30 September 2019

Keriting daun dan virus kuning, Hama Thrips -Tungau— Teratasi

Ada hal yang menarik yang akan kita kaji pada kesempatan ini yaitu mitra kami bp. Harahap dari musim ke musim tanamannya tetap saja stabil baik itu musim penghujan maupun musim kemarau. Kami angkat jempol bagi mitra senior kpo KL dari Hutaimbaru ini.

Kita revieu mundur sedikit pada beberapa waktu yang silam dimana tanaman mitra sudah menunjukkan hasil yang sedemikian, bahkan hasil per batangnya mendekati 2 kg per batangnya. Perawatan standar KPO KL apabila di terapkan secara konsisten, hasilnya tidak jauh bergeser dari musim ke musim tanam berikutnya.

Bahkan kami terkesan dengan hasil yang lalu ( dibulan yang sama, September) kondisi tanamannya sangat kokoh yang dicirikan dengan batang yang besar dan kuat. Dan…hal ini bukan hanya batangnya tetapi diikuti dengan percabangan dan buah yang lebat.

Di bulan yang sama di tahun ini, kondisi tanaman mitra kami ini nyaris sama, tanamannya terhindar dari hama penyakit utama tanaman cabe ini seperti, keriting daun, Virus kuning, hama thrips -tungau, benar benar aman. Bagaimana caranya? Sebenarnya sudah kami paparkan secara berulang ulang yaitu dengan aplikasi, Protektan , Biopestis dan Pesnator dengan dosis 1 Tutup hingga 3 tutup per tangkinya per 17 liter air kami tambahkan biasanya insektisida kimia dua macam ( merk bebas) dengan dosis 6 mili per tangkinya.

Betapa indahnya, hasil yang diperoleh mitra kpo kl ini, disaat musim musim kemarau dimana sebagian besar petani cabe belum berhasil, mitra kami melaju kencang saja tanpa ragu dengan metodenya. Adapun aplikasi kocorannya/pemupukannya adalah sbb, Protektan dan Biopestis masing masing 0.4 mili per liter airnya. Selain itu untuk pemupukan ini kami berikan Pormik dan Mikvator secara bergantian ( tidak bersamaan) dengan dosis 0.5-1 kg per 200 liter airnya.

Dengan pola yang itu itu saja, tidak bergeser dari musim ke musim sehingga ‘rumusnya’ mudah di ingat dan tidak ‘pake ribet’. Prinsip kami adalah bertani itu tidak rumit dan jangan di buat jadi sulit. Melaju saja dengan santai sambil menikmati perjalanan. Ibarat seorang yang sudah lancar mengemudi, perasaan cangggung-kaku- tidak akan muncul lagi, bisa sambil ‘ngobrol’ dan makan cemilan. Bandingkan dengan yang belum paham mengemudi kendaraan mobil, biasanya mengemudi ‘bawaannya’ menjadi serba tegang. Ayo kita ‘mengemudi dengan enjoy’ dan menikmati perjalanan dengan perasaan riang gembira. Sukses terus mitra ..petani dimana pun.