buah lebat tanpa gangguan dari lalat buah , merupakan idaman dari sebagian besar petani jeruk di Sumatera pada saat ini. Bagaimana tidak disaat buah menjelang dipanen, ternyata buahnya berguguran dan tidak jadi dipanen. Yaa…paling hanya dijadikan sebagai pupuk untuk tanaman jeruk itu kembali. Sangat memprihatinkan,memang.

Kami sudah beberapa kali mendampingi petani jeruk di Sumatera selain yang berhasil ada juga yang belum berhasil dalam mengatasi lalat buah ini ( Citcit ,bahasa daerah), hal ini biasanya dikarenakan faktor non tehnis tetapi lebih banyak karena faktor Psycologi dari petaninya itu sendiri. Baik kami coba jabarkan.

Mungkin juga karena sudah terlalu lama menggunakan pola pengendalian secara insektisida kimia yang ingin hama lalatnya, ingin terlihat langsung mati sehingga, apabila hama masih berkeliaran dan masih ada buah yang rontok, langsung menjudge bahwa pengendaliannya tidak berhasil. Padahal dengan pola kami ini menekankan pengendalian secara repellen sehingga hama pergi secara bertahap dan paling mudah dilihat adalah penurunan jumlah buah yang rontok.

Jadi penekanannya, pengurangan jumlah buah yang rontok, berkurang terus berkurang hingga mendekati limit zero. Jadi ada proses disini, karena perlu dimaklumi, lalat buah sudah menyerang dan meletakkan buahnya sejak pada saat pembentukan bunga, disaat ini lah telur berproses menjadi larva hingga dewasa Imago. Disinilah perlunya suatu kesabaran dalam penanggulangannya, kita menunggu hingga telur dan larva itu membesar didalam buah hingga rontoknya.

Ciri dari keberhasilan metode Repellen / Penolakan hama yang kami lakukan ini adalah dengan berkurangnya serangan secara bertahap, ini artinya serangan lanjutan tidak terjadi lagi dan hanya ada bekas atau sisa sisa serangan penanganan yang sebelumnya. Hama yang sudah terlanjur didalam buah berjatuhan dulu sambil menghindarkan agar selanjutnya serangan lalat buah tidak terjadi lagi. Logika sederhana tetapi sulit diterima oleh petani konvensional yang ingin merasakan setelah disemprot, ingin langsung melihat, tidak ada lagi buah yang rontok….Memang Perlu kesabaran…Boss. Sukses petani Jeruk dimana pun. Anak kecil ( Adik Dian, anak SMTA ) saja, bisa koq.