14 Januari 2020

HASIL PADI MENCAPAI 1 m2 = 1 Kg

Kembali hasil yang kami peroleh dalam kerjasama kami dengan Pertamina dan Gabungan Kelompok tani di Cilamaya Wetan menghasilkan produksi yang sesuai harapan kami , karena jauh melampaui target kami yang hanya sekitar 6 ton per hektarnya. Sedangkan hasil kami mencapai lebih dari 10 ton per hektarnya.

Inilah Profil petani yang telah bekerjasama dengan kami Bp. Tarda, Lokasi nya di Cibango, Cilamaya Wetan. Luas lahan pribadi beliau yang dilakukan penerapan adalah 2.5 hektar dengan varietas yang digunakan Inpari 32. Hasil hitungan kami sertakan pada foto diatas dimana hasil rata ratanya yaitu 10.5 ton /hektarnya.

Pada pertanaman kali ini tanaman juga aman dari serangan hama tikus padahal di sebelah utara lahan ini, terjadi serangan hama tikus yang cukup rawan, selain itu catatan yang kami dapatkan yaitu varietas yang terkenal dengan varietas yang rawan lebah ini, ternyata dengan pola KPO KL hasilnya tanaman tidak mengalami rebah.

Penanaman dilakukan pada awal September 2019, Lokasi terpisah yaitu lokasi pertama 1 hektar dan lokasi kedua , 1.5 hektar total 2.5 hektar. Lokasi Mitra p.Tarda ini terpisah tetapi tidak seberapa jauh. Aplikasi untuk anti tikus kami lakukan melalui aplikasi Protektan , Pesnator dan POCAnIL sekaligus untuk antisipasi hama hama dan penyakit yang berpotensi menyerang.

Jumlah anakan…luar biasa yang kami hitung kisaran 55-65 anakan per rumpun ( nanti kita lihat videonya di link Youtube kami). Pemberian pupuk kami berikan masih ada pupuk kimia tetapi per 50 kg pupuk KIMIA kami berikan 1 bungkus (1.2 kg) pupuk CAS sebagai bahan mikroba pengurai plus Calsium yang berfungsi untuk meningkatkan pH tanah juga.

Dari atas mikroba dari bawah Mikroba plus bahan pelengkap bahan bahan kimia dosis rendah. Selain hama tikus, sundep ,klintingan/hama putih palsu dan tanaman tidak mengalami rebah hingga panen.

Hasil ini sudah sangat menggembirakan kami dan kami siap berbagi bagi petani padi dimanapun, semoga makin meningkat hasil produksi padi nasional walaupun secara luasan lahan pertanian kita makin menyempit. Kita usakan lewat intensifikasi perluasan hasil.