30 Oktober 2020

Jeruk sakit mulai pulih

Perubahan sangat drastis terjadi setalah perlakuan diberikan sekitar 2 sd 3 bulan terakhir ini. Terutama pada perkembangan tunas tunas baru dan warna daunnya mengkilat.

Selain itu rasa yang awalnya masam saat ini sudah berubah menjadi manis tidak genjur / gembos -lagi. Buah lebih padat dan kulit buahnya pun sudah lebih bening. Lalat buah sudah terkendalikan demikian juga penyakit penyakit kudis-daun menghitam- embuntepung.

Daun yang awalnya berwarna hitam dan berkudis pun sudah jauh berkurang dan yang terpenting warna daun tunas yang ‘kinclong’ , hal ini sekaligus menunjukkan arah gerakan hormon sudah kembali ‘sesuai arahnya’.

Dimana sebelumnya hormon tanaman/ giberelinnya seperti tidak aktif bekerja tanaman usia 4 tahunan tetapi tumbuhnya lambat sekali tetapi setelah dengan perlakuan KPO saat ini berfungsi normal kembali walaupun tanpa penambahan hormon kimia sama sekali.

Aplikasi KPO KL melalui Protektan – Pesnator dan Pocanil yang bekerja beriringan saling berkolab untuk mensuplay hormon Giberelin-Sitokinin, Auxin tanpa penambahan hormon hormon lainnya .

Kebuntuan pertumbuhan akibat perlakuan sebelumnya sudah bisa di dobrak melalui perlakuan semprotan dan juga dari bawah melalui cara pengecoran yang bekerja lebih cepat dibandingkan dengan cara di taburkan.

Penambahan insektisida dan fungisida kimia hanya sebagai pelengkap saja yaitu dengan dosis hanya 0.3 ml/ gram per liter airnya . Demikian pula dengan pola pemupukannya yang awalnya sewaktu menggunakan pola kimia murni dosisnya bisa hingga 1 kg per batangnya saat ini hanya dengan 1 sd 2 kg per 200 liter airnya dan ini bisa diberikan untuk 50 sd 70 batang…..Irit sangat…!!!