8 Juni 2019

Hari Raya Iedul Fitri, Hari Raya bagi Petani

Hari raya biasanya menjadi target waktu bagi petani untuk mendapatkan “ancer ancer” dimana harapan harga yang mahal bisa didapatkan. Memang dalam beberapa tahun kebelakang ini harga harga sayuran khususnya cabai, agak kurang bersahabat bagi petani.

Pada tahun ini 2019, (1440 H) petani tersenyum  “sumringah” karena harga sayuran khususnya cabe, mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan. Seperti halnya mitra kami Bp. Roni dari Tabalong Kalsel yang merupakan binaan KPO KL  pusat dan juga dari Cabang Kalsel ( Bp. Aswandi ), mendapatkan harga penjualan yang sangat menggembirakan.

Tanaman cabe varietas Phanter yang ditanam pada tanggal 17-2 2019 ini sudah panen berkali kali, pada gambar diatas pada saat petikan ke 9, hasilnya sudah diatas  estimasi. Bagaimana tidak pada saat  menjelang hari raya  ini harga di Kalsel khususnya, Tabalong – Barabai, dikisaran 40-50 ribu per kg nya.

Mitra yang sudah berulang kali menerapkan pola KPO KL ini, dengan varietas yang berbeda beda pun hasilnya tidak lah mengecewakan, walaupun kali ini varietas ini perawatannya sedikit agak rewel dibandingkan varietas sebelumnya.

(Kondisi tanaman  sekitar seminggu menjelang hari raya .) Memang pada saat hari raya ini, sudah selayaknya petani daerah mendapatkan harga yang memuaskan karena pada saat tersebut angkutan antar pulau yang menggunakan pesawat/ kapal laut sudah tidak diperkenankan mengangkut /tranportasi barang barang. Apalagi pada saat ini, biaya cargo pesawat barang  biaya angkutnya sudah tidak  “layak’ lagi, harga tranportasi melambung tinggi.

Hal demikian suatu keuntungan  tersendiri bagi petani daerah dan memang seharusnya pada saat hari raya ini petani petani diberbagai daerah  disentra pertanian pun selayaknya mendapatkan harga yang sesuai dan menggembirakan.

Terpaan harga murah sejak tahun lalu, nyaris saja menjatuhkan mental petani, bagaimana tidak beberapa musim tanam  ini harga cabe, ” jatuh sejatuhnya” . Dan….pada hari raya ini, mitra mitra kami yang tetap semangat dan yang melakukan perhitungan waktu tanam yang tepat, mendapatkan harga yang sangat layak di hari raya lebaran ini.

Sudah selayaknya petani mendapatkan THR , Tunjangan Hari Raya pada hari besar umat Islam ini, karena petani tidak ada yang memberi  upah /gajihan apalagi THR atau Gajih ke 13.