10 Februari 2020

Keriting daun dan Virus kuning, kenapa tetap menjadi kendala pada pertanaman ?

Kami pada kesempatan ini mencoba untuk memaparkan berdasarkan landasan hasil penelitian dari IPB, perihal yang kami juga jadikan acuan dan pertimbangan sebagai bahan teori kami dalam memaparkan praktek yang kami lakukan.

  1. Teori yang kami dapatkan antara lain,Penyebab penting tersebarnya penyakit virus ini ialah merupakan patogen tertular benih , ini yang sulit diprediksi,karena tanaman sudah terserang pada saat generasi induknya F1, atau tetuanya, sehingga petani pun sulit untuk memilih dan memilah karena gejala awal dibenih sulit di deteksi, termasuk dengan perendaman agar benih yang sakit akan mengambang ternyata tidak menunjukkan perbedaan juga, bibit yang terkena tertular benih ternyata ikut terendam juga/tidak mengambang.
  2. . Tanaman menunjukkan gejala terinfeksi virus pada kisaran umur tanaman yang berbeda beda , respons nya bisa berbeda pada kisaran umur tersebut. Pada umumnya usia tanaman muda lebih rentan terinfeksi dan diinfeksi virus, insidensi virus semakin meningkat pada kondisi tanaman muda, periode inkubasi ( masa terjangkitya penyakit menjadi lebih cepat , dan juga sebaran penyakit virusnya semakin cepat pula. Catatan kami terhadap teori ini, yakni memang benar adanya, serangan umumnya terjadi pada tanaman usia muda, sebagaimana yang kami akan paparkan berdasarkan contoh praktek kami dilapangan dibawah ini).
  3. Penelitan menunjukkan justru Tingginya insidensi virus di lapangan diduga disebabkan oleh tingginya bibit sakit karena terbawa benih. Catatan kami : Jadi Fase vegetatif menjadi prioritas utama dalam pengendalian tersebut apabila gagal pengendalian pada fase tersebut, maka berjangkitnya serangan makin menyebar.

Berikut ini, kami mencoba mencocokkan antara teori para ilmuwan di akemedisi dibidang hama penyakit tanaman tersebut dengan hasil yang kami lakukan di tempat penerapan kami di Sucinaraja, Garut Jawa Barat. Catatan, selain pada tanaman cabe yang di tumpang sarikan dengan Tomat, pak Guru juga mengelola tanaman Ibunya berupa tumpang sari cabe dengan bawang daun. Namun ada sedikit tanaman cabe nya yang terkena serangan virus kuning pada usia dini. Mari kita simak perkembangannya.

(Tanaman cabe yang ditumpang sarikan dengan bawang merah )Ternyata betul juga, kalau menilik hasil penelitian tim ahli virus diatas tadi, menunjukkan bahwa fase vegetatif menunjukkan tingkat kerawanan yang tinggi. Tanaman muda pada gambar diatas sebagian ada yang sudah terkena virus kuning , berupa gejala khas yang dicirikan tunas berwarna kuning dan gejala keriting dibagian tunasnya.

Namun secara umum kondisi tanaman pada fase vegetatif tersebut rata rata , bisa dikatakan aman. Ada perlakuan yang cukup ekstrim yang dilakukan oleh senior KPO ini, yaitu mencoba mengotak atik komposisi standar yang biasa kami gunakan. Tehnik yang beliau gunakan adalah menambah dosis organik KPO nya dan mengurangi dosis kimianya.

Tanaman ini kami pantau bersama sama sejak awal hingga saat ini. Kami memperhatikan betul perihal pertumbuhan secara umum dan tingkat kesehatan tanaman terutama dari persentase ada tidaknya tanaman yang sakit beserta besaran persentasenya. Adanya serangan walau dalam skala persentase yang kecil biasanya langsung kami perhatikan seksama tetapi tetap dalam kondisi tenang tidak ” panikan ” . Dalam kondisi demikian yang kami perhatikan juga yaitu perihal potensi ada tidaknya Vektor hama hama yang memungkinkan sebagai agen penyebar dari gejala yang sakit akibat terkena virus kuning dan keriting daun tersebut.

( Bawangnya menyusul pertumbuhannya lebih cepat). Perihal vektornya kami kendalikan dengan PROTEKTAN , BIOPESTIS , PESNATOR dengan dosis masing masing 3 sd 5 tutup, memang cukup ekstrim untuk usia usia tanaman awal. Hal yang paling mendasar dalam menjawab pertanyaan dalam judul diatas adalah, kenapa Keriting daun dan Virus kuning, tetap menjadi kendala pada pertanaman ? Menurut hemat kami diantaranya sbb : Lakukan perendaman benih yang akan ditanam dengan larutan Protektan 1 sd 3 tutup per liter airnya. hal ini untuk mengantisipasi bibit yang terbawa benih. Kendalikan sesegara mungkin tanaman usia vegetatif yang terkena virus kuning dan keriting daun tersebut dengan semprotan PROTEKTAN, BIOPESTIS DAN PESNATOR KALAU PERLU DENGAN DOSIS YANG AGAK DITINGGIKAN Selama beberapa kali aplikasi saja, setelah tanaman pulih segera turunkan dosis. Perhatikan dan kendalikan hama hama pengantar dan penular virus atau vektornya. Adapun caranya masih dengan pola aplikasi yang sama, ditambah dengan insektisida kimia dosis dari 5- 7 mili per tangki 17 liter air. Bisa 1 atau 2 jenis, digabung dengan cara kpo tersebut.

Kami bersyukur karena dengan cara tersebut Virus kuningnya pulih dan vektor nya berupa hama hama seperti,kutu kebul, hama thrips, tungau dan kutu daun ( aphids) tertanggulangi. Virus kuning yang menyerang dan menyebabkan keriting, tidak berkembang, pulih dengan ikhtiar : menaikkan dosis kpo, menurunkan dosis kimia, jangan terbalik yaa…mitra. Kami coba untuk segera susulkan dengan videonya dari channel Youtube kami. ( Bersambung….)