8 September 2012

INFORMASI PELATIHAN PERTANIAN ORGANIK

Untuk pelatihan pertanian berbasis organik,ala kembanglangit ini ,Kami tidak memungut biaya   baik untuk pelatihan dan penginapannya

( sedangkan akomodasi  dan transportasi dan lain sebagianya ditanggung peserta)

Bagi anda yang berminat,baik perorangan maupun kelompok,silahkan menghubungi    kantor kami.

Pelatihan kami lakukan 2 (dua )kali dalam sebulan,awal bulan dan pertengahan bulan.

Jumlah peserta dibatasi 10 orang per gelombang.

PADA PERTENGAHAN BULAN SEPTEMBER INI,AKAN DIADAKAN PADA TANGGGAL 15-16 SEP 2012

HARI SABTU DAN MINGGU

BAGI ANDA YANG BERMINAT,KAMI PERSILAHKAN MENGHUBUNGI BP. RUSLI GUNAWAN 081323218330.

JADWAL PELATIHAN UNTUK PERTENGAHAN BULAN SEPTEMBER 2012,SUDAH PENUH.

BAGI ANDA YANG BERMINAT UNTUK MENGIKUTI PELATIHAN BISA DAFTAR UNTUK GELOMBANG BERIKUTNYA.

DEMIKIAN INFORMASI DARI KAMI,HARAP MAKLUM.

1. Keterpurukan dunia pertanian kita sudah sejak lama,bahkan pada era Menristek Bapak B. J. Habibie tanda-tanda keterpurukan tersebut sudah ada.  Mungkin anda masih ingat pada pertengahan  tahun 1996,tehnologi tinggi anak bangsa berupa pesawat CN 235,yang diproduksi IPTN Bandung ditukar /imbal beli  dengan BERAS KETAN dari Thailand? Sangat Ironis memang,negara agraris  “barteran” pesawat dengan BAHAN BAKU ‘DODOL’.  Dalam hal ini bisa kita ambil suatu pelajaran bahwa tehnologi kita kayaknya terlalu mercusuar dengan tidak memperhatikan latar belakang sumberdaya alam  sebagai negara agraris. Akhirnya ujung -ujungnya tehnologi tinggi tersebut kembali  bermuara pada “urusan perut”.

2. Memang bukan hanya sumber daya alam saja yang dibutuhkan,tenyata tehnologi tinggi (istilah Pak Habbibie,HIGH TECH) dibidang pertanianpun sangat diperlukan.  Banyak orang memandang remeh tentang tehnologi pertanian,bahkan tidak sepadan dengan tehnologi ,dibidang industri – industri yang  “High tech”.  Seandainya kita balik sekarang ini,tehnologi dibidang pertanian kita optimalkan dan hasilnya berlebih dan  melimpah sangat mungkin petani bisa membeli kendaraan bertehnologi tinggi sekelas MERCEDES BENS sekalipun, demikian pula apabila seandainya seluruh petani kita bisa meningkatkan kualitas produksinya,tidak mustahil negara bisa barteran sebuah komoditas pertanian dengan pesawat boing ,seperti halnya yang terjadi pada tahun 60 -an, dimana karet mentah dari negara kita di barter dengan pesawat dari amerika.

3.  Tehnologi pertanian hingga saat ini masih dianggap,tertinggal ,primitif,kampungan  dan tehnologi yang gampang dan mudah,tetapi kenyataannya mengapa negara agraris seperti kita masih mengabiskan ANGGARAN NEGARA yang tidak kecil  hanya untuk mengimpor beras,beras

ketan bahkan cabe  walau hanya untuk sambal sekalipun?  Kalau demikian berarti banyak yang “salah” dalam metode tehnologi pertanian kita.

4.

5.Setelah kami melalukan serangkaian pengamatan ,percobaan  dan penelitian  (yang tidak ada yang membayarnya dari instansi manapun, selama  kurang lebih 12 tahun).

6.

Kami tidak berharap  suatu waktu, KITA SEBAGAI NEGARA AGRARIS,  MEMBARTER SEBUAH PULAU (KARENA PESAWAT HIGH TECH ,TIDAK DIPRODUKSI LAGI) DENGAN BERAS KETAN.