19 Maret 2018

KUTU KEBUL,HAMA Thrips dan TUNGAU, diantara penyebab Virus dan Keriting daun

Perkembangan tanaman mitra kami secara perlahan tapi pasti, dari waktu ke waktu menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tanaman yang awalnya sudah nyaris saja membuat putus asa , saat ini kembali hijau berseri.

 

Kami ingin menunjukkan secara gamblang tanpa rekayasa sedikitpun, yaitu apabila tanaman dirawat secara baik dan benar, sambil mengikuti dan menuruti apa “maunya” tanaman,niscaya tanaman pun akan mengerti, kemauan kita sebagai penggarapnya.

 

Kami mencoba mengikuti perkembangan tanaman mitra kami ini , yang penggarapannya, di “over kreditkan” ke kpo KL, dimana sebelumnya per tanggal 8 Pebruari, tanaman cabe beliau  di kelola secara konvensional.

 

Kondisi cuaca yang tak menentu di wilayah , Garut Utara, menyebabkan tanaman tampak merana (Gambar teratas). Panas yang terik plus adanya  gangguan hama baik berupa Kutu kebul, Thrips dan Tungau turut mempercepat terjadinya keriting daun pada tanaman cabe var Or 42 beliau.

 

(Terjmhn : Agar terlihat jelas diambil gambarnya pada saat siang hari.)

Bisa diperhatikan dengan nge “zoom” lebih dekat perkembangan buah tanaman yang makin membaik setelah sebulan perawatan cara kpo KL.

 

 

Pada hari Sabtu  ini, mitra kembali mengirimkan perkembangan pertumbuhan tanamannya yang sehat dan berbuah lebat. Walaupun tanamannya terlihat tidak terlalu tinggi tetapi yang terpenting adalah buahnya yang menjadi sangat lebat.(Pendapat petani Zaman now, memang agak aneh, katanya : Tak perlu tanaman tinggi yang penting buahnya banyak. Dalam hal ini KPO KL, tetap berprinsip, memperbanyak percabangan tunas yang sehat dan menghindari mandeknya tunas akibat serangan hama hama tersebut diatas, akan makin membuka peluang terbentuknya bunga  dan buah yang lebih banyak lagi).

 

 

Pembentukan buah sudah semakin banyak, terpaan cuaca panas -hujan yang tak menentu makin ternetralisir, demikian juga, efek keriting dan daun menguning saat ini mulai berubah menjadi hijau segar bersemi kembali.(Pengamatan pada, tanggal 17 Maret 18).

 

(Terjmhn: Tuh, tanaman cabe petani lainnya, begini. /Red : Tananan dengan Cara konvensional yang ada disekitar perkebunan mitra).

 

Hakikatnya pertolongan dan petunjuk dari yang Maha Pengatur, tanaman mitra saat ini makin tampak proses pemulihannya, bahkan saat ini sudah mulai petik perdana.)

Metode yang kami terapkan yaitu dengan hanya memberikan  produk pendukung dari KPO KL @ 0.5- 1 mili an per liter airnya plus 0.3 ml/ gram produk pelengkap berbahan aktif kimia sebagai tambahan sekedarnya saja. Kami berharap mitra, bisa memperoleh keuntungan berlipat lipat dari jerih payah yang dilakukannya, termasuk diantaranya pengendalian hama hama penyebab mandegnya  dan menguningnya tunas.