14 Februari 2020

Melon yang Puret parah, pulih. (Mewaspadai Kutu Kebul.)

Ada satu hal yang menarik dari hasil penerapan mitra baru kami dari daerah perbatasan Kebumen Purworejo Pantai Selatan Jateng ini, dimana tanaman melonnya diawal mengenal kpo kondisinya sudah puret mengkerut. ( Kami juga mencoba memberikan ilustrasi dalam bentuk videonya, silahkan Klik di Link youtube kami ,

https://youtu.be/AU3rx8R-43Q

Kondisinya benar benar parah, dampak dari perlakuan sebelumnya yang masih menggunakan tehnik kimia murni. Tunas berkerut daun daun besar membusuk dan kerdil. Baik kita tak akan bahas akibat dari perlakuan apa tetapi kita akan membahas perlakuan perlakuannya dengan cara kpo sejak memulai penerapan pola berbasik organik cara kpo.

Kami mencoba menjelaskan dari sisi praktek, karena sudah banyak artikel lain yang membahas perihal teori teorinya. Alasan kami adalah teori bisa dibahas belakangan setelah praktek berhasil dalam penerapannya.

Dalam kondisi puret parah, berkerut bahkan tunasnya hampir habis akibat perlakuan sebelumnya yang belum tersentuh cara kpo, bertahap kami coba untuk beri perlakuan perlakuan cara kpo KL. Tahap pertama yang kami lakukan adalah dengan memberikan Protektan dan Pesnator dengan dosis yang agak ditinggikan dari dosis anjuran. Dari dosis anjuran 2 mili, mitra naikkan jadi 3 mili per liter airnya.

Hasilnya, kondisi tunas yang puret tergantikan dengan daun daun yang segar. Daun daun sekundernya /Lateral, tumbuh subur disamping tunas utama. Perihal penambahan insektisida nya kami tidak terlalu kaku, kami persilahkan mitra untuk menggunakan insektisida yang biasa digunakan demikian pula jenis fungisida kimia sebagai tambahannya. Hanya saja dosis yang kami anjurkan setalah dipadukan dengan cara kpo ini yaitu dosis pestisida kimia nya hanya di kisaran 6 sd 7 mili atau gram saja per tangkinya 17 liter airnya.

Khusus dalam aplikasi semprotannya kami menekankan apalagi pada saat terkena puret demikian adalah jangan sampai hama masuk menyerang terutama hama Kutu kebul yang terkenal sangat bandel. Lapisan lilin yang dimiliki kutu kebul menjadikan hama tersebut menjadi hama yang memiliki pertahanan khusus terhadap terpaan insektisida kimia.

Dengan memperkuat Komposisi Pesnator dan Protektan hama kutukebul nya ‘minggat’, tidak betah. Sebenarnya dalam aplikasi awal setiap komposisi ada kami berikan Pesnator sebagian proteksi awal sehingga berfungsi juga sebagai pengendali proteksi hama hama ulat, lalat selain kutu kebulnya.

Memang perlu waspada secara ketat akan serangan kutu kebul tersebut, sebab apabila tidak terkendali puret bisa makin meluas terutama puret yang terkontaminasi virus. Dan mitra kami pk. Barino dari Jawa Tengah kembali membuktikan hasil nya bahwa puret dengan cara yang benar, dapat di hindari serangan lanjutannya. Termasuk juga vektor kutu kebulnya dapat terproteksi sehingga tidak ikut menularkan puret yang sedari awal sudah menyerang.