24 Maret 2017 PERTANIAN berbasis ORGANIK, Membuktikan !!!

PERTANIAN berbasis ORGANIK, Membuktikan !!!

Pengamatan lanjutan dari mekarsari Cikajang Garut. Pengamatan saat ini disaat tanaman berusia 5 bulan lebih.

PhotoGrid_1490142704565

Hasil teranyar yang kami lakukan pada tanggal 19 Maret 2017, disaat tanaman mitra kami  sdr.Khoer berusia 5 lebih 10 hari. Penanaman tanggal 10 Okt 2016 .

PhotoGrid_1490142735784

Di daerah Cikajang Garut yang terkenal sebagai sentra terbesar sayuran dataran tinggi di Jawa Barat, penggunaan pestisida dosis tinggi sudah menjadi tradisi yang sudah mengakar.

PhotoGrid_1490142781888

Sehingga penggunaan dosis pestisida dosis rendah dianggap hal yang mustahil.

Bahkan pada saat sdr.Khoer menjelaskan, bahwa hasil penerapannya ini menggunakan tehnik pengendalian secara Organik ,semakin saja, petani yang bertanya tidak percaya.

PhotoGrid_1490142997174

Logika mereka rupanya, dengan pestisida kimia dosis tinggi saja hama dan penyakit ngak mempan apalagi ini dengan pestisida organik. Hmmmm.

PhotoGrid_1490143012456 .Memang riset yang kami lakukan selama 17tahun menunjukkan kualitas pestisida organik, akan mengalami degradasi fungsi penurunan fungsi dalam beberapa saat selain itu, fungsi antar “bahan aktif” biasanya saling berbenturan sehingga tidak terjadi sinergisitas.

PhotoGrid_1490143077999

Hal hal diatas yang mungkin biasa dilakukan oleh petani dan hasilnya , ramuan herbal yang diberikan seolah menjadi “nihil” reaksinya.

PhotoGrid_1490143153523

Mengacu dari hal ini, kami dari Klinik Pertanian Organik, mencoba mengembangkan dengan tehnologi yang ada, agar fungsi dari pestisida organik tersebut tidak cepat “basi” sehingga terhindar fungsinya hanya sekedar pupuk daun.

Hal ini lah rupanya yang menjadikan, beberapa petani yang dulu sempat membuat “ramuan alami”, menjadi ngak yakin akan efek dari pestisida organik bisa sedemikian hasilnya.

Memang diperlukan stabilizer agar fungsi pestisida organik tidak “jatuh ” fungsi hanya sekedar sebagai pupuk daun.