17 Agustus 2020

Keriting daun lagi

Kami mencoba membahas perihal masalah Keriting daun kembali, hal ini kami anggap penting karena masih banyaknya mitra tani yang mempertanyakan hal ini pada kami. Sebagai “Back ground” lahan pembahasannya kita coba ke daerah Jogjakarta, tepatnya di daerah Kulonprogo dekat bandara baru Jogjakarta.

Kondisi awal tanaman mitra kondisinya sudah sedemikian parahnya….Tunas sudah hampir tak nampak lagi demikian pula tunas tunas lateralnya nyaris tidak tampak lagi. Kondisinya betul betul memprihatinkan. Aplikasi awalnya sebenarnya sudah menggunakan produk KPO tetapi tehniknya belum dipakai, memang perlu keselarasan antara tehnik dengan produk pendukungnya.

Laporan awal masuk ke KLinik kami pada pertengahan bulan Juli 20, kondisinya benar benar tanpa harapan lagi, bagaimana tidak selain terjadi keriting daun tanaman pun terserang busuk daun dan busuk batang. Perlu kehati hatian karena tanaman dalam kondisi kritis. kalau di gas kenceng ada busuk batang /daun tapi kalau tidak di gas tanaman terkena keriting daun yang hebat

Ada beberapa yang menyebabkan masalah keriting daun ini diantaranya adalah, serangan hama thrips dan tungau selain itu masalah ketersediaan air yang kurang, bisa juga akibat terlalu over pupuknya atau karena penggunaan pestisida yang juga terlalu berlebihan.

Selain Nutrisi yang berlebihan , keriting daun juga bisa diakibatkan karena justru nutrisinya kurang dan yang paling dikhawatirkan adalah apbila keriting itu disebabkan karena adanya serangan sekunder dari Virus….Ini yang biasanya prosesnya cukup lama dan rumit dalam penanganannya.

Untungnya dengan ketelatenan mitra kami ini dengan mengubah komposisi pemupukan dan aplikasi semprotannya sesuai standar cara KPO , dalam waktu yang tidak terlalu lama , satu bulan kemudian kondisi tanaman sudah berubah….Kembali sehat dan siap berproduksi. ( Tidak ada rekayasa sama sekali dalam hal ini ).

Komposisi yang kami gunakan pada kondisi awal tersebut adalah dengan menggunakan pola , GAS LANGSAM tanpa REM. GAS langsam yang kami terapkan yaitu dengan cara memberikan tekanan tidak terlalu besar dengan menghingdari pemberian pupuk kimia dosis tinggi.Gas langsam komposisinya cukup dengan PROTEKTAN-BIOPESTIS dan PORMIK atau MIKVATOR bergantian tanpa Nitrogen kimia yang berlebihan.

( Kondisi pertengahan bulan Agustus 20 )

Sedangkan dari atas aplikasi yang kami berikan dengan komposisi PROTEKTAN dan BIOPESTIS yang agak ditinggikan tanpa pupuk daun dan tanpa ZPT kimia apapun. Penambahan yang kita berikan cukup dengan insektisida kimia tetap dengan dosis rendah saja yaitu sebanyak 5 sd 7 mili per liter airnya, diberikan secara dirotasi. Semoga menginspirasi mitra dan petani petani lainnya.