6 Oktober 2015

KERACUNAN PESTISIDA AKIBATNYA BISA FATAL

   Pada awal oktober ini, tepatnya tanggal 4 Oktober kami berkesempatan memantau hasil penerapan mitra kami di Garut Selatan, tepatnya di Desa Mancagahar, Kec. Pamengpeuk – Garut -Jabar .

IMG_20151004_090646

Kami memantau langsung kondisi tanaman cabe rawit yang menggunakan cara KPO-KL ini, tampak dalam gambar bapak Sihabudin (Ihab) yang juga sebagai ketua kelompok tani di Kecamatan tersebut.

rawit pak sihab 4 okt 3

Pada kesempatan ini, hadir juga anggota kelompok tani yang memantau langsung perkembagan tanaman cabe rawit Bp. Ihab, yaitu bapak Punduh ( berbaju kuning ) dan pak Dede ( berbaju biru).

IMG-20151004-01677 (1)

Setelah memantau kondisi tanaman cabe pak Ihab yang menggunakan metode KPO-KL, kami diajak untuk memantau tanaman  cabe rawit pak Punduh yang dalam hal ini belum menggunakan metode KPO-KL. Tanamannnya tampak seperti yang terlihat dalam gambar diatas ini.   Kondisinya sangat mengkhawatirkan.

IMG-20151004-01676(1) (1)

Kondisi tanaman bapak Punduh ini, terlihat mengering bahkan tunas tunasnya seperti terbakar.  Setelah kami “runut” metode dan bahan bahan pestisida dan pupuk yang digunakannya, barulah kita mengetahui, penyebabnya , kenapa tanaman pak Punduh ini menjadi demikian, parahnya.

rawit pak sihab 4 okt 1  Sangat berbeda dengan apa yang diperoleh oleh Bp. Ihab yang tanamannya, segar bugar dan berbuah lebat.  Tanaman rawit pak Ihab ini sudah panen beberapa kali, walaupun saat ini di Kec. Pameungpeuk sedang kemarau panjang bahkan tanah sawah, sudah “belah belah”, namun kondisi tanaman mitra KPO-KL, pertumbuhannya sangat baik.

rawit pak sihab 4 okt 4

Analisa kami setelah mengamati kondisi kedua pertanaman ini adalah, penggunaan pestisida kimia yang  menurut kami, kurang tepat ( penggunaan pestisida  yang terlalu “kuat” daya bunuhnya), sehingga tanaman menjadi ‘seperti terbakar”. selain itu, ditambah lagi penggunaan pestisida “ramuan ” sendiri yang diracik oleh pak Punduh.

rawit pak sihabudin 4 okt 2

Sedangkan metode yang kami gunakan adalah dengan mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berdaya bunuh “kuat” dengan menurunkan dosisnya, selain itu kami selektif dalam memilih penggunaan pestisida yang sesuai untuk musim panas seperti saat ini.  Prioritas penggunaan pestisida organik cara KPO-KL, kami terapkan untuk mengendalikan hama dan penyakitnya, sehingga tanaman tidak keracunan pestisida /”obat” yang bisa menyebabkan tanaman menjadi terbakar dan meranggas. Akibatnya bisa fatal seperti yang terjadi pada tanaman pak Punduh diatas, sedangkan yang menggunakan pestisisida berbahan alami yang kami terapkan hasilnya sangat berbeda dengan yang  menggunakan “obat” kimia .

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kedua jenis perlakuan ini.