2 September 2020

Keriting daun akibat over dosis Kimia

Selain faktor faktor yang sudah kami uraikan pada artikel artikel sebelumnya, perihal penyebab terjadinya keriting daun , hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah akibat berlebihannya penggunaan pupuk dan pestisida kimia.

Seperti halnya tanaman mitra kami dari Jogjakarta ini terus kami pantau perkembangannya hingga awal bulan September 2020 ini. Awalnya tanaman mitra kami ini belum menerapkan pola standar KPO walaupun produk produk KPO nya sudah ada.

Kami mencoba mendampingi mitra terutama dalam hal penerapan yang sesuai standar termasuk dalam hal penerapan pupuk dan pestisida kimia dosis rendahnya. Tanaman tampak sudah sehat dan telah menghasilkan sebanyak 5 kali petikan.

Selain dampak efek residunya pada hasil produksi dan tanah, kelebihan bahan kimia juga berdampak pada tanamannya itu sendiri . Hal yang paling terlihat adalah terjadinya keriting dan daun/batang seperti terbakar.

Kalau kita mengamati kondisi tanaman (yang paling atas tersebut) , tunas sudah terlihat agak mandeg dan sudah komplikasi efek serangannya. Dalam kondisi demikian kita tetap harus hati hati untuk mencoba ‘ mendorong’ tanaman, baik dari pemenuhan nutrisinya yang sesuai juga dalam hal pengendalian hama penyakitnya.

Pestisida kimia sebagai pelengkap saja yang biasa kami gunakan dosisnya di rendahkan dan diusahakan dosisnya tidak melebihi 0.3 mili /gram per liter airnya. Apabila dosis kimia nya terlalu tinggi maka yang terjadi pestisida kimia tersebut nantinya menjadi mendominasi dalam reaksinya. Hal ini tidak kita harapkan tentunya….

Apabila dosis yang tinggi dari pestisida kimia tersebut biasanya mengakibatkan daun terbakar dan tunas tunas lateralnya pun ikut berhenti, selain itu dampak dampak lainnya pada musuh alami, resistensi hama dan juga rusaknya ekosistem secara menyeluruh.