9 Agustus 2019

Kemarau Petani cabe, Sumbringah….

Musim kemarau saat ini, membawa berkah bagi sebagian petani, bagaimana tidak bagi petani yang bisa lulus dari ujian panas yang menerjang kali ini membuat beberapa petani yang sanggup melanjutkan pertanamannya, bahkan tidak sedikit diusia 1-2 bulan saja tanaman mengkerut /puret dan kehabisan ‘tenaga’.

Kami berharap mitra petani untuk saat ini, sebisa bisanya bertahan jangan cepat ‘mundur ‘ ditengah jalan karena prediksi kami yang didasari informasi dari berbagai daerah dan juga faktor import yang saat ini juga berkurang drastis ( kami mempunyai parameter khusus dalam hal ini) . ( Bp. dokter Alfredo dari Kuantan Senggingi, Riau disela sela kesibukannya menyempatkan mengunjungi lahan pertanian cabe nya).

Rapatnya buah sangat menyenangkan kami bersama, agak bengkok bengkok dikit maklum saja, karena musim kemarau. Memperbanyak penambahan Mikroba Pengurai cukup membantu disaat tanaman memerlukan makanan yang siap dikonsumsi. Biopestis, Freshtan dan Mikvator kami jaga konsistensi dosisnya.

Di minggu ke 12, kondisi tanaman terus dijaga kesegarannya, dengan aplikasi Protektan, Pesnator dan Freshtan dari atas dengan dosis 0.4 mili per 1 liter airnya. Sementara itu penambahan insektisida kimia dan fungisida kimia kami juga masih berikan tentunya dengan dosis yang sangat rendah yaitu 0.3 mili per liter airnya.

Semoga menjadi inspirasi bagi mitra mitra lainnya, untuk terus semangat menanam di musim kemarau ini, usahakan di daerah yang ada sumber airnya, ( sebisa bisanya diusahakan ). Dokter saja bisa panen, ‘mosok’ petani murni, ngak bisa…

Kami berharap mitra kami ini bp.dr Alfredo masih terus dan terus panen dan merasakan betapa ‘manisnya’ bertanam cabe cara KPO KL ini, baik di musim kemarau maupun di musim penghujan. (Usia 14 minggu tanaman sedang ‘rame rame nya ‘metik).

Tidak ada sama sekali rekayasa dalam hal ini, adapun hasilnya sudah mendekati 0.5 kg per batangnya, dengan harga dikisaran 60-70 ribu per kg nya saat ini, membuat pak dokter yang hobi bertanam cabe ini, ketagihan dan bisa pula pelepas penat disela sela kerja rutin beliau sebagai dokter.

Pegawai pk Alfredo di lapangan, ‘ayo tariiiik mang’, buah bawah masih melimpah buah atas pun menunggu memerah….Semoga makin banyak petani terinspirasi bahwa bertanam cara KPO KL itu, bisa dilakukan tanpa perlu banyak teori teori rumit dan langsung bisa dipahami dan dijalankan, tinggal tarik… Gas… kopling dan Rem… apa bila ada kendala…

‘Simpel tapi pasten’…( Maaf …Bercanda…)