Sukses Bersama Klinik Pertanian Organik Kembang Langit, Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Kegiatan bersama Menakertrans di Leles-Garut More »

Kegiatan bersama bapak Dede Yusuf di Pangalengan-Bandung More »

Jajaran Komisaris Direksi, Staff, dan Rekan PT.Kembang Langit More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada tanaman Padi di Aceh More »

Kegiatan Pelatihan More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Keriting More »

Hasil Penerapan Teknik KPO Kembang Langit Pada Cabe Rawit More »

Hasil Aplikasi Mengatasi lalat buah di tanah karo-SUMUT More »

Pengiriman Barang, Kegiatan Pelatihan More »

 

LAYU FUSARIUM

Kami kembali mencoba mengulas, gambar kiriman dari mitra kami dari Tapanuli Selatan, yang hingga saat ini tanamannya sudah mencapai  7 Bulan.

Tanaman ini yang ditanam pada tanggal 20 Juni 2017, sebagai mana yang kami sampaikan secara berseri dari waktu kewaktu. Mitra kami ini dengan senang hati, memberikan testimoni hasil penerapannya hingga tanamannya bertahan hingga  saat ini, sudah berproduksi  dikisaran 1.3-1.4 kg per batangnya.

Tanaman dan buahnya diusia ‘senja’tersebut masih produktif dan bisa dikatakan terjagfa dari serangan layu akar, akibat cendawan Fusarium Sp yang ‘menyeramkan ‘tersebut. (Hingga saat ini, mitra kami melaporkan sudah 28 kali petikan.)

Bahkan pada beberapa ruas, masih ada pada percabangan tanaman yang mengasilkan 3-4 buah pada tangkainya, padahal saat ini, buah sudah memasuki tahapan “pembungaan kedua” . Konsep kami dalam pengendalian penyakit layu fusarium ini adalah dengan menggunakan pengocoran Mikroba yang ada pada Pupuk CAS dan Protektan.

Bisa kami katakan bahwa tanaman mitra kami ini termasuk yang ‘lulus ujian’ dalam menghadapi serangan penyakit yang langsung mematikan tersebut. Informasi yang kami dapatkan dari sentra cabai Sumatera Utara, diwilayah Batubara, saat ini,  penyakit ini menjadi kendala utama pada pertanaman cabe keriting ini. Bagaimana tidak informasi yang kami dapatkan, ribuan petani tanaman cabenya banyak yang dipetik hijau karena terserang ‘layu sebelum berkembang’.

Saat ini harga cabai di Sumatera Utara, masih bisa dibilang tinggi, hal ini diakibatkan salah satunya serangan dari penyakit cendawan Fusarium ini.  Intinya walaupun tanaman mitra kami ini, ada serangan cendawan juga, tetapi masih dalam tahapan yang wajar, hal ini terlihat dari masih  produktifnya tanaman dan masih menghasilkan pundi pundi perbendaharaan ‘kas rumah tangga’.

Kami berharap mitra kami ini Bp. Harahap ini , bisa terus bertahan dan  masih memberikan kontribusi untuk penanaman tanaman cabe Selanjutnya yang jumlahnya diperbanyak.

Semoga makin sukses mitra mitra KPO-KL di Sipirok dan juga mitra mitra lainnya dimanapun berada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *