9 Agustus 2019

Kiat Mengantisipasi keriting daun cabe di musim kemarau

Keberhasilan budidaya tanaman cabe khususnya di bulan bulan kering, memang diperlukan kegiatan ekstra terutama dalam pemenuhan kebutuhan airnya.

Selain itu tak kalah pentingnya adalah pengelolaan asupan makanan yang tepat , agar tanaman tidak mengalami berhentinya pertumbuhan tunasnya/jangan sampai keriting daun.

Pada saat gambar ini diambil tanaman p.dokter Alfredo sudah petik ke 10 kali ( seminggu di petik dua kali). Hasil sudah mencapai 0.5 kg per batangnya. Harga yang bagus di Kuantan Riau, menambah motivasi agar tanaman tetap sehat dan tidak keriting daun/puret.

Adapun kiat kiat yang kami lakukan adalah dengan memprioritaskan pemberian Protektan sebagai pengendali hama thrips secara alami sambil menambahkan mikroba dan juga penambahan Biopestis, agar nutrisi jaringan tanaman tidak kekurangan.

Sementara itu melalui pemupukan yang kami lakukan adalah dengan memberikan Pormik dan Mikvator secara bergantian dengan dosis tidak lebih dari 1 kg per 200 liter air. Interval yang dilakukan adalah kisaran 7-10 hari sekali.

Selain CMK, pak dokter Alfredo merawat tanaman cabe rawit yang harga nya pun tidak kalah dari CMK. Adapun cara perawatannya tidaklah berbeda dengan cara perawatan CMK atau jenis cabe lainnya.

( Kondisi tanaman setelah dipetik, tanggal 7 Agustus 2019). Kiat lainnya adalah pemberian dosis pupuk kimia yang tepat, tidak terlalu banyak dan jangan sampai tanaman keracunan. Dosis pupuk kimia yang terlalu tinggi bisa menyebabkan tanaman menjadi puret/keriting daun.

Dalam metode kami KPO KL, penggunaan dari fungisida dan insektisida kimia sangat minim sekali ( 0.3 gram/mili per liter airnya) tidak perlu banyak banyak dan justru sebaliknya dengan metode konvensional penggunaan pestisida kimia nya sangat tinggi sekali sehingga berpotensi me’muret’kan ( keriting) daun pucuk tanaman.

Kalau sudah ‘muret’, jadinya ‘mumet’ deh….