8 Oktober 2013

KEGIATAN PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK GELOMBANG XIII

Kegiatan rutin yang biasa kami lakukan yaitu : Pelatihan pertanian berbasis organik, kembali kami lakukan. Pada kesempatan ini acara tersebut berlangsung pada tanggal 4-5 Okt 2013, di Balai pelatihan  KPO, Garut- Jawa Barat.

1

Bapak Rusli Gunawan sedang memberikan pencerahannya, dalam mengubah “pola pikir” pertanian pada umumnya.

2

Peserta kali ini, dihadiri dari Tasikmalaya, Cianjur, Magelang, Tangerang, Bandung, Tambun (Bekasi). Dalam gambar tampak peserta pelatihan yang “aslinya” orang Jambi, (sdr. Samsul)  kembali mengikuti pelatihan “ulangan”.

4

Peserta lainnya, juga ada yang kebunnya di Sumatera Utara, yaitu Bp. Efendi Sitepu ( paling kiri) beserta Nyonya ( berkacamata). Beliau ini, sedang menggarap perkebunan Jeruk di Tanah Karo namun saat ini, dipusingkan dengan masalah serangan LALAT BUAH.

Mengapa perlu organik dan apa itu misi dan visi klinik pertanian organik, sedang di paparkan oleh Pimpinan klinik, Bp. Rusli Gunawan.

Bapak Hasan (kemeja kuning) yang selama ini telah terbiasa menanam padi di Ciranjang / Cianjur, namun  selama ini hasilnya belum sesuai harapan.

4

Sdr.Hadipurwanto , sedang serius menyimak materi karena selama ini, beliau mengalami kendala yaitu setelah dipanen, tanaman cabenya mengalami “Stag” atau malas berbuah lagi.

Demikian pula pak Sitepu (kemeja Biru), tanaman jeruknya di Tanah Karo, sudah diberi perlakuan berbagai macam cara bahkan telah di beri kelambu, tetapi tetap saja hama lalat buah, masih saja menjadi kendala utama.

Mengubah pola pertanian dari pertanian kimia ke pertanian berbasis organik memang perlu waktu, untuk risetnya saja sampai memerlukan waktu hingga 15 tahun.

“Kita jangan sampai terkecoh oleh KOMPENI (Kelompok Penipu Petani)” demikian salah satu pernyataan yang diungkapkan oleh Bp. Rusli Gunawan.

5

Betapa saat ini, “Ruh” nya tanah, sudah hampir “lepas”, akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang kian hari kian semakin tinggi. .

6

Sdr. Samsul ini ( berkaos hitam) sebenarnya sudah pernah mengikuti pelatihan Gelombang ke-2, namun maklum petani pemula, jadi sempat “tergelincir” karena diajak mitranya untuk menggunakan tehnik kimia.  Saat ini, sdr. Samsul ini, mencoba untuk kembali “ke Jalan yang benar”.

7

Peragaan secara sederhana, alat-alat untuk “uji tanah”..

8

“Kami berharap dari satu orang peserta pelatihan ini, dapat “menularkan” ilmunya untuk 100 orang bahkan lebih.”

9

Mas Imam, petani junior dari Muntilan Magelang, sedang tekun, menyimak materi yang diberikan. Pada saat ini, diwilayah tersebut keriting daun dan virus kuning sedang menjadi masalah utama, dan masih  sulit tertanggulangi.

10

Dengan alat sederhana saja kita bisa mengetahui tingkat “porositas” suatu tanah, dll nya.

11

Peserta pelatihan Gelombang XIII, dari kiri ke kanan. Hadi Purwanto (Tasikmalaya), Samsul (Cianjur- Lokasi tanam di Jambi), Bp. Rusli Gunawan KTO, Bp. Mardi Yuwono ( Bekasi), Jauhar (KTO), Ahmad Andi ( Muntilan -Jateng), Ibu Nita ( Lembang-Bandung), Ny.Sitepu dan Bp. Efendi Sitepu ( Tangerang-Lokasi di Tanah Karo), Bp. Hasan (Cianjur-Jabar).

SEMOGA BERMANFAAT SAUDARA KAMI ,SALAM SUKSES !!!